Compartir

Bab 28-Modus

Autor: Cinta94
last update Última actualización: 2026-01-10 22:11:27

Suasana kantor mulai ramai, para staff mulai berdatangan, memasuki lift untuk mengantarkan mereka menuju ruangan.

Karena adanya proyek besar membuat para karyawan menjadi lebih sibuk. Bahkan mereka sering lembur, karena pekerjaan yang belum selesai dan sudah harus segera diserahkan kepada atasan.

"Hari ini ada meeting dengan para vendor. Arabella, nanti kamu ikut meeting bersama Pak Azael, dan Pak Naufal, serta dengan manager dari departemen keuangan."

Arabella merasa terkejut kala dirinya ditunjuk untuk mengikuti meeting kali ini.

"Saya, Bu?"

Eliza menganggukkan kepalanya, "ya... Pak Azael meminta yang membuat proposal untuk ikut meeting bersama kali ini. Jadi, kamu yang harus ikut. Ditambah kamu yang ikut survei lokasi waktu itu."

"Kenapa semesta selalu memberi ruang untuk aku bertemu dengan Pak Azael," pikir Bella, karena semenjak kejadian makan malam kemarin, dia menjadi canggung untuk bertemu dengan Azael.

Flashback makan malam..

"Terimakasih, Pak." Ucap Arabella sebelum dia
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 29-Kenyamanan

    "Akhirnya, meeting hari ini selesai dengan hasil yang tidak mengecewakan. Meskipun ada desain yang masih harus direvisi." Ucap Malik, selaku manager keuangan. "Pembiayaan pun, tidak ada kendala, semoga ke depannya terus seperti ini," timpal Azael. "Ya... benar sekali, Pak. Jika diawal sudah dipermudah seperti ini, biasanya ke depan pun akan dipermudah," kata Malik. "Mari, kita makan siang dulu." Kata Naufal. "Maaf sekali, Pak. Saya bukan menolak, tetapi dari tadi orang departemen terus menghubungi saya, saya harus segera kembali ke kantor." Ucapnya dengan rasa tidak enak. Tapi, bagaimana lagi, orang kantor terus menghubungi dirinya. "Tidak makan siang dulu, Pak. Kita meeting dari pagi," sambung Naufal. "Biar saya makan di perjalanan saja. Kebetulan sekali, tadi istri saya membawakan bekal untuk makan siang," senyum terbit di wajah Malik kala membicarakan sang istri. Naufal ikut tersenyum. "Wah.. perhatian sekali istri Pak Malik," Azael ikut tersenyum tipis, hingga tid

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 28-Modus

    Suasana kantor mulai ramai, para staff mulai berdatangan, memasuki lift untuk mengantarkan mereka menuju ruangan. Karena adanya proyek besar membuat para karyawan menjadi lebih sibuk. Bahkan mereka sering lembur, karena pekerjaan yang belum selesai dan sudah harus segera diserahkan kepada atasan. "Hari ini ada meeting dengan para vendor. Arabella, nanti kamu ikut meeting bersama Pak Azael, dan Pak Naufal, serta dengan manager dari departemen keuangan." Arabella merasa terkejut kala dirinya ditunjuk untuk mengikuti meeting kali ini. "Saya, Bu?" Eliza menganggukkan kepalanya, "ya... Pak Azael meminta yang membuat proposal untuk ikut meeting bersama kali ini. Jadi, kamu yang harus ikut. Ditambah kamu yang ikut survei lokasi waktu itu.""Kenapa semesta selalu memberi ruang untuk aku bertemu dengan Pak Azael," pikir Bella, karena semenjak kejadian makan malam kemarin, dia menjadi canggung untuk bertemu dengan Azael.Flashback makan malam.."Terimakasih, Pak." Ucap Arabella sebelum dia

