Share

Bab 463

Author: Fitri
Benar.

Akan tetapi, Lunara tidak bisa mengatakan itu. Dia memang tidak punya bukti bahwa Eden tidak bersalah, tetapi fakta bahwa Eden menyelamatkannya juga tidak terbantahkan.

Kalau dia langsung menunjukkan kecurigaan di depan orang yang menyelamatkan nyawanya, itu akan terlihat sangat tidak tahu diri.

"Terima kasih sudah menyelamatkanku."

Eden menggeleng dan memakai kembali kacamatanya, lalu menatap Lunara.

"Nggak perlu berterima kasih. Kakak Ipar hanya perlu membantuku sedikit."

"Apa?"

"Aku ng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Iing
Hadehhh...Lunara kadang kamu bikin kesel juga ya, coba jujur sama Kayden. pasti Kay akan mengawasi Eden. Waspada itu lebih baik. ini pelajaran buat kamu Luna. klo ada apa apa pasti gurunya Daisy telepon duluan kaya waktu itu. malah langsung pergi setelah di jalan baru nanya .wehhh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 949

    Namun, dalam hati dia tetap menggerutu. Sudah selarut ini, jalan menuju gunung juga semakin sulit dilalui. Kenapa masih ada orang yang naik pada jam seperti ini?Saat itu.Di tangga di bawah sana, muncul cahaya senter. Sorotannya yang terang menyapu permukaan jalan hingga membuat mata pendeta muda itu silau.Mata pendeta muda itu langsung membelalak."Guru, sepertinya orang yang Guru tunggu sudah naik!""Ya, biarkan dia kemari."Orang yang sedang mendaki gunung itu terlihat sangat terburu-buru.Hampir setiap langkahnya melewati tiga anak tangga sekaligus, seolah ingin berlari menaiki deretan tangga panjang itu.Begitu sampai di depan pintu, dia terengah-engah. Keringat deras terus menetes dari dahinya.Pendeta kecil itu menunjuk ke dalam."Guru sudah menunggumu sejak bangun pagi. Akhirnya kamu datang juga."Silvar terengah-engah. Dia merasa dadanya sangat sesak. Tadi dia naik terlalu terburu-buru hingga rasanya seluruh udara di paru-parunya sudah terkuras habis. Dia tidak sempat memedu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 948

    Keesokan harinya, saat cahaya pagi baru menyingsing.Kayden pergi ke gunung seorang diri. Pakainya yang rapi dan berkualitas sudah dibasahi embun. Namun, dia tidak berhenti dan terus melangkah cepat mendaki gunung. Tepat ketika kuil baru membuka pintunya, dia menjadi orang pertama yang masuk.Seorang pendeta muda melihat kedatangannya dan merapatkan kedua telapak tangan di depan dada."Pak Kayden, Guru bilang Anda akan datang. Beliau sudah menunggu."Kayden mengangguk kecil. Dia mengikuti pendeta muda itu masuk. Pendeta tua sedang duduk di bawah pohon dengan senyum ramah dan wajah penuh kebajikan."Pak Kayden, sepertinya keinginan Anda sudah terkabul. Selamat.""Terima kasih. Kali ini aku datang untuk meminta jimat keselamatan bagi anakku yang baru lahir."Pendeta tua mengambil sebuah kantong kecil berwarna biru yang berada di sampingnya."Sudah disiapkan sejak lama. Pak Kayden nggak perlu khawatir."Kayden duduk di sampingnya."Bagaimana Guru tahu aku akan datang?"Pendeta tua mengelu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 947

    "Kalau kamu benar-benar nggak suka, nanti setelah dia dewasa, biarkan dia sendiri yang memutuskan."Hati Lunara terasa sesak. Kayden selalu memikirkan berbagai cara, dari segala sisi, hanya untuk membuatnya merasa aman.Lunara menempelkan wajahnya ke pipi lembut bayi yang baru lahir itu. Dia memejamkan mata. Dalam hati, dia berkata pelan, "Mulai sekarang namamu Jaden. Kamu punya papa, mama, dan kakak terbaik di dunia."....Selama enam jam setelah melahirkan, Lunara belum boleh minum air.Kayden terus berada di sisinya. Sesekali dia membasahi kapas dengan air, lalu mengusapkannya perlahan ke bibir Lunara. Hampir setiap proses yang harus dilalui Lunara, dia selalu mendampinginya. Dia terus sibuk mengurus semuanya sampai hari Lunara keluar dari rumah sakit.Lunara terlihat segar dan bugar. Sebaliknya, lingkaran hitam tampak jelas di bawah mata Kayden.Selama beberapa hari di rumah sakit, dia mencoba ikut mengurus bayi. Barulah sekarang dia menyadari bahwa mengurus anak ternyata jauh lebi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 946

