แชร์

Bab 24: Senyuman Serigala

ผู้เขียน: Deschya.77
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-06 23:10:01

Pintu gerbang kayu jati berukir di Sayap Mawar Hitam terbuka lebar saat Lucien dan Maya melangkah keluar menuju koridor utama yang membimbing langsung ke Aula Pertemuan Agung. Bella berjalan mengekor beberapa langkah di belakang mereka, memegang selendang sutra hijau milik Maya dengan penuh kesiapsiagaan dan sikap hormat. Di sepanjang lorong panjang berlantai marmer hitam yang berkilau bagaikan cermin tersebut, gaung langkah kaki Lucien dan Maya bergema sangat teratur, memutus bisikan-bisikan h
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 40: Percikan Pertama

    Setelah minggu-minggu yang amat menguras fisik dengan latihan etiket yang kaku, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta insiden perpustakaan yang sempat menghebohkan seluruh istana, hari yang telah lama ditunggu-tunggu oleh Maya akhirnya tiba. Pagi itu, atas perintah langsung dan tertulis dari Raja Lucien, Maya tidak lagi dibimbing menuju Aula Utara bersama Nyonya Vespera untuk melatih cara berjalan di atas pualam. Sebagai gantinya, ia dijemput oleh dua pengawal tegap bernomor seri khusus yang membimbingnya menuju Tempat Latihan Rahasia yang terletak jauh di dasar tanah Menara Mawar Hitam—sebuah ruangan melingkar raksasa berlapis benteng sihir pelindung paling kuat dan paling tebal di seluruh Kerajaan Bayangan.Hari ini adalah hari pertama Maya akan belajar mengendalikan, memanggil, serta mengalirkan sihir Primordial Ardelia yang tersimpan di dalam jiwanya secara sadar dan terarah.Di tengah ruangan dingin yang terpahat dari batu meteorit penyerap energi, Lucien sudah berdiri men

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 39: Bayangan Kecurigaan

    Jika Kael mendekati Maya dengan topeng keramahan dan godaan yang meliuk-liuk, maka Azrael—Panglima Tertinggi Pengawal Kerajaan sekaligus tangan kanan Lucien—adalah kebalikannya secara mutlak. Pria bertubuh tinggi tegap dengan garis wajah sekeras batu granit itu tidak pernah tersenyum. Sepasang mata kelabunya yang tajam bagaikan sembilu selalu mengawasi setiap gerak-gerik Maya dari kejauhan dengan tingkat kewaspadaan yang hampir paranoid.Bagi Azrael, keselamatan Negeri Bayangan dan kelangsungan hidup Lucien adalah di atas segalanya. Kehadiran seorang gadis fana yang tiba-tiba membangkitkan sihir Primordial Ardelia—sihir legendaris yang telah lenyap selama berabad-abad—terlalu sempurna untuk dianggap sebagai kebetulan belaka. Di tengah situasi politik yang kian memanas dengan ancaman klan-klan pemberontak di perbatasan, keberadaan Maya di sisi sang Raja adalah sebuah variabel liar yang sangat berbahaya.Sore itu, setelah menyelesaikan sesi latihan fisiknya bersama para prajurit di lapa

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 38: Senyuman Sang Serigala

    Sejak insiden kekacauan di Perpustakaan Agung dan pengakuan terbuka di Balairung Utama yang menguncangkan seluruh fondasi politik kerajaan, keberadaan Maya bukan lagi rahasia yang tersembunyi di sudut Istana Bayangan. Kehidupan sehari-harinya kini dipenuhi ritme latihan etiket yang sangat menguras tenaga, hafalan silsilah klan Kuno yang rumit, serta ketegangan politik yang tak pernah redup di antara para tetua bangsawan tua. Namun, di antara lorong-lorong batu obsidian yang kaku, dingin, dan penuh intrik terselubung tersebut, muncul satu gangguan baru yang cukup mengusik ketenangan dan fokus Maya: kehadiran Lord Kael yang kian intensif.Pria tinggi berambut perak pendek dari klan utama wilayah selatan itu mulai semakin sering muncul secara "kebetulan" di tempat-tempat yang dilintasi oleh Maya. Jika Lucien adalah wujud kegelapan malam yang tenang, tegas, dan mengintimidasi dengan wibawa mutlak, maka Kael adalah bayangan liar yang tak pernah bisa ditebak—selalu hadir dengan senyuman mis

