Home / Romansa / Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua / [7] Tolong Ijinkan Keyla Menjadi Istri Ke Dua Saya

Share

[7] Tolong Ijinkan Keyla Menjadi Istri Ke Dua Saya

Author: qeynov
last update Last Updated: 2024-06-01 20:50:08

Perseteruan hebat pun tidak dapat terhindarkan.

Tepat setelah ayahnya pulang dari tempatnya bertugas, Keyla yang dilanda tekanan sampai ke tempat kerja pun mengadu kepada ayahnya. Karena aduannya itu, bundanya pun ikut terkena imbasnya. Akibat kemarahan yang tidak lagi bisa terbendung, sang bunda akhirnya meminta keluarga  untuk datang ke kediaman mereka.

“Kamu sudah gila ya? Beraninya kamu meminta anak semata wayang saya untuk dijadikan istri kedua!”

“Yah, sabar.  nggak akan kayak gitu kalau bukan karena kepepet.”

“Terus kalau dia kepepet, anakku gitu yang harus jadi korbannya?!” Sentak tajam ayah Keyla. “Jangan ikutan nggak waras kamu, Bun. Anakmu ini mau dimanfaatin! Setelah dia balikan sama istrinya, nasib anakmu satu-satunya terus gimana?!” tuntutnya penuh akan kegeraman.

Bunda Keyla kontan menundukkan kepala, tak mampu membalas ucapan suaminya. Sebagai seorang ibu, ia tidak ingin hidup putrinya hancur, tapi disisi lain, ia juga tidak tega melihat kebingungan sahabat baiknya.

“Bunda diem aja! ini masa depan Keyla. Jangan karena rasa nggak enak Bunda, nasib anak semata wayang kita jadi taruhannya!”

Saat ini mereka harus berpikir logis. Apalah artinya jalinan persahabatan kalau mereka harus menggadaikan kebahagiaan darah daging sendiri! Toh ketika mereka menjadi tua renta pun, tetap anak mereka yang mengurus sampai keduanya tutup usia. Yah, kecuali anak mereka bertindak layaknya Malin Kundang.

Tatapan ayah Keyla berpindah menatap . “Kalau yang kamu cari hanya jembatan untuk bisa menikahi istri lagi, Om rasa masih banyak perempuan yang bisa kamu manfaatkan, . Demi Tuhan Om nggak ridho kalau hidup anak Om kamu dijadiin mainan.”

“Kalau Om harus ngelepasin Keyla,” ayah Keyla mengetukkan ruas jarinya pada permukaan meja di hadapannya, “itu jelas ke tangan laki-laki yang bersedia jagain dia sampai akhir hayatnya, bukan ke kamu yang nikahin dia cuman buat diceraiin!”

Keyla mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda bahwa ia setuju dengan pemikiran sang ayah. Cinta pertamanya memang hebat. Pria paruh baya itu terlihat menawan kala memperjuangkan kebahagiaannya.

‘Superman aja kalah deh pokoknya! Hero-nya gue nih!’ batin Keyla, berbangga.

Sang ayah meletakkan telapak tangannya pada pundak Keyla, menggerakkan tangannya hingga membuat tubuh Keyla berguncang seraya berkata, “even begajulan begini, anak saya cuman satu! Nggak waras saya namanya kalau ngerestuin niat jahat kamu yang mau mainin dia!”

Errh! Pardon?!

Apakah telinganya bermasalah?! yang barusan itu sebenarnya pujian atau bentuk penyesalan sang ayah karena mempunyai putri seperti dirinya ya?!

“Sejelek-jeleknya kelakuan anak saya, saya nggak rela dunia akhirat dia disakitin!!”

Fucyek!!

Dua kali sudah dirinya dihantam! itu jelas-jelas bukan kata-kata untuk memuji eksistensinya!

 ‘Keyla tarik lagi omongan yang bilang Ayah keren!’ dumel Keyla, mencak-mencak dalam hatinya.

