MasukTingkatan binatang spirit - prajurit - raja - kaisar - suci - surgawi Masing-masing tingkatan terdiri dari rendah, menengah, tinggi dan puncak
Lin Feng melihat beberapa peserta telah tewas oleh gorila merah, diapun khawatir dengan keselamatan Wei Rue. "Adik Rue, kamu disini saja! Aku akan melawan gorila merah itu," kata Lin Feng. "Aku akan membantumu," balas Wei Rue. "Apa kamu yakin? gorila merah itu terlihat sangat berbahaya," kata Lin Feng. Lin Tan dan Lin He ternyata juga sampai ditempat gorila merah tersebut, mereka mendengar raungan sehingga kesana untuk melihatnya. "Adik Feng, binatang apa itu?" tanya Lin Tan dan Lin He. "Itu binatang iblis," jawab Lin Feng. "Adik Feng, lebih baik kita pergi dan tinggalkan binatang itu!" saran Lin He. "Tidak, aku akan menghabisinya. Jika dibiarkan, binatang itu mungkin akan mengacau di kota," kata Lin Feng. Lin Feng kemudian melesat ke udara dengan pedangnya. "Pedang Gelombang Kehancuran." Krakkk Pedang Lin Feng tepat mengenai kepala gorila merah sehingga menimbulkan suara tulang patah. Gorila merah itu sangat keras seperti sebuah besi, namun teknik Lin Feng berhasi
"Aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian," balas Lin Feng. Gu Jin yang kesakitan segera berlari meninggalkan tempat kompetisi, dia berniat melaporkan Lin Feng kepada gurunya. Bagaimanapun, tangannya merupakan harta yang sangat berharga yang digunakan untuk meracik dan membuat pil. Qin Suyun mendekati Lin Feng. "Tuan muda ketiga, maukah kamu menjadi pasangan berburuku?" Lin Feng hanya tersenyum kecut. "Enyah dari hadapanku! Aku sangat muak berdekatan dengan gadis murahan sepertimu," usirnya. Lin Tan, Lin He dan Wei Rue tertawa melihat Qin Suyun diusir oleh Lin Feng. Dia kemudian pergi dari hadapan Lin Feng dan memilih pasangan baru untuk berburu. Setelah seluruh peserta berkumpul dan mendapatkan pasangan, walikota bukit bintang datang untuk memulai kompetisi. Di belakangnya terdapat juru tulis yang akan mencatat dan mengawasi para peserta ketika berburu di gunung. "Aturan kompetisi langit sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para peserta tidak diperkenankan menggu
Saat Lin Feng dan Gu Jin sedikit bertikai, beberapa gadis kembali melewati barak. Mereka memilih pasangan berburu dan tidak ada satupun yang memilih Lin Feng. "Untuk apa seorang sampah mengikuti kompetisi langit?" gumam para gadis merendahkan Lin Feng. Tiba-tiba, seorang gadis yang sangat cantik datang, dia adalah murid sekte pagoda bulan yaitu Wei Rue yang pernah ditolong oleh Lin Feng di dataran es utara benua tianlang. Melihat Wei Rue, beberapa pesarta mengusir pasangan mereka. Para peserta tersebut sangat ingin menjadi pasangan berburu Wei Rue. Begitupun dengan Gu Jin. "Enyah dari sini!" Gu Jin menyingkirkan Qin Suyun kemudian mendekati Wei Rue. Lin Tan dan Lin He menelan ludah melihat kecantikan Wei Rue. Wei Rue adalah dewi benua tianzun dan mereka sangat mengidolakannya. Sementara itu, Gu Jin mendekati Wei Rue. "Nona Rue, apakah kamu mau menjadi pasangan berburuku?" "Siapa kamu?" tanya Wei Rue dengan nada tegas. "Aku Gu Jin dari serikat alkemis. Jika kita saling be
Setelah dua hari perjalanan, Lin Feng, Lin Tan dan Lin He sampai di kota bukit bintang. Mereka langsung menuju ke tempat berkumpulnya pemuda pemudi yang akan mengikuti kompetisi. Setiap generasi muda yang ikut kompetisi harus menunggu di barak yang sudah disediakan, masing-masing peserta mendapatkan satu barak. Setidaknya ada sekitar 500 peserta yang ikut kompetisi dan 500 barak. Lin Feng, Lin Tan dan Lin He dihadang oleh seorang pemuda saat mereka akan menuju ke barak. Pemuda itu bernama Gu Jin dan berasal dari serikat alkemis. Serikat alkemis adalah entitas yang sangat besar di benua tianzun, banyak generasi muda hebat yang terlahir dari sana. "Lin Tan, Lin He, siapa sampah yang kalian bawa?" Gu Jin mencari gara-gara dengan merendahkan Lin Feng. "Gu Jin, tolong hormati adik Feng! Dia tuan muda ketiga klan lin." Lin Tan tidak terima Gu Jin merendahkan Lin Feng. "Ouh, jadi dia tuan muda ketiga? Klan lin ternyata menyimpan sampah," ledek Gu Jin membuat beberapa pemuda di deka
"Aku tidak bercanda," balas Lin Feng. Saat sedang berjalan-jalan, mereka bertemu dengan Lin Long. "Hormat kakek Long." Lin Tan dan Lin He membungkuk hormat, Lin Fengpun turut mengikuti mereka. Bagaimanapun, Lin Long adalah ayah dari ibu Lin Feng. "Kebetulan kalian ada disini, ayu ikuti kakek ke aula pertemuan," kata Lin Long. "Baik, Kek." jawab Lin Feng, Lin Tan dan Lin He. Di aula pertemuan, Lin Long memperkenalkan Lin Feng kepada para petinggi klan. Namun beberapa petinggi ada yang merendahkan Lin Feng karena menganggap Lin Feng merupakan sampah yang tidak dapat berkultivasi. Melihat muka beberapa petinggi yang merendahkan Lin Feng, Lin Long berkata dengan tegas, "siapa yang menghina dan merendahkan cucuku berarti sama saja menghina dan merendahkanku, aku akan menghukum mereka." Para petinggi klan hanya menunduk, mereka takut kepada Lin Long sehingga tidak ingin memancing amarahnya. Kultivasi Lin Long berada ditahap petapa tingkat delapan, dia adalah penguasa benua t
Lin Feng, Lin Long, Lin Duan dan Lin Ye kemudian duduk di ruang tamu. "Feng'er, kakek sangat menyesal karena mengasingkan ibumu ke benua tianlang," kata Lin Long. "Itu semua bukan salah kakek, aku sangat paham kenapa kakek membawa ibuku ke benua tianlang," balas Lin Feng. Lin Feng berpikir ibunya dibawa ke benua tianlang agar tidak mendapatkan gangguan dari penasehat agung klan lin. Lin Feng, Lin Long, Lin Duan dan Lin Ye kemudian terus bercakap-cakap untuk menghangatkan suasana. Mereka terlihat semakin akrab dan Lin Feng sangat senang bertemu dengan keluarga barunya tersebut. "Feng'er, kamu istirahatlah terlebih dahulu! Nanti kakek akan memperkenalkanmu pada para petinggi klan," kata Lin Long. "Baik kek," jawab Lin Feng. Lin Long kemudian pergi bersama Lin Duan dan Lin Ye meninggalkan villa lonceng emas. Lin Feng yang merasa cape kemudian istirahat di kamar yang sudah disiapkan. Keesokan harinya, pelayan mengetuk pintu kamar Lin Feng. Lin Feng membuka pintu kamarnya. "A







