Share

Bab 20

Penulis: Hare Ra
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-20 09:22:47

Deg!

Jantung Indra berdetak, entah mengapa dia merasa harus mendengarkannya. Mendengar kata-kata melawan wanita, dia teringat dengan Marisa yang pagi tadi melawan penjahat.

“Nanti saya tunggu laporan di rumah Jalan Merdeka! Jangan lupa barangnya!”

Setelah itu Gio mematikan ponselnya sambil bergumam tidak jelas. Dan dia pergi meninggalkan halte itu meskipun hujan belum reda.

Indra menatap kepergian Gio dengan motor besarnya. Entah mengapa dia merasa aneh melihat penampilan Gio yang saat ini. Bukan lagi seperti kepala divisi, lebih urakan. Tapi, dia memang bukan kepala divisi lagi, dia sudah dipecat oleh Gresa.

“Ngapain sih aku mikirin dia,” gerutu Indra sambil menatap hujan yang kini semakin deras.

Di tengah derasnya hujan, kenangan Indra kembali ke masa lalu. Dimana, dulu dia beberapa kali terjebak hujan bersama Bella saat masih pacaran. Dan itu tidak membuat Bella meninggalkannya.

“Sayang, kamu jadi basah,” ujar Bella kala itu saat melihat baju Indra basah ketika hari minggu mereka p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 389

    “Ehm, jadi kakek tukang sapu ya?”Ternyata Aliman sudah berada di dalam ruangan rawat Salsa dan Indra. Sontak saja itu membuat Salsa dan Indra tergelak.“Kakek, Juna mau es cream.”Sekarang, Juna tahu tempatnya dia merengek minta es cream ke kakeknya. Dia pikir kalau menunggu Amara datang siang nanti pastinya akan lama. Dan kebetulan Aliman datang.Juna seolah tidak merasa bersalah telah salah mengira sang kakek.“Mau apa?” tanya Aliman yang kini sudah menggendong cucunya.Kehadiran Juna dalam hidup Aliman benar-benar membuat warna baru. Dia yang kehilangan cinta sejatinya dalam pernikahan yang bahkan tidak sampai seumur jagung, itu membuatnya bersedih. Tapi, Juna berhasil mengembalikan tawa sang kakek.Indra hanya menggeleng melihat anaknya yang begitu manja kepada Aliman. Dia yakin kalau ibunya melihat dari atas sana, Seva pasti sangat senang.“Es cream.”“Yaudah sebentar lagi kita turun ke bawah cari es cream. Tapi, kakek mau bicara sama papa dulu sebentar ya.”Juna mengangguk.Sal

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 388

    “Apa kamu tahu kira-kira dia kemana?” tanya Indra kepada Salsa.Salsa menggelengkan kepalanya. “Gak tahu, dia tidak pernah mengatakan dimana tinggal. Aku hanya tahu villa itu.”Salsa menunduk, dia merasa bersalah sekaligus malu. Ini benar-benar menjadi beban untuknya, seandainya sejak awal dia langsung menceritakan semuanya pada Indra, kemungkinan semuanya tidak akan menjadi seperti ini.Aliman menepuk pundak Indra dan menggelengkan kepalanya. Maksudnya, Indra tidak perlu melanjutkan pertanyaan apapun kepada Salsa, dia tahu itu hanya akan membuat Salsa semakin rendah diri.“Tapi, Pa—““Papa pasti akan menemukannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kalian berobat saja yang tenang disini.”Indra mengangguk.Di atas ranjang pasien, Juna masih berada dalam pelukan Salsa, dia sibuk memainkan mobillannya yang baru saja dibelikan Aliman.“Kakek, Juna mau tidur disini saja sama Papa dan Mama.”“Banyak nyamuk loh,” jawab Aliman sambil tersenyum.“Tinggal pakai obat nyamuk.”Aliman tergelak,

