ホーム / Romansa / Kontrak 2M Sang Mantan / 26. Menolak dan menerima

共有

26. Menolak dan menerima

作者: Sha Quenna
last update 公開日: 2024-12-03 11:07:37

Jam sudah menunjuk angka 9, sudah larut untuk berkeliaran di jalan. Badannya pun terasa sangat lelah, merindukan kasur. Namun, ia tidak bisa mengabaikan undangan makan malam Braga begitu saja. Beruntung kali ini sang adik bersedia menemani tanpa drama.

Zira berjalan memasuki restoran mewah dengan langkah ragu. Ia menatap penampilannya yang tidak sesuai dengan kemewahan restoran. Ya, setelah selesai syuting dirinya memang langsung menuju restoran tanpa mengecek lebih dulu seperti apa tempat yan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Kontrak 2M Sang Mantan   48. Bagian Masa Lalu

    "Untuk apa terus-terusan menatap layar jika orangnya ada di sini?" Zira akhirnya berbicara yang membuat Aidan terkejut dan menoleh. Tangannya berhenti di atas tetikus, sementara matanya bergerak dari wajah Zira ke pintu di belakangnya.“Zizi?”Zira tersenyum tipis. “Hai.”Aidan bangkit dari kursinya. “Kamu datang sendiri?”“Seperti yang kamu lihat.”Aidan merapikan posisi kursinya yang bergeser. “Aku nggak tahu kamu akan datang.”“Memang sengaja nggak bilang.”Aidan mengangguk kecil. Ia tampak ingin menanyakan sesuatu, tetapi mengurungkannya ketika melihat Zira kembali melirik monitor.“Aku tidak tahu ada rekaman saat aku terpeleset,” kata Zira.“Ada beberapa rekaman yang belum sempat diperiksa dan aku menemukan yang ini.”“Bagus juga. Jadi, kalau suatu hari aku menyangkal pernah terpeleset di depan banyak orang, kamu punya bukti untuk menghancurkan harga diriku.”Sudut bibir Aidan terangkat. “Sepertinya kamu nggak membutuhkan bantuanku untuk itu.”Zira mendengus. “Ternyata kamu masih

  • Kontrak 2M Sang Mantan   47. Kedatangan Tak Terduga

    Studio sudah lebih sepi ketika seorang perempuan bertopi hitam memasuki ruang depan dengan kepala sedikit menunduk. Masker menutupi sebagian wajahnya, sementara tas yang menggantung di bahunya sesekali ia betulkan.Beberapa karyawan masih sibuk di ruangan itu. Dua orang duduk di depan laptop sambil memeriksa jadwal produksi, seorang staf membawa tumpukan dokumen melewati meja panjang, sementara yang lain berbicara pelan melalui telepon. Suasana kerja yang tersisa membuat perempuan itu merasa sedikit lega. Setidaknya, ia tidak perlu menjadi pusat perhatian.Ia berhenti sejenak, mengamati lorong di sebelah kanan. Sejak turun dari kendaraan tadi, ia sudah beberapa kali ingin membatalkan niatnya. Bahkan sekarang, ketika tinggal selangkah lagi untuk mencari Aidan, keraguan itu kembali muncul.“Cari siapa?”Suara itu membuatnya menoleh.Jerry baru keluar dari salah satu ruangan sambil membawa dua gelas kopi. Ia menyipitkan mata, memperhatikan perempuan bertopi hitam yang berdiri tidak jauh

  • Kontrak 2M Sang Mantan   46. Yang Harus Diselesaikan

    Aidan berjalan menyusuri lorong studio dengan tablet di tangan. Ia hendak menuju ruang penyuntingan ketika suara Cita dan Jerry terdengar dari dekat meja produksi.“Lo udah lihat gosip tentang Zira?” tanya Cita pelan. “Katanya dia pernah melahirkan di usia muda.”Langkah Aidan melambat.“Gue baru lihat pagi ini,” lanjut Cita. “Tapi postingannya cuma pakai foto Zira yang sekarang. Nggak ada bukti apa-apa. Entah siapa yang mulai.”Jerry mengembuskan napas. “Kalau nggak ada bukti, jangan ikut menyebarkan. Kita juga nggak berhak menjawab urusan pribadi Zira.”“Gue cuma khawatir dampaknya ke promosi film. Gala premiere tinggal sebentar lagi.”“Kalau ada pertanyaan dari media, kita tangani sesuai porsinya. Tapi jangan sampai kita malah memperbesar gosipnya.”"Aidan udah tahu belum, ya?" Cita terlihat penasaran dan khawatir."Bisa jadi sudah bisa jadi belum. Aku belum melihatnya dari pagi.""Menurutmu reaksi dia bakal seperti apa?""Yang kita tahu pasti adalah Aidan tidak suka artisnya terke

