Share

Bab 3

Author: belle
last update publish date: 2026-09-24 21:18:36

Sepuluh menit kemudian, setelah menerima— oh ralat, "terpaksa menerima"  tawaran kerja sama yang konyol dengan Mr.Wilson itu, Alexia masih berada di ruangan yang sama seperti pertama kali dirinya terbangun tadi.

Alexia merasa seperti bukan dirinya sendiri, ia seperti sedang bermimpi.

Beberapa gadis suruhan Logan sudah memakaikan gaun di tubuh Alexia dan tinggal sedikit menyelesaikan riasannya di wajah Alexia.

Setelah itu, kursi yang di duduki Alexia pun di putar menghadap cermin, membuat sang pemilik wajah seketika tercengang. Alexia sampai hampir tersedak air liurnya sendiri.

Ya Tuhan, itu bukan aku.

Itu bukan Alexia yang biasa ku kenal.

Alexia Ainsley yang biasanya lebih sering tampil natural dengan kaos polos di padukan kemeja flanel dan celana jeans sederhana, sekarang tampilannya berbeda drastis.

Riasan wajahnya begitu cantik, tetapi tidak sampai menghilangkan ciri-ciri wajah asli Alexia. Blush merah muda memberikan sedikit warna pada pipinya. Eyeliner tipis membingkai matanya, sementara bulu mata yang sudah dijepit tampak lebih lentik dengan sapuan maskara. Alisnya pun dibentuk dengan rapi.

Semuanya terlihat sempurna. Alexia bahkan tampak seperti seseorang yang pantas muncul di sampul majalah Vogue.

Melihat raut takjub di wajah Alexia, para gadis itu pun tersenyum puas.

"Kau suka?"

Alexia mengangguk. "Aku suka." Ia mengatakannya nyaris seperti bergumam, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada para gadis itu.

Beberapa saat kemudian, Alexia sudah berjalan menuruni tangga. Lengan kekar Logan melingkar ringan di pinggang wanita itu. Sentuhannya begitu ringan hingga hampir tidak terasa. Namun, tetap saja, bulu kuduk Alexia terasa meremang.

Alexia mempertahankan senyum di wajahnya.

"Seperti yang kita latih, Nona Lexia." bisik Logan di dekat telinga Alexia.

Sebelum ini, Logan memberikan Alexia waktu dua puluh menit untuk berlatih. Ya, hanya dua puluh menit.

Dua puluh menit untuk menghafalkan semua kebohongan yang harus ia katakan. Dua puluh menit untuk memastikan cerita mereka terdengar masuk akal. Dan dua puluh menit untuk membiasakan diri dengan gaun paling tidak nyaman yang pernah wanita itu pakai.

Gaun merah yang begitu ketat mengikuti bentuk tubuh dan memiliki belahan tinggi di bagian kaki, dengan potongan punggung yang cukup rendah hingga membuat Alexia ingin mempertanyakan kewarasannya sendiri.

Begitu pintu ballroom terbuka, seluruh perhatian langsung tertuju kepada keduanya. Kilatan kamera bahkan tidak menunggu mereka melangkah. Jepretan demi jepretan meledak di depan mata.

Alexia merasa matanya benar-benar silau.

Berjalan menggunakan sepatu hak tinggi dalam kondisi seperti ini sepertinya merupakan ide terburuk yang pernah ia miliki.

Langkah Alexia terhenti. Jantungnya berdetak begitu liar dan telapak tangannya mulai berkeringat. Alexia ingin berbalik dan mengatakan kepada Logan bahwa ia tidak sanggup melakukan semua ini.

Namun, di saat yang bersamaan tangan hangat Logan menyentuh punggung Alexia. Sentuhan itu membuatnya tersentak kecil. Tapi anehnya, bahu Alexia yang sejak tadi terasa tegang perlahan mengendur. Alexia menarik napas dan keduanya kembali berjalan.

Begitu memasuki lorong, kilatan kamera mulai berkurang. Sebagai gantinya, bisikan dan pertanyaan mulai terdengar dari berbagai arah.

"Siapa dia?"

"Itu kekasih barunya?"

"Jangan-jangan dia mainan baru Logan?"

Alexia pura-pura tidak mendengar. Sebuah suara kemudian menggema di seluruh aula ketika mikrofon yang digunakan pembawa acara sempat mengeluarkan bunyi nyaring.

"Hadirin sekalian, mari kita sambut Tuan Logan Wilson dan tunangannya, Nona Alexia Ainsley!"

Tepuk tangan langsung memenuhi ruangan. Seharusnya Alexia merasa seperti berada di atas dunia. Tapi kenyataannya tidak. Tidak ketika ia tahu semua ini hanyalah sandiwara.

