Masuk"Aku mencintaimu, Anaya. Tetapi aku butuh anak yang akan meneruskan garis keturunanku. Setelah anak ini lahir, kita bertiga akan hidup bahagia bersama. Aku janji itu," -Naraka Surya Dinata "Aku tidak butuh ungkapan cinta mu, Raka! Sekali penghianat akan tetap menjadi penghianat. Aku tidak sudi menjadi pengasuh anak haram mu!" -Anaya Azalea Murray. "Dasar laki-laki bodoh! Kau membuang berlian demi batu kerikil yang tidak berharga. Akan aku rebut berlian itu dan aku simpan di dalam sangkar emas ku!" Bertrand William Summer. Hanya karena Anaya belum mengandung setelah dua tahun pernikahan, Raka yang didesak ibunya menghamili teman masa kecilnya yang diam-diam mencintainya. Anaya yang mengetahui perselingkuhan itu langsung menggugat cerai Raka dan karena sakit hatinya membuat perempuan cantik itu menghabiskan malam dengan laki-laki yang tidak ia kenal. Laki-laki tersebut tergila-gila pada Anaya setelah malam panas mereka. Ia langsung menyusun rencana untuk merebut Anaya setelah tahu tentang Anaya yang diselingkuhin suaminya. Anaya disekap Raka di rumahnya karena marah saat mendapatkan surat dari pengadilan sehingga membuat Anaya mengeluarkan sisi gelapnya yang selama ini ia sembunyikan.
Lihat lebih banyakSuasana ruang perawatan pasca persalinan begitu riuh dengan ocehan Roxy dan Prita yang sejak sejam yang lalu tidak mau beranjak dari sisi boks bayi kembar tersebut. "Ih, muka dua-duanya pek ketiplek sama Daddy! Rambutnya, hidungnya, sama bibirnya," sungut Roxy dengan bibir mengerucut. "Iya, Kak Naya cuma kebagian hikmahnya doang, " celetuk Prita ikut berkomentar. Telunjuk Roxy menoel-noel pipi lembut kedua bayi kembar tersebut dengan gemes. Lena bersama Ana dan Prasetya duduk di sofa mengamati tingkah kedua gadis tersebut yang tidak beranjak dari boks bayi. Liam duduk di kursi samping ranjang Anaya. Anaya masih tertidur karena kelelahan. Gladys datang dengan membawa kotak makanan pesanan Liam khusus untuk Anaya dari ahli gizi yang ia sewa. "Sir, ini makanan untuk Madam," ucap Gladys sambil meletakkan kotak makanan di atas nakas samping bed Anaya. Liam hanya mengangguk kecil, ia menggenggam tangan Anaya, mengusap punggung tangan tersebut dengan lembut sambil menatap w
Beberapa perawat dan dokter kandungan sudah menunggu dengan sebuah brankar kosong di pintu masuk UGD. Mereka adalah tim dokter yang memang khusus di bayar Liam sejak pemeriksaan Anaya, untuk menangani proses kelahiran anaknya. Bahkan dokter yang didatangkan pun bukan dokter biasa, tetapi dokter yang berpengalaman dari rumah sakit terkenal dunia. Begitu Anaya datang, ia langsung dinaikkan ke atas brankar pasien dan dibawa ke ruangan observasi sebelum lanjut ke ruang persalinan. "Nyonya, kami akan memeriksa keadaan Ibu Anaya dulu, tolong tetap dampingi untuk menyemangati beliau," ucap salah satu tim dokter pada Lena. Wanita paruh baya itu mengangguk paham, dan ikut masuk sambil terus menggenggam tangan sang anak. "Mami, di mana Liam? Naya butuh Liam, Mi?" tanya Anaya dengan lirih sambil terus meringis ketika gelombang cinta itu kembali datang. "Sabar, Sayang. Liam pasti datang. Dia tidak akan melewatkan momen kelahiran anak kalian," jawab Lena sambil mengusap keringat di
Dua bulan kemudian... Jam menunjukkan pukul dua dini hari saat Anaya merasakan sakit yang hebat pada perutnya. Keringat mulai membasahi kening serta leher akibat rasa sakit yang mulai datang silih berganti. "Sshhhh, Ya Tuhan! Sakit sekali! Sayang, apa kalian sudah mau keluar?" rintih Anaya menahan rasa sakit sembari berbicara pada janin dalam perutnya. Entah ini memang takdir atau kebetulan semata, Liam tidak ada disaat seperti menegangkan seperti ini. Liam mendadak ke Singapura karena cabang perusahaan disana mengalami masalah. Pria itu berangkat sore atas desakan Anaya yang tidak mau suaminya tidak bertanggung jawab atas para karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Dengan berat hati, calon Daddy itu terpaksa berangkat menggunakan pesawat pribadinya sebelum magrib. Anaya perlahan bangkit untuk duduk dan menekan tombol panggilan yang sengaja disiapkan Liam sejak sebulan lalu untuk memudahkan sang istri jika meminta bantuan. Suara alarm peringatan dari kamar
Saat ini keluarga mereka menjadi keluarga besar dengan berkumpulnya Anaya dengan Ibu kandungnya. Saat ini Anaya sedang menikmati angin sepoi-sepoi sambil menatap foto pria Bule tampan yang memiliki mata yang sama seperti matanya dan senyum mereka juga sama dengan tatapan penuh kerinduan. Meskipun hanya menatap sebuah foto lama yang masih terawat, Anaya merasakan hatinya begitu dekat saat menatap wajah tampan itu. "Serius amat lihatin tuh foto? Kalau saja itu bukan fotonya Papi pasti Daddy sudah cemburu berat lihat Mommy menatap foto itu dengan tatapan cinta dan kerinduan yang besar," sindir Liam yang datang sambil membawa piring berisi buah-buahan yang sudah dipotong kecil-kecil. Anaya tersenyum lebar mendengar sindiran sang suami yang datang dengan memasang wajah pura-pura cemburu. Liam mengecup pipi tembem sang istri begitu duduk di samping ibu hamil yang sangat ia cintai itu. "Meskipun hanya bisa melihat dari selembar foto, Mommy sangat sayang sama Papi dan berharap Papi
Faraz mondar-mandir di rumah yang baru saja ia beli dikawasan yang penghuninya para pekerja semua. Pria itu gelisah karena sudah tiga hari Amira tidak membalas dan cenderung mengabaikan pesan yang ia kirimkan. Perasaannya juga gelisah tidak menentu dan merasa tidak enak sejak dua hari yang lalu.
Raka terkejut melihat penampilan ibunya yang begitu mencengangkan saat ia kembali ke rumah. "Ma, apa yang terjadi? Kenapa muka Mama jadi seperti ini?" "Kamu! Kenapa kamu tidak menjaga Mama selama saya keluar kota!" tuding Raka dengan menatap tajam Amira yang sedang duduk santai di sofa. "Mas, j
"Bagaimana? Apa kata dokter? Anaya dan anak-anak gak papa kan?" tanya Gendis berlari mendapati Liam dan Anaya yang keluar dengan kursi roda. Wajah Anaya sudah tidak sepucat tadi setelah diberikan suntikan vitamin dan obat penguat kandungan dari dokter. "Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,
Waktu menunjukkan tepat tengah malam saat Liam mendatangi alamat yang dikirimkan Naren padanya. Junaedi alias Juned yang sudah diberi tahu Farel akan kedatangan sang Bos besar, langsung tanggap saat pintu gubuk kecil itu diketuk sebanyak tiga kali. Liam memarkirkan mobilnya di tempat yang aga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan