Home / Rumah Tangga / Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya / Bab 646 Sisi Ego yang Tersulut

Share

Bab 646 Sisi Ego yang Tersulut

Author: Dhesu Nurill
last update Huling Na-update: 2025-08-03 21:54:03

"Sebenarnya kita sedang berbicarakan apa, sih? Kalau kamu merasa rugi karena aku meminta uangmu dulu, akan aku kembalikan. Tapi, tidak bisa 20 kali lipat. Aku tidak punya uang sebanyak itu. Bukankah sebelumnya kita sudah saling berjanji untuk tidak membahas masalah ini? Seorang laki-laki itu dipegang ucapannya, kalau kamu sampai menjilat ludahmu sendiri, berarti kamu yang pengecut.

Seketika sisi jantan seorang David merasa tergoyahkan. Dia tidak suka dengan perkataan itu. Padahal intinya bukan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 703 Keputusan Raka yang Salah

    "Perhatian semuanya, saya punya pengumuman penting," ucap Raka beberapa menit sebelum jam istirahat.Semua karyawan berkumpul di sana, termasuk Imel yang merasa syok melihat Maura berdiri di sebelah Raka. Begitu pula dengan Sari, wanita itu jauh lebih kaget lagi. Perasaannya campur aduk melihat seseorang berdiri begitu dekat di samping Raka, apalagi dia baru saja dimarahi habis-habisan oleh Raka karena perbuatannya tadi. Dalam hati Sari menggerutu, dia ingin tahu siapa wanita itu sebenarnya. Kalau memang saudara, apakah harus sedekat ini?"Perkenalkan, namanya Maura. Dia adalah saudara saya. Dia akan menjadi asisten saya menggantikan Ibu Mila untuk sementara waktu," lanjut Raka.Mendengar itu, karyawan yang lain langsung berbisik-bisik. Mereka kaget karena tiba-tiba saja Raka menarik orang yang sama sekali tidak mereka kenal. Mereka merasa ini tidak adil. Jika ingin menarik asisten, harusnya orang yang sudah berpengalaman di bidangnya, terutama yang sudah lama bekerja di tempat ini.

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 702 Ternyata Semudah Ini

    Raka diam sejenak. Dia tampak berpikir keras, sementara itu Maura terus meneliti wajah pria itu. Dia mencoba menebak-nebak apa yang sekiranya sedang terlintas di pikiran Raka. Maura takut jika dirinya ditolak. Kalau sudah begini, dia harus memikirkan seribu cara lain agar bisa masuk ke tempat ini dan mengambil semua miliknya. Walaupun Raka adalah suami Mila, pernikahan mereka tidak sah secara hukum—hanya nikah siri. Jadi, menurut Maura, yang berhak atas kekayaan kakaknya adalah dirinya sendiri sebagai keluarga.Selama lima menit kemudian, Raka menghela napas panjang, membuat jantung Maura berdegup kencang. Dia seperti sedang menunggu kejutan yang tak terduga."Baiklah, aku akan menerimamu bekerja di sini."Mendengar itu, hati Maura terasa sangat senang. Jantungnya berdetak kencang karena rasa bahagia yang memuncak. Dia tidak menyangka Raka akan menerimanya, padahal sebelumnya wanita itu sudah menduga kalau Raka akan menolak kedatangannya karena alasan Mila. Namun, ternyata semua itu h

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 701 Bersilat Lidah

    Maura melihat ke sekeliling. Ruangan ini cukup rapi untuk ukuran kantor yang isinya penuh dengan pakaian. Tetapi, bukan itu tujuan utama Maura datang ke sini. Dia hanya mengedarkan pandangan, memeriksa apakah kantor ini benar-benar sebuah kantor atau hanya tempat Mila untuk melakukan hal kejahatan."Ternyata tempat ini rapi juga, ya. Aku enggak nyangka Mbak Mila bisa seresik ini," ucap Maura, membuat Raka tergelak."Tentu saja, karena di sini ada OB yang membereskan semuanya. Di rumah juga, kalau bukan karena Bibi, dia pasti tidak akan beres-beres," sahut Raka.Semua ini sesuai dengan kenyataan. Sewaktu Maura dan Mila satu rumah dulu pun, Mila memang tidak mau menyentuh pekerjaan rumah. Selalu saja Maura yang dijadikan babu gratisan di rumahnya sendiri. Tentu saja itu karena dia tidak pernah dianggap oleh ayah mereka, yang tidak lain adalah ayah tiri Maura."Baiklah, Mas. Aku tidak berniat untuk berkomentar. Langsung saja, aku datang ke sini untuk melamar pekerjaan," ucap Maura tanpa

