홈 / Fantasi / Kurir Pemilik Sistem / Terjawab (part 4)

공유

Terjawab (part 4)

작가: BoardMarker
last update 게시일: 2026-08-20 13:16:09

Tina yang dari tadi berdiri di samping motor matic, menatap Wandi dan Noval. Wandi menggendong Noval dengan penuh kasih sayang, seperti seorang ayah menggendong anak kandungnya. Noval memeluk Wandi erat, seperti anak yang mencari perlindungan.

"Wandi... kamu benar-benar sudah berubah. Kamu tidak hanya kaya. Kamu juga menjadi ayah yang baik."

Tina berdiri, berjalan mendekat. Dia berdiri di samping Wandi, menatap Noval yang masih terisak pelan. "Noval, mama ada di dalam. Nanti kamu cari mama, ya,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kurir Pemilik Sistem   Keputusan Baru (part 2)

    Vex'Ra menggerakkan tentakelnya lagi. Layar holografik menampilkan gambar Tina yang sedang tidur di kamarnya di rumah Wandi. Wajahnya tenang, napasnya teratur."Komandan, kami juga telah mengamati Tina, mantan istri subjek. Dia telah berubah secara signifikan sejak dia tinggal bersama subjek dan keluarganya.""Berubah bagaimana, Letnan?""Tina dulu egois, penuh dengan rasa takut dan ketidakpercayaan. Sekarang, dia mulai belajar untuk percaya pada orang lain. Dia mulai belajar untuk menerima bantuan. Dia mulai belajar untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga.""Ini menarik, Letnan. Subjek W-2771 tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Dia juga menyelamatkan orang lain.""Ya, Komandan. Subjek memiliki kemampuan untuk mengubah orang di sekitarnya. Dia membuat mereka menjadi lebih baik."Komandan Thar'Xul berdenyut dengan cahaya keemasan, rasa puas. "Ini adalah data yang sangat berharga, Letnan. Catat semua pengamatan tentang Tina.""Siap, Komandan."Vex'Ra menggerakkan tentakelnya la

  • Kurir Pemilik Sistem   Keputusan Baru (part 1)

    Di atas pesawat alien berbentuk kristal hitam yang mengorbit Bumi, suasana di ruang kendali utama terasa tenang tetapi penuh dengan konsentrasi. Lampu-lampu di langit-langit berwarna biru kehijauan menyala redup, menciptakan suasana yang dingin dan steril. Layar holografik raksasa di hadapan Komandan Thar'Xul menampilkan gambar Bumi dari ketinggian, planet biru yang indah dengan bercak-bercak putih awan, hijau daratan, dan kilauan lampu kota di malam hari. Di sudut kanan layar, ada tampilan lain: gambar Wandi yang sedang duduk di teras rumahnya, merenung di bawah langit malam yang gelap.Komandan Thar'Xul duduk di kursi tertinggi, tubuh plasmanya yang besar berdenyut dengan ritme yang teratur, biru keemasan, warna yang dalam bahasa mereka berarti ketenangan dan kewaspadaan. Matanya yang tidak memiliki kelopak, tetap tertuju pada layar holografik, mengamati setiap detail kehidupan Wandi dengan saksama."Letnan Vex'Ra, laporkan perkembangan terbaru dari Subjek W-2771," perintah Komandan

  • Kurir Pemilik Sistem   Sebuah Pertanda (part 3)

    "Pa, Noval kenyang," ucap Noval sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit."Kenyang, Nak? Alhamdulillah.""Pa, supnya enak banget. Noval mau lagi besok.""Besok Papa buatkan lagi. Tapi Noval harus sehat dulu.""Noval sehat, Pa. Demam Noval udah turun."Wandi menempelkan punggung tangannya ke dahi Noval lagi. Benar, demamnya sudah turun. Tidak setinggi tadi pagi. Wandi tersenyum lega."Syukurlah, Nak. Kamu pasti cepat sembuh.""Pa, Noval mau tidur lagi.""Tidurlah, Nak. Papa di sini."Wandi menurunkan Noval perlahan, meletakkan kepalanya di atas bantal. Dia menarik selimut tipis ke atas, menutupi tubuh Noval yang masih hangat. Noval memejamkan matanya, napasnya mulai teratur."Pa, Noval sayang Pa," bisik Noval setengah tidur."Papa juga sayang Noval, Nak. Selamanya."Noval tersenyum dalam tidurnya.Wandi masih duduk di tepi kasur, menatap Noval yang tertidur pulas. Tangannya yang besar mengusap rambut Noval sekali lagi, lalu dia berdiri pelan, berjalan keluar kamar, dan menutup p

