LOGINSementara itu, Luo Ning harus menghadapi enam pasukan darah. Meskipun Luo Ning cukup hebat, pasukan darah bukanlah manusia biasa sehingga Luo Ning terlihat sangat kualahan. Namun, dari atas ketinggian pepohonan hutan kegelapan, hantu rimba membantu Luo Ning dengan panahnya sesuai dengan perintah Lin Feng. Konsentrasi pasukan darah yang melawan Luo Ningpun menjadi terpecah sehingga Luo Ning merasa sangat terbantu. Swusss Swusss Swusss Hantu rimba terus melesatkan anak panah ke pasukan darah yang melawan Luo Ning. Hal itu menimbulkan celah yang sangat fatal bagi pasukan darah. Luo Ningpun melihat celah tersebut dan langsung mengambil kesempatan untuk membunuh keenam pasukan darah yang menjadi lawannya. Luo Ning mengalirkan elemen petir hitam kedalam pedangnya, lalu mengeluarkan teknik andalannya. "Pedang Jiwa Petir." Srakkk Srakkk Srakkk Pedang petir yang dikeluarkan oleh Luo Ning berhasil menebas semua lawan-lawannya. Keenam pasukan darah yang menjadi lawannyapun te
DuarrrDuarrrDuarrr Ledakan besar terjadi tatkala bola api raksasa mengenai perisai yang diciptakan oleh Lian Yu. "Hui San, keluar dan habisi burung api yang ditunggangi Lian Yu dan pasukan darahnya!" perintah Lin Feng kepada Hui San. Hui Sanpun keluar dari dunia jiwa. Melihat Hui San, ribuan burung api yang ditunggangi Lian Yu dan pasukan darahnya ketakutan, mereka seperti melihat sosok penguasa binatang spirit yang auranya sangat menekan. Hui San meraung dengan sangat keras. Raungannya membuat burung api - burung api terbakar menjadi debu dan hanya menyisakan tulang belulangnya saja. Lian Yu dan pasukannya pun turun dari atas udara karena tunggangan mereka semua telah tewas. "Makhluk apa itu?" Lian Yu menjadi sedikit ketakutan melihat Hui San. Bagaimana tidak? dengan ranguannya saja, burung api tahap suci menengah bisa tewas seketika. "Hantu rimba, serang pasukan darah dengan panahmu!" perintah Lin Feng kepada hantu rimba. Hantu rimbapun langsung mengambil busur panah
"Baiklah, sembunyi saja dulu disini! Jika aku sudah membasmi siluman, kamu bisa kembali ke Kekaisaran Luo," kata Lin Feng. Sementara itu, Hui San memperhatikan Luo Ning. "Tuan, gadis ini memiliki jiwa beladiri yang sangat spesial yaitu petir hitam," katanya kepada Lin Feng. "Apakah berarti dia sama seperti Qio Yinsi?" tanya Lin Feng. "Benar tuan, tuan bisa melakukan kultivasi ganda dengannya," jawab Hui San. Lin Feng hanya menelan ludahnya, dia sudah memiliki Qio Yinsi dan tidak ingin terlibat dengan gadis lain. Namun, Luo Ning benar-benar sangat cantik dan menggoda. "Tidak aku sangka kamu memiliki jiwa beladiri petir hitam," kata Lin Feng kepada Luo Ning. Luo Ning terhentak kaget. "Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku memiliki jiwa beladiri petir hitam?" tanya Luo Ning. Luo Ning bingung kenapa Lin Feng bisa mengetahui jiwa beladirinya, pasalnya dia menyembunyikan hal itu dari siapapun dan hanya orang tertentu yang dekat dengannya yang mengetahuinya. Lin Feng menggaruk k
