Beranda / Fantasi / Legenda Kultivator Abadi / BAB 3 | Si Alkemis Tua

Share

BAB 3 | Si Alkemis Tua

Penulis: Bad_Romance
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-08 20:33:18

Keesokan paginya...

Cahaya matahari pagi bersinar menerangi dunia menembus celah sempit kamar Tian Fan membangunkan pemuda itu dari tidurnya.

Tian Fan kemudian bangkit dari pembaringan dan bergegas keluar dari kamarnya.

"Tuan, Feng Xiao!" Sapa Tian Fan pada pria tua yang tengah duduk di pekarangan rumahnya.

Feng Xiao, pria tua misterius yang sudah membantu Tian Fan sebelumnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada pemuda belia yang berjalan ke arahnya."Kau sudah bangun?"

"Sudah, Tuan." Jawab Tian Fan mendudukkan dirinya di dekat Tuan Feng Xiao.

"Bagaimama kondisimu sekarang?" tanyanya.

"Sudah jauh lebih baik, Tuan. Ini semua berkat obat-obatan yang anda berikan. Semua itu sungguh sangat membantuku. Tuan Feng, terima kasih!" ujar Tian Fan bersemangat.

"Sama-sama, Nak."

Tuan Feng Xiao memperhatikan Tian Fan diam-diam. Dari apa yang dilihatnya, Tian Fan adalah pemuda yang memiliki perawakan yang baik dan santun.

Mendapati hal ini, Tuan Feng Xiao bertanya-tanya mengapa pemuda itu terbunuh sebelumnya? Mungkinkah ada konspirasi besar di balik semua ini?

"Oh iya, mengenai pertanyaanku sebelumnya, apa keputusanmu?" Tanya Tuan Feng Xiao. Sehari sebelumnya dia pernah bertanya apakah Tian Fan mau tinggal dan menjadi muridnya.

Seperti yang diketahui, Tuan Feng Xiao bukanlah orang sembarangan, dia adalah Alkemis bintang 7 satu-satunya di dunia ini.

Sembari mengelus janggut panjangnya yang sudah memutih, pria tua itu dengan sabar menunggu jawaban dari Tian Fan.

"Aku bersedia, Tuan!" Tian Fan tidak membutuhkan waktu lama untuk berpikir, saat ini dia hanya seorang diri dan membutuhkan orang lain sebagai sandaran.

"Hahaha! Bagus! Bagus sekali, Nak. Mulai sekarang kau adalah murid sekaligus cucuku. Ke depannya kau akan mewarisi semua pengetahuanku!" Senang Tuan Feng Xiao. Selama puluhan tahun dia selalu hidup menyendiri di hutan, dia selalu menghindari orang-orang hingga akhirnya menemukan Tian Fan.

Tian Fan segera berlutut dan memberi hormat sebanyak tiga kali kepada Tuan Feng Xiao."Murid memberi hormat kepada Guru!"

Tuan Feng Xiao menggelengkan kepalanya."Jangan panggil aku guru. Sekarang kau sudah resmi menjadi cucuku, panggil aku kakek."

Tian Fan tidak membantah, dia sekali lagi memberi hormat kepada Tuan Feng Xiao."Tian Fan memberi hormat kepada Kakek!"

"Hahaha! Bagus. Bangunlah! Mulai sekarang kau sudah resmi menjadi cucuku dan akan mewarisi semua pengetahuan serta kemampuanku kelak."

Tian Fan pun kembali bangkit dengan perasaan haru."Kakek! Terima kasih karna sudah membantu dan mau menerima diriku. Di kehidupan ini dan di kehidupan selanjutnya, budi baikmu akan selalu aku ingat."

"Hm, duduklah."

Tian Fan kembali duduk. Tuan Feng Xiao menggeser sebuah nampan berisi ubi bakar dan menawarkannya dengan ramah."Makanlah."

Tian Fan yang memang lapar mengambil bagiannya dan mulai makan dengan lahap. Dalam hati, Tian Fan merasa tersentuh, di dunia yang kejam dan tidak adil ini rupanya masih ada orang baik seperti Tuan Feng Xiao yang mau menerima dan menampung dirinya yang bukan siapa-siapa.

"Makanlah dengan baik. Mulai besok aku akan melatihmu untuk menjadi seorang Alkemis. Kau mau, 'kan?"

"Alkemis? Aku mau saja, Kek. Tapi... selama ini aku tidak pernah mempelajari dunia pengobatan, aku takut aku tidak punya bakat dan malah akan mengecewakan Anda nantinya."

