Home / Fantasi / Legenda Kultivator Abadi / BAB 4 | Memulai Pelatihan

Share

BAB 4 | Memulai Pelatihan

Author: Bad_Romance
last update Last Updated: 2025-10-09 07:31:14

Di antara lebatnya pepohonan, dua orang berjalan menyusuri tiap sudut hutan mencari beberapa tanaman spiritual yang dapat dijadikan sebagai bahan obat.

Itu adalah Tuan Feng Xiao dan Tian Fan, merekalah yang sedang mencari bahan obat untuk bahan pelatihan Tian Fan sendiri nantinya.

Keduanya sudah turun gunung sejak pagi tadi. Beberapa tanaman obat sudah mereka dapatkan tapi karna hari masih cukup panjang, keduanya memutuskan untuk tetap mencari guna menambah persediaan.

"Kakek!"

"Ada apa?"

"Itu, bagaimana kalau kita berpencar saja untuk mempermudah pencarian?" ujar Tian Fan di sela langkah kakinya.

"Berpencar? Apa kau yakin?" sahut Tuan Feng Xiao di sebelahnya.

"Nak, kau harus tau bahwa hutan ini cukup berbahaya. Meskipun bagian luarnya hanya dihuni oleh sekelompok kecil binatang buas, tetap saja mereka termasuk ke dalam ancaman."

Tuan Feng Xiao sedikit mencemaskan usulan dari cucunya. Dia tau Tian Fan memang memiliki kemampuan, akan tetapi pertarungan melawan binatang buas ibaratnya adalah pertarungan hidup dan mati.

"Tidak masalah, Kek. Lagi pula aku tidak akan masuk hingga ke bagian dalam hutan ini, aku juga sadar dengan kemampuanku sendiri," ujar Tian Fan bersikeras.

"Ya sudah. Jika kau memang percaya pada kemampuanmu, kita akan berpisah di sini. Ingatlah untuk kembali sebelum matahari terbenam, malam hari di hutan ini tidak seperti di hutan-hutan lainnya."

Tuan Feng Xiao tidak bisa mencegah Tian Fan, agaknya pemuda itu ingin mengembangkan teknik bertarungnya.

Selama ini Tuan Feng Xiao juga ikut memantau pelatihan Tian Fan dan ini mungkin adalah saat yang tepat untuk mencoba semua hasil pelatihannya.

"Kalau begitu aku duluan, Kek." Tian Fan pun mengambil langkah berbeda dan mulai berjalan ke arah selatan sementara Kakeknya mengambil arah utara.

Langkah demi langkah Tian Fan tapaki, jaraknya dengan Tuan Feng Xiao semakin jauh. Di bagian selatan hutan, di dekat lembah Tian Fan mulai menyusuri tempat itu untuk mencari tanaman obat.

"Di sana!" Di tembok-tembok tebing Tian Fan melihat beberapa tanaman spiritual yang tumbuh dengan menempel pada bebatuan.

Dia kemudian bergerak mendekat dan mulai memanjat tebing batu."Rumput akar biru, hmm, ini barang bagus."

Satu per satu tanaman obat yang ditemukan mulai di cabut oleh Tian Fan. Dia hanya mengambil yang memang sudah siap dipanen, untuk yang muda masih dia biarkan tumbuh hingga tiba masa panennya.

Tap!

Tian Fan melompat dari tembok batu yang dia panjat, cukup tinggi sebenarnya tapi itu bukanlah masalah.

"Sepertinya di sekitar lembah ini terdapat banyak tanaman obat yang berguna," ujar Tian Fan bersemangat melihat jauh ke depan.

Tian Fan kembali melanjutkan perjalanannya dan benar saja dia kembali menemukan beberapa tanaman obat yang dapat dia gunakan untuk membuat pil.

Namun kali ini niat Tian Fan tidak lagi semudah sebelumnya. Dari balik bebatuan, seekor binatang buas tiba-tiba saja melompat ke arahnya.

Itu adalah seekor macan gunung. Dengan sorot mata tajam dan mulut yang berliur, dia menatap buas ke arah Tian Fan.

Mendapati ada seekor binatang buas di hadapannya, Tian Fan sama sekali tidak menunjukkan ketakutan. Dalam kondisi berbahaya seperti itu, dia masih bisa mengendalikan ketenangannya.

"Macan gunung ini sepertinya berada pada tingkat 3, dia lawan yang cukup kuat," ujar Tian Fan.

Di dunia ini, mahluk-mahluk seperti itu dapat dikategorikan ke dalam beberapa kelas dan tingkatan. Di posisi paling bawah adalah binatang buas, lalu ada binatang spiritual, dan yang terakhir adalah binatang roh.

Setiap kelas dibagi ke dalam beberapa tingkatan. Tingkat ini dimulai dari tingkat 1-9, setiap tingkatan tentunya dapat mengambarkan usia dan kekuatan dari kelas mahluk yang dimaksudkan.

Sriiing!

Tian Fan menarik pedangnya bersiap untuk melawan macan gunung yang hendak memangsa dirinya."Kebetulan sekali aku memang tengah mencari lawan untuk mencoba teknik pedang terbaruku. Macan gunung, terima kasih sudah datang."

Seolah mengerti dengan apa yang Tian Fan katakan, macan gunung itu menggeram menunjukkan gigi-gigi tajamnya.

Tian Fan menunjuk macan gunung itu dengan pedang panjang yang ada di tangannya."Majulah!"

Macan gunung itu menekuk sepasang kaki belakangnya dan bersiap untuk berlari menerkam Tian Fan yang menantangnya.

Whuush!

Macan gunung itu pun bergerak, pertarungan di antara keduanya segera dimulai.

