“Maaf, Lily, aku ingin mencarinya sendiri secara langsung.”Senyum Lily langsung memudar samar. "A-apa? Me-mencari sendiri?"Henry mengangguk. "Ya.""Ta-tapi biasanya....""Yang biasanya itu bukan aturan wajib bukan?"Lily meremas jari-jarinya. "Ah, iya. Jadi...."“Tolong bariskan semua pelayan yang ada.” Henry menatap Lily serius. “Ingat, semuanya tanpa ada satu pun yang tertinggal."Wajah Lily berubah seketika.“Baik yang lama ataupun yang baru,” lanjut Henry tegas.Jantung Lily langsung terasa tidak nyaman. Sebenarnya ia sudah memiliki rencana sendiri. Ia ingin Stella—adik kandungnya—dipilih menjadi pelayan bangunan utama. Jika Stella sering berada di dekat Xavier Knigt, siapa tahu pria itu tertarik. Dan kalau keberuntungan berpihak, Stella bisa menjadi istri Xavier Knight.Itu mimpi terbesar Lily. Namun sekarang Henry ingin memilih sendiri. Hatinya menjadi khawatir. Khawatir bukan Stella yang dipilih. Padahal kesempatan seperti ini jarang sekali datang.“Baik, Pak,” jawab Lily ter
Last Updated : 2026-08-08 Read more