LOGINXiao Tian tenggelam di dalam sungai besar, anak itu sudah tidak sadarkan diri.
Berbagai binatang buas mendekat untuk memangsanya. Namun, ketika berbagai binatang buas sudah berada dalam jarak beberapa meter dari anak itu. Tubuh Xiao Tian tiba-tiba bersinar. Cahaya itu begitu kuat hingga membutakan mata para binatang buas yang mendekat. Mereka tampak bingung dan takut, segera menjauh dari Xiao Tian. Adegan itu mengejutkan, karena para binatang buas itu dikenal sangat kuat dan ganas. Binatang terlemah di antara mereka adalah binatang tingkat dua, setara dengan pendekar kelas tiga dalam ranah manusia. Sementara yang terkuat adalah binatang raja, setara dengan ranah manusia pendekar raja bumi. Binatang-binatang itu lari ketakutan menjauh dari tubuh Xiao Tian yang sangat lemah. Cahaya yang bersinar dari dalam tubuh anak kecil itu berhasil mengusir seluruh binatang buas. Bagaimana mungkin seorang anak mampu membuat para binatang buas itu ketakutan dan menjauh? Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Xiao Tian hingga ia mampu memancarkan cahaya yang begitu kuat? Setelah berbagai binatang melarikan diri, cahaya itu menghilang lagi dari tubuh Xiao Tian. **** Di tepian sungai yang tenang, terdapat dua sosok yang sedang berlatih bersama. Satu sosok adalah seorang gadis kecil berusia sekitar 8 tahun, dengan rambut diikat seperti ekor kuda, bersemangat melawan angin. Sosok lainnya adalah seorang kakek tua yang berdiri tegap dan bijaksana, memperhatikan setiap gerakan gadis kecil itu dengan seksama. Gadis kecil tersebut sedang berlatih jurus pedang. Meskipun pedang yang dipegangnya hanyalah pedang mainan yang terbuat dari kayu, namun saat gadis itu mengayunkannya, ritme permainan pedangnya terasa begitu hidup dan sulit ditebak. Angin berhembus melengkapi ayunan pedangnya, menciptakan irama yang menakjubkan. “Ziyan Rouxi, sudah waktunya kita pulang. Kamu berlatih dari pagi hingga matahari hampir terbenam, kakek jadi membuang banyak waktu untuk menemanimu.” Kakek tua yang duduk di atas batu menggerutu kepada gadis kecil itu. “Kakek. Kakek baru memiliki waktu luang untuk menemaniku berlatih. Tetapi, kakek sudah banyak mengeluh. Sepertinya benar, kakek tidak peduli sama sekali kepadaku!” gadis kecil itu cemberut. Walaupun dia masih kecil, dia sangat terlihat sangat manis. Namun, ketika kakek tua itu akan membalas ucapan cucu kecilnya, dia melihat ada jasad anak kecil yang hanyut terbawa derasnya air sungai. “Tunggu kakek!” teriak gadis itu. “Mau kemana, jangan ….” Sebelum Ziyan Rouxi menyelesaikan kata-katanya, dia melihat jasad anak kecil yang terbawa arus, tidak jauh darinya ada air terjun yang sangat tinggi. Kakek tua itu berlari di atas air, lalu dia mengambil jasad anak kecil itu. Anak ini adalah Xiao Tian. Setelah dia membawanya ke pinggir sungai, kakek tua itu masih mendengar detak jantung Xiao Tian. “Anak ini belum mati.” Dia langsung menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tubuh Xiao Tian. Xiao Tian tiba-tiba batuk, dan menyemprotkan banyak air dari mulutnya. Setelah tenaga dalam terus-menerus disalurkan, akhirnya Xiao Tian mulai membuka matanya secara perlahan. Saat dia membuka mata sepenuhnya, dia melihat wajah gadis kecil yang begitu dekat dengan wajahnya. Mata mereka saling bertatapan. “Apakah kamu malaikat maut? Mengapa wajahmu