Seolah sudah menunggu aba-aba, beberapa orang mulai mendekati keduanya. Mereka mengucapkan selamat,

tersenyum dan berjabat tangan. Semua orang bertingkah seolah pertunangan ini benar-benar terjadi.

"Well, lihat siapa yang datang."

Alexia mendengar suara dari belakang. Ia pun berbalik. Seorang wanita berdiri di sana. Tingginya biasa saja, tetapi penampilannya langsung menarik perhatian. Tubuhnya berlekuk, dibalut gaun malam putih ketat. Wajahnya di penuhi riasan tebal, sementara rambut pirangnya di tata dalam sanggul elegan.

Perhiasan dan tas bermerek yang di kenakannya tidak membuat Alexia merasa rendah diri. Justru tatapan mata wanita itu yang membuat Alexia merasa begitu. Sepasang mata biru yang dingin.

Alexia refleks meraih tangan Logan. Anehnya, pria itu membalas dengan sedikit meremas tangan Alexia.

"Halo, Bianca."

Nada suara Logan sama sekali tidak terdengar ramah.

"Senang melihatku, Logan?" Bianca langsung mendekat memeluk Logan tanpa permisi. Wanita itu sengaja mendorong tubuh Alexia ke samping.

"Aku sangat bahagia untukmu!" katanya. "Begitu mendengar kabarnya, aku langsung datang untuk mengucapkan selamat. Ini benar-benar kejutan."

Bianca.

Nama itu membuat Alexia teringat sesuatu. Alexia pernah melihat wanita itu dalam beberapa artikel lama tentang Logan.

Dia adalah mantan kekasih Logan Wilson. Hubungan mereka berakhir dengan cukup kacau dan dari apa yang  Alexia baca, Bianca merupakan salah satu penyebab utama perpisahan mereka.

Alexia bertanya-tanya dalam hati apakah wanita ini kembali karena masih berpikir dirinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan Logan kembali.

"Aku benar-benar tidak percaya kau berkencan dengan wanita seperti ini, Logan." Suara Bianca terdengar manja. Tangannya bahkan menyusuri lengan Logan.

"Dulu seleramu bagus. Kau selalu memilih wanita yang berkelas." Matanya melirik Alexia dari atas sampai bawah. "Sekarang, apa yang terjadi padamu?"

Sesuatu terasa berputar di dalam perut Alexia. Ia hampir saja membalas. Namun, satu tatapan Logan membuat Alexia langsung mengurungkan niatnya.

Terserah mereka mau punya hubungan seperti apa. Alexia tidak peduli. Pertunangan ini juga hanya sandiwara. Tapi satu hal yang tidak akan ia terima adalah di perlakukan seenaknya oleh wanita yang bahkan tidak mengenalnya.

"Anyway..."

Bianca akhirnya mengakhiri ocehannya setelah beberapa menit membicarakan kukunya, liburannya di Bahama, dan berbagai hal yang sebenarnya sama sekali tidak ingin Alexia dengar.

"Sampai jumpa nanti, ya?"

Logan mengangguk pelan.

Begitu Bianca pergi, Alexia baru bisa bernapas lega. Parfumnya begitu kuat sampai membuat tenggorokan Alexia terasa sesak.

Alexia kemudian menoleh ke arah pria tinggi di sampingnya. "Berapa banyak lagi wanita masa lalumu yang harus kutahan sampai pesta ini selesai?"

Senyum tipis muncul di sudut bibir Logan. "Tunanganku sudah cemburu?"

"Cemburu?"

Alexia mendengkus. "Tentu saja tidak!"

Suaranya langsung meninggi.

"Aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku tidak akan diam saja kalau ada wanita lain yang datang dan merendahkanku lagi. Aku bersumpah jika—"

Tiba-tiba tangan Logan meraih pinggang Alexia dan memutar tubuh wanita itu menghadapnya. Membuat Alexia langsung terdiam.

Logan mendekat hanya untuk memastikan orang-orang di sekitar mereka melihat kemesraan yang seharusnya ditampilkan sepasang tunangan.

Tangan Logan tetap berada di pinggang Alexia sementara suara rendahnya terdengar di telinga Alexia. "Hati-hati, sayang."

Alexia sontak mengerjapkan mata.

Sayang?

Aku tidak salah dengar?

Sebelum Alexia bersuara untuk mempertanyakan mengapa Logan memanggilnya dengan kata-kata yang terdengar menjijikkan itu, Logan lebih dulu merapat, mengikis jarak di antara keduanya dan berbisik pelan tepat di telinga Alexia.

"Jangan sampai kau membongkar penyamaran kita,"

Alexia mengangguk kecil. Oke baiklah. Kali ini Alexia menganggap hal itu hanya segumpal angin yang lewat begitu saja.

