Beranda / Romansa / Laki-Laki Dari Mimpi / Pelarian Dari Takdir

Share

Pelarian Dari Takdir

Penulis: Mayangnoura
last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 00:18:02

Kata "kamu" yang terucap dari bibir Xavier membuat Eleanor tahu kalau Xavier mengenalnya. Itu berarti, mimpi-mimpi bersama Xavier bukan sekadar mimpi biasa. Itu mimpi yang memang untuk mempertemukan mereka. Tapi reaksi Xavier di dalam mimpi yang terlihat punya niat jahat padanya membuatnya yakin kalau Xavier memang berniat jahat padanya. Itu sebabnya dia harus menjauhi Xavier.

Seluruh tubuh Eleanor seketika membeku.

Wajahnya kehilangan warna. Darah yang mengalir di dalam tubuhnya seolah membeku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Michellyn
lanjut, semangat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Salah Duga

    Di sebuah rumah yang luas, sepasang suami istri dan putrinya sedang bercengkrama di ruang keluarga. Televisi di hadapan mereka menyala. Tapi mereka tidak memperdulikan apa yang ditayangkan oleh televisi. Mereka malah asyik bercengkrama.Malam telah turun sepenuhnya. Di luar rumah, angin malam berembus pelan, menggoyangkan dedaunan yang menari di bawah cahaya lampu taman. Langit tampak gelap, seolah sedang menyembunyikan sesuatu di balik lipatan-lipatan awan yang muram.Namun suasana muram itu tidak sedikit pun menyentuh isi rumah mewah tersebut. Tawa memenuhi ruang keluarga. Tawa yang hangat. Tawa yang seharusnya menjadi lambang kebahagiaan. Tetapi malam itu, tawa mereka terdengar seperti pisau yang menggores luka seseorang yang bahkan tidak berada di sana untuk membela dirinya sendiri.Ruby duduk dengan santai di sofa empuk sambil menikmati secangkir teh hangat. Di sampingnya ada Hendrik, suaminya, sementara Stella, putri mereka, tampak begitu ceria.Mereka terlihat seperti keluarga

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Keputusan Yang Mengguncang

    Xavier menatap Dokter Nico yang sedang memeriksa Eleanor yang belum sadarkan diri dengan perasaan khawatir. Tapi kemudian dia memutuskan keluar kamar dan menemui Henry yang berdiri di depan pintu kamar. Xavier lalu berkata pada Henry,"Aku ingin bicara denganmu."Nada suaranya terdengar rendah. Datar. Namun justru karena itulah, Henry merasakan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada teriakan. Ia telah mengabdi kepada keluarga Knight selama puluhan tahun. Ia mengenal setiap perubahan raut wajah dan nada bicara tuan mudanya itu.Dan saat ini, ia tahu Xavier sedang menahan amarah. Amarah yang begitu besar hingga tidak lagi perlu diluapkan dengan bentakan.Tanpa menunggu jawaban, Xavier berbalik dan melangkah menuju kamarnya. Langkahnya mantap. Cepat. Penuh tekanan yang seolah ikut mengguncang keheningan rumah besar itu.Henry mengikuti dengan perasaan cemas karena melihat dari wajah Xavier sepertinya pria itu marah padanya. Dadanya dipenuhi berbagai dugaan. Apakah Xavier menyalahkan

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Dalam Genggaman Penuh Kepanikan

    Eleanor menelan ludah. Dadanya naik turun. Jantungnya berdegup kencang karena kelelahan sehabis berlari sangat kencang dan cukup jauh. Selain itu, suara Xavier barusan terdengar sangat menakutkan. Membuat kepalanya merasa pusing.Udara di lorong buntu itu terasa begitu sesak.Keheningan yang tercipta justru lebih mengerikan daripada suara langkah kaki yang sejak tadi mengejarnya. Eleanor mencoba menarik napas panjang, tetapi udara yang masuk ke paru-parunya terasa begitu sedikit. Dadanya seperti diikat oleh tali yang semakin lama semakin mengencang.Peluh dingin mengalir di pelipisnya.Kedua kakinya masih gemetar hebat.Tubuhnya sudah tidak sanggup lagi menopang seluruh beban rasa takut yang sejak tadi memenuhi setiap inci dirinya.Ia memejamkan mata sesaat, berharap ketika membukanya nanti semua ini akan lenyap seperti mimpi yang berakhir menjelang fajar.Namun harapan itu kembali hancur. Suara napas Xavier masih terdengar jelas. Semakin dekat. Semakin nyata. Dan semakin membuat selu

