INICIAR SESIÓNChris mengagetkan Navya dari belakang dengan cara menepuk bahunya, ia tertawa melihat ekspresi terkejut Navya. "Ayo lagi ngapain, nungguin prince ya?" goda Chris sambil menaik turunkan alisnya. "Mana ada, aku gak nungguin dia ya," jawab Navya memukul pelan lengan Chris. "Kalian gak masuk kelas? Nanti kena hukum kalau terlambat," tanya Rian dari arah belakang Chris dan Navya. Chris melihat sekitar Rian, tapi tidak menemukan keberadaan dia sahabatnya, ia menatap Rian dan bertanya, "Di mana Marvin dan prince?" "Mereka masih di tangga, bentar lagi naik," jawab Rian merangkul pundak Navya dan menyeret gadis itu masuk ke dalam Kelas Nirmala. Bel pulang sekolah berbunyi. Navya menutup buku catatannya setelah selesai mencatat semua materi yang diberikan Miss Vina, ia menatap sekitarnya tapi tidak menemukan siapapun. Navya merasakan dingin tiba-tiba yang membuat bulu kuduknya berdiri, ia buru-buru memasukkan semua barangnya ke dalam tas lalu keluar dari kelas. Saat d
"Bersik goblok, bisa diam gak sih?" Natasha menatap tajam Grisella, menendang kursi gadis itu agar ia duduk kembali di kursinya. "Sakit bangsat!" Grisella mengelus pelan lututnya yang terkena tendangan kursi dari Natasha, lalu mendudukkan kembali tubuhnya di kursi. Jenson Rian Marvin dan Chris masuk ke dalam kelas, mereka langsung memasang wajah datar saat melihat kondisi Kathryn dan teman-temannya sudah membaik, mereka tahu apa yang dilakukan para gadis itu hingga bisa kembali pulih. Kathryn bangkit dari duduknya dan menghampiri Jenson, gadis itu memasang wajah imutnya dan bertanya dengan nada lembut. "Kamu baik kan sayang? Maaf aku tidak mengurusmu selama dua minggu kemarin, tapi aku janji aku akan mulai mengurusmu lagi." "Kapan kamu keluar dari rumah sakit?" tanya Jenson dengan nada datar, menatap lurus tepat ke arah Kathryn. "2 hari yang lalu, kenapa?" tanya Kathryn menatao curiga Jenson. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu kapan kamu sembuh." "Nanti siang ke ka
Pertanyaan Navya berhasil membungkam Veer, pria itu tidak tahu mau menjawab apa, karena permasalahan keluarga Jenson tidak ada yang boleh tahu dan ia sudah berjanji. "Berapa hasil poinmu melawan temanmu?" tanya Veer mengalihkan pembicaraan. "5 2 kata Miss Vina." "Baiklah, poin yang bagus." "Kamu mengalihkan pembicaraan?" tanya Navya menatap curiga wajah Veer yang tampak ketakutan di depannya. Veer menghembuskan napasnya kasar dan menganggukkan kepalanya. "Maaf Na, aku tidak berhak mengatakannya, mungkin orang lain yang bisa menjelaskan." Navya diam dan membiarkan Veer melanjutkan pekerjaannya, Navya tahu Veer berhutang budi kepada Jenson itu sebabnya ia tidak mungkin memberitahu kebenarannya. Jenna tersentak dari tidurnya saat mendengar suara ketukan di pintu, ia membuka pintu kamarnya dan suara Navya terdengar dari balik pintu. "Jenna ini kakak, bukan pintunya kakak ngantuk." Jenna melirik jam, jam baru menunjukkan pukul 22.00 malam, tapi bagaimana bisa kakakny
Saat sampai di depan ruang Miss Vina, pintu itu terbuka dari dalam, Navya masuk dengan menundukkan kepalanya, ia melihat Miss Vina duduk di sofa sambil melipat kakinya dan menatap tajam kertas di depannya. Miss Vina membuka suara, bertanya tanpa menatap murid di depannya. "5 2 , bagaimana bisa, apa yang kamu lakukan sampai bisa mengalahkan murid yang menjadi perwakilan sekolah tahun lalu?" Navya diam, bingung mau menjawab apa, ia pun juga bingung dan tidak tahu bagaimana caranya ia bisa meraih poin sebanyak itu, padahal ia sudah berusaha melesetkan semuanya dari target, tapi entah bagaimana peluru itu selalu bisa kembali tepat pada sasarannya. Melihat Navya yang hanya diam, Miss Vina berbicara memperingatkan Navya atas posisi dia yang sebenarnya. "Kamu tahu, kamu masuk ke sekolah ini bukan karena keberuntungan yang kamu miliki, tapi karena kamu terpilih untuk menjadi target selanjutnya, dia sudah mengincarmu sejak lama dan pertandingan kali ini kamu menang itu bukan karena usa
