Home / Fantasi / Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP / BAB 36 RACUN DI VILA LEMBAH KRISTAL

Share

BAB 36 RACUN DI VILA LEMBAH KRISTAL

Author: aleta xaviera
last update publish date: 2026-11-03 10:15:16

Tanaman kristal di balkon itu menghitam dalam waktu kurang dari sepuluh detik setelah terkena teh dari Seraphine. Daunnya yang tadi bening berkilau langsung layu, batangnya retak seperti terbakar dari dalam.

Valerius menatap pot itu dengan rahang mengeras. Sebagai Raja Drakonis, dia hafal betul racun jenis itu.

"Ini Racun Kabut Hitam. Racun dari perbatasan utara. Tidak mematikan langsung, tapi bisa membuat peminumnya lemah selama berbulan-bulan. Kekuatannya akan terkunci," kata Valerius pelan t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 39 PERJAMUAN DI VILA LEMBAH KRISTAL

    Undangan dengan dua stempel resmi, Stempel Cakar Naga Raja Drakonis dan Stempel Cahaya Ratu Eterna, tidak bisa ditolak oleh siapa pun di Drakonis Prime, termasuk Menteri Keuangan.Sore harinya, halaman Vila Lembah Kristal sudah ditata. Bukan pesta mewah dengan karpet merah yang biasanya diperdebatkan dewan, tapi perjamuan sederhana di tepi danau yang baru saja dibersihkan. Meja panjang dari kayu kristal, di atasnya hanya ada teko-teko berisi air bening dari danau itu sendiri, dan beberapa piring buah.Kirana sengaja minta seperti itu. Biar semua orang lihat, air yang kemarin hitam pekat sekarang sudah bisa diminum lagi.Kirana berdiri di depan vila dengan gaun sederhana berwarna putih keperakan, mahkota tipis Eterna di kepalanya. Di sampingnya Valerius dengan jubah hitam resmi Raja, dan sedikit di belakang, Arsenio dengan setelan hitam rapi. Bukan sebagai tamu, tapi sebagai rekan bisnis Kirana yang diminta hadir untuk jadi saksi.Lumi dan Nenek Mira berdiri di dekat dapur, siap.Porta

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 38 DANAU YANG MENGHITAM

    Gagak bermata hitam pekat itu terbang meninggalkan ruko Kirana di Jakarta Barat. Terbangnya tidak seperti burung biasa, lurus dan cepat seperti panah, menembus awan dan langsung menghilang ke arah langit.Lumi yang mengintip dari portal kecil di pojok ruko langsung teriak."Kakak! Burung hitam itu matanya sama kayak asap di gaun Tante emas kemarin!"Kirana, Valerius, dan Arsenio yang masih di dalam ruko langsung menoleh.Kirana berdiri. "Lumi, tutup portalnya! Jangan keluar!"Portal kecil itu tertutup. Tapi kalung giok Kirana langsung bergetar panas. Panggilan darurat dari Vila Lembah Kristal.Suara Balthazar terdengar panik dari kalung itu.Yang Mulia Ratu! Yang Mulia Raja! Cepat kembali ke vila! Danau kristal tiba-tiba menghitam!Kirana dan Valerius saling pandang."Seraphine," kata Valerius dingin.Arsenio langsung berdiri, mengambil mapnya."Saya ikut," kata Arsenio.Kirana mengangguk. "Kita bertiga."Portal terbuka dan mereka bertiga langsung muncul di halaman Vila Lembah Kristal

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP    BAB 37  TIGA HATI DI DUA DUNIA

    Pagi setelah insiden racun, Kirana harus kembali ke Bumi. Ada tanda tangan penting dengan investor Tan Group dari Singapura yang tidak bisa diwakilkan. Valerius tidak bisa ikut karena harus menutup celah asap Malakor yang menempel di gaun Seraphine semalam.Jadi pagi itu, portal yang terbuka di kamar vila bukan ke Tahta Cahaya, tapi ke ruko 2 lantai Kirana.Kirana melangkah keluar dengan kemeja putih rapi dan celana bahan hitam. Rambutnya diikat. Mode CEO.Di dalam ruko, Arsenio sudah menunggu di meja kerja dengan map hitam dan dua gelas kopi."Telat 5 menit," kata Arsenio dingin tanpa menatap.Kirana meletakkan tasnya. "Tadi harus kunci vila dulu. Ada yang coba racun kemarin."Arsenio langsung menatap tajam. "Seraphine?""Iya," jawab Kirana sambil duduk. "Sudah beres. Tanamannya saja yang kena."Arsenio tidak menjawab, tapi ia mendorong satu gelas kopi ke arah Kirana. Kopi hitam tanpa gula, kesukaan Kirana kalau lagi mode kerja."Minum ini saja. Jangan minum yang lain kalau saya tida