“Mas, kami bener-bener minta maaf. Sebelumnya saya juga sudah minta  buat mikir seribu kali. Tapi kami nggak bisa menghalangi niatnya, apalagi anak-anak sepertinya memang mengharap Keyla buat jadi ibu sambungnya mereka.” Tutur papi , menjelaskan mengapa mereka sampai mendukung langkah keliru putranya.

“Kok bisa?! Mereka kan punya ibu sendiri. Seenak-enaknya ibu tiri, pastilah lebih enak hidup sama ibu kandung sendiri.”

Bunda Keyla yang telah mengetahui alasan dibalik tak harmonisnya hubungan cucu-cucu sahabatnya dengan ibu kandungnya pun mencubit paha suaminya. “Nggak semua anak bisa deket sama ibu yang ngelahirin mereka, Yah,” bisik perempuan itu membuat sang suami menangkupkan dan mulutnya.

Yeah, Mas tau sendiri kan kalau menantu saya selalu sibuk dengan aktivitas shootingnya. Waktu tau kalau Keyla yang bakalan jadi mami tirinya, mereka kelihatan happy sekali. Memang salah  yang mendadak kasih mereka pengharapan, tapi apa Mas nggak kasihan kalau mereka harus ikut ngerasain patah hati?”

“Iya, Mas.” Seruduk mami , ikut bersuara. “Mereka pas tau daddy sama mommy-nya cerai malah biasa aja responnya. Beda banget waktu tau Keyla nolak lamaran daddy-nya semalem. Mereka kayak kecewa gitu loh, Mas.”

Keyla memberikan kode dengan gelengan kepalanya.

Jangan sampai ayahnya luluh lalu terkecoh aksen melas keluarga . Semua itu pasti hanyalah jebakan Batman.

“Mas, sebagai papinya , saya janji akan melindungi kedudukan Keyla di keluarga besar kami.  juga sudah bilang kalau dia nggak akan menceraikan Keyla. Nggak akan ada yang berubah walau  nikah lagi sama istrinya, Mas.”

“Hu’um-Hu’um. Keyla bakalan jadi menantu kesayangan saya. Mas kan tau kalau saya sayang banget sama Keyla. Saya sudah anggep Keyla kayak anak sendiri. Kalau  macem-macem, saya yang akan tendang  dan milik Keyla buat dianggap penerus keluarga.”

“Yah, jangan tergiur. Promo tuh emang menggiurkan, Yah, tapi inget, kita juga sering kena zonk gara-gara promo bodong!”

“Apa perlu saya buat surat kuasa, Key?” Ucap Fathan, menimpali kedua orang tuanya yang mencoba meyakinkan keluarga Keyla.

“Saya perlu bantuan kamu dan saya rela memberikan semuanya. Kalau aja anak-anak nggak terlanjur berharap, saya nggak akan se-enggak tau malu ini, Key.”

“Salah sendiri ngajak-ngajak mereka ke kegilaannya Mas ! Jangan ngehajar rasa kemanusiaan aku dong, Mas!! Nggak fair kalau Mas kayak gini!”

Please, Key. Tolong bantu Mas, ya?! Kalau kamu punya syarat, Mas akan kabulin semuanya.”

 mencondongkan tubuhnya dan perilaku itu dinilai negatif dengan pikiran  yang akan mendekati posisi duduk Keyla.

“Heh, Heh!! Disini aja ngomongnya. Nggak usah kemana-mana!” sentak mami , galak.

“Emang nggak kemana-mana, Mi.  cuman mau maju aja.”

Keyla pun meringis mendengarnya. Tolonglah! Akan jadi apa dirinya jika masuk ke dalam keluarga . Keluarganya sendiri saja sudah terlewat unik masalahnya.

“Kamu mau pisah rumah kalau Mas udah nikah lagi, monggo, Mas ijinin, Key. Kamu bisa terus tinggal sama Om dan Tante. Mas nggak akan nuntut kamu buat ngelayanin Mas selayaknya suami istri beneran. Kita cukup nikah aja. Just it.”

