Accueil / Romansa / Kontrak 2M Sang Mantan / 14. Saingan yang berat

Partager

14. Saingan yang berat

Auteur: Sha Quenna
last update Date de publication: 2024-11-02 16:24:08

Zira memasang earphone di telinga, memutar musik lewat ponselnya. Ia Menoleh sekilas ke arah Aidan. Sambil mengangkat alis, ia berkata, "ngomong apa?"

Aidan menghela napas, merasa sia-sia telah menyatakan keinginannya. Ia hanya bisa menggeleng lalu berkata, "ah, bukan apa-apa."

Zira mengangkat bahu, lalu membaca naskah film yang diberikan oleh Cita tadi siang. Sedangkan Aidan membuka ponsel, bermain game sambil menemani Zira.

Setelah membaca beberapa lembar, Zira mengernyit sambil berpikir. Ia
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Kontrak 2M Sang Mantan   42. Rahasia Yang Seharusnya Terkubur

    Pagi itu, Zira baru saja selesai menyeduh teh ketika suara Genji terdengar dari ruang tengah.“Kak! Kakak!”Nada suara adiknya membuat Zira menoleh dari dapur.“Apa? Kenapa teriak-teriak pagi-pagi?”Genji setengah berlari ke arah Zira dengan ponsel di tangan. Wajah yang biasanya penuh ekspresi jahil, kini tampak lebih serius. Bahkan, ia tidak langsung melontarkan lelucon seperti yang biasa dilakukannya setiap kali menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan godaan.“Kakak sudah lihat berita hari ini?”Zira mengernyit. “Berita apa?”“Kalau begitu tidak usah lihat.”"Gen ...."Genji tampak ragu menyodorkan ponselnya. Belum selesai soal skandal foto, sekarang berganti dengan masalah lain.Zira mengambil ponsel adiknya. Di layar, sebuah unggahan dari akun gosip hiburan menampilkan foto Zira seorang diri yang diambil dari acara publik beberapa waktu lalu. Foto itu biasa saja. Ia mengenakan pakaian sederhana dengan senyum tipis yang tertangkap kamera. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari g

  • Kontrak 2M Sang Mantan   41. Pengakuan Braga

    Braga tidak suka menunggu tanpa mengetahui apa yang sedang ditunggunya. Pagi itu, sejak foto Aidan dan Zira memenuhi media sosial, ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya.Apakah Aidan, pria yang disukai Zira?Braga tidak tahu jawabannya dan ia tidak suka mengandalkan dugaan.Ia meletakkan ponsel di atas meja, tepat ketika sekretarisnya mengetuk pintu.“Pak Braga, Pak Aidan sudah datang.”“Suruh masuk.”Beberapa detik kemudian, Aidan muncul dengan kemeja hitam dan jaket abu-abu gelap. Wajahnya tenang seperti biasa, seolah foto yang sedang menjadi bahan pembicaraan satu negeri itu tidak pernah terjadi.Braga menunjuk kursi di depannya.“Duduk.”“Ada apa?”Braga mengambil ponselnya, membuka foto yang sedang ramai dibicarakan, lalu menggesernya ke tengah meja.“Sejak kapan?”Aidan melirik layar itu sekilas.“Sejak kapan apa?”Braga tertawa kecil, nyaris tidak percaya.“Kau datang ke kantorku, melihat foto kalian sendiri, lalu masih bertanya maksudku?”“Kalau pertanyaanmu jel

  • Kontrak 2M Sang Mantan   40. Skandal

    Pagi itu, Zira baru saja selesai membuat secangkir teh ketika suara Genji terdengar dari ruang keluarga.“Kak! Kamu harus lihat ini!”Nada suara adiknya terdengar begitu serius hingga Zira spontan menoleh. Genji biasanya berteriak hanya untuk dua hal, menemukan makanan gratis atau kehilangan sesuatu yang sebenarnya ia letakkan sendiri.Kali ini, ia berdiri di depan televisi dengan ponsel di tangan. Wajah yang biasanya penuh ekspresi jenaka tampak tegang.“Apa lagi? Jangan bilang kamu kembali memesan makanan pakai akun orang.”“Bukan, Kak.” Genji menyodorkan ponselnya. “Lihat ini!”Zira menerima ponsel itu dengan kening berkerut.Di layar, sebuah foto memenuhi unggahan akun gosip hiburan bernama @BisikSeleb.Foto yang menampilkan dirinya dan Aidan di balkon hotel milik Paus di Bali.Zira langsung mengenali tempat tersebut.Foto itu diambil dari kejauhan, melalui sudut yang memperlihatkan sebagian pagar balkon dan tanaman hias di sekitarnya.Seseorang telah mengabadikan momen pribadi me

