Share

Bab 236

Penulis: Fitri
Di tengah ruangan, ada sebuah foto diletakkan. Hitam putih, terlihat jelas itu adalah pekerja dari tahun itu.

Lunara meletakkan buket bunga di depan foto almarhum.

Seorang wanita paruh baya menuangkan air dan meletakkannya di atas meja. "Duduklah. Dulu banyak media datang, sekarang sudah nggak ada lagi. Aku kira kejadian ini sudah dilupakan."

Setelah duduk, Lunara mengeluarkan sebuah alat. Ini adalah alat perekam dan alasan yang sudah dia siapkan sebelumnya.

Kalau dia datang atas nama Keluarga A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Rdh Wee
kurang suka kalo ada theron disekitar Luna...
goodnovel comment avatar
Ana
kebenaran sudah terbuka
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 472

    Saat pintu ruang kerja ditutup, hari sudah larut malam. Vila kecil itu sangat sunyi. Hanya kamar Lunara yang masih menyala karena tenaga medis yang diundang terus berjaga memantau kondisinya.Kayden berdiri di depan pintu kamar Lunara. Ponsel di saku celana rumahnya tiba-tiba menyala.Pesan dari Ignas masuk. Setelah Moana dibawa pergi, dia tetap tidak mengakui apa pun.Jari Kayden mengait pada gagang pintu kamar. Dia mencari sudut yang tidak terlihat dari dalam, lalu berbalik berjalan menuju balkon.Angin dingin bertiup kencang. Di halaman, pohon apel itu tumbuh sangat baik. Ranting dan daunnya tampak subur, tertutup lapisan salju tipis. Begitu panggilan tersambung, suara Kayden terdengar rendah dan dingin."Tekan pihak atasan sampai mereka memberiku jawaban. Gedung investasi Grup Narasoma juga bisa langsung ditarik dananya.""Baik, saya mengerti."Jendela terbuka sedikit celah, angin musim dingin yang tajam menyusup masuk dari sana, membuat wajah Kayden terasa dingin membeku."Dalam t

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 471

    Eden mengangkat tangan, lalu menyentuh luka di wajahnya. "Kak, kalau memang harus mukul wajahku, nanti waktu aku ketemu Kakak Ipar lagi, bakal susah dijelaskan.""Jauhi dia!"Eden melirik Kayden dari sudut matanya, lalu tersenyum tipis. "Dia juga dari awal nggak pernah melihatku. Jadi Kakak takut apa sebenarnya?"Kayden langsung mencengkeram kerah baju Eden dan menatapnya tajam. Dia mengucapkan beberapa kata dengan sinis, "Kamu pikir kamu pantas membuatku takut?"Kayden bukan takut. Dia hanya merasa muak. Wanita yang dia cintai, istrinya sendiri, ternyata diam-diam diinginkan dan diperhatikan oleh adiknya sendiri. Perasaan itu seperti menyulut api amarah di dalam hati Kayden. Sampai-sampai dia ingin membakar Eden menjadi abu bersama api itu.Namun, Eden tidak takut. Sebaliknya, dia malah tertawa pelan dengan tenang."Kakak selalu seperti ini."Kayden melepaskan cengkeramannya, lalu melempar Eden ke samping. Seolah baru menyentuh sesuatu yang kotor, dia langsung menarik tisu dan mengusa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 470

    Di ruang kerja Kayden, lampu masih menyala terang.Layar ponselnya juga masih menyala, terhubung dengan kamera pengawas di kamar Lunara. Selama Lunara bangun dan mencari seseorang, dia bisa memastikan dirinya turun menemani Lunara secepat mungkin.Untungnya setelah pulang dari pameran, Lunara benar-benar kelelahan. Begitu memejamkan mata, dia langsung tertidur.Kayden melepas kacamata tanpa bingkai di batang hidungnya lalu melemparkannya ke samping. Kacamata itu membentur meja dan menimbulkan suara berat. Dengan lelah, dia memijat pelipisnya.Jarinya mengetuk permukaan meja pelan. Baru beberapa ketukan terdengar, pintu ruang kerja diketuk dari luar, disusul suara Eden."Kak.""Masuk."Begitu masuk ke ruang kerja, hal pertama yang dilihat Eden adalah layar ponsel Kayden yang menampilkan Lunara sedang tertidur dengan mata terpejam. Padahal kamar mereka hanya berjarak beberapa langkah, tetapi kakaknya tetap tidak tenang dan harus mengawasinya sendiri?Pikiran itu langsung mengacaukan semu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 469