“Wah, gendeng! Anak saya kamu suruh jadi perawan tua sampe bangkotan, Than?!”

“Kalau Keylanya berkenan, saya ikhlas kok Om berbagi ranjang.”

“Ya kalau udah jadi suami istri, ya harus itu! Kamu pikir Om nggak pengen nimang cucu?! Kamu kebangetan banget ya mau bikin keturunan Om berhenti di Keyla aja!!”

“Tahan, Yah, tahan.”

“Hais, nggak perlu ditahan, Yah!! Sikat aja Mas -nya! Laki kok mau enaknya aja!! Manusia-manusia kayak gini nih yang harus diilangin dari muka bumi!!” kompor Keyla.

“Aduh, Than! Gimana sih kamu! Bukannya ngerayu calon mertua malah bikin bubar grak kamu ini!” omel mami , menyayangkan putranya yang bertindak gegabah dalam berucap.

“Om, saya nggak akan nyerah demi anak-anak saya. Saya yang udah gagal jadi suami ini, nggak mau gagal juga sebagai ayah mereka. Anak-anak saya ngebolehinnya cuman nikah sama Keyla, tolong kemurahan hatinya Om. Tolong ijinin saya jadiin Keyla istri ke-2 saya.”

Brak!!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [73] Waduh!

    “Beli pizza dulu kan?”Tak mendengar balasan, Fathan pun memalingkan muka.Alangkah terkejutnya pria itu kala mendapati posisi duduk sang istri yang tengah memunggungi dirinya. “Key..” Panggil Fathan sebelum melayangkan kalimat tanya, “kamu nggak lagi bisulan kan?” yang kemudian membuat Keyla menarik rambut di kepalanya. “Aaak, ampun Key. Kamu sih nungging-nungging gitu duduknya. Kan saya jadi negative thinking jadinya.”“Negatif thinking, negative thinking!” Beo Keyla sampai dua kali. “Sumpah ya, Mas. Negative thinking-nya kamu tuh nggak banget. Kalau aku sampe bisulan beneran, ku peperin bisulnya ke kamu.” Sungut Keyla, berapi-api. Padahal rencananya Keyla ingin bungkam seribu bahasa untuk membalaskan dendamnya. Namun usahanya gagal karena ia tak tahan dengan kelaknatan mulut Fathan. “Jangan dong. Meperin kok bisul. Bisa kali yang lain.”“Iiih!” Erang Keyla, gemas sampai ia berusaha keras menahan kedua tangannya agar tidak melayang, menghantam wajah kurang sesajen Fathan. Seben

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [72] Mas Fathaaaaan!!!

    “Mami, Kula nggak mau nasi uduk.”“Loh, kenapa?” tanya Keyla karena Nakula baru mengatakannya setelah ia melakukan pemesanan.“Nggak keren.”Deg!Ucapan bocil setengah kematian itu tentu saja membuat Keyla memalingkan wajah, takut-takut untuk melihat respon si ibu penjual.‘Mampus..’ Pekik Keyla dalam hati sebab ia bersiborok dengan pelototan maut yang penuh akan dendam kesumat.“Jadinya gimana? Jadi nggak?!”Kegalakkan wanita berdaster yang kini tengah memegang capit berisikan mie kuning itu sempat menyentak tubuh Keyla.“Ja-Jadi, Bu. Tolong maafin anak saya. Seleranya emang agak kebule-bulean.”Siapa sangka jika sahutan Keyla itu justru membuat si ibu penjual semakin sensi terhadapnya.“Udah tau kayak gitu masih dibeliin uduk. Neng, Neng. Kalau nggak siap jadi ibu, ya jangan bikin anak.”Fathan yang menjadi penonton pun hanya bisa ketar-ketir. Di dalam hati pria itu memanjatkan doa. Memohon agar sang istri diberikan tambahan stok kesabaran sehingga terhindar dari masalah.“Jagain ego

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   Tok! Tok! Tok!

    Hellooooo, Spadaaaa!Ehem..Kira-kira.. Kalau ceritanya dilanjut, masih ada yang mau baca nggak ya?

