Share

[10] R.I.P Fathan

Author: qeynov
last update publish date: 2024-06-09 22:13:12
Fathan kembali tiga jam setelah dirinya memastikan jika Sesilia berhasil memasuki pintu kediaman ibu mertuanya dengan selamat. Perempuan itu berkata bahwa dirinya tidak akan lama berada di rumah, sehingga mau tak mau, Fathan bergegas pulang setelah tanpa sempat menyapa ibu dan ayah mertuanya. Padahal kesempatan tersebut seharusnya dapat Fathan gunakan untuk meniadakan kerinduannya. Sayang, sang istri mengusirnya bahkan sebelum dirinya menyempatkan singgah barang sejenak.

Menikahi Sesilia yang me
qeynov

Maaf ya guys, ga bisa up tiap hari.. Seminggu kemaren Qey dapet shift pagi mulu jadi balik-balik udah tepar duluan, huhuhu

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Syifa Iyah
ketiga, nikah kontrak atau nikah mut'ah diharamkan oleh ulama Sunni tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. maaf ya kak kalau komentar nya kurang enak ...
goodnovel comment avatar
Syifa Iyah
kedua, jika pendapat yg diambil adalah mengatakan talak tiga sekaligus sebagai jatuh talak tiga, maka untuk bersatu lagi bukan suaminya yg harus menikah tapi istrinya. istrinya harus menikah lagi yg bukan nikah settingan lalu bercerai yg bukan settingan, baru bisa menikah lagi dengan mantan suaminya
goodnovel comment avatar
Syifa Iyah
maaf menurut saya ide ceritanya agak gimana gitu ya, banyak yg tidak sesuai dengan syariat islam kalau yg mau dijadikan latar belakang/setting adalah islam. misalnya saat fathan dan sesilia bercerai berarti mereka sudah bukan suami istri lagi, jadi keyla itu bukan istri kedua.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [76] Cosplay Banteng Si Calon Janda

    Membawa-bawa nama ibu mertuanya ternyata cukup ampuh dalam meluluhkan sikap bar-bar Keyla. Fathan sungguh tak menyangka jika Keyla pada akhirnya akan bersedia untuk merawat dirinya. Yah, meskipun tampak kentara kalau Keyla amat teramat sangat terpaksa dalam melakukan dalam melakukan tugas keistriannya. Setidaknya, Keyla tetap merawatnya. Hebatnya lagi, istrinya itu melakukannya tanpa meninggalkan kewajibannya dalam mengurus kebutuhan sekolah dua putranya. Untung saja Nakula dan Dion bersedia untuk berangkat ke sekolah dengan diantarkan oleh ayah mertuanya. Jika tidak, Keyla pasti akan lebih memilih untuk menetap di sekolah mereka, dibandingkan pulang untuk merawat dirinya yang tengah terserang demam. Karena perawatan istri mudanya itu, kini kondisinya sudah membaik, dan ia berencana untuk kembali ke kantor agar dapat menyelesaikan pekerjaan keduanya yang sempat tertunda.“Setelah makan siang nanti, kita ke kantor ya, Key.” “Hah? Ngapain? Bukannya kita cuti ya hari ini?” tanya Keyla

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [75] Lebay-nya Mantan Duda

    Mengerjapkan mata, pria yang sejatinya pernah menduda satu kali itu menatap lamat istri keduanya. Disamping anak-anaknya, Keyla, sosok yang ia kenal jauh sebelum pernikahan mereka, tengah tertidur dengan sangat pulasnya.“Loh, kok nggak kayak yang mereka infoin di grup ya?”Setelah menutup sesi permintaan masukannya, pesan terus datang silih berganti, menginformasikan hal-hal berbau dewasa yang tak Fathan mintai.Katanya, para istri yang mendepak suaminya untuk tidur di halaman itu, akan menunggu suami mereka untuk melancarkan rayuan. Tapi mana?! Mana?! Jangankan menunggu, Keylanya saja malah asyik mendengkur, jauh berbeda dengan apa yang teman-temannya informasikan.Merasa telah diberi harapan palsu padahal jantungnya sudah berdebar-debar, Fathan pun menepuk pundak Keyla, berniat untuk membangunkan istri mudanya itu.“Key.. Keyla.” Tak ada tanggapan. Keyla hanya memutar posisi tidurnya, lalu memunggungi Fathan.“Ya Tuhan, kok begini sekali hidup saya.” Keluh Fathan, mendramatisir ke

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [74] Nggak Sabar, Ceunah

    “Yon,” Dion mengangguk ketika sang mami dengan kedikan kepalanya memberikan instruksi agar ia mendekat ke daddy-nya.“Daddy..” Panggil Dion sedikit keras demi untuk mengalihkan atensi Fathan dari layar laptop di meja kerjanya.“Ya, Bang, kenapa?” tanya Fathan. Pria itu sempat tersentak kala mendapati sebuah bantal, hinggap di dalam pelukan anak sulungnya.“Kok bawa bantal? Abang mau nemenin Daddy kerja sambil bobok-an?”“Ehem!!” Pertanyaan itu langsung disahuti Keyla dengan deheman kerasnya.Ibu sambung kedua anak Fathan itu, tanpa kata mendorong lemah punggung si bungsu. “Kul,” ia hanya menyebut nama, dan Nakula melangkah maju, kali ini menyerahkan sarung mini miliknya kepada sang daddy.“Oh, Kula juga mau nemenin Daddy ya? Nggak usah, Sayang. Daddy udah selesai kok kerjanya.”Keyla yang bersedekap dada berdecih. “Kebetulan Mas udah selesai, sekarang, cepet keluar.”“Iya, Key. Sebentar. Saya matikan dulu laptopnya.”Fathan kira keluar yang Keyla maksud itu, keluar dari ruang kerjanya.