tidak menyeramkan?” Plak— Ziyan Rouxi langsung menampar wajah Xiao Tian. “Ahh…. Kenapa kamu menamparku?” Xiao Tian tidak mengerti, mengapa malaikat maut menamparnya seperti ini. “Tadi kamu bilang apa? Malaikat maut? Apakah kamu benar-benar menginginkan aku membunuhmu?” Ziyan Rouxi sangat kesal, dia disebut malaikat maut oleh Xiao Tian. Xiao Tian ingin bangun, tetapi dia merasakan seluruh tubuhnya seperti hancur, rasa sakitnya tidak tertahankan. Setelah beberapa saat, dia baru sadar ada lelaki tua yang sedang menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati luka-lukanya. “Jangan banyak bergerak! Tubuhmu menderita luka yang cukup parah. Biarkan aku menyembuhkanmu terlebih dahulu.” Xiao Tian merasakan tubuhnya hangat karena lelaki tua itu terus menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam tubuhnya. Lelaki tua ini mengerutkan kening, dia sangat takjub dengan kekuatan penyembuhan Xiao Tian. Jika dia tidak mengobatinya sekalipun, Xiao Tian akan sembuh dengan sendirinya. Jika dia terus-menerus terbawa arus sungai, tubuhnya bisa terkoyak oleh keganasan air sungai. Setelah beberapa saat Xiao Tian bangun, dia langsung menangkupkan tangannya. “Senior, terima kasih telah menolongku.” Xiao Tian tidak memanggil lelaki tua itu kakek, karena bagi dia, kakek adalah sebutan yang hanya pantas untuk kerabatnya, jadi dia hanya memanggil senior. Mendengar ucapan terima kasih Xiao Tian, lelaki tua itu tidak langsung menjawab. Dia masih terpana dengan kekuatan penyembuhan anak itu, terlebih lagi, ada yang membuatnya sangat heran, Kakek Tua itu tak bisa melihat jenis tulang dan berbagai area tertentu dalam tubuh Xiao Tian. Lelaki tua itu yakin bahwa anak ini bukan anak sederhana, jika anak yang biasa saja, sudah pasti akan mati tanpa jasad di sungai besar itu. Jangan berbicara tentang binatang buas, bahkan untuk menahan derasnya air dan benturan tubuhnya pada batu, dia seharusnya sudah mati. Alih-alih menjawab pertanyaan Xiao Tian, lelaki itu bertanya balik. “Nak, bagaimana kamu bisa jatuh ke sungai ini? Dan dari mana tempat asalmu? Biarkan aku mengantarkanmu pulang.” Xiao Tian menggelengkan kepalanya, hingga lelaki tua itu bertanya lagi. “Apakah kamu tidak mengingat kejadian sebelumnya?” Xiao Tian menggelengkan kepalanya lagi. “Tidak, aku tidak lupa. Tetapi, aku sudah tidak memiliki rumah untuk kembali. Desaku diserang oleh perampok, mereka tidak hanya datang merampok. Tetapi, mereka membantai semua penduduk dan membakar rumah-rumah kami. Kedua orang tuaku ikut terbunuh dalam kejadian itu, aku berhasil melarikan diri karena melompat ke dalam sungai ini. Saat ini, aku tidak tahu harus pergi ke mana.” Wajah Xiao Tian yang masih anak-anak terlihat sangat menyedihkan. Kesedihannya tidak dibuat-buat. Walaupun dia tidak menceritakan yang sebenarnya, karena dia takut bahwa lelaki tua ini masih bawahan dari kerajaan Wang. Kemarahan, kesedihan, bercampur menjadi satu di wajahnya itu tidak dibuat-buat. Lelaki tua itu bisa memahami perasaan Xiao Tian. Melihat dari raut wajahnya, anak itu tidak berbohong. Lagi pula, dia masih anak-anak yang tidak akan pandai mengarang cerita. Lelaki tua itu mengambil keputusan untuk membawanya. “Jika kamu tidak memiliki rumah, ikutlah bersama ku. Aku adalah ketua Sekte di tempat yang tidak jauh dari sini.” “Jika senior mengizinkan, aku tidak akan menolaknya.” Xiao Tian merasa ini adalah kesempatan untuknya. Jika dia tinggal di sebuah Sekte, dia bisa berlatih untuk menjadi kuat. “Hahahaha, bagus. Namun, di masa depan jangan panggil aku senior, panggil saja aku kakek Fa Wa. Mulai sekarang aku akan mengangkatmu sebagai cucuku. Lagipula kamu sudah tidak memiliki keluarga, jadi tidak ada salahnya aku menjadi keluargamu. Sekarang sebutkan, siapa namamu?" Tadinya Xiao Tian tidak ingin memanggilnya kakek. Tetapi, ucapan Fa Wa benar, sekarang dia tidak memiliki satupun kerabat. Adapun Wang Chong, walaupun dia adalah kerabat, dia adalah orang yang ingin Xiao Tian musnahkan di dunia ini. “Terima kasih kakek. Namaku Tian.” Xiao Tian tidak ingin menyebutkan nama klannya, karena dia takut identitasnya diketahui oleh kerajaan Wang. “Hahaha, bagus, bagus. Berapa usiamu, Tian?” Fa Wa bertanya dengan senyuman yang tergantung di bibir keriputnya. “Aku baru berusia enam tahun.” Xiao Tian menjawabnya dengan jujur. Fa Wa tidak menyangka anak di depannya baru berusia enam tahun, karena tubuh fisik Xiao Tian hampir sama dengan anak berusia 10 tahun. “Kenalkan, gadis kecil ini adalah cucuku, namanya Ziyan Rouxi. Kamu bisa memanggilnya kakak. Lagipula usiamu masih di bawahnya. Sekarang kalian tunggu sebentar, Kakek akan mencari ikan untuk kita makan. Tian pasti lapar."Ternyata kemunculan dunia Era Abadi di tengah-tengah Lautan Kosmik bukan karena kebetulan, tapi ada perjanjian transaksi antara Xiao Jian dengan Patriark Sekte Pedang Kekosongan, makhluk Era Abadi yang kekuatannya pernah mengguncang sejarah. Sebuah skenario besar telah dirancang di balik layar, melibatkan entitas-entitas yang keberadaannya melampaui pemahaman kultivator biasa. Namun, kesepakatan sesungguhnya hanya diketahui keduanya, entah apa perjanjian dari keduanya? Mustahil hanya sebatas mewariskan teknik Kekosongan Menelan Semesta saja terhadap Xiao Tian, pasti ada harga yang jauh lebih besar di balik kembalinya nyawa seorang penguasa dari masa lalu. Kebangkitan seorang tokoh sekelas Patriark Sekte Pedang Kekosongan tentu akan mengubah peta kekuatan seluruh alam semesta. Xiao Jian berjalan menuju pusaran hitam yang membeku itu, ia menjentikkan jarinya sekali lagi dengan kehendak mutlak. Intervensi itu dilakukan tanpa keraguan, menghapus ancaman yang tidak bisa dikendali
Tubuh Xiaoxiao mulai tertarik menuju pusat pusaran hitam tersebut. Ia menancapkan pedangnya sebagai pertahanan, berusaha bertahan mati-matian. Namun, kakinya perlahan terseret, meninggalkan parit panjang di lantai yang keras itu. Kekuatan hisap itu tidak membedakan kawan atau lawan, ia hanya lapar akan materi. “Sial, aku harus segera menghentikan ini! Tapi jika dihentikan, ledakkan dari Kekosongan Menelan Semesta bisa membuat seluruh organ tubuh kakak perempuan hancur.” Keringat dingin sebesar biji jagung bercucuran di dahi Xiao Tian. Wajahnya yang tadi penuh semangat tempur kini berubah menjadi kepanikan murni. Xiao Tian benar-benar menyesal mengeksekusi teknik ini di tengah pertarungan latihan. Ia menyadari bahwa teknik Kekosongan Menelan Semesta benar-benar tidak bisa digunakan untuk bertukar pukulan dengan kerabat, teknik ini hanya digunakan untuk membunuh musuh dengan cara melenyapkannya dari eksistensi. Teknik ini tidak memiliki mode "aman". Sifatnya biner: ada atau tiada.
Darah segar menetes dari bibir Xiao Tian, merupakan dampak dari tekanan atmosfer yang sangat padat di dalam sana. Tekanan yang dihasilkan oleh benturan dua kekuatan besar itu telah merusak pembuluh darah kapiler di paru-parunya, namun rasa sakit itu justru memicu adrenalinnya ke tingkat tertinggi. Tapi wajahnya tidak pucat, dia masih sangat bersemangat dengan mata yang berkilat tajam. Darah itu disekanya dengan punggung tangan, meninggalkan jejak merah yang kontras dengan kulitnya yang cerah. “Kekuatan Kakak perempuan memang sangat hebat, sekarang sudah saatnya menggunakan teknik terkuatku saat ini!” Xiao Tian melemparkan pedang Karat Misterius ke udara, membiarkan senjata itu melayang bebas dengan aura hitam yang menyelimutinya. Bilah hitam yang kusam itu berputar perlahan di angkasa, seolah menjadi pusat gravitasi baru bagi dimensi tersebut. Kegelapan yang dipancarkannya bukan sekadar bayangan, melainkan ketiadaan cahaya yang menelan spektrum warna di sekitarnya. Kemu
Guncangan itu begitu hebat hingga menciptakan pola riak pada dinding transparan tersebut. Namun sedahsyat apa pun ledakkan itu, tidak dapat mengguncang dimensi buatan Xiao Jian yang telah diperkuat oleh hukum ruang tingkat tinggi. Ruang di dalam sana tetap kokoh meskipun di dalamnya terjadi kehancuran massal yang sanggup meratakan ribuan galaksi biasa. Struktur realitas di dalam kubah itu dipaksa bertahan menghadapi tekanan yang melampaui batas toleransi material biasa. Tapi dari ledakkannya saja, Dao Bao dan Wanren sudah tersenyum pahit. Wajah mereka menegang, keringat dingin mengalir di pelipis meskipun mereka aman di luar zona pertempuran. Mereka merasakan getaran frekuensi Energi Ilahi yang sangat tinggi merembes keluar dari dinding dimensi. Xiaoxiao hanya peringkat tiga Penguasa Dewa Sejati, sedangkan Xiao Tian baru masuk peringkat pertama. Sedangkan mereka berdua memiliki ranah peringkat dua belas Penguasa Dewa Sejati. Namun, melihat ledakan itu, mereka yakin jika mereka be
Xiao Tian tersenyum kecil, ia bisa merasakan peningkatan Energi Ilahi yang masif dari tubuh Xiaoxiao. Tekanan yang dipancarkan wanita itu kini berkali-kali lipat lebih berat. “Kakak perempuan, lakukan. Aku mengetahui batasan ku,” balas Xiao Tian. Xiaoxiao mengangguk. Dia mengaktifkan kembali kekuatan garis darah Pedang Kaisar Suci, dan juga tubuh Pedang Surgawi. Seluruh keberadaannya kini menyatu dalam satu harmoni pedang yang mutlak, di mana batas antara daging dan baja telah lenyap sepenuhnya. Kulitnya memancarkan kilau perak metalik, dan rambutnya melayang seperti ribuan jarum halus. Xiaoxiao mengeksekusi teknik Pedang Kaisar Dewa Suci kembali. Perbedaannya, jika ketika melawan Dao Bao, dia tidak menggunakan artefaknya. Sekarang dia menggunakan senjata andalannya. Jadi kekuatan dari teknik bertambah beberapa kali lipat, menciptakan gelombang tekanan yang sanggup meremukkan planet mana pun dalam jangkauan pengaruhnya. Jutaan pedang cahaya mulai bermanifestasi di belakang pung
Saat pedang itu muncul, langit langsung berubah warna, terbagi antara cahaya putih yang megah dan bayang-bayang kelabu yang menakutkan. Awan energi di dalam dimensi bergolak liar, menciptakan pusaran di atas kepala Xiaoxiao sebagai respon terhadap kehadiran artefak tingkat tinggi itu. Jika itu bukan berada dalam dimensi buatan Xiao Jian, fenomena itu pasti menarik perhatian semua orang di seluruh Alam Semesta, karena kemunculan senjata tingkat unggul seperti ini biasanya akan memicu perubahan iklim kosmik dan getaran pada bintang-bintang terdekat. “Adik laki-laki, aku tidak menyangka kamu bisa memaksa kakak perempuan untuk menggunakan senjata ini!” Xiaoxiao mengayunkan pedangnya. Gerakan lengannya menciptakan busur cahaya yang membelah kegelapan dimensi dengan kekuatan yang tak terlukiskan. Bilah artefak tingkat unggul di tangannya memotong kain realitas tanpa hambatan, menciptakan celah vakum yang menyedot cahaya di sekitarnya. WHOOSSHH!! BAANG BAANG BAANG!! Pola-pola Array r