  • Kurir Pemilik Sistem   Sebuah Pertanda (part 2)

    Noval menggeleng lagi, tetapi kali ini ada yang berbeda. Matanya yang sayu menatap Wandi dengan tatapan yang tidak bisa dia sembunyikan."Pa, Noval rindu Mama."Wandi mengerjap. "Rindu Mama? Mama Arini?""Iya, Pa. Noval rindu Mama."Wandi mengusap rambut Noval. "Mama Arini sedang bekerja, Nak. Dia pergi ke Malaysia. Dia hanya pergi dua minggu."Noval menggeleng. "Tapi Pa, Noval takut...""Takut apa, Nak?""Noval takut kalau... kalau ada orang lain yang akan menggantikan Mama."Wandi terdiam. Dadanya terasa sesak. Kata-kata Noval menusuk hatinya. Dia teringat kejadian semalam. Tina yang mendekatkan wajahnya, hendak menciumnya. Hampir saja. Hampir saja dia membalas. Hampir saja dia melakukan kesalahan besar."Noval... anak itu bisa merasakan. Dia bisa merasakan bahwa ada yang tidak beres. Dia bisa merasakan bahwa ada yang mengancam keluarganya.""Noval, tidak ada yang akan menggantikan Mama," ucap Wandi dengan suara tegas."Benaran, Pa? Papa janji?""Papa janji, Noval. Papa tidak akan p

  • Kurir Pemilik Sistem   Sebuah Pertanda (part 1)

    Matahari pagi bersinar cerah di atas Cipinang ketika Wandi terbangun dari tidurnya. Langit biru tanpa awan, sinar matahari yang hangat mulai menembus jendela-jendela kamar, menciptakan pola-pola cahaya di lantai kayu yang mengkilap. Burung-burung pipit mulai berkicau di pohon mangga halaman depan, bersahutan dengan suara ayam tetangga yang sesekali berkokok. Suasana pagi yang tenang, penuh dengan harapan dan kebahagiaan.Hari itu seperti biasa, Wandi bangun, mandi, dan menyiapkan sarapan untuk keluarga. Tina sudah bangun sejak lebih awal, membantu Wandi menyiapkan meja makan. Noval dan Nila masih di kamar mereka, mungkin masih tidur atau sedang bermain.Tina memakai daster panjang berwarna krem yang sederhana, rambutnya diikat kuncir santai, dan wajahnya segar tanpa makeup. Dia terlihat lebih tenang pagi ini, tidak ada bekas-bekas kejadian semalam di wajahnya. Mungkin dia sudah benar-benar melupakan atau setidaknya berusaha melupakan. Dia sedang menata piring-piring di meja makan deng

  • Kurir Pemilik Sistem   Malam di Ruang Tamu (part 2)

    "Wan, aku...""Tina, ingat, aku sekarang suaminya Arini. Dan statusmu juga... masih istrinya Andre."Tina menunduk. Air mata mulai mengalir di pipinya."Wan... aku... aku minta maaf. Aku... aku hampir khilaf. Aku tidak bermaksud...""Tina, aku mengerti. Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita tidak bisa. Kita tidak boleh.""Iya, Wan. Kamu benar. Aku... aku minta maaf."Tina menangkupkan kedua tangannya di wajahnya, menangis pelan.Wandi melihat Tina yang menangis. Dadanya terasa sesak. Dia tidak ingin melihat Tina menangis. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Tina melakukan hal yang salah."Tin," panggil Wandi dengan suara lembut.Tina tidak menjawab. Dia terus menangis."Tin, lihat aku."Tina mengangkat wajah. Matanya yang merah dan basah menatap Wandi."Tin, aku mengerti. Aku mengerti bahwa kamu masih memiliki perasaan. Aku juga memiliki perasaan yang sama. Tapi kita tidak bisa. Kita sudah punya kehidupan masing-masing. Aku sudah punya Arini. Kamu masih punya Andre. Kita harus m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status