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [71] When a Daddy Iri Dengki

    “Key, tolong dong.”Fathan mengulurkan jar selai ke arah Keyla sembari mengedikkan alisnya.“Tolong, Key..” Ulang pria itu karena Keyla hanya menatapnya dengan tatapan anehnya.Bermaksud menghindari keributan di pagi harinya yang seharusnya damai, Keyla pun meraih jar tersebut untuk ia buka tutupnya.“K..”“Apa lagi?! Apa?!” Sentak Keyla emosi sebelum Fathan dapat menyelesaikan kalimatnya.Padahal Keyla sudah sangat sabar dalam menghadapi ke-useless-an Fathan, tapi pria yang menjadi kepala keluarga di KK terbarunya itu seakan sengaja ingin membuatnya kesal.“Piso? Mau piso apa? Piso daging, apa sekalian aku ambilin gergaji aja buat ngambil selainya?”“Piso buat selai aja, Key.”Grrr!!Dengan gigi bergemeletuk di dalam mulut, Keyla yang tengah menahan kepalan tangannya, menarik napas dalam-dalam.“Mas Fathan.. Suami yang nggak aku pengenin.”Dalam sepersekian detik, bola mata Fathan membulat.“Mas yang udah gede ini bisa nggak, nggak usah manja? Inget umur! Malulah sama anak-anak. Merek

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [70] When Fathan Kena Mental

    Bruk!!Fathan mendudukkan Keyla ke atas ranjang.“Kamu..” “Keyla..” Sahut Keyla, membuat kalimat yang hendak Fathan lontarkan menguap hingga menyisakan kedutan di sudut teratas bibirnya. Suami yang Keyla terima secara terpaksa itu menyugar helaian rambutnya. “Key, jangan dikit-dikit pulang, bisa?” “Lah, perasaan baru sekali.” Gemas, Fathan tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk mencomot bibir Keyla. “Eh, anjir! Jangan pegang-pegang. Bukan muh..” “Muhrim, Key!” pekik Fathan, berhasil membungkam Keyla. Sebagai manusia, Fathan juga memiliki batas kesabaran. Ia pikir dengan memberikan kelonggaran, istrinya itu akan belajar menerima pernikahan mereka. Namun sampai detik ini, Keyla justru melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan apa yang ia bayangkan.“Saya minta maaf, oke? Saya janji nggak akan nawar-nawarin diamond lagi ke kamu.”Di ambang pintu yang tak tertutup, rahang mami Fathan seakan ingin copot dari wajahnya. Ia tak menyangka jika pertengkaran anak dan menantunya it

  • Ketika Keyla Menjadi Istri Kedua   [69] Keyla Mengeliminasi Diri

    Tak membutuhkan waktu lama untuk Fathan dapat menemukan istri dan anak-anaknya. Pria tampan itu harus sekuat tenaga menahan tawa saat pertama kali mendapati tampang istri yang dinikahinya. “Kalau mau ngakak, ya, ngakak aja! Lama-lama kentut tau rasa kamu, Mas!”Kedua bahu Fathan hampir berguncang, karena saking tak kuatnya. “Ehem..” Untuk memperkuat pertahanannya, Fathan pun berdehem sebelum kemudian melontarkan tanya, “tapi abis itu saya disuruh transfer kan ya?”Sontak saja Keyla mendelik, tajam. ‘Wah, mentang-mentang udah bantuin gue, lupa dia sama kesalahannya!’ Ucap Keyla, tentunya hanya membatin. Keyla bukan jenis kacang yang lupa kulitnya. Kalau bukan karena Fathan yang membantu dirinya, ia sudah pasti harus menjual ginjalnya ke agen per-Kambojaan sekarang. Untuk itu, kali ini saja ia akan melepaskan Fathan dan godaannya yang terkesan mengolok-ngolok dirinya itu.“Sumpah ya, Mas.. Ginjalku masih poco-poco ini.”Bayangkan saja, uang 200 juta terbuang hanya dalam beberapa de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status