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 387

    “Sayang…” panggil Salsa lagi sambil mengelus wajah Indra.Indra menggeliat.“Sayang, kamu sudah bangun?” Indra malah panik melihat Salsa sudah duduk. Dia bersiap untuk memencet bel, namun Salsa menggeleng dan menahan tangannya.“Kamu sakit?” tanya Salsa serah menatap gelang yang dikenakan Indra.“Jangan pikirkan aku, aku baik-baik saja.”Salsa mengecup tangan Indra, kemudian dia menangis sejadi-jadinya. Hingga akhirnya Indra memeluk Salsa dengan erat. Dia tidak bisa melihat wajah Salsa yang bersimbah air mata seperti itu.“Maafkan atas kebodohanku. Mungkin kamu akan sulit percaya. Tapi, malam itu dia mengirimkan aku sebuah video, mobil kamu berhenti di pinggir jalan. Mobil itu bergoyang dan katanya di dalam kamu sedang bersama dengan orang wanita.”Salsa menjeda kalimatnya.“Dia berjanji akan memberikan video lanjutannya wajah kamu dan wanita itu. Juga memastikan keaslian video itu, tapi aku dijebak diberikan obat perangsang dan setelah itu, dia mengancamku ingin menyebarkan video itu

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 386

    “Kak Indra, kamu membunuh kak Salsa?!” teriak Dira sambil memeluk Salsa.“Hah?”Indra terlihat bengong, sejak tadi dia tidak melakukan apapun kepada Salsa, sekarang tiba-tiba saja dia dituduh membunuh istrinya sendiri.Sekalipun dia marah dan sangat kecewa kepada Salsa, tidak pernah terbersit pun niat untuk menyakiti Salsa. Dia masih sangat mencintai istrinya itu.“Mas Hasan, siapkan mobil!” teriak Andira.“Iya, Sayang.”Seketika Indra seolah tersadar, dia berlari ke arah Dira dan mendapati Salsa sudah tidak sadarkan diri.“Sayang?” panggil Indra.“Kak Indra! Kita harus segera membawa Kak Salsa ke rumah sakit!” teriak Dira menepuk bahu Indra dengan keras agar sang kakak segera sadar.Indra mengangguk, tanpa pikir panjang dia menggendong Salsa turun ke bawah. Disana, Hasan sudah siap dengan mobilnya.Suasana rumah yang semula tenang kini berubah menjadi hiruk pikuk, Juna menjerit-jerit memanggil ibunya yang kini berada dalam gendongan sang ayah yang berlari menuju mobil.“Tolong jaga J

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 385

    “Sayang, kamu kenapa?” tanya Salsa terkejut saat mendengar Indra melarang menyentuhnya.Biasanya setiap kali sakit, Indra sangat manja. Bahkan tidak mau lepas dari pelukannya. Tapi, sekarang bahkan menyentuhnya saja tidak boleh.“Aku gapapa.”Indra melepaskan dasinya dengan kasar, tangannya gemetaran. Adegan demi adegan dalam video itu terbayang di kepalanya. Bagaimana Salsa menari dengan erotis diatas tubuh Leo.Tawa sinis Leo saat menatap kamera begitu jelas, seolah video itu benar-benar dibuat untuk dibagikan kepadanya.Jeritan suara desahan Salsa ketika mereka mencapai puncaknya bersama tidak bisa Indra lupakan.“Sayang, apa aku ada salah?” tanya Salsa.Indra menggeleng dan berlalu menuju kamar mandi.Salsa menatap punggung sang suami dengan heran, ini pertama kalinya Indra bersikap dingin dan mengabaikannya.Tiba-tiba saja Leo menelpon. Salsa tidak menjawabnya, Leo mengirimkan pesan kepadanya dan itu membuatnya rasa ingin mati saja.“[Bagaimana respon suamimu saat melihat video k

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 384

    “Indra, kamu mau kemana?” tanya Aliman mencoba menahan Indra.Mata Indra memerah, tangannya terkepal bahkan terlihat buku-buku tangannya memutih saking marahnya. Bukan hanya itu saja, dia juga menahan tangis.Bukankah kalau lelaki menangis rasa sakitnya sudah luar biasa? Ada harga dirinya yang terkoyak.Bayangkan saja dia melihat rekaman istrinya yang sedang bercinta dengan pria lain. Dia tahu itu Salsa, istri yang sangat dicintainya.“Aku mau membunuh Leo, Pa,” jawab Indra lemah.“Bukan begini caranya. Jelaskan dulu apa yang terjadi. Kita semua disini tau kalau Leo memberikan terror kepadamu, tapi alasan apa yang paling membuat kamu ingin membunuhnya? Sedangkan yang mengirimkan terror itu bukan cuma Leo.”“Dia mengganggu Salsa,” jawab Indra dengan suara tercekat.Aliman menghela nafas berat. “Dia juga mengirimkan terror kepada Salsa? Bukankah Salsa adalah temannya? Teror apa yang dia berikan untuk Salsa?”Indra terduduk di meja kerjanya, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. L

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status