Mag-log inLe jour de mes seize ans, mes trois frères sont rentrés à la maison avec une fille qui s'appelait Sylviane. Ils m'ont dit que je devais la traiter comme ma famille. Je ne pensais pas que les choses changeraient. Mais quelques années plus tard, tout a changé. Jean, mon plus jeune frère, m'a poussée dans les escaliers pour elle. Adam, l'aîné, qui avait promis de me protéger pour toujours, m'a dit de partir. Je suis donc partie, discrètement. Ils ont cru que je faisais un caprice, alors ils ont emmené Sylviane à l'étranger, sans même prendre la peine de vérifier où je suis allée. Ils ne savaient pas que j'ai signé un contrat qui me liait au plus grand rival de notre famille en devenant leur plus jeune chimiste. Ce contrat, écrit noir sur blanc, stipulait que je ne pourrais plus jamais rentrer chez moi. La nuit où ils ont découvert que j'étais partie pour de bon ? Ils ont craqué, chacun d'entre eux.
view more“Menaklukkan 7 wanita? Pasti ini hanya akal-akahan si tua bangka itu!” gerutu Li Mingzi, tetapi langkahnya terus terayun untuk masuk ke dalam kereta api.
Demi bisa memperpanjang umurnya yang tinggal 28 hari lagi, Li Mingzi terpaksa turun gunung dan menjalankan misi khusus dari gurunya, Yu Shen. Tapi, bicara dengan wanita saja tidak pernah. Lalu, bagaimana caranya Li Mingzi bisa menaklukkan wanita-wanita itu?! Li Mingzi adalah seorang jenius. Ilmu beladiri, formasi, feng shui, pengobatan, racun, semua dia kuasai dalam waktu yang bagi orang lain bahkan tidak cukup untuk memahami dasarnya. Dia adalah kandidat sempurna untuk mewarisi Aula Bintang, organisasi terbesar di Negara Pedang yang menguasai dunia hitam dan putih. Namun, takdir justru mempermainkannya. Darah Emas di tubuh Li Mingzi menjadi sebuah anugerah sekaligus kutukan. Energi dalam tubuhnya terlalu besar hingga akhirnya berbalik menyerang dirinya sendiri. Setiap kali kekuatannya meningkat, tubuhnya justru semakin hancur. Pemilik Darah Emas sebelumnya masih bisa bertahan sampai usia 25 tahun. Namun Li Mingzi? Dia bahkan tidak bisa mencapai usia itu. Karena dia memilih melawan kutukannya dengan cara paling bodoh. Yaitu dengan cara menekannya, menghancurkan dirinya sendiri dari dalam. “Ck! Guru sialan. Tua bangka itu pasti sekarang tertawa senang setelah berhasil mengusirku. Dia bisa bebas menggoda para janda,” gerutu Li Mingzi sekali lagi ketika sudah duduk di dalam kereta. Kalau saja semalam Yu Shen tidak mengatakan hal gempar lain pada Li Mingzi, mungkin sekarang Li Mingzi akan lebih memilih tidur dan menghabiskan sisa umurnya dengan damai ketimbang pergi ke Kota Awan. "Aku sudah gagal sebagai Raja Bintang dan sekarang aku juga gagal membuat muridku ingin hidup lebih lama," kata Yu Shen kepada Li Mingzi malam itu. Li Mingzi yang sedang minum teh langsung berhenti. Ekspresinya berubah serius. Raja Bintang bukan gelar sembarangan. Itu adalah julukan bagi pemimpin Aula Bintang yang membuat orang gentar hanya mendengar namanya saja. Li Mingzi tahu, itu adalah gelar yang benar-benar diinginkan oleh gurunya. Dahulu orang akan benar-benar gentar ketika mendengar nama itu. “Guru…” Li Mingzi menyipitkan matanya. “Kau mulai berakting?” Yun Shen tidak tersinggung. Sebaliknya, dia malah memasang wajah semakin sedih. “Bukankah kau selalu ingin tahu, kenapa aku tidak pernah kembali ke Aula Bintang?” Li Mingzi tidak menjawab. Namun tatapannya sudah cukup sebagai jawaban. Yun Shen tertawa kecil. Tawa yang pahit, lalu berkata dengan lirih, “Karena aku pengecut.” “Omong kosong,” balas Li Mingzi cepat. “Kau itu orang paling hebat di dunia ini, mana mungkin jadi pengecut!” Li Mingzi tahu betul gurunya orang seperti apa. Selama ini, dia mengenalnya sebagai sosok yang berprinsip, bahkan seluruh