Share

Operasi darurat

Author: De Sore
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-22 07:26:53

Joshua mendengar sayup-sayup suara Ririn memanggilnya, di dalam mobil yang mesinnya sedang dipanaskan, Joshua menajamkan pendengaran.

“PAK, BU KIARA KEJANG” teriakan itu terdengar jelas saat Ririn tiba di garasi.

Joshua langsung melompat keluar dari mobil, ia berlari melewati Ririn yang masih berdiri gemetar di sudut garasi.

Joshua bahkan tak sempat untuk membeku ketika mendapati Kiara yang kejang-kejang di atas sofa. Dalam satu gerakan, Joshua menggendong Kiara menuju mobil.

“Tolong buka pintu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Ku kira kita kehilangan dia

    Pagi berikutnya Kiara sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Ia sudah membuka mata sepenuhnya dan kesadaran perlahan pulih.Kiara melirik Joshua yang terlelap di sofa panjang sudut ruangan. Kiara bisa menebak bahwa selama dua hari ini pasti pria itu tidak tidur dengan benar.Isak tangis lolos dari bibir Kiara, air mata jatuh melewati pelipisnya. Ia menutup mulut dengan tangannya guna meredam suara tangis itu agar tidak membangunkan Joshua.Tangan satunya lagi sedari tadi meraba perutnya yang sudah rata. Kiara tidak tahu apa yang terjadi pada buah hati mereka. Pikirannya bergerak liar membayangkan sesuatu yang buruk.Joshua tersentak, ia menoleh pada Kiara. “Kamu kenapa, sayang?” Joshua sontak berjalan mendekati Kiara.“Mas….” Lirih Kiara di sela-sela isak tangisnya, air mata mengalir kian deras.“Iya, sayang. Kamu kenapa menangis? Coba bilang sama aku bagian mana yang sakit? Mau aku panggilkan dokter?” Joshua memberi pertanyaan beruntun. Ia sudah sadar sepenuhnya dari sisa-sisa bangun

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Membalas genggaman tangan

    Esok siangnya, Nadia dan Arman datang ke rumah sakit. Dari kejauhan mereka melihat Joshua duduk di ruang tunggu, tempat yang sama saat mereka meninggalkan Joshua sendirian kemarin.“Jo, makan dulu.” Nadia menggoyang pelan bahu Joshua yang melamun hingga tak menyadari mertuanya tiba.Joshua sedikit tersentak, ia menoleh pada Arman dan Nadia. “Papa, Mama…” sapa Joshua lirih.“Kamu pasti belum makan kan dari kemarin? Ini Mamamu masakin untuk kamu.” Arman menyodorkan tas bekal pada Joshua. Joshua menerima uluran tas bekal itu, “Makasih, Ma, Pa. Tapi aku benar-benar gak lapar dan belum selera makan.” Joshua melirik pada tas bekal lain di sebelahnya. Tadi pagi supir pribadi Anggun datang mengantar makanan untuk Joshua. Namun, belum ia sentuh sama sekali.Nadia menghela napas panjang, ia mengerti kegelisahan hati menantunya itu. Dengan hati-hati Nadia membuka suara, “Tapi kamu harus tetap makan, Jo. Kalau begini terus kamu juga bakal ikut sakit sebelum Kiara siuman.” Nadia mengambil alih ta

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Berdiri di antara dua ruangan

    Dari balik pintu kaca ICU, Joshua menatap sendu pada tubuh Kiara yang dipenuhi selang dan alat bantu medis.“Istri saya kenapa masih belum siuman, Dok?” Joshua kembali menoleh pada dokter yang berdiri di depannya.“Bu Kiara belum sadar bukan karena koma dalam, Pak. Beliau sengaja kami berikan obat penenang dosis tinggi ‘magnesium dan obat anti kejang’ supaya tidak kejang lagi dan tekanan darahnya turun. Ditambah efek obat bius operasi. Secara keseluruhan, Bu Kiara baik-baik saja, Pak. Hanya saja tubuhnya memang kami buat tidur dulu.” Jelas dokter menatap Joshua yang tampak putus asa.“Tidur?” Ulang Joshua dengan dahi bertaut tipis.“Iya, stilahnya somnolen. Biasanya butuh 24 hingga 48 jam sampai obatnya hilang dan kesadarannya kembali penuh. Selama itu pasien akan kami pantau di ICU. Otaknya, ginjalnya, semua kami jaga.” Lanjut dokter menjelaskan.“Jadi... 2 hari?” lirih Joshua hampir tak terdengar.“Kami targetkan besok sore, Bu Kiara sudah mulai membuka mata. Tapi pelan-pelan, Pak.