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 700 Malah Terpojok

    Saat melangkah keluar, Raka melihat ada Sari dan juga Maura. Pria itu sempat tersentak karena tiba-tiba saja wanita ini ada di depan ruangannya. "Maura, kamu ngapain di sini?"Melihat kehadiran Raka yang ada di belakangnya, Maura terkesiap. Namun, amarahnya kembali meletup. Sambil menunjuk-nunjuk wajah Sari, ia berseru, "Mas, kamu yang bener aja, dong! Masa mempekerjakan wanita yang sembarangan kayak gini? Mulutnya itu tidak bisa dijaga. Sama orang baru saja seperti ini!"Mendengar Maura memanggil "Mas" kepada Raka, Sari semakin yakin kalau wanita ini adalah simpanan bosnya. "Loh, saya tidak sembarangan! Kamu memang orang yang tidak diharapkan di sini. Apalagi kalau bukan wanita penggoda yang tiba-tiba saja datang dan sembarangan mau masuk ke ruang bos kami?" ujar Sari, masih membela diri.Mendengar itu, Raka malah kaget. Dia melihat Sari dengan tatapan tajam. "Apa maksud kamu dia wanita penggoda?" tanya Raka, membuat Sari terdiam. Tiba-tiba saja tenggorokannya terasa kering mendeng

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 699 Perkenalan Anti-Mainstream

    Maura langsung menoleh dan alisnya bertautan melihat siapa yang tiba-tiba saja menepuk pundaknya dan bertanya dengan nada ketus. "Siapa, ya?" tanya Maura dengan gelagat biasa saja, tidak menunjukkan rasa penasaran yang terlalu berarti. "Loh, harusnya aku yang tanya, kamu siapa?! Kenapa tiba-tiba saja ada di depan ruangan bos kami?" Dari perkataan itu, Maura sudah menyimpulkan kalau yang di depannya ini adalah karyawannya Raka dan Mila. Maura menyunggingkan senyuman miring sembari melipat tangan di depan dada. Dia lalu melihat name tag yang terpasang di baju karyawan milik orang itu, Sari. "Sari." Senior yang selalu saja ingin terlihat menonjol dan tidak mau terkalahkan oleh siapapun. Beruntung Imel saat itu tidak berurusan dengan Sari, dan ditarik langsung oleh Mila untuk bekerja secara pribadi di rumah. Entah bagaimana jadinya kalau Imel berurusan dengan orang yang seperti ini. "Sari, kamu karyawan di sini, ya?" Mendengar pertanyaan itu, Sari malah merasa kesal. Bukannya menja

  • Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya   Bab 698 Mulai Tak Nyaman

    Melihat gelagat Imel yang tampak bingung, Maura menautkan kedua alis. Aneh aja jika tiba-tiba gadis itu bersikap seperti kaget dan bingung. "Kenapa kamu melihatku seperti itu?" "Ah, nggak. Nggak apa-apa. Aku cuma agak kaget aja. Kenapa tiba-tiba Mbak mau kerja di sini?""Ya, memang salah?" "Nggak sih, nggak salah. Cuman nggak seperti biasanya." Maura menghela napas panjang. "Tidak seperti biasanya, karena kamu belum pernah lihat aku ke sini, begitu? Padahal aku serumah sama pemiliknya, loh." Imel menganggukkan kepala. Dia langsung melanjutkan pekerjaannya untuk mengecek barang yang akan dikirim. Melihat sikap gadis itu yang terlihat cuek, Maura melipat tangan di depan dada dengan mata sinis."Kenapa kamu cuek padaku?" "Apa? Bukan, Mbak. Bukan seperti itu, tapi aku kan sedang kerja. Kalau sampai ada satu data yang hilang, takutnya Pak Raka malah marah-marah sama saya," ungkap Imel memberi penjelasan. Padahal sebenarnya dia malas saja berurusan dengan wanita ini. Meskipun dia t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status