Tak lama setelah itu, beberapa suara kembali terdengar dari arah belakang mereka.

"Oh, jadi kalian pasangan baru yang sedang ramai dibicarakan itu?"

Alexia segera menjaga jarak dan menoleh.

Beberapa tamu sudah berdiri di hadapan keduanya. Mereka tampak begitu antusias berbicara dengan Alexia dan Logan.

Dan selama dua jam berikutnya... Alexia berbasa-basi, tertawa palsu, mengangguk,

tersenyum lagi. Begitu seterusnya sampai acara selesai.

Selama kurang lebih dua jam Logan menyiksa kenyamanan Alexia, pria itu pun akhirnya menarik Alexia keluar dari kerumunan menuju sebuah pintu tersembunyi di balik tirai.

Begitu pintu tertutup, suasana langsung berubah. Keduanya berada di sebuah lorong sempit yang diterangi lampu-lampu kecil di sepanjang dinding.

"Kau pasti lelah."

Logan berjalan lebih dulu. "Aku akan mengantarmu ke kamarmu."

Alexia berhenti. "Kamarku?"

Sebelum sempat Alexia mengatakan apapun lagi, Logan sudah lebih dulu meraih pergelangan tangan wanita itu.

Logan menarik Alexia mengikutinya menuruni tangga. Keduanya terus berjalan hingga akhirnya memasuki sebuah lift.

Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka. Mereka tiba di sebuah ruangan yang luas. Warnanya monoton, hampir tidak ada dekorasi yang memberikan kesan hangat. Tidak ada foto keluarga, tidak ada benda-benda pribadi yang terlihat mencolok. Hanya furnitur sederhana dengan nuansa gelap.

Alexia menatap sekeliling. Tidak perlu ada yang memberitahunya. Ia tahu ruangan ini milik siapa.

Alexia perlahan menoleh ke arah Logan.

"Ini kamarmu?"

Logan mengangguk.

"Lalu, maksudmu..."

"Ini kamarmu juga sekarang karena mulai detik ini kau tidur bersamaku di kamar ini."

* * *

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   bab 6

    Alexia bertanya-tanya dalam hati. Ia seperti tidak percaya. Bukan cemburu atau sejenisnya, ia lebih ke arah penasaran. Rasanya seperti mustahil jika seorang Logan Wilson hanya mengagumi satu wanita saja selama hidupnya.Apa yang bisa di harapkan dari seorang pria yang memiliki segalanya? Mereka cenderung tidak butuh cinta yang tulus. Uang sudah bisa membeli apapun yang mereka inginkan.Salah seorang wanita yang usianya sekitar tiga puluh lima tahunan, menjawab dengan antusias. "Namanya Bianca. Dia bagian dari keluarga Louise. Seorang pewaris utama."Alexia mengernyit.Bianca? Oh, wanita itu ternyata yang mereka maksud."Keluarga mereka sangat berkuasa," lanjut wanita itu. "Bahkan Wakil Presiden kabarnya berada di bawah pengaruh mereka."Alexia menahan napas."Bahkan aku pernah dengar," sahut wanita lain yang sedikit lebih muda, "Keluarga Louise dulu pernah menjadi pesaing keluarga Wilson.”"Tapi sejak Logan mengambil alih, mereka kalah. Sejak saat itu, keluarga Louise terus mencari ca

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 5

    Pagi datang seperti seorang pencuri yang diam-diam merampas malam. Cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah jendela, sementara angin pagi menyentuh wajah dengan lembut.Alexia menggeliat, kesadarannya perlahan mulai kembali. Dengan kedua mata yang masih terpejam rapat, Alexia menghirup udara sebanyak yang ia bisa.Hari ini seharusnya jadwal liburnya di kantor. Itu berarti ia punya waktu seharian untuk berolahraga, berlari, membuat sarapan, melakukan penelitian lebih lanjut tentang Logan Wilson dan mungkin mencari seorang pria untuk menemaninya bersenang-senang.Alexia tersenyum lebar.Bersenang-senang dengan seorang pria? Ah! Baginya yang entah sudah berapa lama hidup tanpa ada hubungan kekasih, membayangkannya sudah cukup membuat Alexia berbunga-bunga.Dalam otaknya, Alexia membayangkan pria yang menemaninya berpostur tubuh kekar dengan dada bidang dan perut sixpack, dengan gambaran wajah mirip Shawn Mendes.Oh sungguh indahnya.Jemari tangan Alexia menari, membayangkan ia meny