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 27-Makan Malam

    "Saya sudah di depan toko." Satu pesan masuk pada ponsel Arabella. Terkejut.. tentu saja, setelah membaca pesan masuk tersebut. Dia segera memastikannya dari kamar, melihat lewat jendelanya. Disana sudah ada mobil yang begitu familiar baginya. "Kenapa harus jemput sih," kesal Arabella, lebih tepatnya dia merasa tidak enak, bukankah kemarin dia mengatakan untuk berangkat sendiri saja. Dia pun bergegas keluar rumah. Kali ini Arabella mengenakan model A-line dress berwarna hitam, dipadukan dengan heels berwarna gold. Bella sudah berpamitan kepada kedua orang tuanya, jadi dia tidak perlu lagi masuk ke toko. Bella tiba di dekat mobil milik Azael, si pemilik mobil sedang menundukkan kepalanya, fokus pada layar ponselnya. Dia menyadari kehadiran Arabella dengan melihat sepasang sepatu di bawah sana. Azael pun melirik dari bawah hingga ke atas, dan netra mereka saling bertemu. Dia merasa terpana dengan penampilan Arabella kali ini, untuk beberapa saat dia tidak mengedipkan matany

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 26-Pacar?

    "Malam minggu nanti, Papa ingin kalian membawa pasangan kalian untuk makan malam di rumah." Perkataan Emir membuat Azael dan Naufal membulatkan matanya, bagimana bisa beliau meminta hal seperti ini. Maksudnya, mereka belum memiliki kekasih. "Tuan, saya belum memiliki kekasih. Azael... sepertinya dia sudah memiliki kekasih." Tembak Naufal pada Azael, tentu saja itu membuat Azael membulatkan kedua matanya tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh Naufal. Emir menatap Azael. "Oh seperti itu. Jadi, kamu menyembunyikan calon menantu, Papa!" "Jangan dengarkan omong kosong Naufal, Pa." Belanya. Emir menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Tidak usah berbohong, Papa sudah melihatnya." Ya.. kedua orang yang melihat interaksi antara Azael dan Arabella saat di kantor waktu itu adalah Emir dan Naufal. "Melihat? Siapa yang Papa lihat?" Bingung Azael. "Sudah... Papa mau kamu membawa gadis itu saat makan malam nanti." Azael semakin tidak mengerti, "baiklah, kita pulang sekar

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 25-Teman Lama

    Helaan nafas Arabella embuskan, merebahkan tubuhnya di atas kasur. Rasanya cukup melelahkan sekali untuk beberapa hari ini. Baru dia akan memejamkan matanya, ponselnya sudah lebih dulu berbunyi. "Halo, Shre" Shreyalah yang menghubunginya, ntah ada apa wanita itu menghubunginya di sore hari ini. Apakah dia tidak bekerja. "Lo udah balik?" "Baru sampe rumah. Ada apa?" "Cocok.. ok, gue jemput lo. Lo siap-siap," "Mau kemana?" "Temenin gue makan." "Ok, gue siap-siap dulu," Panggilan pun berakhir, Arabella langsung mengambil handuk dan segera membersihkan tubuhnya. Dia akan bersiap-siap dengan cepat. Setelah rapih, tak lama Shreya pun menghubunginya, bahwa dia sudah berada di depan toko. "Mau kemana lagi?" Tanya Arunika. "Keluar sama Shreya, Bu. Kalian makan malam duluan saja, tidak usah tunggu aku. Berangkat ya," pamitnya, kebetulan Arunika baru akan naik ke atas, karena dia harus bersiap memasak untuk makan malam, jadi Arabella tidak harus ke toko untuk berpamita

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 24-Saham

    Para dewan direksi sudah mulai berdatangan, sebagian sudah terduduk di kursi ruang rapat. Mereka saling menyapa satu sama lain. Hingga ruang rapat sudah dipenuhi oleh para dewan direksi dan petinggi Zayn Holding lainnya. Permintaan Tuan Emir untuk mengadakan rapat internal ini, membuat sebagian dari mereka bertanya-tanya. Dua pria muda diantara para pria paruh baya lainnya baru saja tina di ruang rapat ini. Mereka mendudukkan tubuhnya masing-masing di kursi yang saling berhadapan, untuk kursi yang masih kosong tepatnya berada di tengah-tengah, itu akan diisi oleh Tuan Emir, selaku pemilik Zayn Holding. Tak lama terdengar suara derap sepatu, yang mereka yakini itu adalah Tuan Emir. Para peserta rapat pun bangkit dari kursi mereka, menyambut kedatangan Tuan Emir, selaku pemilik perusahaan dan juga saham Zayn Holding. Tuan Emir terdenyum pada para peserta rapat. Pria paruh baya itu berjalan menuju kursinya dan langsung mendudukkan tubuhnya di sana. "Selamat siang, semuanya."

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status