Beranda / Fantasi / Kurir Pemilik Sistem / Hidup Baru (part 3)

Share

Hidup Baru (part 3)

Penulis: BoardMarker
last update Tanggal publikasi: 2026-07-19 19:34:25

Pada detik yang sama, di depan bapak itu, sekitar 50 meter dari tempat Wandi berdiri, sebuah mobil angkot berhenti mendadak karena ada motor lain yang menyalip seenaknya. Bapak itu yang berada di belakang angkot, tidak sempat mengerem. Motornya oleng ke kanan, tepat di jalur yang seharusnya dilewati truk kontainer.

Tapi karena Wandi menahan bapak itu selama beberapa menit, posisinya menjadi terlambat sekitar satu menit dari waktu normal. Truk kontainer yang melaju cepat itu sudah lewat. Bapak i
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kurir Pemilik Sistem   Terjawab (part 4)

    Tina yang dari tadi berdiri di samping motor matic, menatap Wandi dan Noval. Wandi menggendong Noval dengan penuh kasih sayang, seperti seorang ayah menggendong anak kandungnya. Noval memeluk Wandi erat, seperti anak yang mencari perlindungan."Wandi... kamu benar-benar sudah berubah. Kamu tidak hanya kaya. Kamu juga menjadi ayah yang baik."Tina berdiri, berjalan mendekat. Dia berdiri di samping Wandi, menatap Noval yang masih terisak pelan. "Noval, mama ada di dalam. Nanti kamu cari mama, ya," ucap Tina lembut.Noval menatap Tina. "Tante... Tante lihat Mama Noval?""Ibu Noval... dia di dapur tadi. Mungkin pindah ke ruang tamu."Noval mengangguk. Wandi menurunkan Noval, menggandeng tangannya."Nak, Papa antar."Tina berjalan di samping mereka. Dua insan yang dulu pernah satu keluarga, kini berjalan bersama di halaman rumah Andre, tetapi bukan sebagai suami, istri, dan anak. Sebagai mantan suami, mantan istri, dan anak angkat dari mantan suami.Mereka masuk ke dalam rumah. Suasana pes

  • Kurir Pemilik Sistem   Terjawab (part 3)

    Dari jendela itu, dia bisa melihat BMW hitam terparkir di halaman, di belakang Innova hitam milik Andre. Lampu taman yang temaram menyorot mobil itu, menciptakan bayangan panjang di aspal.Tina berjalan ke pintu, keluar rumah.Udara malam terasa sejuk. Angin berhembus sepoi-sepoi, membawa bau tanah dan dedaunan. Rumput di halaman basah karena embun. Lampu taman yang dipasang di setiap sudut memancarkan cahaya kuning hangat.Tina berjalan ke arah BMW hitam. Mobil itu masih menyala? Tidak. Mati. Tapi lampu kabin masih menyala, menandakan bahwa seseorang di dalamnya tidak tertidur.Ketika dia mendekat, dia melihat Wandi duduk di bagasi yang terbuka. Bukan di dalam mobil, tetapi di bagasi, dengan kedua kaki menjuntai ke bawah, menyentuh aspal yang dingin. Di sampingnya, ada segelas plastik berisi kopi, mungkin dibeli dari penjual es teh jumbo yang tidak jauh dari rumahnya, yang juga menjual kopi tubruk pahit. Di jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya, terselip sebatang rokok yang m

  • Kurir Pemilik Sistem   Terjawab (part 2)

    Tidak lama kemudian, Nila keluar dari dalam rumah. Dia berdandan cantik layaknya seorang putri. Gaun panjang berwarna merah muda dengan pita besar di pinggang. Rambutnya yang hitam panjang sebahu diikat sanggul kecil dengan mahkota bunga melati. Wajahnya dipoles tipis-tipis, sedikit bedak, sedikit lipstik merah muda, dan sedikit blush on di pipinya yang tembam.Semua anak bertepuk tangan. "Wah, Nila cantik!"Nila tersenyum malu. Matanya mencari-cari seseorang di antara kerumunan. Ketika menemukan Noval, dia tersenyum lebar."Nila, selamat ulang tahun!" seru Noval sambil melambaikan tangan."Makasih, Noval!"Badut sulap mulai memainkan aksinya. Dengan gerakan lincah dan ekspresi lucu, dia mengeluarkan pita warna-warni dari mulutnya, mengubah saputangan menjadi burung merpati palsu, dan membuat balon-balon berbentuk binatang. Anak-anak bertepuk tangan, tertawa terpingkal-pingkal, ada yang maju ke depan untuk ikut bermain.Nila duduk di kursi kehormatan, di samping kue ulang tahun tiga t