Pemuda itu menjawab dengan sedikit keraguan. Di kediaman clan Tian dia hanya di fokuskan untuk menjadi kultivator kuat dengan bakatnya. Dia tidak pernah diajarkan tentang dunia pengobatan karna memang klan tidak diisi oleh orang-orang seperti itu.

"Tidak masalah. Di bawah bimbinganku kau pasti akan mampu menjadi seorang Alkemis. Lagi pula usiamu juga masih muda, kau masih punya sangat banyak kesempatan untuk belajar."

Tuan Feng Xiao berujar dengan tenang seolah begitu percaya pada ucapannya. Tanpa Tian Fan sadari, sebenarnya pemuda itu memang punya bakat untuk menjadi Alkemis dan Tuan Feng Xiao bisa melihat itu dengan jelas.

Dengan semua pengalamannya, Tuan Feng Xiao dapat melihat sesuatu yang berbeda pada tubuh Tian Fan. Pemuda itu memiliki berkah langit, dia punya tubuh kekosongan.

Itu adalah salah satu konstitusi tubuh khusus yang setara dengan tubuh Kaisar Dewa.

Tapi Tuan Feng Xiao tidak akan mengatakan apa-apa kepada Tian Fan sekarang, dia akan merahasiakannya untuk sementara waktu.

Usia Tian Fan juga baru 12 tahun, meskipun sedikit terlambat untuk diajari tapi untungnya dia berada di bawah bimbingan Tuan Feng Xiao. Jika Tuan Feng Xiao tidak mampu membimbing Tian Fan, maka jabatannya sebagai Alkemis bintang 7 harus di pertanyakan.

Keduanya duduk cukup lama di sana dan saling bertukar cerita. Hari ini Tuan Feng Xiao tidak menanyakan apa-apa tentang hal yang sudah menimpa Tian Fan hingga membuatnya terbunuh.

Dia tidak ingin membangkitkan kembali kenangan buruk yang sudah menimpa cucunya, setidaknya tunggu sampai Tian Fan siap dan bersedia untuk menceritakan semuanya sendiri.

Hari menjelang siang sementara Tian Fan dan Tuan Feng Xiao masih duduk sembari berbagi cerita di pekarangan rumah sederhana yang mereka tempati.

"Aku akan turun gunung untuk mencari beberapa bahan obat, kau tetaplah di sini dan pelajari buku yang aku berikan sebelumnya. Aku beri kau waktu satu minggu untuk membaca semua buku itu, setelah kau cukup mengerti, aku akan mulai mengajari dirimu secara perlahan nanti," ujar Tuan Feng Xiao.

"Baik, Kek. Aku akan membaca semua buku ini dan mencoba untuk memahaminya," angguk Tian Fan.

"Hm. Kalau begitu aku berangkat." Tuan Feng Xiao bangkit dan berjalan meninggalkan kediaman. Sebenarnya Tian Fan ingin ikut, tapi Tuan Feng Xiao menyarankan dirinya untuk beristirahat.

Tian Fan yang berada sendiri di kediaman mulai membaca satu per satu buku-buku yang Tuan Feng Xiao berikan kepadanya.

Tapi pikiran Tian Fan juga tidak cukup tenang, dendam yang ada di dalam hati masih begitu membara menuntut untuk dibalaskan.

Tian Fan kemudian kembali teringat dengan apa yang terjadi kepada dirinya, dengan bagaimana dia bisa kembali hidup setelah sempat terbunuh sebelumnya.

"Dantianku sudah kembali dipulihkan tapi aku sudah tidak punya lagi akar roh. Ke depannya ini akan sulit bagiku, tapi, bagaimanapun caranya aku harus terus mengembangkan kemampuanku. Di masa depan aku pasti akan menjadi yang terkuat dan membalaskan dendam kedua orang tuaku."

Api dendam di hatinya membuat semangat Tian Fan begitu menggebu-gebu. Sebulan ke depan dia akan terus beristirahat untuk memulihkan semua lukanya dan menampung energi sebelum berlatih untuk kembali menjadi seorang kultivator.

Dalam pelatihan ini, Tian Fan akan kembali memulai semuanya dari awal. Sebelumnya dantian pemuda itu sudah dihancurkan dan akar rohnya pun telah direbut secara paksa. Saat itu Tian Fan merasa putus asa tapi langit kembali memberi jalan lain untuknya.

