Share

Bab 53

Author: Haryanto Wijaya
Fizo tersadar kembali, raut wajahnya tampak agak buruk. Dia sudah mempersiapkan semuanya dengan begitu matang, tetapi tetap saja gagal. Dia memaksakan senyum di wajahnya dan berkata, "Nggak kusangka kemampuanmu sehebat ini. Hari ini aku mengakui kekalahanku, kalian boleh pergi."

Elang menggeleng. "Boleh saja pergi, tapi Pak Fizo harus minta maaf sama sahabatku dan bayar biaya pengobatan." Wesley langsung panik dan ingin berbicara, tetapi Elang mengangkat tangan untuk menghentikannya.

Fizo terlih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 100

    Tatapan semua orang sedikit menegang. Perkataan Nadira barusan memiliki sedikit makna menekan kekuasaan.Dallas mengerutkan kening. Kilatan amarah melintas di matanya, lalu dia menatap Nadira dalam-dalam."Nadira, Kakek tentu percaya pada kemampuanmu, tapi kamu masih terlalu muda. Begini saja, kamu akan jadi presdir sementara. Kalau ke depannya kinerjamu bagus, kamu akan resmi menjabat."Dallas berkata sambil tersenyum ramah, seolah-olah benar-benar mempertimbangkan kepentingan Nadira.Nadira sedikit mengangkat alisnya. Dia tahu tidak boleh memaksa Dallas terlalu jauh, jadi mengangguk sambil tersenyum. "Oke, kita ikuti saja kata Kakek."Dallas sedikit menghela napas lega. Dia juga khawatir Nadira terus bersikap keras.Tatapannya menyapu semua orang yang hadir. Suaranya penuh wibawa saat berkata, "Mulai sekarang, Nadira akan menjabat sebagai presdir sementara dan bertanggung jawab penuh atas kerja sama dengan Keluarga Hidayat. Kuharap kalian semua mendukung pekerjaannya."Semua orang me

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 99

    Dallas tertawa karena sangat marah. "Tapi jangan lupa, aku ketua dewan direksi grup ini. Nggak seorang pun boleh mencampuri keputusanku. Affan adalah penerus yang kupilih, nggak ada siapa pun yang bisa menghalanginya.""Kemampuanmu memang nggak buruk, tapi sifatmu keras kepala dan otoriter. Kamu juga nggak menghormati orang yang lebih tua. Sekarang saja kamu belum jadi presdir, tapi sudah berani meragukan keputusanku sebagai ketua dewan. Kalau nanti benar-benar jadi presdir, apa jadinya?"Nada bicaranya penuh amarah, jelas menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Nadira.Melihat lelaki tua itu begitu tegas, orang-orang yang mendukung Affan langsung merasa lega, seolah-olah menelan pil penenang.Orang-orang dari keluarga cabang pertama bahkan memandang Nadira dengan tatapan menantang. Tatapan itu seakan-akan berkata kenapa memangnya kalau hebat? Selama sang kakek tidak mendukungmu, sekalipun membuat kekacauan sebesar langit, itu tetap tidak ada gunanya.Julia begitu marah hingga tubuhnya g

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 98

    Semua orang menoleh melihat, melihat dua sosok berjalan masuk. Salah satunya adalah Nadira, sementara yang lain adalah seorang wanita dewasa cantik dengan aura luar biasa.Ekspresi semua orang langsung berubah. Pupil mata Affan bahkan menyempit, hampir saja dia kehilangan kendali atas ekspresi wajahnya.Dallas mengerutkan kening dan berkata dengan suara berat, "Nadira, apa yang ingin kamu lakukan? Jangan lupa identitasmu."Kemarin bawahannya menjawab dengan sangat cepat, jadi dia mengira Nadira tidak akan membuat masalah hari ini.Nadira berjalan masuk ke kantor dengan tenang. Tatapannya menyapu semua orang yang hadir sebelum akhirnya berhenti pada Dallas."Kakek, tentu saja aku tahu identitasku. Justru karena itu hari ini aku datang ke sini." Dia melirik Affan yang wajahnya tampak masam, lalu berkata tanpa basa-basi, "Terus terang saja, Kakek nggak terlalu pandai dalam memilih penerus.""Dengan kemampuan Affan, dia hanya akan membuat perusahaan ini merosot. Sebagai anggota Keluarga Pr