    Kayden mencoba merasakan bagaimana menggendong anak itu. Perawat membetulkan posisi gendongannya dan menyuruhnya agar tidak terlalu tegang.Saat melihat Kayden masuk sambil menggendong bayi, Saphira sampai terkejut. Dia buru-buru menghampiri dan mengambil bayi itu dari tangannya.Barulah Kayden menyadari bahwa seluruh tubuhnya sudah berkeringat dingin. Dia terlalu takut salah menggunakan tenaga dan membuat bayi dalam pelukannya merasa tidak nyaman.Saphira membaringkan bayi itu di samping Lunara.Sesaat setelah lahir tadi, dokter sempat mendekatkan bayi itu ke wajah Lunara agar pipi mereka bersentuhan, lalu segera membawanya pergi. Baru sekarang Lunara memiliki tenaga untuk membuka mata dan melihatnya dengan baik.Daisy berdiri dengan hati-hati di samping ranjang."Mama, ini adikku? Kenapa dia jelek sekali?"Priya tertawa. "Di antara bayi yang baru lahir, adikmu sudah termasuk tampan.""Waktu baru lahir, aku juga sejelek ini?""Iya."Priya memeluk Daisy dan menunjukkan foto-foto yang d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 945

    Hati mereka berdua langsung meleleh. Bahkan suara mereka ikut melembut dan nyaris seperti berbisik."Anak ini pasti tampan kalau sudah besar nanti.""Tentu saja. Lihat saja Daisy kita, kakaknya secantik itu, adiknya pasti juga tampan."Mereka berdua berdiri di depan jendela sambil memandangi bayi itu beberapa saat.Priya mengambil ponselnya dan memotret beberapa foto. Hanya dengan melihat kehidupan kecil yang begitu mungil dan lembut itu, matanya sudah terasa panas dan berkaca-kaca.Ikatan darah memang aneh, tetapi juga sangat istimewa.Melihat kehidupan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat bagian paling lembut di dalam hatinya tersentuh. Dia teringat saat dulu melahirkan Lunara.Mereka tidak boleh terlalu lama berada di area bayi baru lahir. Selain itu, mereka berdua juga terus memikirkan keadaan Lunara, jadi mereka pun meninggalkan tempat itu.Saat berada di koridor, Priya tersenyum."Anak ini mirip sekali sama Lunara waktu baru lahir. Waktu itu ibu mertuaku t

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 944

    Rasa sakit itu datang secara teratur dan terasa sangat familier.Kayden seketika berdiri dan memanggil dokter. Para tenaga medis segera menutup tirai dan melakukan pemeriksaan dengan teratur. Setelah memeriksa Lunara beberapa saat, dokter menatapnya."Air ketubannya sudah pecah. Kami akan segera menyiapkan ruang operasi.""Baik."Kayden menggenggam erat tangan Lunara.Lunara sudah pernah melahirkan sebelumnya, jadi dia tidak terlalu gugup. Sebaliknya, telapak tangan Kayden justru dipenuhi keringat. Saat menggenggam tangannya, telapak tangan Kayden bahkan terasa basah."Sayang, kamu baik-baik saja?"Suara pria di hadapannya terdengar sedikit serak.Sebelumnya, dia sudah membaca banyak informasi tentang proses persalinan.Namun, semua itu tetap tidak mampu menghilangkan kegugupannya saat menghadapi keadaan yang sebenarnya.Lunara mengangguk. "Aku masih baik-baik saja. Rasa sakitnya belum terlalu kuat."Tatapan Kayden beralih kepada dokter. "Aku boleh masuk ke ruang operasi?"Melihat dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status