LOGINWajah Javier sedikit memerah, meskipun tidak terlalu jelas. Dia mengeluh, "Ngapain ngomongin hal begitu? Nggak ada yang menarik."Sudah lewat bertahun-tahun, masih saja dibahas di depan generasi muda. Javier pun agak merasa malu.Saphira tertawa kecil beberapa kali. Kebahagiaan jelas terlihat di wajahnya. "Dalam hal ini, Kayden sama seperti ayahnya. Selama bertahun-tahun, aku nggak pernah dengar Javier bilang mencintaiku, seperti nggak punya mulut saja.""Sudah umur segini masih bicara soal cinta! Aku rasa kamu ini kena benturan di kepala, harus dijadwalkan CT scan otak." Sambil berbicara, Javier berdiri dan menyentuh dahi Saphira. Tidak panas. Kalau begitu, kenapa tiba-tiba bernostalgia?Bahkan Saphira jarang membicarakan hal-hal seperti ini. Sebagai pria, Javier juga bukan tipe yang banyak bicara.Saphira menepis tangannya.Lunara berdiri di sana. Hatinya sedikit terguncang. Dia sempat berpikir Saphira mungkin akan mengatakan sesuatu kepadanya. Tentang Kayden, tentang Daisy, atau ten
Saphira hanya merasa, di dalam hatinya seperti ada ribuan kata yang ingin diucapkan. Namun, saat pandangannya benar-benar jatuh pada Lunara yang berdiri di pintu, dia justru tidak tahu harus mulai dari mana.Seolah-olah ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya, semua kata itu tidak bisa keluar.Javier juga bukan pertama kali bertemu Lunara. Dia hanya tahu Lunara adalah orang tua dari teman sekelas Rupert, sementara istrinya seperti kerasukan, sangat menyukai anak perempuan Lunara.Memang Daisy sangat lucu, tetapi Javier juga tidak mengerti. Seberapa pun lucunya, bukankah itu tetap anak orang lain? Tidak mungkin hanya karena Saphira suka, lalu jadi anak keluarga mereka, 'kan?Saat Javier sedang berpikir, Daisy meletakkan apel, lalu berlari kecil mengambil dua gelas air. Dia memberikan satu kepada Saphira dan satu lagi kepada Javier.Wajah tua Javier langsung berseri-seri. "Untukku?""Ya! Kakek Javier sudah capek merawat Nenek Saphira, ini air hangat!"Selama bertahun-tahun, ini per
Sudah tidak bisa kembali utuh seperti semula.....Di rumah sakit, Saphira berkali-kali menoleh ke arah pintu. Javier menekan bahunya agar dia duduk dengan tenang."Lihat apa sih? Sibuk sekali.""Aku lagi lihat kapan cucuku datang."Javier termangu. Kecelakaan mobil itu tidak mengenai otak istrinya, 'kan? Dia maju selangkah, lalu menyentuh dahi Saphira."Saphira, kamu jadi bodoh karena ditabrak ya? Apa ada luka dalam yang belum ketahuan?"Saphira langsung menepis tangannya. "Ngomong apa sih, aku ini sudah punya cucu kandung. Kamu iri juga nggak ada gunanya."Javier menatapnya dengan bingung. "Kalau kamu punya cucu, bukannya itu juga cucuku?""Beda! Aku nggak akan bilang ke kamu. Nanti kalau hubungan cucuku sama aku sudah sangat dekat, baru aku kasih tahu kalau itu cucu kita."Saphira membayangkannya dengan indah. Menunggu sampai Daisy benar-benar akrab dengannya, jadi yang paling dekat di dunia, baru dia akan memberi tahu Javier bahwa itu adalah cucu mereka.Saat itu, lelaki tua itu pa
Di antara orang-orang ini, hanya Sarah yang tahu Lunara dan Kayden pernah punya masa lalu bersama.Namun, saat dia menanyakan itu, Gaia dan yang lainnya tidak merasa curiga. Lagi pula, kemampuan Lunara memang luar biasa. Kalau mereka jadi bos, mereka tidak akan rela menandatangani surat pengunduran dirinya.Lunara mengangguk. Dengan tenang, dia berkata, "Ini pengunduran diri, bukan minta pendapat. Nggak perlu persetujuannya."Memandang tempat kerjanya yang sudah lama, Lunara juga merasa sedikit enggan. Tidak terhitung berapa malam dia lembur di sini, juga tidak bisa dihitung berapa kali dia bekerja ekstra. Di tempat ini, ada jerih payahnya.Sarah berpikir sejenak, lalu mengeluarkan sebuah gantungan ponsel dari tasnya dan menyerahkannya kepada Lunara. Dia mengedipkan mata. "Anggap saja ini hadiah perpisahanku untukmu."Lunara tertegun. Itu adalah gantungan ponsel dari boneka plester, bentuknya terlihat seperti figur kecil. Boneka itu terbelah menjadi dua, lalu direkatkan kembali dengan
