Share

Bab 858

Author: Fitri
Sarah menunjuk gunung bersalju yang masih terlihat dari kejauhan.

"Orang-orang di sini menyebut gunung itu sebagai gunung suci. Gunung itu sudah berdiri selama ribuan tahun. Entah Pak Zaid pernah mendengar anggapan ini atau belum, katanya orang-orang yang memiliki jalan hidup serupa biasanya juga punya tanggal lahir yang berdekatan."

"Bukankah ulang tahunmu dan Pak Kayden juga berdekatan? Itu berarti pada akhirnya hidupmu juga akan seperti Pak Kayden, bahagia dan sempurna. Gunung suci itu menjad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 861

    Sandy menunduk tanpa mengatakan apa pun.Zaid melanjutkan, "Aku tahu kamu nggak bisa tenang meninggalkan proyek di sini. Bagaimanapun, semua bagian yang pernah kamu kerjakan adalah jerih payahmu. Tapi, kesehatan tetap yang paling penting. Sekarang kamu masih bisa memaksakan diri, tapi gimana kalau nanti tubuhmu benar-benar nggak sanggup lagi?""Aku akan mempertimbangkannya. Besok aku kasih jawaban, boleh?""Boleh. Selain itu, waktu kamu tidur tadi ada teman perempuan yang meneleponmu. Telepon dia kembali. Aku keluar sebentar untuk merokok."Zaid menyetir sepanjang sore dan malamnya masih harus merawat orang sakit. Dia memang sudah kelelahan. Dia mengambil kotak rokok lalu keluar. Dia tidak pergi jauh, hanya berdiri di koridor luar dan menyalakan sebatang rokok.Dia mengisapnya dalam-dalam. Begitu mendongak, dia bisa melihat hamparan bintang di atas kepalanya. Jika diperhatikan dengan saksama, bahkan bentuk setiap rasi bintang pun terlihat jelas.Sebenarnya, Zaid juga pernah tinggal di

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 860

    Zaid mengaktifkan mode senyap pada ponsel Sandy, meletakkannya kembali di meja samping ranjang, lalu mencolokkannya ke pengisi daya. Dia kembali mengukur suhu tubuh Sandy dan memastikan demamnya untuk sementara tidak naik lagi sebelum akhirnya berdiri."Aku antar kamu pulang dulu."Karena Zaid bersikeras mengantarnya, Sarah juga tidak menolak.Setelah menutup pintu dengan hati-hati, mereka berjalan keluar. Sarah refleks merapatkan pakaiannya. Namun baru saja dia melakukan itu, sebuah mantel hangat sudah disampirkan ke tubuhnya. Mantel itu bahkan masih menyimpan kehangatan tubuh pria tersebut.Sarah mendongak menatapnya.Zaid hanya mengenakan sweter kasmir hitam berkerah tinggi yang pas membalut tubuhnya, sehingga bentuk tubuhnya yang terlatih terlihat jelas.Pakaian seperti itu memang hangat jika digunakan sebagai lapisan dalam. Namun, kalau hanya mengenakan satu lapis seperti itu, angin tetap bisa menembusnya. Melihatnya saja sudah terasa dingin."Kamu ngasih mantelmu ke aku. Memangny

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 859

    Zaid menoleh dan memanggil Sarah."Di mobil kita ada kotak obat. Tolong ambilkan."Sarah membawa kotak obat itu, lalu mengobati beberapa mahasiswa yang terluka. Gerakannya cekatan, mulai dari membersihkan luka hingga mengoleskan obat, semuanya dilakukan tanpa membuang waktu."Nggak ada masalah serius. Kalian cuma tergores batu dan dedaunan. Untung suhu di sini rendah, jadi nggak banyak serangga."Setelah menyerahkan sisa obat kepada mereka, Sarah akhirnya tidak tahan untuk berkomentar, "Kalian sudah tahu mau datang ke wilayah Tibera, tapi kenapa sama sekali nggak melakukan persiapan? Bahkan rantai antiselip untuk ban saja nggak punya. Kalian pikir perjalanan ini main-main?"Beberapa mahasiswa itu saling berpandangan."Kamu juga tahu daerah sekitar kampus kita mana pernah ada kondisi geografis seperti ini? Dosen cuma suruh kami datang ke sini untuk menemuinya. Dia juga nggak bilang kami harus menyiapkan apa saja."Sarah benar-benar kehilangan kata-kata.Mereka semua berpendidikan tinggi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 858