penduduk desa sekitar Gunung Sembilan Naga ini sangat menghormatinya meskipun di sini ia menanggalkan identitasnya sebagai Raja Bintang. “Seluruh dunia bilang begitu,” sahut Yu Shen cepat. Li Mingzi langsung mengernyit. Yun Shen melanjutkan dengan suara lebih rendah. “Dulu, ada perang antara Negara Pedang dan Negara Teratai Salju. Sebuah pertarungan nasib. Formasi raksasa dipasang. Keberuntungan seluruh negara dipertaruhkan. Namun…” Tatapannya menjadi dingin. “Aku tidak muncul.” Li Mingzi mengepalkan tangannya. “Kenapa?” “Karena aku memilih menyelamatkanmu,” jawab Yun Shen tanpa ragu. Suasana langsung hening. Angin pun seakan berhenti berhembus. “Akibatnya…” lanjut Yun Shen, “Formasi kacau. Salah satu anggota inti berkhianat sehingga banyak ahli mati dan terluka akibat pembalikan formasi. Negara Pedang kalah dalam pertarungan itu. Dan aku … menjadi pengecut yang lari dari tanggung jawab.” Yu Shen tersenyum tipis. Sementara itu, Li Mingzi tidak bergerak, tetapi aura di sekitarnya mulai berubah berat dan dingin. “Siapa yang mengacaukan formasi itu?” tanyanya pelan. “Teman lamaku,” jawab Yun Shen. “Hei Wuji.” Nama itu terasa seperti duri. “Dia mengkhianati kami. Dia bekerja sama dengan Negara Teratai Salju. Keberuntungan Negara Pedang… dicuri,” lanjut Yu Shen. Cangkir teh di tangan Li Mingzi hancur. “Jadi selama ini, kau memikul semua itu sendirian?” Yun Shen tertawa kecil. “Sudah kubilang. Aku pengecut.” Li Mingzi berdiri perlahan, tubuhnya gemetar menahan kemarahan. “Aku tidak peduli dengan hidupku,” katanya pelan. “Tapi aku tidak akan membiarkan orang lain menginjak-injak nama Guru.” Sejak kecil, Li Mingzi telah hidup bersama Yu Shen dan dirawat dengan sangat baik. Tak heran jika di balik sikap tengik Li Mingzi, ia benar-benar menghormati gurunya. Jadi, jika ada orang yang menjatuhkan gurunya, jelas Li Mingzi tidak akan segan untuk menghabisi orang itu. Akhirnya, Li Mingzi meninggalkan Gunung Sembilan Naga pagi tadi. GRAK! Tut! Tut! Akhirnya, kereta api itu melaju. Li Mingzi kembali mengusap wajahnya gusar. “Ah! Gimana caranya mendekati wanita?!” lirih Li Mingzi terdengar agak putus asa. Tiba-tiba, seorang pria yang duduk di sampingnya berkata, “Itu mudah anak muda. Kamu hanya perlu bersikap baik pada wanita, manjakan mereka, buat mereka terkesan dengan dirimu. Maka, mereka pasti akan datang kepadamu.” Seketika, Li Mingzi menoleh dan menatap pria setengah baya itu dengan alis tertaut. “Aku sudah berhasil menaklukkan 10 wanita dengan cara itu. Cobalah sendiri,” kata pria itu lagi, membuat Li Mingzi membulatkan matanya. “Semudah itu? Benarkah?” Li Mingzi mendadak percaya diri. Kalau hanya membuat dirinya tampak terkesan, jelas Li Mingzi jagonya. “Lihat saja, setelah membuat umurku lebih panjang, aku akan membalaskan dendam guru!” tekad Li Mingzi dalam hatinya. Ketika matahari belum sempat muncul di ufuk timur, Li Mingzi sudah tiba di Vila Bukit Kuning, sebuah kediaman megah di kaki Gunung Naga Biru yang terpisah dari hiruk pikuk Kota Awan. Itu adalah vila milik Yu Shen yang diurus oleh bawahannya, yaitu Tuan Wang, seorang pria yang jelas disegani di Kota Awan. Tuan Wang, seorang pria paruh baya dengan sikap tegas namun hormat, sudah menunggunya di pintu gerbang jauh sebelum Li Mingzi mengetuk. Begitu melihat sosok pemuda itu, dia langsung membungkuk dalam. "Pewaris telah tiba. Seluruh vila siap melayani," sambut Tuan Wang.Point de vue de KatiaPascal m'a offert le mariage le plus extravagant que j'aurais pu imaginer, le genre d'événement dont les tabloïds parlaient à voix basse et dont l'ancienne moi n'aurait jamais pu rêver.Puis je suis tombée enceinte d'un garçon.C'était une surprise, à mon âge, je ne pensais pas que c'était encore