Share

Bab 324

Author: Kamari
Orang-orang itu langsung menutup mulut.

Pemimpin itu berbicara lagi dengan nada seolah sangat tulus, "Guru Adeline, benar-benar nggak ada cara lain dalam masalah ini. Pak Ryan sepertinya sudah menyampaikan kata-kata ke atasan. Para atasan ingin agar Susan meminta maaf. Kalau Susan meminta maaf, masalah ini akan mudah diselesaikan. Kalau dia nggak meminta maaf ...."

"Pak Ryan mengatakan kalau masalah ini nggak akan berakhir."

Hati Susan langsung tenggelam.

Dugaan adalah satu hal, mendengar langsung adalah hal lain.

Susan sudah menebak sejak awal bahwa Ryan pasti berada di balik masalah ini. Dia sudah mempersiapkan diri, tetapi setelah mendengarnya secara langsung, Susan tetap merasa hatinya seakan tertekan sejenak, sementara tenggorokannya tercekat dan kering.

Adeline tertawa dingin. "Bagaimana Ryan ingin Susan meminta maaf?"

Pemimpin itu berpikir sejenak, lalu berkata, "Pak Ryan nggak mengatakannya secara spesifik, tapi atasan mengatakan kalau dia harus menunjukkan ketulusan. Akan lebi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
tetty saragih
Sial banget baca novel ini, bab ny4 pendek, ceritanya satu masalah kehidupan susan sampai ratusan Bab, Bisa 10juta bab, sampai Susan melepaskan si ryan laki-laki Red flag sejati,sama mau menunjukkan sikap asli Susan, Oalah Susan kau kasian pembaca lebih kasian, khorban penulis yg bertele-tele...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 388

    Selain itu, terdengar pula suara napas berat seorang pria!Alarm tanda bahaya pun berbunyi dalam benak Susan. Jantungnya berdebar kencang, darahnya terasa mengalir dengan lebih cepat, dia juga menahan napas karena tegang. Susan berlari dengan putus asa menuju gedung apartemen sewaannya.Sambil berlari, dia terus memikirkan siapa yang berada di belakangnya.Satu-satunya keluarga yang mungkin menyimpan dendam terhadapnya adalah Keluarga Sutedja dan Keluarga Wirya.Namun, Susan kan sudah pergi sejauh ini. Kenapa Keluarga Sutedja dan Keluarga Wirya tidak kunjung melepaskannya?Di belakang Susan, suara napas berat dan langkah kaki makin mendekat.Hampir dalam jangkauan.Susan menggertakkan giginya.Kawasan ini sangat padat penduduk, ada banyak orang yang tinggal di sini dan sistem kedap suara di setiap bangunan tidak terlalu bagus.Kalau Susan berteriak, sebagian besar orang di dekatnya akan mendengarnya.Susan pun membuka mulutnya lebar-lebar. "Tolong ...."Napas berat di belakang Susan be

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 387

    Bangunan itu hanya setinggi lima lantai dan tidak memiliki lift. Tangganya sempit dan berantakan dengan banyak barang yang menumpuk di sudut-sudutnya. Debu membuat tempat itu terasa makin sesak dan sudah cukup sempit bagi dua orang untuk berjalan berdampingan. Jadi, Susan mengikuti di belakang Wirda.Lampu-lampu di lorong baru saja diganti dan cahaya putihnya tampak menyilaukan. Susan dapat dengan jelas melihat Wirda yang menegang, lalu berpura-pura marah dan berkata."Itu karena kamu bikin Ibu takut! Ibu ini ibumu, berani-beraninya kamu membantah Ibu seperti itu? Ibu nggak mau masak buatmu nanti, kamu tidur saja dalam kondisi lapar!"Sepertinya ada yang tidak bisa Wirda katakan.Susan tidak mendesak lebih lanjut dan balas mengiakan singkat, lalu bergegas mendahului Wirda untuk membuka pintu apartemen sewaan mereka.Bangunan ini sudah tua dan pintunya dipasang bertahun-tahun yang lalu. Pintu-pintu ini terbuat dari besi dan beberapa bagiannya berkarat, jadi terdengar berderit saat dibuk