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [73] Waduh!

    “Beli pizza dulu kan?”Tak mendengar balasan, Fathan pun memalingkan muka.Alangkah terkejutnya pria itu kala mendapati posisi duduk sang istri yang tengah memunggungi dirinya. “Key..” Panggil Fathan sebelum melayangkan kalimat tanya, “kamu nggak lagi bisulan kan?” yang kemudian membuat Keyla menarik rambut di kepalanya. “Aaak, ampun Key. Kamu sih nungging-nungging gitu duduknya. Kan saya jadi negative thinking jadinya.”“Negatif thinking, negative thinking!” Beo Keyla sampai dua kali. “Sumpah ya, Mas. Negative thinking-nya kamu tuh nggak banget. Kalau aku sampe bisulan beneran, ku peperin bisulnya ke kamu.” Sungut Keyla, berapi-api. Padahal rencananya Keyla ingin bungkam seribu bahasa untuk membalaskan dendamnya. Namun usahanya gagal karena ia tak tahan dengan kelaknatan mulut Fathan. “Jangan dong. Meperin kok bisul. Bisa kali yang lain.”“Iiih!” Erang Keyla, gemas sampai ia berusaha keras menahan kedua tangannya agar tidak melayang, menghantam wajah kurang sesajen Fathan. Seben

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [72] Mas Fathaaaaan!!!

    “Mami, Kula nggak mau nasi uduk.”“Loh, kenapa?” tanya Keyla karena Nakula baru mengatakannya setelah ia melakukan pemesanan.“Nggak keren.”Deg!Ucapan bocil setengah kematian itu tentu saja membuat Keyla memalingkan wajah, takut-takut untuk melihat respon si ibu penjual.‘Mampus..’ Pekik Keyla dalam hati sebab ia bersiborok dengan pelototan maut yang penuh akan dendam kesumat.“Jadinya gimana? Jadi nggak?!”Kegalakkan wanita berdaster yang kini tengah memegang capit berisikan mie kuning itu sempat menyentak tubuh Keyla.“Ja-Jadi, Bu. Tolong maafin anak saya. Seleranya emang agak kebule-bulean.”Siapa sangka jika sahutan Keyla itu justru membuat si ibu penjual semakin sensi terhadapnya.“Udah tau kayak gitu masih dibeliin uduk. Neng, Neng. Kalau nggak siap jadi ibu, ya jangan bikin anak.”Fathan yang menjadi penonton pun hanya bisa ketar-ketir. Di dalam hati pria itu memanjatkan doa. Memohon agar sang istri diberikan tambahan stok kesabaran sehingga terhindar dari masalah.“Jagain ego

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   Tok! Tok! Tok!

    Hellooooo, Spadaaaa!Ehem..Kira-kira.. Kalau ceritanya dilanjut, masih ada yang mau baca nggak ya?

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [71] When a Daddy Iri Dengki

    “Key, tolong dong.”Fathan mengulurkan jar selai ke arah Keyla sembari mengedikkan alisnya.“Tolong, Key..” Ulang pria itu karena Keyla hanya menatapnya dengan tatapan anehnya.Bermaksud menghindari keributan di pagi harinya yang seharusnya damai, Keyla pun meraih jar tersebut untuk ia buka tutupnya

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [69] Keyla Mengeliminasi Diri

    Tak membutuhkan waktu lama untuk Fathan dapat menemukan istri dan anak-anaknya. Pria tampan itu harus sekuat tenaga menahan tawa saat pertama kali mendapati tampang istri yang dinikahinya. “Kalau mau ngakak, ya, ngakak aja! Lama-lama kentut tau rasa kamu, Mas!”Kedua bahu Fathan hampir berguncang,

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [67] Cobaan yang Dicobain

    “K-Key..” Seperti seorang maling yang baru saja ketahuan mencuri BH tetangga, Fathan mencicit, ketakutan.Dari apa yang ia lihat, merahnya wajah Keyla menunjukkan tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Mungkin waktu kematiannya memang sudah dekat karena adanya malaikat maut di hadapannya.“Hi-Hiyaa

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [66] One, two, three. Kabooooor!

    Keyla mengulum bergantian bibir atas dan bawahnya. Ia terbaring gelisah dengan jari-jari bertaut di dalam selimut yang membungkus tubuhnya. Sampai detik ini, ibu dua anak itu tak kunjung dapat menyusul kedua anak tirinya yang beberapa jam lalu sukses memasuki gerbang mimpi mereka dan semua terjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status