Dia percaya bahwa pelatihan kali ini akan jauh lebih mudah untuk menjadi kuat. Di dalam kepalanya, Tian Fan punya banyak teknik yang Dewa Zhang Wuxi tinggalkan.

Satu minggu kemudian...

Tuan Feng Xiao dibuat tak bisa berkata-kata dengan apa yang dia saksikan saat ini.

Tian Fan, baru seminggu lalu pemuda itu diberikan beberapa buku untuk dipelajari tapi hari ini dia sudah memahami semuanya. Jika hanya satu buku, Tuan Feng Xiao mungkin akan biasa-biasa saja, tapi ini ada 4 buku dan semuanya mampu Tian Fan pahami dengan baik.

"Nak! Katakan kepadaku, apa kau bukan manusia?" Tanya Tuan Feng Xiao dengan wajah melongo tak percaya. Sepanjang hidupnya, dia baru mendapati ada manusia yang memiliki pemahaman sebaik Tian Fan.

Tian Fan terkekeh melihat wajah tak percaya kakeknya."Apa Kakek menyindirku?"

"Haish, menyindir bagaimana? Aku memujimu."

Tian Fan tau, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Bukan hanya Tuan Feng Xiao yang merasa terkejut, Tian Fan sendiri pun juga merasakan hal yang sama.

"Tunggu, apa mungkin ini ada hubungannya dengan kekuatan yang Dewa itu tinggalkan?" Batin Tian Fan.

Sebelumnya, Tian Fan memang di kenal sebagai anak ajaib yang jenius, tapi dibandingkan dengan pencapaian hari ini, dia merasa kejeniusannya sudah ditingkatkan berkali-kali lipat dari yang dahulu.

Pada kenyataannya, kekuatan Dewa yang menghidupkan Tian Fan kembali memang membantu pemuda itu untuk meningkatkan semua kemampuannya.

Mulai dari pemahaman, kekuatan fisik, dantian, bahkan hingga meridian Tian Fan semuanya sudah ditingkatkan. Dia pun belum menyadari semua ini, tapi ke depannya semua pasti akan ditunjukkan satu per satu.

"Karna kau sudah memahami semua isi buku itu, aku akan mulai untuk mengajari semuanya satu per satu."

"Kita akan mulai dari mempelajari jenis-jenis tanaman herbal dan bagaimana cara memaksimalkan kegunaannya. Cucuku, dengarkan aku baik-baik."

Tuan Feng Xiao mengajari Tian Fan dengan telaten. Dia menjelaskan semuanya dengan singkat tapi tetap mampu untuk Tian Fan tangkap dengan kemampuan pemahamannya.

Tian Fan pun begitu serius mendengarkan penjelasan kakeknya dan sesekali bertanya jika ada yang kurang dia pahami.

Kemauan kuat yang Tian Fan tunjukkan dalam belajar dan memahami sesuatu membuat Tuan Feng Xiao senang. Sepertinya dia memang tidak salah memilih orang, Tian Fan adalah sosok yang tepat untuk mewarisi semua ilmunya.

Jam berganti, hari berlalu, minggu demi minggu terlewati dan tidak terasa Tian Fan sudah 6 bulan tinggal bersama Tuan Feng Xiao.

Selama 6 bulan ini, Tian Fan sudah menguasai semua dasar dari dunia pengobatan. Dia sudah bisa menentukan kegunaan dari setiap tanaman herbal, mendiaknosa pasien, menentukan titik akupuntur, bahkan hingga menciptakan beberapa ramuan sederhana yang dapat menyembuhkan luka dengan baik.

Selama 6 bulan ini Tian Fan juga tak lupa giat berlatih untuk kembali menapaki jalan sebagai seorang kultivator.

Dalam 6 bulan dia yang sudah kehilangan kekuatannya kini telah kembali berhasil menerobos hingga ke ranah Pembentukan Inti bintang 5.

Tentu saja pencapaian Tian Fan tidak lepas dari bakat dan juga bantuan Tuan Feng Xiao. Dengan pil-pil terbaik yang mampu dia ciptakan, kekuatan pemuda itu pun mampu meningkat secara drastis.

Pencapaian Tian Fan dalam hal kultivasi juga membuat Tuan Feng Xiao terkejut. Dalam sebulan mampu menerobos berturut-turut, Tian Fan seperti bukan manusia saja.

Awalnya Tuan Feng Xiao merasa Tian Fan adalah jenius tiada tara, tapi semakin lama dia mengenal Tian Fan, pandangannya pun berubah. Pemuda itu bukanlah seorang jenius, dia adalah monster.

