Share

Bab 237

Author: Fitri
"Kamu masih bisa bawa mobil?"

Theron menyesuaikan diri sejenak, lalu mengangguk. "Bisa, pelan saja. Tadi cuma nggak sempat pakai sabuk pengaman, jadi kepalaku kepentok. Nggak ngaruh ke penglihatan atau otak kok."

Mobil melaju sampai ke rumah sakit.

Lunara menemani Theron mendaftar dan membersihkan luka.

Theron menggenggam pergelangan tangannya. "Kamu juga harus diperiksa."

Lunara menunduk. Pergelangan tangannya penuh lebam kehitaman. Di kulitnya yang lebih putih dari orang biasa, lebam itu terli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 290

    Setelah menjalani persidangan, segel pada Grup Angkasa akhirnya dibuka dan perusahaan kembali ke tangan Lunara. Setelah berdiskusi dengan Priya, mereka memutuskan tetap menggunakan gedung kantor lama.Pertama, bisa menghemat biaya. Kedua, banyak hal tidak perlu dibeli ulang. Namun konsekuensinya, tempat tinggal mereka sekarang jadi cukup jauh dari gedung perusahaan. Memang agak merepotkan kalau Lunara harus bolak-balik jarak jauh setiap hari.Setelah Lunara mendaftar di sekolah mengemudi, entah dari mana Saphira mengetahui soal ini. Malam itu juga, dia langsung mengirimkan sebuah mobil. Katanya untuk merayakan Lunara dan Daisy yang berhasil selamat dari musibah.Mobil yang dipilih juga model dan merek yang sederhana, tidak sampai membuat Lunara tidak nyaman menerimanya.Lunara berbaring di tempat tidur sambil memegang ponsel. Dia mengirim pesan pada Kayden. Mengatakan bahwa Saphira memberinya sebuah mobil.Kayden membalas.[ Itu niat baik ibuku, terima saja. ]Lunara membalas dengan si

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 289

    Bagaimana mungkin setelah mendengar semua itu, dia bisa langsung pergi begitu saja?"Lunara, kembali!""Kalau aku berhasil menggoda ayahmu, sekarang aku sudah jadi ibu tirimu! Anak dalam perutku itu adikmu! Bagaimana kamu bisa memperlakukanku seperti ini!"Virelle benar-benar seperti orang gila. Raungan histeris terdengar dari belakang Lunara.Lunara menutup pintu ruang rawat sambil menahan rasa mual di perutnya, seluruh tubuhnya dipenuhi keringat dingin. Pelipisnya berdenyut sakit.Polisi mendekat dan bertanya dengan khawatir, "Bu Lunara, kamu nggak apa-apa?"Lunara menggeleng pelan dan refleks ingin bicara, tapi yang keluar hanya embusan napas. Akhirnya, dia melambaikan tangan dan menunjuk ke arah lift, memberi isyarat bahwa dia ingin pergi dulu.Polisi juga sudah memahami situasi tadi, sehingga dia tidak banyak bertanya dan membiarkannya pergi.Setelah masuk lift, Lunara menekan tombol lantai atas. Lift bergerak naik.Di ruang rawat Kayden.Ignas berdiri di samping sambil melaporkan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 288

    "Kamu sendiri yang nggak peka. Ada orang yang terus mengikuti pacarmu, tapi kamu sama sekali nggak tahu." Virelle tertawa sinis.Lunara memang tidak tahu. Akan tetapi, apa bedanya tahu atau tidak?Lunara menunduk melihat gantungan ponsel yang dikembalikan oleh Sarah. Mungkin juga ditemukan saat Sarah mengikuti Kayden. Saat itu, terlalu banyak wanita yang mengikuti, mengganggu, atau mengejar Kayden.Sikap Kayden sendiri yang paling menentukan.Sorot mata Virelle tampak bingung."Aku menemukan Sarah karena dia mirip denganku. Lahir tanpa diharapkan, sudah masuk universitas juga tetap diperas oleh keluarga. Apa haknya orang seperti itu berani diam-diam suka sama Kayden?"Entah dia sedang membicarakan Sarah, atau dirinya sendiri.Virelle bagaikan sebuah kain lap yang dibuang ke selokan. Karena saking lamanya terendam, sampai mengeluarkan bau asam dan busuk."Lunara, orang sepertimu nggak akan pernah mengerti harus seberapa kerasnya aku berjuang untuk keluar dari lumpur."Wajah pucat Virell