  • Kurir Pemilik Sistem   Terjawab (part 1)

    Waktu berlalu seperti air sungai di musim penghujan, deras, tidak terbendung, dan membawa serta banyak hal. Hari-hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti musim. Noval dan Nila sudah bersahabat erat seperti kakak beradik. Setiap pagi mereka masuk kelas bersama, setiap istirahat mereka duduk di bangku taman di bawah pohon rindang, setiap pulang sekolah mereka melambaikan tangan satu sama lain. Wandi dan Tina sudah beberapa kali bertemu di gerbang sekolah, cukup dengan anggukan dan senyuman kecil. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Masing-masing sudah menjalani hidupnya.Suatu sore, ketika Wandi sedang membersihkan halaman rumah dari dedaunan kering yang berguguran, ponselnya bergetar. Layar menampilkan pesan dari Bu Indah, guru TK Bunda Mulia, tempat Noval bersekolah.[Pak Wandi, Nila (teman Noval) akan mengadakan ulang tahun ke-5. Semua teman sekelas diundang. Acaranya malam ini, jam 6, di rumahnya.]Wandi membaca pesan itu beberapa kali. Nila. Ulang tahunnya

  • Kurir Pemilik Sistem   Gerbang Sekolah (part 3)

    Tina tidak mendengar. Pikirannya masih kacau. Bayangan Wandi di pagi hari, kemeja putih, celana jins hitam, wajah glowing, tubuh kekar, bercampur dengan bayangan BMW hitam, logo BMW, kursi sopir yang dia duduki. Bayangan Arini, blazer abu-abu, rok pensil hitam, rambut kuncir tinggi, bercampur dengan bayangan Noval, anak kecil lucu dengan tas merah, yang dia lihat tadi pagi, yang ternyata adalah teman Nila."Ma! Nila minta permen kapas!"Tina tersadar. "Eh? Iya, Nak. Maaf. Mama melamun.""Mama melamun apa?""Tidak apa-apa. Nila mau permen kapas?""Iya, Ma. Di depan sekolah ada. Warnanya pink."Tina menoleh ke arah pintu gerbang. Seorang pedagang permen kapas dengan gerobak dorong sudah berjajar di pinggir jalan, bersaing dengan pedagang cilok dan batagor. Aroma gula yang dibakar tercium hingga ke taman."Ayo, Mama belikan."Tina menggendong Nila berjalan ke arah pedagang permen kapas. Di tengah jalan, dia menoleh ke arah mobil BMW hitam yang masih terparkir di pinggir jalan. Wandi masi

  • Kurir Pemilik Sistem   Gerbang Sekolah (part 2)

    Pintu kelas terbuka lebar. Anak-anak kelas A mulai keluar. Ada sekitar lima belas anak, laki-laki dan perempuan, dengan seragam putih abu-abu yang sedikit kusut setelah seharian beraktivitas. Beberapa masih memegang buku, beberapa memegang mainan, beberapa hanya memegang kotak bekal kosong.Noval keluar dengan langkah percaya diri. Tas sekolah merah di punggungnya tampak rapi, tidak berantakan seperti beberapa anak lain yang tasnya hampir terlepas dari bahu. Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar, bibirnya tersenyum. Dia terlihat sangat bahagia.Di samping Noval, berjalan seorang anak perempuan kecil. Rambutnya yang hitam panjang sebahu diikat dua kuncir dengan pita merah. Wajahnya bulat, pipinya tembam, kulitnya cerah. Dia menggandeng tangan Noval, tetapi tidak erat, hanya sekadar berjalan berdampingan.Itu Nila.Wandi melihat Nila. Jantungnya berdegup lagi. Bukan karena dia masih merindukan Nila, tentu saja dia merindukan anak kandungnya, tetapi itu adalah rindu yang sudah dia teri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status