Beranda / Pendekar / Lahirnya Legenda Ksatria Abadi / Bab 28. MENYELAMATKAN NIMAS AYUNINA

Share

Bab 28. MENYELAMATKAN NIMAS AYUNINA

Penulis: MN Rohmadi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-21 22:17:11

Bab 28. MENYELAMATKAN NIMAS AYUNINA

Sementara itu Jaka Tole yang berada di atas atap, warna wajahnya sudah menggelap setelah tahu siapa dalang dari penculikan ini.

Apalagi saat melihat nimas Ayunina dibawa kedalam kamar, tentu saja Jaka Tole tahu apa yang akan dilakukan Raden Ontoseno.

Brak…!

Terdengar suara genteng yang hancur, dan sesosok tubuh meluncur turun tepat di dalam kamar Raden Ontoseno.

Pemandangan ini tentu saja mengejutkan Raden Ontoseno yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sitie khotimah
mantap hajar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 134. PURA-PURA TULI

    Bab 134. PURA-PURA TULI “Dasar otak lemot, sudahlah ayo kita ikuti anak muda itu,” ata Rudin pada akhirnya untuk menghindari percakapan yang tidak perlu. Meskipun masih terlihat kebingungan, akan tetapi Parto mengikuti langkah Rudin yang berlari cepat menuju keluar kotaraja. Sementara itu Jaka Tole yang menaiki kuda, terlihat cukup senang karena tidak ada mengikutinya. Begitu memasuki hutan diluar Kotaraja. Setelah menemukan tempat yang cukup lapang di pinggir kotaraja, Jaka Tole menghentikan lari kudanya. Kemudian dia segera memindahkan peti koin emas yang ada di atas kuda ke dalam ruang penyimpanannya. Tak lama kemudian sebuah api unggun pun terlihat dari kejauhan, Parto dan Rudin yang mengejar Jaka Tole tampak tersenyum lega saat melihat buruannya sedang istirahat. Dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi, Rudin dan Prto mendatangi tempat pemberhentian Jaka Tole. “Diam, jangan bergerak!” perintah Rudin sambil mengacungkan sebuah parang

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 133. MENJADI INCARAN PERAMPOK KOCAK

    Bab 133. MENJADI INCARAN PERAMPOK KOCAK Raja Anusapati dan para prajuritnya tampak tertegun, menatap pemuda yang mereka anggap hanya seorang tabib ajaib ternyata adalah seorang pendekar yang sangat tangguh. “Beres, sekarang buka semua topeng mereka agar kita tahu siapa mereka sebenarnya,” kata Jaka Tole kepada Senopati yang sedang berdiri dengan bengong sambil menepuk telapak tangannya seolah-olah sedang membersihkan debu. “Ba… baik…, semuanya cepat buka topeng mereka!” Seketika itu juga para prajurit yang tersisa, segera membuka topeng kain yang menutupi penyerang mereka. “Ini… ini… bukankah dia Senopati Pandu? Salah satu orang kepercayaan Pangeran Panggulu?” Suasana seketika menjadi hebat, setelah semua pendekar bertopeng dibuka topeng yang menutupi wajah mereka. Karena beberapa dari pendekar bertopeng ternyata adalah prajurit kerajaan Mandala, hanya saja mereka di bawah penguasaan Pangeran Panggulu. Kini yang tersisa dari pendekar bertopeng ya

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 132. AKSI JAKA TOLE

    Bab 132. AKSI JAKA TOLE Tutur Jaka Tole sambil memandang sekelilingnya untuk mengantisipasi serangan pendekar bertopeng. Para Senopati yang mengawal sang Raja, tentu saja langsung mengenali sosok Jaka Tole yang pernah mengobati sang Raja. Mereka merasa lega, begitu tahu kalau keselamatan sang Raja ada yang menjaganya. Berbeda dengan para penyerang, mereka sangat marah begitu mengetahui ada orang yang membantu sang Raja. “Semuanya, segera habisi Raja yang sakit-sakitan ini. Jangan biarkan ada satupun orang yang selamat.” Terdengar teriakan dari arah belakang, seruan ini seketika membakar semangat para pendekar bertopeng. Seketika itu juga, ada puluhan pendekar bertopeng yang menyerbu ke arah Jaka Tole. Melihat ada pendekar bertopeng yang menyerangnya, tangan Jaka Tole bergerak kearahnya. Bugh…! “Argh… argh…” Terdengar jerit kesakitan dari beberapa pendekar bertopeng yang berniat membunuh sang Raja Anusapati. Tapi dihadapan Jaka Tole, para pengganggu itu bukanlah lawa

