Share

36. Pertemuan

Penulis: Nur hikmah
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-29 18:01:14

Bu Yati segera mengabari Amira jika Raka sudah sadar dari komanya. Wanita paruh baya itu berkali-kali sujud syukur saat dokter mengatakan jika Raka sudah sadar dari koma, dan sekarang dalam masa pemulihan.

Raka juga sudah dipindahkan ke ruang perawatan, dan itu membuat wanita tua itu sedikit tenang. Begitu Amira datang, senyumnya semakin lebar, apalagi saat melihat perut Amira sudah terlihat sedikit menonjol.

"Mama senang akhirnya Raka sudah sadar kembali, dan tidak lama lagi cucu Mama akan mendapatkan keluarganya yang utuh," ucap Bu Yati seraya mengusap perut buncit Amira.

Amira bersorak girang dalam hatinya dan tetap memasang wajah biasa saja seakan-akan ia tidak terlalu mengharapkannya. Ia sengaja bersikap seperti itu di depan Bu Yati agar Bu Yati semakin masuk dalam pesonanya seorang perempuan berhati lembut dan sopan.

"Ma, apa kata dokter tentang kondisi Mas Raka sekarang ini?" tanya Amira dengan sengaja mengalihkan pembicaraan.

Wajah ceria Bu Yati berubah muram be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   126. Kita adalah keluarga

    Roxy dan Gladys ikut bergabung bersama Lena, Anaya dan Liam makan siang dengan wajah tersenyum bahagia. Terlebih lagi Lena yang selalu mengambilkan Anaya lauk-pauk yang ternyata sama kesukaannya dengan mendiang ayah kandung Anaya. "Mi, Mami juga ikut makan? Jangan terus ngambilin untuk Naya?" tegur Anaya sambil mengambilkan lauk untuk Lena dan menaruhnya di piring sang Mami. "Mami terlalu bahagia, Sayang? Mami hanya ingin menebus masa-masa kecilmu dulu yang seharusnya dilimpahi kasih sayang Mami," sahut Lena sambil tersenyum dengan mata yang kembali berkaca-kaca. Liam meletakkan sendoknya lalu meminum seteguk air putih sambil berkata, "Mi, semuanya sudah berlalu dan kita tidak bisa mengulang waktu karena itu sudah takdir yang harus kita jalani atas kehendak Tuhan. Mami bisa menebus kasih sayang Mami dengan cucu-cucu kembar Mami nanti! Lagi pula Mami masih punya banyak waktu dan kesempatan buat melimpahkan kasih sayang Mami sama Naya." "Kamu benar, Liam! Mami tidak akan mele

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   125. Pertemuan penuh haru

    "Apa ini benar?" tanya Lena seraya menatap Liam dan Anaya dengan jantung berdebar-debar. Anaya duduk di samping Liam dengan jantung dagdigdug sambil menggenggam tangannya sendiri yang mulai berkeringat dingin. "Aku tidak pernah mempermainkan hidup seseorang, Tante! Dan bukti di kertas itu memang benar adanya! Anaya adalah anak yang Tante lahirkan dua puluh tujuh tahun yang lalu, yang di buang oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan memisahkan kalian berdua sekian lamanya!" jawab Liam dengan ekspresi muka yang serius. Tangis Lena pecah begitu Liam selesai bicara. Ia meraung-raung sambil memukuli dadanya sehingga tubuhnya melorot dari atas sofa ke lantai. Anaya ikut menangis melihat reaksi Ibu kandungnya yang begitu dramatis saat mendengar kenyataan jika anak kandungnya masih hidup. "Sayangku! Anakku sayang! Maafkan Mami yang tidak bisa mempertahankan mu saat kau lahir! Maafkan kekurangan Mamimu ini, Sayang? Maafkan Mami!" ucap Lena saat Anaya mendatangi nya dan lang

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   124. Memaafkan tetapi tidak melupakan

