Share

Bab 24-Saham

Author: Cinta94
last update Last Updated: 2026-01-07 13:15:17

Para dewan direksi sudah mulai berdatangan, sebagian sudah terduduk di kursi ruang rapat. Mereka saling menyapa satu sama lain. Hingga ruang rapat sudah dipenuhi oleh para dewan direksi dan petinggi Zayn Holding lainnya.

Permintaan Tuan Emir untuk mengadakan rapat internal ini, membuat sebagian dari mereka bertanya-tanya.

Dua pria muda diantara para pria paruh baya lainnya baru saja tina di ruang rapat ini. Mereka mendudukkan tubuhnya masing-masing di kursi yang saling berhadapan, untuk kursi yang masih kosong tepatnya berada di tengah-tengah, itu akan diisi oleh Tuan Emir, selaku pemilik Zayn Holding.

Tak lama terdengar suara derap sepatu, yang mereka yakini itu adalah Tuan Emir.

Para peserta rapat pun bangkit dari kursi mereka, menyambut kedatangan Tuan Emir, selaku pemilik perusahaan dan juga saham Zayn Holding.

Tuan Emir terdenyum pada para peserta rapat. Pria paruh baya itu berjalan menuju kursinya dan langsung mendudukkan tubuhnya di sana.

"Selamat siang, semuanya."
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 26-Pacar?

    "Malam minggu nanti, Papa ingin kalian membawa pasangan kalian untuk makan malam di rumah." Perkataan Emir membuat Azael dan Naufal membulatkan matanya, bagimana bisa beliau meminta hal seperti ini. Maksudnya, mereka belum memiliki kekasih. "Tuan, saya belum memiliki kekasih. Azael... sepertinya dia sudah memiliki kekasih." Tembak Naufal pada Azael, tentu saja itu membuat Azael membulatkan kedua matanya tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh Naufal. Emir menatap Azael. "Oh seperti itu. Jadi, kamu menyembunyikan calon menantu, Papa!" "Jangan dengarkan omong kosong Naufal, Pa." Belanya. Emir menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. "Tidak usah berbohong, Papa sudah melihatnya." Ya.. kedua orang yang melihat interaksi antara Azael dan Arabella saat di kantor waktu itu adalah Emir dan Naufal. "Melihat? Siapa yang Papa lihat?" Bingung Azael. "Sudah... Papa mau kamu membawa gadis itu saat makan malam nanti." Azael semakin tidak mengerti, "baiklah, kita pulang sekar

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 25-Teman Lama

    Helaan nafas Arabella embuskan, merebahkan tubuhnya di atas kasur. Rasanya cukup melelahkan sekali untuk beberapa hari ini. Baru dia akan memejamkan matanya, ponselnya sudah lebih dulu berbunyi. "Halo, Shre" Shreyalah yang menghubunginya, ntah ada apa wanita itu menghubunginya di sore hari ini. Apakah dia tidak bekerja. "Lo udah balik?" "Baru sampe rumah. Ada apa?" "Cocok.. ok, gue jemput lo. Lo siap-siap," "Mau kemana?" "Temenin gue makan." "Ok, gue siap-siap dulu," Panggilan pun berakhir, Arabella langsung mengambil handuk dan segera membersihkan tubuhnya. Dia akan bersiap-siap dengan cepat. Setelah rapih, tak lama Shreya pun menghubunginya, bahwa dia sudah berada di depan toko. "Mau kemana lagi?" Tanya Arunika. "Keluar sama Shreya, Bu. Kalian makan malam duluan saja, tidak usah tunggu aku. Berangkat ya," pamitnya, kebetulan Arunika baru akan naik ke atas, karena dia harus bersiap memasak untuk makan malam, jadi Arabella tidak harus ke toko untuk berpamita

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 24-Saham

    Para dewan direksi sudah mulai berdatangan, sebagian sudah terduduk di kursi ruang rapat. Mereka saling menyapa satu sama lain. Hingga ruang rapat sudah dipenuhi oleh para dewan direksi dan petinggi Zayn Holding lainnya. Permintaan Tuan Emir untuk mengadakan rapat internal ini, membuat sebagian dari mereka bertanya-tanya. Dua pria muda diantara para pria paruh baya lainnya baru saja tina di ruang rapat ini. Mereka mendudukkan tubuhnya masing-masing di kursi yang saling berhadapan, untuk kursi yang masih kosong tepatnya berada di tengah-tengah, itu akan diisi oleh Tuan Emir, selaku pemilik Zayn Holding. Tak lama terdengar suara derap sepatu, yang mereka yakini itu adalah Tuan Emir. Para peserta rapat pun bangkit dari kursi mereka, menyambut kedatangan Tuan Emir, selaku pemilik perusahaan dan juga saham Zayn Holding. Tuan Emir terdenyum pada para peserta rapat. Pria paruh baya itu berjalan menuju kursinya dan langsung mendudukkan tubuhnya di sana. "Selamat siang, semuanya."