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 386

    Susan menyewa sebuah apartemen dan di situlah dia tinggal bersama Wirda dan Sherra. Itu adalah rumah kecil di sebuah desa perkotaan dan cukup tua dengan dinding yang bercorak. Jaraknya kurang dari dua meter dari rumah-rumah di sekitarnya. Ada banyak penduduk di sekitar, sebagian besar adalah pekerja migran dari tempat lain. Mereka biasanya tidak banyak keluar rumah. Meskipun agak ramai, secara umum tenang dan hanya sesekali terdengar suara anak-anak menangis atau tetangga bertengkar.Apartemen ini memiliki tiga kamar tidur dan satu ruang tamu, luasnya kurang dari 100 meter persegi. Desain interiornya sederhana, tetapi dilengkapi perabot dan peralatan lengkap. Sewa bulanan tidak jauh berbeda dari kota asalnya, jadi Susan sanggup membayarnya.Namun, Sherra tidak sering tinggal di sini karena dia perlu merawat neneknya di rumah sakit.Susan-lah yang membayar sewa. Sherra juga awalnya ingin membayar, tetapi Susan menghentikannya. Sherra mengatakan bahwa dia berutang uang pada Susan dan aka

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 385

    Vandi mengerjapkan matanya setelah mendengar penjelasan itu, lalu bertanya, "Kamu juga ingin belajar?"Susan membalas, "Kalau kamu memiliki waktu untuk mengajari Sherra, sekalian saja ajari aku juga. Lagi pula, aku akan membayarmu dengan harga pasar untuk bimbinganmu. Apa kamu nggak bersedia?"Vandi melirik dengan ragu, tampak merasa tidak enak. Dia bergumam dengan tergagap, "Tapi … kamu tahu sendiri kalau aku hanya lulusan universitas biasa. Nilaiku dulu juga nggak terlalu bagus.""Lagi pula, aku mendengar dari Sherra kalau nilaimu sangat bagus. Kamu bahkan bisa masuk ke Universitas Gama di masa depan. Sherra bahkan mengatakan kalau kamu akan menjadi periah nilai tertinggi di ujian kelulusan. Aku takut nggak bisa mengajarimu dengan baik. Bagaimana kalau kamu mencari orang lain saja?" ujar Vandi sambil menatap Susan dengan polos.Begitu kalimat itu terucap, banyak orang di sekitar mereka langsung menoleh. Mata mereka mencari sosok yang tadi membual ingin menjadi peraih nilai tertinggi

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 384

    Mata Vandi membelalak dengan panik. Dia menggelengkan kepalanya dengan keras sambil berkata, "Nggak, nggak, kamu salah paham .... Aku nggak ….""Kamu masih berani mengatakan nggak!" potong Sherra.Jari telunjuk Sherra mendarat di pipi Vandi, lalu menekannya dengan kuat. "Kalau kamu nggak menyukainya, kenapa pipimu memerah begitu? Kalau kamu nggak peduli, kenapa kamu harus menanyakan apakah dia depresi atau nggak?"Sherra merasa dikhianati.Dia memelototi Vandi sambil berkata, "Kamu nggak benar-benar menyukai Yunda, 'kan? Apa kamu nggak tahu apa saja yang sudah dia lakukan? Kalau kamu nggak tahu, biar aku memberitahumu sekarang juga. Yunda itu sama sekali bukan …."Wajah Vandi tampak makin memerah. Dia melambaikan tangannya dengan panik, memberi isyarat agar Sherra menurunkan suaranya. "Nggak, tolong jangan bicara lagi. Aku sungguh nggak menyukainya ...."Sherra tetap tidak mau melepaskannya. Vandi yang terdesak akhirnya melemparkan pandangan meminta tolong kepada Susan.Susan hanya ter

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 383

    Sherra baru menyadari tatapan orang-orang di sekitarnya, lalu dia berbalik untuk memelototi Vandi.Ini semua salah pria ini!Sayangnya, Vandi sedang menundukkan kepala dalam-dalam, jadi dia tidak bisa melihat tatapan tajam itu.Sebenarnya, Susan pun ingin tahu apa hubungan sebenarnya antara Vandi dan Yunda. Hal ini sangat penting untuk menentukan apakah Vandi adalah orang yang layak Susan percayai atau tidak.Di kehidupan sebelumnya, fakta bahwa Vandi menyukai Yunda bukanlah rahasia. Hampir semua orang di sekitarnya tahu, termasuk Sherra.Hanya saja, ada satu hal yang mengganjal di hati Susan. Di masa lalu, saat perusahaan teknologi yang dibangun dengan susah payah oleh Sherra diakuisisi oleh Ryan, apakah Vandi ikut terlibat?Lebih tepatnya, apakah Vandi berkhianat kepada Sherra demi Yunda, lalu membantu Ryan untuk melakukan akuisisi perusahaan Sherra?Susan sangat ingin memastikan hal itu.Susan menatap kepala Vandi yang tertunduk dengan tenang, lalu berkata, "Aku memang mengenalnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status