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 97

    Vellin menjamin kepadanya bahwa Affan tidak mungkin menjadi presdir Grup Pradana, kecuali mereka tidak ingin bekerja sama lagi dengan Keluarga Hidayat.Elang pun merasa lega. Dia berbincang beberapa kalimat lagi dengan Vellin sebelum akhirnya menutup telepon.Malam berlalu dengan tenang. Keesokan harinya, Elang bangun lebih awal. Saat turun, Julia dan Surya sudah berpakaian rapi.Sebagai anggota inti Keluarga Pradana, tentu mereka harus datang melihat langsung. Terlebih lagi kemarin pihak keluarga cabang utama secara khusus mengundang mereka.Di dalam hati, mereka juga menyimpan sedikit harapan. Bagaimana jika terjadi perubahan di tengah jalan?Ketiganya mengendarai mobil menuju kantor pusat Grup Pradana. Grup Pradana terutama bergerak di bidang properti, dengan kantor pusat yang terletak di pusat kota.Sebuah gedung pencakar langit setinggi seratus meter, mereka bertiga naik lift menuju sebuah kantor luas di lantai paling atas.Di dalam kantor, Dallas duduk di kursi utama, Affan berdi

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 96

    "Diam! Kalau nggak bisa bicara, jangan bicara." Julia melotot ke arah Surya, lalu tersenyum kepada Elang. "Elang, jangan pedulikan dia."Elang mengangguk.Mobil pun meninggalkan Hotel Grand Narniga.Di sisi lain, setelah Nadira turun dari mobil, dia tidak memanggil taksi, melainkan berjalan meninggalkan Hotel Grand Narniga.Ketika sampai di sebuah gang kecil yang sepi, dia berbalik dan berkata dengan tenang, "Keluar."Seorang pria berpakaian hitam berjalan keluar dari kegelapan. "Hehe, ternyata kamu bisa menyadarinya. Memang hebat."Ekspresi Nadira dingin. "Tingkat enam pelatihan fisik. Sepertinya selama beberapa tahun ini Affan memanfaatkan kekuatan Keluarga Pradana untuk merekrut beberapa anjing yang lumayan."Pria di depannya memang orang yang dikirim oleh Affan. Kejadian sebelumnya membuat Affan salah paham. Dia menduga Nadira mungkin sudah menjalin hubungan dengan Keluarga Limansa.Agar tidak terjadi perubahan besok, dia mengirim orang kepercayaannya untuk menculik Nadira.Selama

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 95

    "Nggak mungkin, kamu pasti salah." Nirina tidak bisa menerimanya. "Terus anggur tadi, bukannya semuanya untuk ...."Sampai di sini, dia tiba-tiba menyadari sesuatu, lalu langsung menghentikan ucapannya.Manajer wanita itu tersenyum sambil menjelaskan, "Anggur tadi juga diberikan oleh bos kami karena menghormati Pak Elang, untuk dinikmati kalian semua."Setelah itu, dia juga bertanya kepada Elang, "Pak Elang, rasanya gimana? Enak, 'kan?"Elang memandang orang-orang Keluarga Pradana. Suaranya penuh nada menggoda. "Gimana rasanya, semuanya?"Wajah orang-orang Keluarga Pradana berubah-ubah. Terutama Thomas, dia sampai ingin mencari lubang untuk bersembunyi.Tubuh Nirina terhuyung, hampir saja tidak bisa berdiri tegak. Untung Valerie cepat menangkap dan menopangnya.Saat ini, ekspresi wajah orang-orang Keluarga Pradana benar-benar beragam. Sebelumnya mereka begitu bangga, sekarang wajah mereka terasa sangat perih."Pak Elang, kalau nggak ada urusan lain, saya pamit dulu." Manajer wanita itu

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 26

    Sekelompok satpam menyerbu dengan ganas, tetapi Elang menjatuhkan mereka semua hanya dengan beberapa pukulan dan tendangan."Bajingan, berani-beraninya kamu melukai orang?" Brian menatap dengan marah. "Kamu tahu konsekuensi membuat keributan di Mal Narniga?"Begitu mendengar nama pusat perbelanjaan

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 23

    "Berhenti."Elang menoleh dan mengerutkan kening. "Ada apa?""Elang, meskipun jadi menantu pecundang Keluarga Pradana, jangan lupa sama keluarga asalmu sendiri. Baru menikah saja sudah keluar cari wanita. Kalau Keluarga Pradana tahu, apa mereka akan membiarkanmu?""Silakan saja kalau kamu mau cari m

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 22

    Baldo benar-benar terpaku.Tadi siang dia sudah bersusah payah mengusir pembawa sial itu. Malam ini malah ketemu lagi? Selain itu, anak buahnya malah cari masalah dengan orang itu.Memikirkan hal itu, kemarahannya langsung meluap. Dia maju dan menendang keras Ikhsan yang baru saja bangkit. "Dasar ba

  • Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan   Bab 15

    Kata-katanya memang sopan, tetapi maksud penolakannya sangat jelas. Itu sudah merupakan upaya Guntur untuk menahan diri. Kalau bukan demi menghormati Vellin, dia sudah lama mengusir Elang."Hmph, bocah, Bu Sabrina itu bukan orang sembarang. Kamu pikir bisa kamu memeriksanya sesuka hati?" Pria botak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status