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 23-Approved

    Arabella berjalan dengan senyum yang terus tersungging di wajahnya, membuat rekan satu timnya mengira jika proposal Arabella di acc. "Bella, sukseskah?" Tanya Eliza. Dengan tersenyum manis dia menggelengkan kepalanya, lalu mendudukkan tubuhnya di atas kursi putarnya. Eliza, Giselle, dan Altair saling menatap satu sama lain, melihat ekspresi yang Arabella tunjukkan. "Lalu, kenapa kamu tersenyum seperti itu, Nona?" Tanya Altair dengan ekspresi wajah keheranan. "Karena aku senang," "Hah!" Kompak ketiga rekannya menjawab. "Senang? Kan proposal lo belum acc, Bel?" Kali ini Giselle yang membuka suara. Dia hanya tersenyum seraya melihat wajah rekan-rekannya bergantian. "Kita buat kembali!" Serunya dengan semangat. Tatapan heran dari rekan-rekannya terus dia terima, tetapi Arabelle terus fokus pada layar komputernya. ** Di ruangan Azael, pria itu masih mencerna ekspresi yang Arabella tunjukkan tadi. Bagaimana bisa wanita itu terus tersenyum disaat dirinya terus meminta revisi, da

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 22-Senyuman

    "Jadi, lo ada perjanjian sama Azael?" Teriak Shreya.Arabella hanya mengangguk malas."Lo ingat setelah pertemuan waktu itu, dia gak ada hubungin gue sama sekali. Itu, gue habis tolak perjanjian dia, karena isinya sama sekali tidak menguntungkan buat gue." Ucap Arabella, dengan setia Shreya mendengarkannya."Dan kemarin dia ngasih lagi surat perjanjian sama gue, setelah gue baca, isi perjanjian kali ini sama-sama saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," lanjutnya."Apa isi perjanjiannya?" Penasaran Shreya."Pertama, pekerjaan ini dianggap lembur, jadi gue akan dibayar kalau gue jalanin misi. Kedua, pihak kedua harus selalu siap kapan saja jika pihak pertama membutuhkan, tetapi di luar jam kerja. Ketiga, tidak akan ada pishical touch dalam perjanjian ini, jika melanggar maka akan dikenakan denda, baik itu dari pihak pertama atau pun kedua, hukuman ini berlaku." "Waw... perjanjian macam apa ini,"Arabella hanya mengedikkan bahunya acuh."Isi perjanjiannya cuman ada 3?""Keempat, j

  • Kontrak Panas dengan CEO   Bab 21-Revisi Lagi

    Jam sudah menunjukkan pukul 15.30, tim desain I masih disibukkan dengan pekerjaan mereka. Proposal Eliza sudah selesai dan approved, tetapi proposal Arabella harus direvisi ulang, membuat rekan-rekan dari tim desain merasa aneh. Altair dan Giselle baru rampung mengerjakan setengah dari desain mereka. Arabella bangkit dari kursinya, dengan map yang dia bawa. "Semangat, semoga kali ini langsung acc." Ucap Eliza menyemangati. Bella pun tersenyum dengan kepala yang dia anggukkan. Dia pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift, untuk mengantarkannya ke ruangan CEO. "Pertama kalinya dalam sejarah, proposal Arabella Zayana dimintai revisi. Sebelumnya selalu approved. Apa benar gosip yang beredar itu," celetuk Giselle, membuat perhatian Eliza dan Altair tertuju padanya. "Gosip apa?" Penasaran Altair. "Gosip tentang CEO baru kita, pekerjaan apapun harus sempurna, tidak boleh ada noda sedikit pun. Dan satu lagi, jangan pernah menyinggung perasaannya, akibatnya akan fatal."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status