Share

Bab 81. Ke Kuil

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-02 23:52:21

Lucas bergeming. Keheningan jatuh di antara mereka, cukup lama hingga udara terasa menyesakkan, sebelum akhirnya rahang pria itu mengeras kembali.

“Tuduhan tanpa bukti tidak mengubah posisimu,” katanya tenang. “Namun dalam hukum kekaisaran, opini publik bisa sekejam fakta hukum."

Ia menatap tajam, tanpa memberi celah untuk mendebat.

​"Jika ini sebuah permainan, kau sudah tertinggal satu langkah," ujarnya. "Bukan hanya Dewan yang mencurigaimu sekarang, tapi juga wilayah Utara."

​Keheningan k
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 91. Memiliki usulan

    Aula itu sudah dipenuhi tujuh anggota dewan yang duduk berderet di sisi kanan dan kiri.Kaisar berada di singgasana utama. Lucas duduk di kursi yang lebih rendah di sisi kanan, sementara Madeleine menempati kursi di sebelahnya.Di bawah sisi kiri singgasana berdiri sekretaris istana, Sedrik Connor.Madeleine menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Wajah para bangsawan tampak kaku dan serius.‘Jadi beginilah rapat dewan kekaisaran,’ pikirnya. ‘Tegang sekali … hampir seperti rapat panjang yang hanya membahas anggaran desa.’Sejak ia melangkah masuk, tujuh anggota dewan itu sudah menatapnya dengan pandangan yang jelas tidak bersahabat. Tak satu pun berusaha menyembunyikannya.Melihat suasana yang mulai memanas, sekretaris istana akhirnya angkat bicara.“Kehadiran Putri Mahkota hari ini merupakan keputusan Kaisar Agung,” ujar Sedrik dengan suara tenang. “Jika ada yang keberatan, silakan menyampaikannya sekarang.”Seorang pria segera berdiri dari barisan dewan. Ia adalah Perwakilan Bangsa

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 90. Ini kesempatan

    Ucapan Lucas membuat Madeleine tersentak pelan. Seolah ada sesuatu yang baru saja ia lewatkan. Lucas menyandarkan tubuhnya di kursi, menatapnya dengan ekspresi dingin. “Kau selalu seperti ini,” katanya datar. “Ceroboh dan bertindak sesuka hati.” Madeleine menahan napas sejenak sebelum menjawab, “Maaf, Yang Mulia. Aku tidak menyadari kalau kelalaianku bisa menimbulkan masalah sebesar itu.” Lucas menatapnya beberapa saat. Wajahnya tidak lagi setegang tadi. “Setidaknya sekarang kau menyadarinya,” ujar Lucas singkat. Madeleine hanya mengangguk tipis. “Aku akan meminta Kael memberi hukuman pada prajurit yang menjaga gerbang samping. Mereka jelas lalai.” Lucas berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih tenang. “Namun sebelum itu, aku sempat mengira dayang itu keluar atas perintahmu.” Tatapannya meneliti wajah Madeleine. “Bukankah dia pergi untuk menemui ayahmu?” Madeleine langsung menggeleng. “Tidak, Yang Mulia. Dia keluar tanpa izinku.” Namun pertanyaan itu membu

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 89. Bertindak ceroboh

    Madeleine tetap berdiri tenang, seolah semua yang baru saja terjadi hanyalah bagian dari rutinitas istana yang melelahkan. “Kau bekerja dengan sangat baik, Erin.” Erin segera menunduk hormat. Bahunya sedikit menegang, tetapi nada suaranya tetap terjaga. “Semua karena kepercayaan Anda, Yang Mulia.” Erin memperhatikannya sejenak sebelum berkata lagi, suaranya tenang namun terukur. “Maaf, Yang Mulia … saya tidak begitu mengerti mengapa Anda melakukan semua ini?” tanya Erin akhirnya. Keraguan tampak jelas dari jemarinya yang saling menggenggam di depan tubuhnya. Madeleine menatapnya sejenak sebelum menjawab dengan tenang. “Velum itu tidak mungkin sampai ke tangan dewan begitu saja,” katanya pelan. “Ada seseorang di dalam paviliunku yang memberi mereka informasi.” Erin terdiam. Matanya sedikit membesar, seolah mencoba memahami arah pembicaraan tuannya. “Dan orang itu,” lanjut Madeleine dengan nada tetap tenang, “akan bereaksi terhadap salah satu rencanaku besok.” Erin masih tidak