    Moana menggenggam ponselnya, lalu buru-buru keluar dari Grup Narasoma. Namun sebelum sempat keluar dari gedung, beberapa satpam sudah mengadangnya. Polisi berdiri di depan gedung Grup Narasoma sambil menunjukkan identitas mereka."Kami menerima laporan bahwa kamu terlibat dalam tindak penganiayaan disengaja. Ikut kami ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan."Wajah Moana langsung pucat pasi. Kakinya melemas hingga dia jatuh terduduk di lantai. Di ponselnya, akun tempat dia mengirim pesan sebelumnya sudah lama dihapus. Sejak awal, bosnya memang menggunakan akun anonim luar negeri untuk menghubunginya.Setelah akun itu dihapus, dia bahkan tidak bisa memberikan bukti apa pun bahwa dirinya pernah berhubungan dengan bos tersebut.Tubuh Moana gemetar hebat. Bosnya tidak mungkin membiarkannya begitu saja.Pasti tidak mungkin.Setelah Moana dibawa pergi, para karyawan Grup Narasoma yang melihat kejadian itu ikut merasa tegang. Di departemen pemasaran, seseorang berdecak pelan. "Perempuan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 468

    Baik terhadap perasaan Theron maupun orang-orang lainnya dulu, termasuk Eden sekarang. Perhatian Lunara memang tidak pernah tertuju pada mereka.Meskipun Lunara tidak suka belajar, beban kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Andara tetap sangat berat. Banyak kelas menggunakan bahasa Inggris, tugas makalah tidak ada habisnya, dan berbagai kompetisi terus bermunculan.Energinya habis digunakan untuk Kayden, berdandan, dan menghadapi kuliah.Pada masa itu, Lunara bisa dibilang begitu sombong dan percaya diri. Satu-satunya masalah yang benar-benar membuatnya pusing hanyalah ujian listening tingkat empat yang tidak kunjung lolos.Kalau pria seperti Kayden saja bisa jatuh hati padanya, mana mungkin yang menyukai Lunara hanya Theron seorang?Untungnya, Lunara tidak menyadarinya sama sekali.Kayden khawatir tubuh Lunara tidak akan mampu bertahan. Namun melihatnya sekarang, semangat Lunara malah terlihat sangat baik.Tadi saat para wartawan bertanya, beberapa media menyiarkan langsung wawancar

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 467

    Baru beberapa pertanyaan saja sudah dijaga seketat itu.Lunara tersenyum lalu berkata, "Bagaimanapun juga aku baru mengalami kecelakaan mobil dan dia masih trauma. Jadi mohon dimaklumi. Kalau nanti kalian masih ingin mewawancaraku, aku lebih suka dipanggil Lunara. Untuk sementara, sebutan Nyonya Narasoma lebih cocok untuk ibu mertuaku."Seorang reporter wanita yang cukup tajam langsung bertanya, "Kalau begitu, apakah Pak Kayden keberatan kalau nanti kami menyebut Anda sebagai suami dari Bu Lunara?"Lunara juga mengangkat kepala menatap Kayden.Saat bertemu pandang dengannya, Kayden tersenyum tipis. Bahkan ada sedikit rasa bangga dalam ekspresinya. "Tentu saja nggak keberatan."Para wartawan di lokasi langsung memasang ekspresi seolah sudah terlalu banyak melihat kemesraan mereka.Kayden mengembalikan mikrofon, lalu memberi isyarat bahwa sesi wawancara selesai. Walaupun masih belum puas, para wartawan juga bisa melihat wajah Lunara memang sangat pucat dan kepalanya masih dibalut perban.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status