Chapter: Lorenzo"Siapa yang melakukannya?" tanya Wylona sembari membantu ketiga temannya membersihkan mata dan wajah mereka dari air kemiri. "Ya jelas perempuan itu bodoh! Siapa lagi kalau bukan dia?" bentak Kathryn menjawab pertanyaan Wylona. "Ya masalahnya gadis siapa yang lo maksud Ryn?" "Navya Wylona ku sayang," balas Natasha mengambil tisu dan mengelap wajahnya yang basah. "Jangan bercanda tidak mungkin Navya yang melakukannya, karena saat aku sampai di sana dia dalam keadaan meringkuk menahan sakit dari perbuatan kalian. Jadi tidak mungkin kalau dia pelakunya!" bentak Wylona tidak percaya dengan ucapan ketiga temannya. 'Sial! Gadis itu bermuka dua ternyata.' umpat Kathryn kepada dirinya sendiri. "Kenapa terlambat Kathryn Wylona Natasha dan Grisella?" tanya Miss Vina dingin menatap datar keponakannya dan ketiga temannya. "Maaf miss kami tadi antri di kamar mandi," jawab Kathryn menundukkan kepalanya. "Baiklah lain kali jangan diulangi lagi perbuatan kalian!" "Baik miss,
Last Updated: 2026-06-16
Chapter: Taruhan"Turun!" Jenson menghentikan mobilnya di depan gang gelap menuju rumah Navya, gadis itu mengernyit bingung saat tahu Jenson berhenti di depan gang rumahnya. "Dari mana kau tahu ini gang rumahku?" tanya Navya menatap tajam Jenson. Jenson membalas balik tatapan Navya yang berhasil membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, tatapan pria itu berbeda tidak seperti tatapannya saat berada di sekolah. "Mau gue tahu dari mana alamat rumah lo itu gak penting buat lo dan gak ada urusannya juga sama lo, mending lo turun sekarang dari mobil gue atau gue tendang lo keluar!" Jenson menjauhkan wajahnya dari hadapan Navya dan memandang datar ke arah depannya. Navya membuka pintu mobil lalu keluar dan menutupnya dengan kuat, dalam hati ia bersumpah akan membenci pria itu seumur hidupnya. Jenson turun dari mobil dan menatap datar bangunan mewah di depannya, pria itu melirik sekilas ke arah bagasi mobil yang terletak di depan rumah, dan matanya menangkap tampilan mobil merah sp
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Dia"Hazel, kenapa memanggilku?" tanya Navya setelah membuka pintu kamar mandi. "Aku, memanggilmu. Siapa yang mengatakannya?" Hazel mencuci tangannya lalu mendekati Navya yang berada di depan pintu " Kathryn." Jawaban Navya berhasil membuat Hazel terdiam. "Sial! Dia membohongimu Na." "Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu, semoga saja Miss Vina belum masuk kelas." Hazel menganggukkan kepalanya, Navya segera berlari menuju Kelas Nirmala, dalam hati ia terus berdoa semoga ia belum terlambat. Navya menghentikan langkahnya di dalam kelas dan menundukkan kepalanya. "Maaf Miss saya terlambat, tadi saya-" "Keluar!" Satu kata dingin yang keluar dari bibir Miss Vina berhasil membungkam Navya, ia membalikkan tubuhnya dan keluar dari kelas. Navya duduk di samping pintu sambil memikirkan apa alasan Miss Vina membencinya, seingatnya ia masih baru di sekolah ini bukankah seharusnya kesalahan dia bisa dimaklumi. Navya menggelengkan kepalanya membuang jauh-jauh pikiran buruk tentang
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Rumah mangsaTok Tok Tok. Suara ketukan di pintu terdengar. Miss Vina menjawab dari dalam. "Masuk!" "Bibi," panggil Kathryn sambil tersenyum. "Kathryn, kemarilah!" Miss Vina menutup berkas-berkas yang sedang ditandatanganinya lalu menyuruh Kathryn untuk duduk di sampingnya. Kathryn menutup pintu di belakangnya dan berjalan menghampiri bibinya. "Ada apa, kamu memerlukan bantuan bibi?" tanya Miss Vina sembari merapikan rambut Kathryn yang tampak berantakan. "Iya bi, aku mau minta tolong, bibi bisa kan buat Navya tidak betah di Kelas Nirmala lalu keluar dari kelas itu? Kapan perlu dari sekolah ini selama-lamanya." "Bisa sayang, kalau itu masalah mudah, bibi juga memang berniat ingin mengeluarkan dia dari sekolah ini, dia tidak pantas berada di antara kita." "Terima kasih bi," ujar Kathryn lalu memeluk Miss Vina. "Maaf aku terlambat, kamu nunggu lama?" tanya Hazel setelah Navya masuk ke dalam mobilnya. "Tidak, aku juga barusan keluar dari rumah," jawab Navya sambil tersenyum
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: KebohonganRian masuk ke dalam kelas mengambil ponselnya, dan Hazel masuk menghampiri Navya, ia mengernyitkan alisnya bingung melihat Navya yang hanya duduk diam menunduk di kursi. Setelah mendapatkan ponselnya Rian berlalu pergi meninggalkan Navya dan Hazel. Hazel mendekati Navya dan bertanya, "Ada apa? Ayo pulang." "Tidak bisa," jawab Navya menunjukkan roknya yang sudah sobek di bagian belakang. "Kathryn dan teman-temannya yang melakukannya?" Navya menganggukkan kepalanya. "Siapa lagi kalau bukan mereka?" "Terus bagaimana cara kita melepaskannya?" Hazel mencoba berpikir apa yang harus dia lakukan dengan keadaan sahabatnya sekarang. "Apa tidak bisa dipaksa saja?" "Tidak, jika dipaksa maka rokmu robek dan kamu tidak bisa sekolah, karena sekolah melarang muridnya tidak memakai seragam, lalu kursi juga tidak boleh rusak jika ada murid yang merusaknya maka harus mengganti." "Tapi semuanya sudah terlanjur, rokku sudah robek dan kursi juga rusak," tunjuk Navya ke arah rok dan kursi
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: AncamanDeg! Satu kelas membeku. Wajah Kathryn langsung pucat. Navya sendiri bahkan tidak bisa bernapas dengan benar, ia tidak mengerti. Kenapa pria ini melakukan semua itu? Jenson menarik kursi di sebelahnya lalu duduk santai, tatapannya masih tertuju pada Navya, seolah sedang mengamati sesuatu yang menarik atau mangsa baru. Sementara Navya sendiri merasakan kalau dirinya sekarang mungkin dalam bahaya besar. "Anda tidak ingin kembali? Aku ingin sendiri," tanya Navya pelan takut ada yang mendengar suaranya. "Kau tidak senang aku duduk di sampingmu?" "Bu-bukan begitu, aku hanya merasa nyaman sendiri." "Kalau tidak suka duduk di sampingku, keluar saja dari Kelas Nirmala," ucapnya datar seraya menatap lurus ke depan. "Tapi sekali keluar jangan pernah berharap bisa kembali." Bel masuk kelas berbunyi. Suara sepatu high heels berbunyi keras di lorong sunyi lantai tiga, semua murid Kelas Nirmala terdiam dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Navya yang tidak meng
Last Updated: 2026-06-01