"Sudah dulu hari ini. Besok ikut aku turun gunung untuk mencari bahan obat. Ke depannya aku akan mulai mengajari dirimu bagaimana cara menciptakan pil agar dapat menjadi Alkemis sejati," ujar Tuan Feng Xiao di hari yang sudah menjelang malam.

"Apa ini tidak terlalu cepat, Kek?" tanya Tian Fan sedikit ragu lantaran merasa bahwa fondasinya belum begitu kuat. Selama ini yang dia pelajari hanya hal-hal dasar, untuk membuat pil yang sebenarnya dia belum pernah mencoba.

"Tidak. Sudah saatnya untukmu mulai belajar membuat pil. Lagi pula kau sudah memahami semua dasarnya dan setelah ini kau hanya perlu menerapkan semua yang kau pelajari."

"Kalau begitu aku ikut apa saran Kakek saja. Selama Kakek percaya aku bisa, maka aku akan mencobanya."

"Ucapanmu terbalik, Nak. Seharusnya, selama kau percaya kau bisa, maka kau memang bisa melakukannya. Kakek hanya bertugas sebagai pembimbingmu, berhasil atau tidak itu masih tergantung pada usahamu sendiri," tutur Tuan Feng Xiao bijak.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mulai menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 132 | Seleksi Anggota

    Tanpa membuang-buang waktu terlalu lama, seleksi pemilihan anggota pun langsung dilakukan di hari yang sama. Ujian langsung dimulai satu per satu, uji kecepatan adalah ujian pertama yang dilakukan. 400 orang langsung dibagi ke dalam 4 tim besar, masing-masing tim terdiri dari 100 orang di dalamnya. Tian Fan ada di tim keempat, ia akan ikut semua ujian yang diadakan. "Ujian pertama adalah kecepatan. Kecepatan kalian semua akan ditentukan dengan beberapa cara, siapa yang bisa melewati ujiannya bisa langsung melangkah ke ujian selanjutnya!" Prajurit kepercayaan Kaisar Qin menoleh ke arah beberapa prajurit lain yang bertugas sebagai penguji. Mereka pun langsung bertindak untuk memulai ujiannya.Pada jarak 500 meter, mereka menancapkan beberapa tiang tinggi. Di atasnya, diletakkan beberapa bendera kecil. Hanya ada 20 tiang yang ditancapkan dengan masing-masing satu bendera yang terpasang di atasnya.Setelah semua persiapan selesai, prajurit kepercayaan Kaisar Qin kembali bersuara."Di uj

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 131 | Pemimpin Mata-Mata

    Hutan Utara - Camp Pasukan Aliansi Tian Fan melangkah dengan santai di samping seorang pria paruh baya yang tampak gagah dengan pakaian prajuritnya. Mereka berdua saat ini tengah bergerak ke arah Hutan Utara, tempat di mana orang-orang dari berbagai sekte besar dikumpulkan. Yang mengantar Tian Fan juga bukan orang sembarang. Dia adalah salah satu prajurit kepercayaan Kaisar Qin, orang yang cukup punya nama di ibukota. "Tuan Muda! Kita akan segera sampai. Di depan sana, camp perwakilan dari masing-masing sekte besar sudah didirikan, Anda hanya tinggal mengumpulkan orang yang dibutuhkan saja. Tenang saja, semua urusan pemilihan aku tidak akan ikut campur, semuanya sesuai keputusan Anda," ucap prajurit Kaisar Qin sopan. "Hm, aku mengerti. Urusan untuk memilih anggota mata-mata memang bukan urusan sepele. Tenang saja, aku akan memilih orang yang memang layak untuk dipilih." "Anda benar, Tuan Muda. Mata-mata memang terlihat sepele, tapi tanpa informasi dari mereka, jalannya perang ak

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 130 | Kota Bulan Biru Ditaklukkan