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 287

    Lunara mengusap air matanya. Dia berjalan ke arah Priya yang baru saja memenangkan sidang, lalu berkomunikasi dengan bahasa isyarat.[ Kita pulang saja, setengah bulan lagi masih ada sidang. ]Dia khawatir kondisi tubuh Priya tidak kuat.Mata Priya juga dipenuhi air mata, tapi saat melihat Lunara, dia tetap tersenyum."Ayo kita pulang."....Baru saja keluar dari pengadilan, Lunara menerima sebuah telepon, mengatakan bahwa Virelle ingin bertemu dengannya. Virelle sedang hamil dan dirawat di rumah sakit sekarang.Ada banyak petugas yang berjaga di depan pintu, sehingga dia tidak bisa pergi ke mana-mana. Lunara berpikir sejenak, lalu menanyakan alamat rumah sakitnya. Ternyata sama dengan rumah sakit tempat Kayden dirawat, jadi tidak masalah jika dia mampir sekalian.Sekarang Lunara tidak bisa berbicara dan sebenarnya tidak banyak hal yang bisa dibicarakannya dengan Virelle. Mereka memang sudah saling membenci sejak dulu.Sesampainya di rumah sakit, Lunara berdiri di depan pintu, lalu mas

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 286

    Setengah bulan kemudian, Lunara membawa Daisy keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah.Selama setengah bulan itu, dia kebetulan sudah menyelesaikan tiga ilustrasi yang dipesan oleh Grup Narasoma. Setelah semuanya dikirim ke pihak resmi Grup Narasoma, dia langsung menerima rentetan pujian. Sampai-sampai akun Moonbreeze dipuji setinggi langit.Di antara beberapa ilustrator yang juga menerima pesanan dari Grup Narasoma, harga Moonbreeze memang yang paling mahal, tapi kualitas hasilnya juga yang terbaik. Begitu karya mereka dibandingkan, perbedaannya langsung terlihat jelas.Awalnya tim seni sempat mengeluh, merasa anggaran terlalu banyak dialokasikan ke Moonbreeze. Namun setelah melihat hasil akhirnya, tidak ada yang berani bersuara lagi, yang tersisa hanya rasa kagum.Uang itu benar-benar sepadan.Kasus keluarga Lunara juga mulai disidangkan. Karena Lunara tidak bisa berbicara, Priya sebagai pemegang saham terbesar hadir langsung di persidangan. Lunara duduk di kursi pengunjung, men

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 285

    Lunara sengaja berpura-pura kesulitan. "Tapi Mama juga belum lulus ujian jadi Mama, 'kan?""Nggak sama."Daisy menggeleng dan berkali-kali mengatakan "no". Dia mengangkat jari kecilnya yang pendek, lalu mengayunkannya beberapa kali."Waktu aku masih di dalam perut Mama, Mama sudah lulus ujian itu."Guru di taman kanak-kanak pernah bilang pada mereka, bahwa Mama harus melalui banyak kesulitan untuk membawa mereka ke dunia ini. Sejak di dalam perut Mama, Mama sudah mendapatkan nilai sempurna darinya.Lunara memeluk Daisy.Hatinya terasa hangat.Saat menggandeng tangan Daisy menuju ruang rawat Kayden, Saphira dan Javier sudah duduk di dalam.Luka Kayden ada di punggung, juga ada satu luka tusukan yang menembus tubuhnya. Dia perlu beristirahat cukup lama.Daisy langsung berlari menghampiri Saphira, "Nenek Ayam Satu, Kakek Javier!"Wajah pasangan tua itu langsung tersenyum manis. Javier yang tadinya memasang wajah tegas juga langsung tersenyum begitu melihat Daisy. Hanya saja, akan lebih ba

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 56

    Kayden menelepon.Ponsel itu berdering beberapa kali sebelum orang di seberang akhirnya mengangkat.Setelah Kayden menjelaskan maksudnya, pihak sana mempertimbangkan sejenak lalu berkata, "Takutnya nggak semudah itu untuk dilacak."Rumah sakit di luar negeri selalu punya sistem kerahasiaan yang sang

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 57

    Tubuh Hinari menegang, lalu dia tersenyum tipis."Manusia memang berubah. Setelah jadi ibu, wanita akan terperangkap."....Malam menyelimuti langit.Sambil memeluk tablet, Lunara mengawasi botol infus putrinya sembari menunduk untuk menggambar. Waktu tenggat pengiriman gambar sudah sangat dekat. Da

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 50

    "Begitu rupanya. Kalian berdua memang kelihatan serasi."Kayden tersenyum tipis, tidak menanggapi.Di sisi lain, Lunara baru saja mengambil minuman ketika tanpa sengaja seorang pelayan menumpahkan anggur ke arahnya.Anggur merah menodai gaun satin putih, tampak semakin mencolok.Sorot mata Kayden te

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 49

    "Kenapa nggak minum? Kamu dari perusahaan mana?"Sambil berbicara, tangan pria itu mengarah ke punggung Lunara yang terbuka. Belum sempat menyentuh, seluruh tubuh Lunara sudah merinding.Dia segera menghindar ke samping. Setelah berhasil menghindar, sambil memegang sampanye, dia berkata, "Aku dari d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status