  • Kontrak 2M Sang Mantan   45. Luna

    Joseph membiarkan kalimat itu menggantung beberapa saat.“Setelah kejadian itu, ibunya Aidan merasa sangat bersalah. Dia merasa kalian terlalu muda untuk menghadapi semuanya. Ketika kamu mendapat kesempatan melanjutkan kuliah di luar negeri, dia membantu mengurus keberangkatanmu karena berharap kamu bisa memulai hidup baru.”Zira memejamkan mata sebentar.“Lalu Aidan?”“Beberapa waktu kemudian, ibunya mengizinkan Aidan pergi ke sana untuk melihatmu. Tapi dia melarang Aidan menemui atau menghubungimu secara langsung.”Zira kembali membuka mata.“Dia pernah datang ke tempatku?”“Iya.”“Melihatku?”“Dari jauh. Dia melihatmu berjalan bersama teman-teman kampusmu. Dia nggak menghampirimu, nggak memanggilmu. Setelah itu, dia pulang.”Zira menatap Joseph tanpa berkata apa-apa.Tadi, ia masih berusaha memahami kenyataan bahwa Aidan pernah datang ke rumah sakit. Sekarang, ia harus menerima kenyataan lain. Lelaki itu pernah berada begitu dekat dengannya di negeri orang, tetapi memilih pergi tan

  • Kontrak 2M Sang Mantan   44. Rahasia Baru

    Aisyah menangkap perubahan ekspresi suaminya.“Jojo?”Joseph mengusap tengkuknya.“Zi, ada sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin kusampaikan kepadamu.”Zira mengangkat wajah. “Apa?”“Ini tentang Aidan. Dan tentang waktu kamu melahirkan Eden.”Tubuh Zira mendadak menegang.Aisyah tidak lagi menggenggam tangannya dengan santai. Ia mengeratkan genggamannya, seolah tahu bahwa percakapan ini akan membawa mereka ke tempat yang tidak mudah.Joseph menarik napas dalam-dalam.“Waktu itu, Aidan datang ke rumah sakit.”Zira mengangkat wajah. Dahinya berkerut, seolah-olah ia tidak yakin telah mendengar kalimat Joseph dengan benar.“Apa?”“Aidan datang, Zizi.”Zira menggeleng pelan. “Nggak. Kamu pasti salah ingat, Jo.”Joseph tidak membantah. Ia hanya menatap Zira dengan ekspresi yang terlalu serius untuk dianggap sebagai gurauan.“Aku ada di sana. Aku yang menemaninya datang.”Bibir Zira terbuka, tetapi tak ada kata yang keluar.Selama bertahun-tahun, ia menyimpan satu keyakinan yang begitu me

  • Kontrak 2M Sang Mantan   43. Bertemu Aisyah dan Jojo

    Belum sempat Zira mengetuk pintu untuk kedua kalinya, pintu rumah Aisyah sudah terbuka."Ais!"Aisyah melongo sesaat. Matanya langsung membulat begitu melihat sahabatnya berdiri di depan pintu dengan tas tersampir di bahu.“Ya ampun, Zizi!”Aisyah langsung menarik Zira ke dalam pelukan hangat.“Kenapa nggak bilang mau ke sini? Aku kira kamu masih sibuk menghadapi semua kegaduhan itu.” Aisyah mengusap punggungnya. “Aku tuh dari kemarin pengin telepon kamu, tapi takut kamu lagi nggak mau diganggu.”Zira membalas pelukan itu lebih erat daripada yang ia rencanakan.“Aku kangen kamu,” gumamnya.Aisyah langsung menjauh sedikit untuk menatap wajahnya. “Ayo, masuk! Kita ngobrol di dalam."Dari ruang tengah, Joseph muncul sambil mengunyah keripik. Begitu melihat Zira, ia mengangkat alis.“Wah, wah. Zizi akhirnya muncul juga. Aku sampai curiga kamu sudah pindah kewarganegaraan gara-gara gosip di internet.”Zira meliriknya datar. “Jojo, aku baru sampai. Bisa nggak, lima menit pertama kamu nggak

  • Kontrak 2M Sang Mantan   6. Selalu Ada Alasan Bersamamu

    Zira tersenyum lebar ketika tiba di taman parkour. "Wow!" Matanya berbinar-binar melihat beberapa orang melompat dan berlari dari satu rintangan ke rintangan lainnya, tubuh mereka seolah melayang di udara."Look!" David menunjuk satu rintangan di mana ada sebuah bangunan yang lebih tinggi dibanding

  • Kontrak 2M Sang Mantan   5. Kembali ke Titik Awal

    Hari pembacaan naskah tiba. Zira berjalan penuh percaya diri dalam balutan jeans dan kemeja santai menuju Best Entertainment, perusahaan media milik Braga. Ketika sampai di lobby, ia bertemu dengan Jerry yang baru keluar dari lift."Zizi, pagi sekali datangnya," sapa Jerry sopan.Zira mengangkat al

  • Kontrak 2M Sang Mantan   4. Kencan?

    Zira duduk terpaku, menatap Aidan yang kini sangat dekat. Bahkan, aroma khas tubuh pria itu menyeruak hingga ke inderanya. Jantung Zira bertabuhan seperti genderang yang memukul-mukul di dalam dada. Ia menyilangkan kedua tangan menutup dada saat Aidan mendekatkan wajahnya."Kamu mau apa?" tanya Zir

  • Kontrak 2M Sang Mantan   3. Benarkah jantungku berdetak lebih kencang karenamu?

    Setelah rapat, Zira berpamitan dengan Braga dan yang lainnya. Ia berjalan ke lobby sambil memesan taksi online. "Jam padat seperti ini susah untuk memesan taksi, bareng denganku saja."Zira menoleh ke sumber suara yang sangat ia hafal. "Tidak, terima kasih," ucapnya ketus lalu kembali mencoba meme

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status