    Dari balik rimbunnya pepohonan hutan, ratusan orang dengan pakaian hitam muncul. Jumlah mereka terus bertambah, wajah mereka memancarkan niat jahat yang memancar."Saudara-saudaraku! Para petinggi sudah memberikan perintah. Malam ini, kita taklukkan Kota Bulan Biru!" Kata seorang pria kekar dengan suara yang lantang."YAAA...!!!" Orang-orang yang ikut dengannya bersorak. Ini adalah hari yang mereka tunggu, hari untuk melakukan pembalasan atas kekalahan kubu mereka bertahun-tahun lalu."SERAAAANG...!!!"Dari pinggir hutan, mereka berlari, melompat dan terbang tinggi di udara. Para prajurit yang berjaga di tembok kota diserang habis-habisan, mereka semua dibunuh dengan cara yang kejam.Traaang!Traaang!Slaaash!Para prajurit kota yang hanya berada pada ranah Jiwa Baru Lahir hingga ranah Kenaikan dikalahkan dengan mudahnya oleh kelompok pemberontak ini.Setelah mengalahkan para prajurit penjaga, orang-orang itu terus masuk ke dalam kota dan mulai membantai para penduduk kota itu.Di da

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 129 | Memulai Pergerakan

    Sekte Lembah Racun Seorang murid dengan pakaian khas berwarna hijau berjalan cepat ke arah kediaman Tetua Kedua. Di tangannya, murid laki-laki itu membawa secarik kertas kecil yang baru saja ia dapatkan dari rekannya di luar sekte. "Apa Tetua ada di dalam?" tanya murid itu kepada 2 orang murid yang berjaga di luar kediaman Tetua Kedua. "Tetua ada di dalam. Ada apa?" jawab salah satu murid yang berjaga. "Ada sesuatu yang ingin aku laporkan. Ini tentang orang-orang dari sekte aliran putih." "Masuklah kalau begitu." Pemuda itu pun dibiarkan masuk. Di depan pintu kamar Tetua Kedua, ia berdiri dan mengetuk pintu 3 kali. "Masuk!" suara seorang pria tua terdengar dari dalam sana setelah menunggu beberapa saat. Pemuda itu pun membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam ruangan milik Tetua Kedua."Salam, Tetua!" Tetua Kedua Sekte Lembah Racun mengangguk."Ada apa?" "Saya ingin melaporkan ini, Tetua!" Ucap pemuda itu memberikan secarik kertas yang ada di tangannya. Tetua Kedua menerima k

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 128 | Perkembangan Kekuatan Yang Berbeda

    "Baiklah, aku akan patuh.""Bagus. Aku suka itu. Ke depannya aku tidak akan memasak lagi.""Kenapa?""Tentu saja karna aku punya uang. Aku bisa menyewa pelayan untuk memasak.""Hahaha... logis sekali, ya. Tapi kau benar juga, kita punya uang, kalau memang tidak berbakat memasak, kita hanya perlu menyewa orang lain untuk melakukannya. Aku suka pola pikirmu."Tian Fan tidak menyangka kalau Su Yixian akan memutuskan hal seperti itu. Gadis itu sungguh menggunakan otaknya, tidak punya bakat maka cari saja orang yang punya bakat untuk dipekerjakan.Su Yixian adalah Nona Muda dari Klan Su, uang bukanlah masalah baginya. Lagi pula ia memang tidak punya bakat dalam memasak, ia hanya berbakat meramu pil kultivasi.Tian Fan menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya kemudian dipejamkan."6 bulan tidak bertemu, bagaimana perkembanganmu selama ini?""Perkembangan? Yang mana? Meramu obat atau teknik pedang?" tanya Su Yixian."Keduanya. Bagaimana? Apa kau mengalami peningkatan? Atau, apakah kau pun

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 127 | Kedatangan Anggota Aliansi

    Kekaisaran Qin - Gerbang Utara Beberapa elang raksasa mendarat di sebuah lapangan luas yang megah. Elang-elang itu membawa 5-7 orang di punggungnya. Tap! Satu per satu orang itu pun melompat turun dari punggung elang dengan santai. Jumlah mereka ada lebih dari 100 orang dengan pakaian khas yang terlihat serupa. Satu orang pemuda berdiri di depan, sementara 99 orang lainnya berdiri dengan patuh menunggu arahan selanjutnya dari pemuda tangguh itu. "Hari ini kita semua akan istirahat di sini. Dirikan tenda, aku akan masuk ke Ibukota Kekaisaran untuk melaporkan kedatangan kita kepada Patriak!" ucap pemuda itu dengan suara tegas. "Baik, senior!" Pemuda itu mengangguk puas melihat sikap anggota kelompoknya. Gurunya menugaskan ia untuk datang membawa rekan-rekannya datang ke ibukota, sebab beberapa hari lagi aliansi aliran putih akan segera dibentuk. "Li Jian! Kau ikut denganku." "Baik, senior!" Dua orang itu kemudian pergi menuju ke gerbang utara ibukota. Di sana, bebera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status