    Anaya terdiam karena teringat masa lalu saat masih menjadi menantu wanita itu. "Sweetheart, apa kau ingin melayat kesana? Aku akan menemanimu jika kau ingin ke sana," tanya Liam sembari tangannya merengkuh bahu sang istri. Anaya mendongak menatap wajah tampan suaminya yang semakin hari semakin enak dipandang. "Daddy, masa lalu biarkan menjadi masa lalu! Aku ikut berduka cita karena hal kemanusiaan, tapi aku tidak bisa pergi ke sana karena aku masih mengingat perlakuan jahat dia padaku dulu. Aku memaafkannya, tapi aku tidak pernah lupa jika aku hampir mati karena kejahatannya padaku! Biarkan Tuhan yang membalasnya karena setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasannya! Aku hanya manusia biasa yang tidak akan pernah lupa bagaimana mereka menjahatiku," jawab Anaya dengan mata berkaca-kaca. Liam membawa tubuh Anaya kedalam pelukannya. Ia mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan sang istri. Bagaimanapun juga orang-orang itu sudah menyakiti istrinya dengan begitu dalam. "Ji

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   123. Tidak lagi sendiri

    Anaya meremas kedua tangannya duduk di sofa dengan gelisah dan tidak sabaran. Begitu mendengar suara langkah kaki mendekat, Anaya bangkit dari duduknya dengan lincah. "Tetap di sana, Sweetheart!" teriak Liam yang mana langsung membuat Anaya tidak jadi melangkahkan kakinya. Liam yang menerima laporan dari Gladys akan sikap Anaya yang mondar-mandir dengan perut besarnya, menjadi khawatir dan ia langsung mencegahnya dengan cepat begitu melihat dari kejauhan gelagat sang istri. Anaya yang melihat wajah cemas dan khawatir suaminya langsung mengerti kenapa suaminya berteriak begitu. "Sir, maafkan saya yang tidak bisa mencegah Madam untuk tidak terlalu aktif," ucap Gladys dengan muka menyesal berdiri di belakang sofa. Liam hanya mengangguk kecil dan memandang isterinya dengan penuh kasih sayang, dimana muka sang istri cemberut dengan mulut manyun. Pria tampan itu terkekeh dalam hatinya melihat muka istrinya yang menggemaskan jika sedang cemberut atau merajuk. Pipinya yang tembe

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   122. Alasan yang sebenarnya

    Sugandi membawa buku tabungan berupa sisa uang yang menjadi milik Raka ke kediaman pria itu. Ibu Yati sudah sebulan lebih tergolek lemah di tempat tidur karena tubuhnya langsung drop akan cobaan yang bertubi-tubi ia alami. Andi masih berbaik hati menyewa perawat untuk merawat wanita paruh baya itu di rumahnya menggunakan uang milik Raka yang tersisa. "Nyonya, ini sisa uang yang dimiliki Pak Raka dari hasil akuisisi perusahaan setelah membayar semua hutang-hutang serta gaji karyawan! Setidaknya uang ini cukup untuk beberapa tahun ke depan jika digunakan dengan baik. Mohon Nyonya terima," ucap Andi sambil menyodorkan buku tabungan berwarna biru tua itu pada Yati. "Bantu aku duduk!" pinta Yati pada perawat nya yang berdiri di dekat tempat tidur. Perawat yang bernama Eli dengan patuh membantu Yati untuk duduk bersandar di kepala tempat tidur. "Andi, aku tidak bisa menerimanya! Raka masih belum ketemu sampai sekarang, entah ia masih hidup atau sedang dalam masalah sehingga tidak

  • Kurebut Istri Yang Kau Selingkuhi   121. Rindu

    Lena melamun sambil memandangi kebun sayur yang mulai tumbuh daun kecil dari kejauhan. Ia teringat bola mata Anaya dan senyum nya yang begitu mirip dengan laki-laki yang sangat ia cintai. Tiba-tiba saja ia merasakan perasaan rindu yang besar pada wanita itu, seolah-olah mereka sudah lama tidak bertemu. Pasalnya baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu dan berkenalan. Akan tetapi bagi Lena rasanya mereka sudah mengenal lama. Wanita paruh baya itu mendesah kecil sembari menarik napasnya dalam-dalam. Ia bahkan tidak menyadari kedatangan Mariana yang berkunjung bersama putri semata wayangnya yang menginjak usia remaja. "Kakak, apa kau mendengarkan panggilanku?" tanya Ana yang berdiri di ambang pintu samping. Tidak ada sahutan dari Lena yang masih termenung memandang kearah kebunnya. Ana berjalan mendekat dengan sang anak mengikuti di belakang, lalu menyentuh lembut bahu sang Kakak. "Astaga, Ya ampun!" pekik Lena dengan raut muka terkejut sembari menoleh ke arah tangan yang menyent

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status