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 131. BANTUAN DATANG

    Bab 131. BANTUAN DATANG Pertarungan Pun terjadi di dalam hutan, para prajurit banyak yang tewas dan terluka, meskipun jumlah mereka lebih banyak dari para penyerang yang memakai topeng hitam. Hanya para Senopati yang bisa bertahan dan melukai beberapa penyerang. Sementara itu Baginda Raja Anusapati tampak siaga dengan golok di tangannya siap untuk menghadapi siapapun yang berani mendekat. Tiga ratus prajurit kerajaan kini hanya tinggal lima puluh orang termasuk para sekop yang menjaga sang Raja. Kenyataan ini tentu saja mengejutkan sang Raja dana para Senopati yang mengawalnya. Mereka sama sekali tidak menyangka, kalau ada orang yang berani menyerang Baginda Raja Anusapati dan pasukannya. “Baginda, sebaiknya Baginda Raja segera lari ke istana dan mencari bantuan, biar kami menghalangi mereka,” kata salah satu Senopati sambil terus bertarung menghadapi pasukan bertopeng hitam ini. “Mau lari? Ha ha ha ha… kalian tidak akan dibiarkan melarikan diri. Kalian akan kami bunuh

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 130. SERANGAN MENDADAK

    Bab 130. SERANGAN MENDADAK Begitu memasuki hutan, Jaka Tole segera mencari tempat yang nyaman untuk membuat rumah dari tanah. Sebagai pendekar yang menguasai elemen tanah, tentunya dia sangat memanfaatkan keahliannya ini untuk membuat rumah dari tanah seperti biasanya. Hanya dengan menggunakan pikirannya, dibawah pohon besar sudah berdiri sebuah rumah berbentuk jamur setengah lingkaran. Kali ini Jaka Tole membuat perapian dan cerobong asap di atap rumah tanahnya. Sedangkan bagian pintunya kembali ditutup dengan tanah, karena sia belum akan menempati saat ini. “Rumah sudah jadi, sekarang tinggal mencari ayam hutan atau kelinci untuk makan malam,” gumam Jaka Tole sambil menepuk telapak tangannya seakan sedang membersihkan debu. Sekelebatan saja tubuh Jaka Tole sudah menghilang dari tempatnya berdiri. Tubuh Jaka Tole berlompatan dari satu dahan ke dahan pohon lainnya. Sementara sepasang matanya menatap ke segala penjuru dengan tatapan tajam, hing

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 129. ROMBONGAN KERAJAAN

    Bab 129. ROMBONGAN KERAJAAN Dengan pakaian atas yang sudah dilepas, Jaka Tole berbaring diatas tempat tidur. Kemudian kedua wanita cantik itu juga naik keatas tempat tidur. Kedua wanita itu berbagi tugas, yang satu melihat dibagian atas sedangkan yang satunya memijat bagian kaki. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Jaka Tole, begitu tubuhnya ada yang memijat, seketika itu juga rasa kantuk langsung menyerangnya. Perlahan-lahan sepasang matanya mulai terpejam dan tanpa disadari dia sudah tertidur pulas. Kedua wanita penghibur itu belum menyadari kalau pria yang mereka pijat sudah tidur dengan nyenyak. Hingga salah satu wanita yang memijat bagian kaki bertanya. Mereka berdua belum menyadari kalau Jaka Tole sudah tertidur pulas, maklum saat ini dia sedang tengkurap, sehingga wajahnya tidak terlihat. “Raden, bagaimana pijatan kami, apakah enak?” “Raden…. Raden…. Raden….” Kedua wanita penghibur ini langsung panik, ketika pertanyaan mereka t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status