Lunara mengangguk."Ini keputusan pribadiku, nggak ada hubungannya dengan perusahaan. Kalau kamu merasa sulit, suruh Kayden cari aku, nanti aku yang jelaskan sama dia."Soal pengunduran diri ini, sebenarnya sudah lama dia bicarakan dengan Priya. Dia harus menyelesaikan urusan perusahaan keluarga dulu, lalu membangun kembali usaha yang menjadi jerih payah orang tuanya, jadi tidak mungkin terus membagi fokus di Grup Narasoma.Lunara belum memberi tahu Gaia dan yang lainnya tentang masalah ini. Dia hanya menyerahkan surat pengunduran diri kepada Ignas. Nada bicaranya tenang dan tegas. Tatapan yang dia berikan kepada Ignas juga tampak tegas dan tidak tergoyahkan.Ignas menatapnya dengan intens.Beberapa tahun lalu, saat Lunara baru kembali dari cabang luar negeri, dia masih gadis kecil yang tertutup dan cenderung menghindar. Setelah waktu berlalu, kini ada semangat dan ketegasan baru dalam dirinya.Ignas memang khawatir pada Kayden, tapi yang lebih dia khawatirkan adalah Lunara tidak akan
Damaru Food.Bukankah itu perusahaan yang sedang dijalankan oleh Damar dan istrinya?Zavian seharusnya juga bekerja di perusahaan itu. Lunara menyuapkan sesendok makanan, lalu mengambil ponsel Gaia dan melihatnya sekilas. Nama pendaftar dan pemegang saham pengendali memang tertulis atas nama Damar.Kebetulan sekali.Lunara membuka internet dan melihat. Postingan tentang ditemukannya daging mentah di makanan siang sekolah anak-anak sangat banyak, ternyata bukan kasus tunggal.Di kolom komentar semuanya mengeluhkan makanan yang tidak enak. Bahkan orang tua tidak diizinkan mengantar makanan, anak-anak juga tidak boleh membeli sendiri, dan tidak boleh membawa makanan ke sekolah.Makanan siang dengan daging mentah seperti ini, harganya juga tidak murah.Harga per jatahnya adalah sekitar 60 ribu. Padahal makanan sekolah mendapat subsidi dari pemerintah, tapi masih dijual dengan harga seperti ini. Jelas sekali, perbuatan ini sangat tidak etis.Tidak berlebihan jika Gaia menyebutnya kejam. Lun
Lunara tidak lupa. Hanya saja, dia tidak menyangka Kayden akan menjadikan deretan angka itu sebagai kata sandi kunci pintu. Mungkin juga karena mereka selalu datang ke kamar ini pada hari jadi hubungan mereka setiap tahun.Lunara menuangkan segelas air hangat, lalu mengambil sebotol madu mini yang b
Hinari merasa agak terkejut. Reaksi pertamanya adalah tidak percaya pada ucapan Rupert. Dengan tubuh sebesar itu, mana mungkin dia anak yang tidak diberi makan di rumah? Kalau dia sampai kekurangan makan, berarti semua anak di dunia ini sudah seperti anak-anak busung lapar.Bahkan Kayden pun mengira
Berapa pun jumlah yang dia sebutkan, Lunara akan menabung untuk membayarnya. Kalau perlu, dicicil."Kalau begitu aku pamit dulu. Pak Kayden istirahat yang baik."Pintu kamar tertutup dan Lunara pun pergi.Bunyi sepatu hak tinggi yang menjauh perlahan, lalu menghilang dari dunia Kayden.....Kediaman
Perasaan anak kecil memang selalu peka. Lunara tidak tahu harus tertawa atau menangis. Dia hanya menanggapi singkat, "Nggak sampai segitunya."Sayangnya, dunia anak-anak hanya mengenal dua hal, yaitu suka dan tidak suka. Jawaban Lunara membuat Rupert kebingungan.Rupert baru dua tahun lebih. Tubuhny