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 88. Tertangkap

    Turnamen itu selesai tanpa hambatan berarti. Namun euforianya masih bertahan. Orang-orang lebih sibuk membicarakan para pemenang dan besarnya hadiah yang diperebutkan. Pembicaraan tentang sekte terlarang pun pelan-pelan memudar, tergeser oleh sorak sorai dan cerita kemenangan.“Kau tahu cara memainkan situasi dengan baik, Lucas,” ujar Kaisar.Lucas hanya mengangguk singkat. “Aku menjalankan tugasku.”“Dan hasilnya terlihat jelas.” Kaisar mengangkat cangkir tehnya sebelum menyesapnya perlahan. “Dengan isu itu mereda, para bangsawan mulai kembali memuji kepemimpinanmu. Mereka yang ingin meremehkanmu kini kehilangan celah.”Lucas sudah terbiasa menerima pujian dari Kaisar. Namun, ucapan itu tidak lagi meninggalkan kesan apa pun baginya. Entah mengapa, ungkapan terima kasih Madeleine yang terdengar tulus justru terus terngiang di pikirannya.Tanpa sadar, langkahnya membawanya hingga ke dekat paviliun Madeleine, meski malam telah larut.“Yang Mulia, Putri Mahkota kemungkinan sudah beristi

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 87. Berterima kasih dengan tulus

    Jawaban dari Madeleine sederhana. Tidak tersinggung. Tidak pula membela diri.Justru itulah yang membuat dada Lucas mengencang.Ia terbiasa dengan bantahan, dengan perlawanan, dengan nada tinggi yang bisa ia patahkan dengan satu kalimat. Namun ketenangan seperti ini … tidak memberinya apa pun untuk diserang.Madeleine memberi hormat singkat sebelum melangkah pergi.Lucas tetap berdiri di tempatnya.Untuk alasan yang tidak ingin ia akui, ia merasa seolah baru saja kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat ia genggam.“Kau lihat itu, Kael. Sepertinya otaknya terbentur tembok batu di penjara!”Hanya di hadapan Kael, pria arogan itu menumpahkan kekesalannya. Kael tahu, tuannya gusar karena Madeleine tidak merespons seperti biasanya. Perubahan sikap putri mahkota ternyata berdampak pada suasi hati tuannya.“Kael, apa kau akan berjalan seperti siput begitu!” seru Lucas tegas, membuat langkah Kael berubah seolah sedang berlari maraton mengejar tuannya yang melangkah lebar seperti sedang be

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 86. Kalau begitu, aku lega

    Antusiasme menyapu seluruh penjuru Auvreliss. Sebuah titah resmi baru saja turun dari singgasana Putra Mahkota: sebuah turnamen perburuan besar akan digelar.Pengumuman itu menyebar cepat. Baik bangsawan tinggi maupun rakyat biasa yang terampil—terutama mereka yang berusia tiga puluhan hingga empat puluhan—semua mendapat kesempatan yang sama untuk ikut.Dengan tujuan, membersihkan wilayah pertanian di lereng gunung dan hutan lebat dari binatang buas yang meresahkan para petani.“Kau dengar? Hadiahnya cukup untuk menghidupi keluarga setahun penuh!” seru seorang pedagang di sudut pasar yang sesak.“Bukan cuma itu,” timpal seorang pemuda sambil mengasah belati tua. “Putra Mahkota sendiri menyiapkan persenjataan standar untuk semua peserta, dari busur hingga pedang, cukup bagi seratus orang pertama. Aku harus mendaftar sebelum senja!”Bisik-bisik penuh semangat menyebar cepat, dari pasar hingga aula marmer. Isu sekte terlarang yang sempat membayangi ibu kota perlahan memudar di tengah sor

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status