"Aku akan memikirkannya," jawab Lin Feng sambil menerima jimat teleportasi. Lin Duan kemudian bangkit seiring dengan makanannya yang telah habis. "Aku akan pergi dahulu ke benua tianzun, aku akan mengabari ayahku jika dia memiliki cucu yang lain di benua tianlang, aku menunggumu," kata Lin Duan dianggukkan oleh Lin Feng. Lin Duan keluar dari restoran dan meninggalkan Lin Feng seorang diri. Dia tidak memaksa Lin Feng untuk menuju ke Klan Lin dan membiarkan Lin Feng memikirkan terlebih dahulu. Benua tianzun merupakan benua yang sangat jauh dari benua tianlang, terpisah oleh samudera yang sangat luas. Luas benua tianzun sendiri dua kali lipat dari benua tianlang. Di benua yang luas itu, Klan Lin adalah penguasa. Jika dibandingkan dengan benua tianlang, benua tianzun jauh lebih baik, dan orang-orang di benua itu sangatlah kuat karena sumberdaya disana jauh melampaui sumberdaya yang ada di benua tianlang. Benua tianlang tidak ubahnya seperti semut yang mudah diinjak oleh orang-oran
Lin Feng dan pria paruh baya kemudian memasuki sebuah restoran. Pelayan restoran memandang mereka dengan jijik, pria paruh baya terlihat seperti seorang pengemis sementara Lin Feng tampak tidak memiliki kultivasi. Namun, pelayan restoran tetap terlihat sopan dan ramah hanya untuk sebuah formalitas, "Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan. "Kami ingin makanan terlezat di restoran ini," balas Lin Feng. "Kalian bisa naik ke lantai paling atas, aku akan menyiapkannya untuk kalian." Meski tidak yakin Lin Feng dan pria paruh baya mampu membayar, pelayan tetap berusaha melayani mereka dengan baik. Lin Feng dan pria paruh baya kemudian naik ke lantai paling atas restoran tersebut. Mereka duduk dipojokan ruangan sambil menunggu makanan disajikan. "Anak muda, darimana kamu mendapatkan kalung giok yang kamu kenakan?" tanya pria paruh baya. Lin Feng menjadi teringat akan kematian ayah dan ibunya oleh sekte aliran hitam. "Saat ibuku hendak meninggal, ibuku memberikan kalung ini kepad
"Tuan muda Feng, bagaimana kultivasi anda?" tanya kaisar wen setelah Lin Feng keluar dari ruangan giok dan menemui kaisar. "Aku cukup puas dengan ruang giok hijau, kultivasiku sekarang naik satu tingkatan," jawab Lin Feng. "Baguslah kalau begitu," ucap kaisar. "Selama anda di dalam ruang giok hijau, rakyat ibukota memuji-muji anda. Mereka sangat berterimakasih karena anda sudah menyelamatkan mereka," lanjut kiasar menginformasikan keadaan ibukota. Lin Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak ingin menjadi perhatian publik. Namun, publik tidak bisa berhenti memuji dan mengelu-elukan Lin Feng, namanya sudah tersebar ke seluruh penjuru ibukota kekaisaran. Lin Feng kemudian pamit kepada kaisar untuk melanjutkan perjalanan dan kembali ke Kekaisaran Qilin. Dia khawatir jika Lian Yu dan pasukan darahnya sudah mulai bergerak untuk mengacau sehingga dia ingin segera kembali. "Tuan muda feng, bagaimana jika aku ingin bertemu kembali dengan anda?" tanya kaisar wen sebelum L
Lin Feng mengalirkan energi api ke meridiannya. Dia lalu masuk ke dalam kolam air. Semakin dalam dia menyelam, semakin dingin pula hawa yang dia rasakan. Namun, Lin Feng membuat suhu tubuhnya terjaga dengan energi api. Lin Feng terus masuk ke dalam kolam air dan tak lama, dia melihat sebuah mus
Li Wang kemudian menjelaskan kepada kedua tetua itu untuk menyampaikan kepada Patriark Shao Long dan Patriark Zhen Li untuk mengumpulkan para patriark aliansi keadilan di ibukota kekaisaran. Salah satu tetua diperintah menuju ke sekte lembah berangin, sementara tetua yang satunya diperintah menuju
Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta
Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali







