Beranda / Fantasi / Kultivator Terlarang / Bab 82 Kejatuhan Adipati Yanluo

Share

Bab 82 Kejatuhan Adipati Yanluo

Penulis: Cahaya
last update Tanggal publikasi: 2026-10-21 18:01:03

Trisula es proyeksi Jiao Wang menghantam di depan wajah Lu Chen, meledakkan dinding air hitam pekat.

"Seni Lautan Kematian: Tsunami Asam Pembusuk Dewa!" raung Jiao Wang, suaranya menggema seperti guruh yang teredam air lautan pekat, menekan gendang telinga hingga pecah berdarah.

Dinding air setinggi gunung itu runtuh menimpa Lu Chen, berniat mencairkan tulang belulangnya menjadi sup darah. Setiap percikannya yang jatuh ke lantai langsung melubangi pualam tebal. Namun, Lu Ch
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kultivator Terlarang   Bab 82 Kejatuhan Adipati Yanluo

    Trisula es proyeksi Jiao Wang menghantam di depan wajah Lu Chen, meledakkan dinding air hitam pekat. "Seni Lautan Kematian: Tsunami Asam Pembusuk Dewa!" raung Jiao Wang, suaranya menggema seperti guruh yang teredam air lautan pekat, menekan gendang telinga hingga pecah berdarah.Dinding air setinggi gunung itu runtuh menimpa Lu Chen, berniat mencairkan tulang belulangnya menjadi sup darah. Setiap percikannya yang jatuh ke lantai langsung melubangi pualam tebal. Namun, Lu Chen sama sekali tidak mundur selangkah pun. Lengan Iblis Purbanya diangkat, menggores udara hampa dengan kelima cakar keperakannya yang menyala liar."Seni Pembalik Ruang Hampa: Robekan Dimensi Mutlak!"SRAAAKKK! PRAAANGGG!Bunyi ruang yang dirobek paksa menggema memekakkan telinga. Lu Chen secara harfiah merobek dinding air asam itu dari poros dimensinya! Air mematikan itu terbelah layaknya tirai rapuh, meluncur melewati sisi kiri dan kanan Lu Chen tanpa menyentuh ramb

  • Kultivator Terlarang   Bab 81 Anjing Peliharaan Sang Iblis

    "Bunuh kami! Remukkan jiwa kami sekarang juga, monster keparat!"KRAAAKKK!Tulang rahang Pangeran Jinwu pecah berantakan saat kaki Lu Chen menginjak wajahnya hingga amblas ke dalam tanah kapur. Di sebelahnya, Panglima Chi Yan meronta gila, pangkal bahunya yang buntung menyemburkan lahar hitam yang mendidih. "Kematian terlalu mewah untuk kalian," bisik Lu Chen, mata hitam legamnya menyala menembus debu peperangan. "Kalian berdua akan menjadi anjing penjaga gerbangku."Lu Chen menarik lengan Lin Ruyan dengan kasar, membanting Ratu Racun Kuno itu hingga punggungnya menabrak dada telanjangnya yang panas dan dipenuhi sisik keperakan. "Ruyan. Aku butuh ekstrak Inti Kegelapanmu yang paling pekat untuk merajut belenggu jiwa mereka. Berikan padaku."Lin Ruyan menyeringai buas, menjilat sisa darah Setengah Dewa di sudut bibir Lu Chen. Ia merobek sisa jubah yang menutupi kulit ungunya yang memancarkan uap korosif. "Gali intiku, Lu Ch

  • Kultivator Terlarang   Bab 80 Lahirnya Setengah Dewa Iblis

    "Kau... ugh!" Surya terbatuk hebat, memuntahkan gumpalan darah kental ke atas sepatu Lu Chen. Rasa sakit yang merobek nalar memaksa Pangeran Barat itu memutar seluruh Qi Puncak Batas Gaib miliknya. Niat membunuhnya meledak. Dengan kelicikan yang tersisa, ia mencoba mencairkan tubuhnya menjadi bayangan. "Seni Ilusi Neraka: Perpindahan Ribuan Sukma!" Namun, cengkeraman Lu Chen di bahunya tidak bergeser satu milimeter pun. Tekanan gravitasi dari Lengan Iblis Purba itu mengunci dimensi di sekitar tubuh Surya secara mutlak, membuat seni ilusi kebanggaannya hancur sebelum terbentuk. Meridian di seluruh tubuh Surya menjerit putus asa. "Seni Darah Kutukan: Jarum Penembus Sukma!" BZZZZTTT! PRAAANGGG! Jarum darah yang diklaim mampu membunuh seekor naga purba itu hancur menjadi kabut abu-abu bahkan sebelum menyentuh bulu mata Lu Chen. Tolakan energi dari kehancuran jarum itu berbalik menghantam dada Surya. KRAKKK! Lima tulang rusuk Surya patah ke dalam secara serentak, menusuk par

