LOGINLangit menghadiahi tubuh Melody dengan kecupan basah dari atas hingga bawah, Melody mendesah dan terus begitu ketika lelaki itu terus mempermainkan dirinya. Kecupan bibir Langit menelusuri perut rata Melody, sedangkan wanita itu memilih memejamkan mata menikmati sentuhan hangat sang suami. Tanpa terasa celana pendek Melody sudah terlepas, dan menyisakan dalaman saja.Langit kecup liang surgawi Melody dibalik celana, hal itu membuat yang punya memekik terkejut karena perbuatan Langit padanya. Sekali tarik, celana dalam kuning itu terlempar entah ke mana.“Astaga,” pekik Melody diikuti desahan tak karuan.Ya, Langit membenamkan dirinya pada liang surgawi Melody. Bermain di sana sesuka hati, bahkan lidah panasnya sudah menari-nari di dalam.“Lang, aku mohon berhenti,” mohon Melody yang merasa tak tahan dengan hantaman gairah yang dia rasakan.Tubuh Melody mengeliat bukan main, meremas segala yang ada di sekitarnya. Rasa baru yang untuk pertama kali dia rasakan, dan ini sungguh lua
Sebagian wanita ketika malam pertama pasti ingin memberikan penampilan yang terbaik untuk sang suami, seperti memakai lingerie atau tak memakai apa pun dibalik bathdrop. Tapi, kali ini Melody berbeda. Wanita itu sungguh tak tahu malu pada Langit dengan mengenakan pakaian tidur berwarna kuning motif spongebob, terlihat sexi memang dan itu membuat Langit ingin tersenyum.Tersenyum karena perpaduan sexy dan terlihat seperti anak kecil saja, tapi tak apa. Langit sangat tahu bagaimana sukanya Melody dengan warna kuning dan tentu saja dia tidak mempermasalahkan hal itu. “Lucu, ya,” ucap Melody menghampiri Langit yang duduk santai di Ranjang.“Iya, kamu lucu sekali. Saya ... aku kira kamu akan pakai lingerie,” balas Langit menepuk tempat tidur di sampingnya.“Rencana mau pakai itu, bahkan Bunda dan tante Lexa menyiapkan itu semua. Tapi, aku belum mau memakainya,” tawa Melody karena belum terbiasa memakai pakaian seperti itu, dan takut Langit menertawakan dirinya.“Tidak masalah, sesu
“Aish, bicara mulu, Bang. Adik kita sudah paham,” sahut Awan yang berada di belakang Bintang.“Siapa tahu mau test drive dulu,” balas Bintang.“Ngapain, test drive segala. Langsung tancap saja, biar cepet gol,” tambah Galaxy yang semakin menjadi.“Berhentilah, banyak yang antri di belakang kalian,” keluh Langit mengingatkan.Seperti biasa, Bintang dan Galaxy saling salah. Mereka selalu saja berisik dan berujung dengan pertengkaran yang absurb. Hal itu sudah sangat dipahami oleh Langit.“Selamat untuk kalian,” ucap Alfred yang diantar oleh Alby.“Terima kasih,” jawab Langit singkat.“Makasih kamu mau datang, Al. Aku seneng banget,” kata Melody seolah sudah melupakan semuanya.“Aku bahagia kalau kamu bahagia, Mel,” jawab Alfred begitu lega melihat Melody berbahagia seperti saat ini.Acara berlangsung sampai malam, dan hal tersebut membuat keduanya kelelahan. Langit sudah memesan kamar president suit untuk malam pertama mereka, dan kini keduanya telah sampai di Kamar setelah sem
Ivander sampai malu sendiri melihat Melody yang begitu agresif mencium Langit lebih dulu, apalagi ini dihadapan umum dan hal itu membuat Ivander menggeleng kuat. “Kelakuan putri kamu,” keluh Ivander membuat Nada hanya tersenyum.“Maklum masih muda dan cinta-cintanya, hasrat mereka masih membara. Kayak kamu tidak pernah muda saja,” balas Nada yang bahagia melihat kedua tengah bermesraan.“Tapi, tidak dihadapan umum. Banyak anak-anak yang lihat,” ujar Ivander yang melihat juga banyak undangan yang membawa anak-anak mereka.“Sudah diam saja,” balas Nada yang ternyata Ivander begitu cerewet.Banyak orang bersorak ketika melihat sang pengantin berciuman, begitu mesra dan seolah dunia milik mereka sendiri.“Wooowww,” teriak Bintang.“Gaasss terus,” tambah Galaxy bersorak lebih keras lagi.Dansa masih berlanjut, para tamu dan undangan juga bisa ikut berdansa bersama. Saling menikmati berdua bersama pasangan, dan tentu saja dengan suasana yang romantis.“Ayo, kita berdansa,” ajak Na
“Saudara Langit Biru Mahapura bin Darel Mahapura, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Melody Cinta Mahaprana binti Ivander Mahaprana dengan mas kawin seperangkat alat shalat, uang senilai duapuluh sembilan juta seratus duapuluh dua ribu rupiah dan emas senilah duapuluh sembilan karat. Tunai.”Langit yang menjabat tangan Ivander, langsung membalas dengan tegas. “Saya terima nikah dan kawinnya Melody Cinta Mahaprana dengan mas kawin tersebut, tunai.”Langit mengucapkan ijab qabul tanpa ada kesalahan apa pun, Penghulu menatap saksi yang tidak lain adalah Bintang dan Galaxy.“Bagaimana saksi?” tanya penghulu pada kedua saksi.Bintang dan Galaxy saling pandang dan mengangguk. “Sah.”“Alhamdulilah.”Langit dan Melody saling pandang, tersenyum penuh arti. Lelaki tampan itu memakaikan cincin di jemari Melody, begitu pun sebaliknya.Melody mencium punggung tangan Langit yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya, kemudian Langit mencium kening Melody cukup lama. Akh
“Ayah sama Bunda habis dari mana?” tanya Melody ketika melihat keduanya memasuki rumah.“Pergi ke rumah Langit,” jawab Ivander membuat Melody cemberut.“Curang, aku juga pengen ketemu Langit. Aku udah kangen banget sama dia,” cetus Melody membuat keduanya tersenyum.“Duduklah, ayah dan bunda ingin membicarakan sesuatu,” ajak Nada pada Melody yang sedang menggerutu tidak jelas. Melody sejenak berpikir, untuk apa orangtuanya menemui Langit secara tiba-tiba? Tidak mungkin ‘kan terjadi pembatalan pernikahan karena suatu hal.“Kenapa menatap seperti itu? Ayah tidak macam-macam dengan ayang beb kamu,” ujar Ivander karena melihat tatapan curiga dari Melody.“Siapa tahu aja? Melo ‘kan hapal sifat ayah gimana,” jawab Melody dengan santai.“Aish, dasar anak ini,” omel Ivander.“Sudahlah,” lerai Nada, “dengarkan bunda sebentar,” pinta sang Ibunda.“Emang ada apa, Bun? Kok, kayaknya serius banget,” jawab Melody menatap keduanya secara bergantian.Nada menjelaskan semua tentang ibu Lang