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 36 RACUN DI VILA LEMBAH KRISTAL

    Tanaman kristal di balkon itu menghitam dalam waktu kurang dari sepuluh detik setelah terkena teh dari Seraphine. Daunnya yang tadi bening berkilau langsung layu, batangnya retak seperti terbakar dari dalam.Valerius menatap pot itu dengan rahang mengeras. Sebagai Raja Drakonis, dia hafal betul racun jenis itu."Ini Racun Kabut Hitam. Racun dari perbatasan utara. Tidak mematikan langsung, tapi bisa membuat peminumnya lemah selama berbulan-bulan. Kekuatannya akan terkunci," kata Valerius pelan tapi dingin.Kirana tidak kaget. Ia justru terlihat tenang, malah mengambil buku catatannya."Jadi tebakanku benar. Seraphine tidak benar-benar ikhlas kemarin. Dia pura-pura menerima, tapi kirim ini duluan," kata Kirana.Valerius langsung menuju pintu. "Saya akan kejar keretanya sekarang. Dia masih di atas lembah."Kirana menahan lengan Valerius."Jangan. Kalau Vale kejar sekarang, dia akan bilang ini cuma salah paham. Dia akan bilang dia cuma kirim teh biasa, mungkin pelayannya yang salah racik.

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP    BAB 35  ASAP HITAM DI GAUN EMAS

    Setelah pembicaraan di depan Tahta Cahaya selesai, Mantan Raja dan Mantan Ratu memutuskan kembali ke Istana Langit. Mereka tidak memaksa Valerius lagi soal perjodohan. Restu sudah diberikan, meski dengan tatapan berat."Kami pulang dulu. Valerius, Kirana, malam ini kembali ke Vila Lembah Kristal. Jangan buat Istana Langit kosong terlalu lama," kata Mantan Raja sebelum membuka portal cahaya dan menghilang bersama Mantan Ratu.Tinggal Kirana, Valerius, Nenek Mira, Lumi, Arsenio, dan Seraphine di tepi hutan cahaya.Seraphine masih berdiri di samping Arsenio. Begitu Mantan Raja dan Ratu hilang, senyum manisnya yang tadi dibuat-buat langsung hilang. Ia melepaskan pegangan tangannya dari lengan Arsenio dengan halus."Terima kasih sudah temani saya ngobrol, Tuan Arsenio," kata Seraphine dengan nada yang kembali anggun dan dingin.Arsenio menatapnya datar. "Sama-sama."Kirana yang melihat dari jauh langsung jalan mendekat. Valerius ikut di sampingnya.Kirana menatap Seraphine. "Lady Seraphine

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 34 : CALON MERTUA DARI ISTANA LANGIT

    Portal dari rumah Zona B tertutup tepat di depan Tahta Cahaya Eterna. Kirana dan Valerius muncul bersamaan. Di depan tahta, Mantan Raja dan Mantan Ratu Drakonis sudah menunggu. Nenek Mira dan Lumi berdiri di belakang, sedangkan Seraphine berdiri di samping Mantan Ratu dengan senyum yang dibuat-buat manis. Mantan Raja bersuara duluan. "Valerius, akhirnya kamu muncul. Kami menunggu di Vila Lembah Kristal dari subuh." Valerius memberi hormat formal. "Ayahanda, Ibunda." Kirana ikut memberi hormat dengan anggukan sopan. "Mantan Raja, Mantan Ratu." Mantan Ratu menatap Kirana tajam. "Jadi kamu Kirana?" "Benar," jawab Kirana singkat. Seraphine langsung masuk dengan suaranya yang manja. "Ibunda, Ayahanda, lihat kan? Vale semalaman tidak pulang, ternyata bersama dia," kata Seraphine sambil melirik Kirana. Valerius langsung memotong dingin. "Seraphine, jaga ucapanmu." Mantan Raja mengangkat tangan, menghentikan perdebatan kecil itu. "Kami datang bukan untuk bertengkar. Kami datang kar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status