  • Kontrak 2M Sang Mantan   39. Konferensi Pers

    Dua minggu kemudian, poster resmi film Dua Wajah akhirnya dirilis.Wajah Zira terpampang bersama Lala di poster utama. Di bawah judul film, terdapat nama para pemain dan tanggal penayangan perdana. Foto promosi itu menampilkan Zira dengan tatapan tegas, sementara Lala berdiri di belakangnya, memandangnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.Respons publik jauh melampaui perkiraan tim produksi. Nama Zira kembali ramai diperbincangkan. Sebagian orang memuji penampilannya sebagai pendatang baru yang ternyata memiliki kemampuan akting dan aksi yang meyakinkan. Video di balik layar ketika ia melakukan adegan aksi juga mulai beredar di berbagai platform.David, tentu saja, tidak melewatkan kesempatan itu. Ia mengunggah foto dirinya bersama Zira dengan keterangan panjang tentang betapa sulitnya bekerja dengan perempuan yang selalu tampak tenang meskipun sedang menghadapi adegan berbahaya.Genji membalas unggahan itu dengan komentar singkat.Yang sulit itu menjaga Kak Zira supaya tidak beker

  • Kontrak 2M Sang Mantan   38. Syuting Berakhir

    Hari Terakhir di Balik Kamera“Cut!”Suara Aidan menggema di seluruh lokasi syuting.Hening selama sepersekian detik, lalu—“SELESAIIII!”David melompat sambil mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. Ia bahkan berputar sekali di tempat, seolah baru saja memenangkan piala penghargaan paling bergengsi di dunia.“AKHIRNYA! AKHIRNYA AKU BEBAS!”Tepuk tangan langsung pecah. Sorakan para kru bersahutan, disusul peluit nyaring dari salah satu staf pencahayaan. Beberapa orang berpelukan, sementara yang lain mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen yang sudah mereka tunggu-tunggu selama berminggu-minggu.Seseorang bahkan memutar musik dari pengeras suara portabel yang biasa digunakan untuk memeriksa audio. Dalam hitungan detik, suasana lokasi yang biasanya dipenuhi instruksi teknis berubah menjadi pesta kecil.“Siapa yang pesan makanan?!” seru seorang kru dari belakang.“AKU!” sahut beberapa orang bersamaan.“Bagus! Hari ini makan sampai kenyang! Besok kita tidak perlu bangun pagi-pagi gara-g

  • Kontrak 2M Sang Mantan   37. Soraya

    Soraya melempar naskah ke atas meja rias begitu adegan terakhirnya selesai direkam.Ia sudah berusaha bersikap profesional sejak pagi. Menghafal dialog, mengikuti arahan sutradara, bahkan tersenyum setiap kali kamera berhenti merekam. Namun, semakin hari, semakin sulit baginya mengabaikan satu hal: hampir semua orang di lokasi syuting seolah memiliki alasan untuk membicarakan Zira.Aidan selalu memperhatikan perempuan itu. Braga terang-terangan menunjukkan ketertarikannya. Bahkan kru yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing kini sering memuji kemampuan Zira.Dan Soraya?Ia hanya diminta bersabar, menyesuaikan diri, serta menerima perubahan adegan yang terkadang membuat perannya terasa semakin kecil.“Lucu sekali,” gumamnya sambil menatap pantulan wajahnya di cermin. “Perempuan itu datang belakangan, tapi semua orang bertingkah seolah dia pusat dunia.”Ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari nomor yang sudah ia hubungi beberapa hari lalu—kontak yang membantunya mencari infor

  • Kontrak 2M Sang Mantan   6. Selalu Ada Alasan Bersamamu

    Zira tersenyum lebar ketika tiba di taman parkour. "Wow!" Matanya berbinar-binar melihat beberapa orang melompat dan berlari dari satu rintangan ke rintangan lainnya, tubuh mereka seolah melayang di udara."Look!" David menunjuk satu rintangan di mana ada sebuah bangunan yang lebih tinggi dibanding

  • Kontrak 2M Sang Mantan   5. Kembali ke Titik Awal

    Hari pembacaan naskah tiba. Zira berjalan penuh percaya diri dalam balutan jeans dan kemeja santai menuju Best Entertainment, perusahaan media milik Braga. Ketika sampai di lobby, ia bertemu dengan Jerry yang baru keluar dari lift."Zizi, pagi sekali datangnya," sapa Jerry sopan.Zira mengangkat al

  • Kontrak 2M Sang Mantan   2. Kamu tetaplah sama

    "Jika pihak kedua memutuskan kontrak secara sepihak maka harus mengganti denda sebesar 2M." Zira terbelalak dengan mata membola sempurna setelah membaca sanksi pembatalan kontrak. "Konyol. Ini namanya pemerasan," gumamnya kesal sekaligus tidak percaya.Aidan kembali ke meja makan dengan membawa du

  • Kontrak 2M Sang Mantan   1. Haruskah aku senang bertemu denganmu?

    Dengan tas punggung kecil berwarna krem, Zira berjalan dalam pesawat sambil melihat nomor bangku. Ia tersenyum tipis saat berhasil menemukan tempat duduknya, tapi tidak lama kemudian senyumnya pudar berganti dengan wajah masam. Meski sudah bertahun-tahun tidak bertemu, tapi ia sangat mengenali pri

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status