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Operasi darurat

    Joshua mendengar sayup-sayup suara Ririn memanggilnya, di dalam mobil yang mesinnya sedang dipanaskan, Joshua menajamkan pendengaran.“PAK, BU KIARA KEJANG” teriakan itu terdengar jelas saat Ririn tiba di garasi.Joshua langsung melompat keluar dari mobil, ia berlari melewati Ririn yang masih berdiri gemetar di sudut garasi.Joshua bahkan tak sempat untuk membeku ketika mendapati Kiara yang kejang-kejang di atas sofa. Dalam satu gerakan, Joshua menggendong Kiara menuju mobil.“Tolong buka pintu belakangnya, Mbak.” Ujar Joshua dengan perasaan panik yang tak bisa digambarkan.Joshua menyandarkan punggung Kiara pada bangku kulit. Dengan tangan gemetar, Joshua memiringkan tubuh Kiara ke kiri. “Tolong tahan kepalanya ya, Mbak.” Ucap Joshua pada Ririn yang sudah duduk di bangku sebelah Kiara.Sangkin buru-buru Joshua bahkan membanting pintu mobil, lalu melaju menuju rumah sakit. Salah satu alasan Joshua setuju untuk membeli rumah ini, karena lokasinya yang dekat dari rumah sakit tempat Kia

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Berkunang-kunang

    Kiara terjaga dari tidurnya saat mendengar suara air mengalir dari arah kamar mandi. Dia mengerjapkan mata beberapa kali, menyesuaikan dengan cahaya masuk.“Aahh…” gumam Kiara saat meregangkan tubuh. Ia ingin duduk tapi kepalanya terasa berat dan pusing. Kiara kembali berbaring membungkus dirinya dalam selimut tebal.Beberapa menit menunggu akhirnya Joshua keluar dari kamar mandi. Dengan handuk melilit di pinggang, Joshua berjalan mendekati Kiara yang menatapnya sedari tadi.“Kamu mau berangkat kerja, ya?” tanya Kiara saat Joshua duduk di pinggir ranjang.“Iya, sayang. Ini sudah hari senin.” Balas Joshua sambil mengelus pipi Kiara.“Kalau aku minta kamu untuk di rumah aja hari ini boleh gak?” Bujuk Kiara, telapak tangannya meraba-raba otot perut suaminya.Joshua tersenyum hangat lalu mencium singkat bibir Kiara, “Boleh, sayang. Aku bakal nemani kamu di rumah seharian.” Suara berat Joshua mengalun lembut di telinga Kiara.Mendengar jawaban itu Kiara langsung sumringah. “Makasih, sayang

  • Kiara, Suamimu Enggan Bercerai!   Acara tujuh bulanan

    Hari ini syukuran tujuh bulanan Kiara digelar. Setelah tadi pagi acara siraman yang dihadiri oleh keluarga inti dan orang-orang terdekat, sore ini ratusan tamu dari kerabat dan rekan bisnis mereka akan turut meramaikan acara.Kiara duduk di depan meja rias, ia menatap dirinya dalam pantulan cermin. Wajahnya yang dipoles dengan make up natural menambah paras cantik wanita itu.Selama proses siraman tadi berlangsung, banyak yang memuji Kiara terlihat semakin cantik, kulitnya tampak lebih halus dan cerah, para orang tua mulai menebak-nebak bahwa anak mereka yang akan lahir adalah seorang perempuan.Kiara dan Joshua sengaja tidak ingin mengetahui apa jenis kelamin calon bayi mereka, biar nanti jadi kejutan saja.Suara pintu kamar dibuka dari luar, membuyarkan lamunan Kiara. Ia menoleh pada Joshua yang berjalan mendekat. Wanita itu menatap lekat pada sang suami, ia mulai menyadari perubahan itu juga terjadi pada Joshua. Belakangan ini Kiara melihat Joshua semakin tampan dan gagah. Atau ha

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status