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 4

    Sekitar setengah jam lamanya berdebat panjang lebar dengan Logan mengenai mengapa mereka harus tidur bersama dalam satu kamar, akhirnya Logan berhasil membawa, lebih tepatnya memaksa Alexia masuk ke dalam kamarnya. Logan tersenyum puas menatap kekalahan Alexia. "Aktingmu lumayan. Kau tampil cukup baik malam ini. Walaupun, kalau boleh memberi saran, sepertinya kau perlu mengambil kursus teater. Ada bakat terpendam dalam dirimu." Dada Alexia langsung terasa panas. Amarahnya menggelegak sampai ke tulang. Rasanya emosinya mendidih seperti pemanas yang hampir meledak. Alexia menatap Logan tajam. " Tidak usah banyak bicara tidak penting. Kau baru saja menyeretku ke medan perang yang sebenarnya tanpa persetujuanku." Logan dengan santainya mulai melepas jam tangan dan kancing mansetnya. "Tapi kau sudah menyetujuinya kalau kau lupa." Alexia mengangkat sebelah alis. "Dalam waktu sepuluh detik!" protesnya. "Dan sekarang kau malah bertingkah seolah—" Alexia mendadak terdiam. "Seolah

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 3

    Sepuluh menit kemudian, setelah menerima— oh ralat, "terpaksa menerima" tawaran kerja sama yang konyol dengan Mr.Wilson itu, Alexia masih berada di ruangan yang sama seperti pertama kali dirinya terbangun tadi.Alexia merasa seperti bukan dirinya sendiri, ia seperti sedang bermimpi.Beberapa gadis suruhan Logan sudah memakaikan gaun di tubuh Alexia dan tinggal sedikit menyelesaikan riasannya di wajah Alexia.Setelah itu, kursi yang di duduki Alexia pun di putar menghadap cermin, membuat sang pemilik wajah seketika tercengang. Alexia sampai hampir tersedak air liurnya sendiri.Ya Tuhan, itu bukan aku.Itu bukan Alexia yang biasa ku kenal.Alexia Ainsley yang biasanya lebih sering tampil natural dengan kaos polos di padukan kemeja flanel dan celana jeans sederhana, sekarang tampilannya berbeda drastis.Riasan wajahnya begitu cantik, tetapi tidak sampai menghilangkan ciri-ciri wajah asli Alexia. Blush merah muda memberikan sedikit warna pada pipinya. Eyeliner tipis membingkai matanya, s

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 2

    Logan Wilson masih terus menatap Alexia dengan tatapan penuh introgasi. Seolah apapun yang Alexia katakan sekarang tidak mampu menggoyahkan benteng pertahanannya untuk buru-buru mempercayainya.Sementara Alexia, seperti banyak berita yang beredar mengenai pria di hadapannya ini, Alexia sangat yakin bahwa dalam waktu dekat ia akan segera kehilangan pekerjaannya.Pria dingin itu sangat angkuh dan tidak tersentuh. Ia pasti tidak akan menoleransi siapapun yang berani mengusik hidupnya.Alexia menghela napas panjang, membuang semua wajah sandiwaranya karena rasanya percuma bersandiwara dengan seorang Logan Wilson. Alexia bahkan sudah pasrah jika saja Logan akan memenjarakannya setelah ini.Apalagi setelah mengetahui bahwa pria ini mengenal adiknya, Alicia Ainsley, yang sudah menghilang tujuh tahun lamanya.Alexia sudah sampai di ruangan ini, berhadapan langsung dengan pria yang terkenal sebagai Sang Iblis itu. Mungkin ini cara Tuhan membantunya. Lalu untuk apa ia harus berhenti sekarang? S

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 01

    Alexia Ainsley adalah seorang gadis yang bermimpi menjadi jurnalis investigasi terbaik sekaligus penulis kriminal terkenal, tetapi seolah-olah seluruh mimpinya sedang ditenggelamkan ke dalam lautan kesialan.Setiap bulan Alexia menangani tiga kasus besar. Namun, supervisornya yang baik hati, Kyle, selalu berhasil membujuk para korban untuk mencabut laporan mereka.Alexia masih ingat ketika ia dengan beraninya menyelinap ke mansion Perdana Menteri seperti seorang pencuri. Tapi sialnya ia malah berakhir di kamar tidur dan melihat pria itu sedang bersama seorang wanita yang bukan istrinya.Dan keesokan paginya?Dia datang langsung ke tempat kerja Alexia dan mengamuk.Ada beberapa kasus lain yang tidak kalah buruk. Bahkan sampai sekarang, Alexia masih sering kehilangan tidur hanya karena mengingatnya.Lalu kenapa sampai sekarang Alexia belum juga dipecat?Menurut Kyle, Alexia adalah jurnalis terbaik di surat kabar Wednesday Times karena ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki jurnalis lai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status