    Sarah menunjuk gunung bersalju yang masih terlihat dari kejauhan."Orang-orang di sini menyebut gunung itu sebagai gunung suci. Gunung itu sudah berdiri selama ribuan tahun. Entah Pak Zaid pernah mendengar anggapan ini atau belum, katanya orang-orang yang memiliki jalan hidup serupa biasanya juga punya tanggal lahir yang berdekatan.""Bukankah ulang tahunmu dan Pak Kayden juga berdekatan? Itu berarti pada akhirnya hidupmu juga akan seperti Pak Kayden, bahagia dan sempurna. Gunung suci itu menjadi saksinya."Saat minum bersama sebelumnya, Zaid pernah mengobrol dengan Kayden. Tanggal lahir mereka memang berdekatan, hanya berselisih beberapa hari.Kalau dilihat sekilas, kehidupan mereka seolah berbeda bagaikan langit dan bumi. Namun dalam banyak hal, tanpa disengaja jalan hidup mereka justru sering berpapasan.Kampus, pekerjaan, bahkan bidang usaha yang akan mereka kembangkan di masa depan kembali bertemu di titik yang sama. Mungkin ini juga semacam takdir yang sudah ditentukan tanpa mere

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 857

    "Aku?" Zaid sempat tertegun. Kemudian dia menunduk dan tersenyum, memperlihatkan deretan giginya yang putih. "Semua yang kulakukan nggak ada hubungannya dengan keyakinan. Aku hanya ingin melakukannya."Seberapa banyak uang yang bisa dia hasilkan tidak pernah terlalu penting bagi Zaid. Mengejar kesenangan dan hidup bermewah-mewahan juga bukan prinsip hidupnya. Selama dia bisa menjalani kehidupan yang relatif nyaman, dia ingin melakukan beberapa hal yang masih berada dalam batas kemampuannya.Mereka terus melaju hingga tiba di tujuan berikutnya.Setelah beristirahat dan merapikan segala sesuatu, mereka kembali berangkat. Namun belum lama berada di perjalanan, mereka sudah menghadapi jalan pegunungan yang tertutup akibat hujan salju lebat.Mereka hanya bisa memberanikan diri untuk terus melaju.Jarak pandang di jalan saat ini sangat rendah. Mobil sulit bergerak maju di tengah badai salju, bahkan navigasi pun sudah tidak berfungsi.Ruas jalan ini memang sejak dulu dikenal sebagai salah sat

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 856

    Begitu ucapan itu dilontarkan, tatapan teman-teman kuliahnya terhadap Sandy langsung dipenuhi simpati. Dari pakaian yang dikenakan kakak Sandy saja, mereka bisa melihat bahwa penghasilannya tidak sedikit. Bahkan jam tangan di pergelangan tangannya saja bernilai ratusan juta.Namun, ternyata sifatnya begitu dingin dan tak acuh.Lantas, apa gunanya Sandy dikenal sebagai mahasiswa genius di fakultas dan memiliki reputasi yang begitu cemerlang kalau dia punya kakak seperti itu? Rasanya bahkan masih lebih baik menjadi mereka.Seseorang kemudian membicarakan Sarah."Kita semua berasal dari kampus yang sama, entah apa yang dia sombongkan. Dosen pembimbing sebelumnya sudah menyuruh kita menjaga hubungan baik dengan sesama mahasiswa. Menurutku, dia memang memandang rendah kita."Sandy tampak ramah di luar, tetapi sebenarnya berhati dingin. Dia berkata dengan santai, "Bagaimanapun, Sarah bekerja di àl'aube dan masa depannya sangat cerah. Wajar saja kalau dia memandang rendah mahasiswa miskin sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status