  • Kultivator Terlarang   Bab 79 Pengepungan Pasukan Bintang Kematian

    "Ratakan kota ini! Jangan sisakan satu tengkorak pun utuh untuk bersujud!" DUAAAAARRRRRRR! KRAAAAAAKKKK! Gerbang utama ibu kota yang terbuat dari baja neraka setebal lima depa meledak hancur berkeping-keping. Pecahan baja pijar seukuran rumah menghujani jalanan, menimpa ribuan iblis lokal hingga meremukkan tulang punggung mereka menjadi bubur daging. Jutaan Undead Behemoth monster-monster kerangka raksasa berzirah karatan membanjiri jalanan bagaikan bendungan maut yang jebol. Derap langkah kaki mereka meretakkan lempengan batu obsidian, menciptakan gelombang gempa yang mementalkan mayat-mayat iblis ke udara. Lu Chen masih melayang di atas kawah istana. Hawa Setengah Dewa Iblis Tahap Awal yang memancar dari kulit telanjangnya membuat udara di sekitarnya mendidih dan terdistorsi parah. Ia mendengus pelan, matanya yang merah legam menatap gelombang jutaan pasukan itu layaknya sekumpulan lalat bising yang mengganggu pencernaannya. "Biarkan aku yang menyapu kotoran ini." Sehela

  • Kultivator Terlarang   Ban 78 Penyatuan di Kolam Darah

    Punggung Ye Qingyu dan Lin Ruyan menghantam dasar kawah berbatu tajam di bawah Kolam Darah Leluhur. Tekanan merkuri darah di kedalaman ini langsung mematahkan tulang belikat Ruyan, memaksanya memuntahkan darah ungu kental. Lu Chen tidak mendengarkan. Mata hitam legamnya yang dipenuhi urat merah menyala bagai iblis kelaparan tanpa sisa akal sehat. Sisik perak merayap liar di leher dan separuh wajahnya, menggoreskan hawa maut. Ia tidak mengayunkan tinju, melainkan menerjang bagai binatang buas, mengunci kedua wanita telanjang itu di dasar kolam yang terbakar oleh hawa Setengah Dewa."AAAAAAARRRGHHHH!"Jeritan melengking Ye Qingyu memecah kepadatan lahar darah saat Lu Chen menghujam masuk menyatukan tubuh mereka dalam satu sentakan beringas tanpa sedikit pun belas kasihan. Tidak ada pemanasan. Dinding rahim spiritual Qingyu terasa seperti ditusuk oleh pilar besi pijar yang berlapis lahar mendidih. Tulang panggulnya berderak keras nyaris hancur berkeping-keping. Penyatuan ini murni seb

  • Kultivator Terlarang   Bab 77 Kolam Darah Leluhur

    Hantaman melawan permukaan Kolam Darah Leluhur terasa seperti menabrak lempengan baja padat yang dipanaskan. Cairan merah pekat itu tidak memercik layaknya air biasa, melainkan beriak berat seperti merkuri murni. Tulang ekor Ye Qingyu berderak keras akibat tolakan, memaksanya memuntahkan seteguk darah yang langsung mendesis menyatu dengan cairan merah pekat di sekelilingnya."Mustahil! Perisai Pedang Rohku hancur hanya dengan satu sentuhan cairan ini?!" jerit Qingyu, matanya membelalak ngeri melihat aura pedangnya meledak menjadi serpihan cahaya.Suhu kolam itu melampaui batas kewarasan. Dalam hitungan detik, sisa jubah pelayan succubus di tubuh Qingyu dan sutra pelindung milik Lin Ruyan terbakar menjadi abu tanpa sisa.Kulit pucat mereka langsung melepuh parah, memancarkan bau daging panggang dan rambut hangus yang menyumbat rongga hidung."Ini miliaran jiwa iblis neraka yang dikompresi paksa menjadi merkuri beracun!" Ruyan terbatuk hebat, menyemburkan darah ungu kental dari paru-par

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status