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 37: Ikatan di Bawah Tiga Bulan

    Setelah melewati sore yang amat panjang, menguras tenaga, dan dipenuhi oleh kekacauan tak terduga di Perpustakaan Agung, Maya akhirnya bisa merebahkan tubuhnya yang lelah di atas sofa beludru empuk di kamar utamanya di Sayap Mawar Hitam. Ruangan luas berlapis dinding batu obsidian itu terasa hangat berkat kepulan asap dupa cendana magis yang menyala di sudut meja. Namun, keletihan fisik dan mental sama sekali tidak bisa disembunyikan dari raut wajah Maya. Otot-otot punggungnya terasa kaku luar biasa akibat beban gaun berat serta benturan saat terhempas di perpustakaan. Jemari tangannya masih menyisakan sisa-sisa noda tinta ghaib yang sulit dibersihkan meski telah dibasuh berulang kali dengan air sihir murni, sementara kepalanya terus berdenyut memikirkan hafalan silsilah klan Kuno yang rumit serta tatapan murka para tetua perpustakaan.Pintu kayu berukir indah di depan ruangan mendadak terketuk pelan dua kali, sebelum terdorong terbuka dengan sangat halus. Bella melangkah masuk seraya

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 36: Bencana di Perpustakaan Agung

    Meskipun Maya memiliki keteguhan batin dan tekad yang kuat untuk bertahan di lingkungan Istana Bayangan yang asing, proses beradaptasi dengan kehidupan magis yang dipenuhi oleh ribuan Aturan Kuno ternyata jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan. Setiap sudut bangunan raksasa ini menyimpan tradisi kaku, dan ketidaktahuannya akan detail-detail kecil kerap melahirkan insiden yang tak terduga. Pada hari ketiga masa latihannya yang intensif, Nyonya Vespera menugaskan Maya untuk melakukan studi mandiri—mempelajari peta wilayah perbatasan, perjanjian sihir Kuno, serta silsilah keluarga kerajaan dari klan-klan pendiri. Tugas tersebut mengharuskan Maya menghabiskan seluru sorenya di Perpustakaan Agung, sebuah bangunan megah berlapis tujuh yang terpahat langsung di dalam tebing batu obsidian. Perpustakaan ini dikenal sebagai sanctum paling tenang dan dihormati di kerajaan, menyimpan jutaan gulungan perkamen tua dan kitab sihir langka yang dilindungi oleh mantra-mantra pelindung tingkat ting

  • Kontrak Dengan Raja Kegelapan   Bab 35: Latihan di Atas Kaca

    Mentari pagi baru saja terbit tipis di balik bentangan awan tebal Negeri Bayangan, memancarkan pendaran cahaya keperakan yang dingin menembus jendela-jendela kristal setinggi lima meter di Sayap Mawar Hitam. Setelah peristiwa gempar di Balairung Utama yang menguji batas keberanian dan menegaskan status barunya di hadapan seluruh dewan bangsawan, Maya kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar tamu fana yang asing. Namun, berstatus resmi sebagai calon pendamping sang Penguasa Bayangan membawa konsekuensi baru yang jauh lebih berat. Menjadi calon Ratu berarti harus menguasai ratusan protokol diplomatik, silsilah klan Kuno yang rumit, serta tata bahasa tubuh istana yang kaku dan penuh jebakan sosial.Pagi itu, Aula Latihan Khusus di sayap utara istana telah disulap menjadi arena etiket yang amat mencekam. Di tengah ruangan berlantai pualam licin yang dilapisi sihir penyeimbang, berdiri seorang wanita tua bertubuh jangkung dengan jubah abu-abu ketat—Nyonya Vespera, Kepala Instruktur Etiket

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status