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Berada Di Jalan Buntu

    Eleanor berlari sekuat tenaganya melewati koridor panjang. Larinya semakin kencang ketika dia mendengar teriakan Xavier."Kamu! Berhenti aku bilang! Percuma kamu berlari menjauhiku! Karena kali ini sudah pasti aku bisa menangkapmu!"Suara itu bergema di sepanjang lorong rumah keluarga Knight yang begitu luas. Dinding-dinding tinggi seolah memantulkan setiap kata yang keluar dari bibir Xavier hingga terdengar berkali-kali lipat lebih keras. Bagi Eleanor, suara itu bukan sekadar teriakan. Suara itu menjelma menjadi ancaman yang menggetarkan seluruh sendi tubuhnya.Air mata terus mengalir tanpa mampu ia bendung. Napasnya memburu. Dadanya naik turun dengan begitu cepat hingga terasa menyakitkan. Setiap helaan udara yang masuk ke dalam paru-parunya seolah berubah menjadi bara api yang membakar dari dalam.Namun ia tidak berani berhenti. Tidak sedetik pun. Karena nalurinya terus berteriak agar ia tetap berlari. Secepat mungkin. Sejauh mungkin. Menjauh dari pria yang selama ini selalu hadir

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Pelarian Dari Takdir

    Kata "kamu" yang terucap dari bibir Xavier membuat Eleanor tahu kalau Xavier mengenalnya. Itu berarti, mimpi-mimpi bersama Xavier bukan sekadar mimpi biasa. Itu mimpi yang memang untuk mempertemukan mereka. Tapi reaksi Xavier di dalam mimpi yang terlihat punya niat jahat padanya membuatnya yakin kalau Xavier memang berniat jahat padanya. Itu sebabnya dia harus menjauhi Xavier.Seluruh tubuh Eleanor seketika membeku.Wajahnya kehilangan warna. Darah yang mengalir di dalam tubuhnya seolah membeku menjadi bongkahan-bongkahan es yang menusuk setiap urat nadi. Napasnya tercekat di tenggorokan, sementara jantungnya kembali menghantam dadanya dengan kekuatan yang hampir membuatnya kesulitan berdiri.Tidak...Jadi selama ini benar.Semua mimpi itu bukan sekadar bunga tidur. Bukan pula khayalan yang lahir dari pikirannya yang lelah.Mimpi-mimpi yang selalu mempertemukannya dengan pria di hadapannya ternyata adalah kenyataan yang belum sempat terjadi. Takdir telah memperlihatkan perjumpaan mere

  • Laki-Laki Dari Mimpi   Tatapan Yang Menghentikan Waktu

    Jantung Eleanor berdetak semakin cepat begitu melihat Xavier yang tampak belakang. Rasanya dia ingin berbalik badan. tapi tidak jadi mengingat ada henry di balik pintu masuk yang akan mencegahnya berlari. Kini, harapan satu-satunya xavier knight tidak menoleh ke belakang dan melihatnya sampai ia selesai menaruh susu dan makanan kecil ke atas meja yang di belakangi xavier.Rasa takut menjelma menjadi kabut pekat yang menyelimuti seluruh kesadarannya. Dadanya terasa sesak, seolah ada tangan-tangan tak kasatmata yang mencengkeram jantungnya tanpa belas kasihan. Napasnya memburu, namun ia berusaha menahannya agar tidak menimbulkan suara sekecil apa pun. Bahkan desir napasnya sendiri terdengar begitu memekakkan telinga.Tatapannya tidak pernah lepas dari punggung pria itu. Punggung yang tegap. Punggung yang selama ini hanya ia lihat dari mimpi-mimpinya. Punggung yang begitu ditakutinya.Andai saja ia memiliki pilihan. Andai saja ia diperbolehkan menolak perintah untuk mengantarkan makanan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status