possible. Mais il était là, doux, beau, avec les yeux de Pascal et mon calme.Quand il a eu un an, Pascal a organisé une grande fête d'anniversaire, tout le monde est venu, même les Renard.Pascal les a fait entrer.Adam a encore vieilli depuis la dernière fois que je l'ai vu, ses épaules étaient voûtées, son regard s'était assombri.Léon est venu en chaise roulante, Jean avait une mine d'enfer, il était épuisé, fatigué.Ils ne m'ont pas parlé, ils ont juste laissé un petit cadeau près de la table. La carte disait : « Que tu aies la vie la plus merveilleuse, la plus parfaite ».Je ne l'ai pas ramené à la maison, je l'ai laissé près de la poubelle.Parce que lorsque certa
Point de vue de KatiaDix ans se sont écoulés depuis que j'ai rejoint le groupe Orman.Durant cette période, les formules que j'avais développées les avaient aidés à générer des centaines de milliards de bénéfices, des marchés entiers avaient été remodelés grâce à mon travail. Je n'étais plus une chimiste secrète cachée derrière la porte d'un laboratoire, j'étais leur atout le plus précieux.Et j'étais aussi la petite amie de Pascal Orman.Il m'a dit qu'il était tombé amoureux de moi la première fois qu'il m'avait vue. C'était peut-être vrai, peut-être pas, mais être sa compagne signifiait que je recevais des choses que la plupart des membres de l'organisation n'ont jamais eues : la liberté et la sécurité.Grâce à Pascal, je n'étais pas obligée de rester au Mexique à plein temps, je pouvais voyager souvent, il me demandait simplement où je voulais aller et m'y emmenait.Mais à cause de ce qu'il était et de ce qu'était le Groupe Orman, nous avons toujours voyagé sous le radar, avec de
Point de vue d'AdamJ'ai fermé les yeux une seconde. Quand je les ai ouverts, j'ai vu Sylviane. Elle se tenait devant la porte d'entrée, s'attardant comme si elle avait quelque chose à cacher.Sylviane, tout a commencé quand je l'ai ramenée à la maison.Les menaces sont arrivées peu après la mort d'Arthure, des messages anonymes, des avertissements, des demandes de protéger Sylviane, sinon Katia en paierait le prix.Et maintenant, je ne pouvais m'empêcher de me demander : et si je n'avais pas ramené Sylviane à la maison ? Si je n'avais pas cru pouvoir gérer les deux ? Si j'avais pu protéger Katia, diriger l'empire, empêcher que tout ne s'écroule ?Katia serait-elle encore là ?Sylviane s'est éclipsée dans l'obscurité, disparaissant derrière les haies.J'ai froncé les sourcils, la suspicion m'a envahi, alors j'ai suivi.Je n'ai pas tardé à entendre des voix basses, en colère.« Tu n'as pas le droit de me menacer », a sifflé Sylviane, « je t'ai donné ce que tu as demandé ! »« Et mainte
Point de vue d'Adam« Elle s'est proposée comme leur chimiste », ai-je dit en forçant les mots, « la plus jeune de l'histoire. »Léon n'a rien dit, il savait aussi ce que cela signifiait. Si Katia avait vraiment rejoint le groupe Orman, elle était partie, même si elle vivait, elle ne pourrait jamais revenir.Mon esprit s'est emballé. Comment avions-nous pu en arriver là ? Comment la fille que je portais autrefois sur mes épaules s'était-elle éloignée au point que je n'avais même pas remarqué son départ ?Et pire encore, pourquoi se sentait-elle obligée de le faire ?Une douleur froide et creuse a surgi dans ma poitrine.Léon s'est levé brusquement. « Je vais au Mexique. »« Quoi ? »« Je vais parler à Pascal Orman, peu importe ce qu'il faut faire, c'est notre sœur. »« Je lui ai déjà parlé », ai-je dit, la voix basse, « c'était presque impossible de la ramener maintenant, et j'avais peur qu'on énerve Pascal et qu'il lui fasse quelque chose, alors il faut rester calme. »Mais Léon ne






Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.
Rebyu