Navya membalas pelukan adiknya, ia mengelus lembut rambut panjang Jenna dan bertanya, "Kenapa baru pulang, kamu dari mana?" "Dia dari sekolah kita," jawab Chris turun dari mobilnya, lalu mendekati Navya dan Jenna. Navya yang terkejut mendengar jawaban Chris langsung menatap tajam Jenna dan bertanya, "Sekolah, ngapain?" Mendengar suara Navya yang berubah dingin dan cara menatapnya tajam, membuat Jenna ketakutan, ia menundukkan kepalanya sambil meremas kuat jari-jarinya, lalu menjawab pelan. "Maaf kakak." Navya menghembuskan napasnya kasar, lalu melihat Chris dan berujar, "Terima kasih karena telah membantu adikku." "Sama-sama, kalau gitu aku pulang dulu, Jenna kakak pulang ya." Chris tersenyum melihat Jenna yang menganggukkan kepalanya sambil menunduk, gadis itu belum mau mengangkat kepalanya karena masih takut dengan aura Navya yang berubah jadi dingin. Setelah Chris pergi Navya menatap adiknya yang masih menunduk, gadis itu melangkahkan kakinya pergi masuk ke dalam ruma
Jenson datang dari belakang Navya, ia berdiri di samping gadis itu melindungi tubuh Navya dari tatapan Lorenzo, ia merapatkan tubuhnya dan berbisik pelan di telinga Navya. "Fokus dengan targetmu." Navya menganggukkan kepalanya, ia membiarkan tubuh Jenson menutupi tubuhnya dari samping, para siswa dan siswi yang melihat kedekatan intim tubuh Navya dan Jenson langsung membicarakannya, bahkan ada yang memfotonya untuk dijadikan bahan gosip dengan teman sekelasnya. Navya sadar dan ia tahu bahwa semua siswa dan siswi yang ada di akademi menembak sedang membicarakan mereka, ia merasa risih dengan perkataan murid yang berada di dekatnya, ia berbisik pelan bertanya, "Bagaimana apa dia sudah pergi?" "Sudah," jawab Jenson tapi tidak melepaskan tangannya dari pinggang Navya. Navya mencoba melepaskan tangan besar Jenson dari pinggangnya, tapi ia tidak kuat tangan itu terlalu besar dan kekar, Navya menatap memelas ke arah Jenson. "Aku mohon lepaskan tanganmu, mereka memperhatikan kita."
"Siapa yang melakukannya?" tanya Wylona sembari membantu ketiga temannya membersihkan mata dan wajah mereka dari air kemiri. "Ya jelas perempuan itu bodoh! Siapa lagi kalau bukan dia?" bentak Kathryn menjawab pertanyaan Wylona. "Ya masalahnya gadis siapa yang lo maksud Ryn?" "Navya Wylona k
"Turun!" Jenson menghentikan mobilnya di depan gang gelap menuju rumah Navya, gadis itu mengernyit bingung saat tahu Jenson berhenti di depan gang rumahnya. "Dari mana kau tahu ini gang rumahku?" tanya Navya menatap tajam Jenson. Jenson membalas balik tatapan Navya yang berhasil membuat jantu
"Hazel, kenapa memanggilku?" tanya Navya setelah membuka pintu kamar mandi. "Aku, memanggilmu. Siapa yang mengatakannya?" Hazel mencuci tangannya lalu mendekati Navya yang berada di depan pintu " Kathryn." Jawaban Navya berhasil membuat Hazel terdiam. "Sial! Dia membohongimu Na." "Baiklah
Tok Tok Tok. Suara ketukan di pintu terdengar. Miss Vina menjawab dari dalam. "Masuk!" "Bibi," panggil Kathryn sambil tersenyum. "Kathryn, kemarilah!" Miss Vina menutup berkas-berkas yang sedang ditandatanganinya lalu menyuruh Kathryn untuk duduk di sampingnya. Kathryn menutup pintu di b