Dengan tubuh rampingnya, macan gunung itu berlari dan tiba dalam sekejab mata di hadapan Tian Fan. Kaki depannya terangkat bersiap untuk mencakar pemuda itu.

Tian Fan yang memiliki kepekaan luar biasa pun tidak diam begitu saja, dia bergerak tiga langkah ke kiri menghindari serangan yang datang.

Berhasil menghindari serangan, Tian Fan juga tidak berhenti begitu saja. Dia membawa pedangnya cukup tinggi bersiap untuk melepaskan tebasan.

Slaaash!

Serangan Tian Fan membuahkan hasil. Bahu kanan macan gunung yang datang menerkamnya dilukai cukup dalam.

Binatang buas itu segera melompat mundur menjauh dari Tian Fan. Darah mulai menetes dari lukanya, wajahnya yang garang dipenuhi rasa sakit dan amarah.

Keduanya saling melihat satu sama lain sebelum macan gunung itu kembali mengambil langkah awal untuk melakukan serangan balasan.

Kecepatannya meningkat akan tetapi Tian Fan masih cukup mampu mengimbanginya.

Macan itu menyerang dengan ganas dan berhasil melukai dirinya.

"Ku balas kau!" Teriaknya kesal.

Tian Fan menyalurkan energi Qi ke dalam pedangnya dan bersiap untuk melepaskan serangan.

Tebasan Melintang!

Momentum energi yang cukup kuat muncul dari serangan Tian Fan membentuk garis datar yang datang dengan cepat ke arah macan gunung yang melompat ke arahnya.

Slaaash!

Tubuh macan gunung itu terbelah menjadi dua bagian yang berbeda di bawah serangan Tian Fan. Dalam sekejab dia pun tumbang dan tidak bernapas lagi.

Tian Fan membelalak tak percaya melihat serangannya."I-Ini... hebat sekali."

Tian Fan tidak menyangka bahwa hanya dengan satu serangan dia akan langsung menumbangkan macan gunung yang merupakan binatang buas tingkat 3.

Sebelumnya, teknik yang Tian Fan gunakan adalah satu dari sekian banyak teknik yang di wariskan oleh Dewa Zhang Wuxi melalui ingatannya.

Dengan wajah yang dipenuhi kebahagiaan, Tian Fan kemudian memasukan tubuh binatang buas itu ke dalam cincin penyimpanannya."Jika teknik paling bawah saja sudah sekuat ini, kira-kira bagaimana dengan teknik tingkat tingginya?" ujarnya dengan semangat menggebu.

Tian Fan tidak bisa membayangkan sekuat apa Dewa Zhang Wuxi di masa kejayaannya hingga mampu menciptakan teknik sederhana namun begitu mematikan.

Malam menjelang...

Tian Fan berjalan kembali ke puncak gunung di mana kediaman Tuan Feng Xiao berada. Seperti yang sudah diperingati, Tian Fan harus kembali sebelum malam tiba.

"Kau sudah kembali?" Sambut Tuan Feng Xiao begitu Tian Fan tiba di kediaman.

"Istirahatlah. Malam nanti akan aku tunjukkan bagaimana caranya membuat pil obat."

Tian Fan yang memang lelah pun membaringkan tubuhnya pada kursi panjang yang terbuat dari bambu. Sepasang mata tajamnya mulai terpejam dan tanpa sadar dia pun jatuh ke dalam tidurnya.

Satu jam lamanya Tian Fan tertidur hingga pada akhirnya Tuan Feng Xiao membangunkannya.

"Fan'er! Bangun."

Tian Fan pun segera terbangun, bangkit dari kursi panjang yang di tidurinya lalu meregangkan tubuhnya."Kakek, berapa lama aku tidur?" Tanya pemuda itu sembari menguap menghilangkan sisa-sisa kantuknya.

"Kau tertidur cukup lama. Segera bersihkan dirimu dan makan, setelah itu ikut aku untuk memulai pelatihanmu."

"Baik, Kek."

Tian Fan dengan patuh segera membersihkan dirinya dan setelahnya makan untuk mengisi perutnya yang kosong.

Di ruangan yang cukup luas, Tian Fan dan Tuan Feng Xiao kini berada. Setelah makan, Tian Fan langsung ikut dengan Tuan Feng Xiao untuk memulai pelatihannya dalam meramu pil obat.

"Kakek, pil apa yang akan kita buat?" Tanya Tian Fan antusias. Ini adalah praktek pertamanya setelah sekian lama hanya membaca buku-buku yang Tuan Feng Xiao berikan.

"Kakek akan mengajari dirimu untuk membuat pil penyembuh tingkat 1. Kau perhatikan Kakek baik-baik," jawab Tuan Feng Xiao.

"Siap, Kek!"

Tuan Feng Xiao pun menyiapkan beberapa tanaman obat yang di butuhkan untuk membuat pil penyembuh tingkat 1.

Rumput roh hijau, akar ginseng biru, dan beberapa tanaman herbal lainnya di letakkan di atas papan kayu.

"Fan'er! Langkah pertama untuk membuat pil obat adalah dengan memanaskan tungku pelebur," ujar Tuan Feng Xiao dengan api yang tiba-tiba saja menyala dengan terkendali di tangannya.

Api itu kemudian diarahkan ke tungku perak yang ada di depannya. Panas dari api mulai mempengaruhi tungku, saat dirasa panasnya sudah mencapai suhu yang diinginkan, satu per satu bahan obat pun dimasukkan.

"Ingat ini, saat memasukkan bahan mulailah dengan bahan yang paling susah di leburnya," ujar Tuan Feng Xiao memberi arahan untuk langkah selanjutnya.

"Terus jaga panas tungku hingga semua bahan selesai dimurnikan, saat aroma obat mulai tercium, gunakan energi jiwa untuk menyatukan semua bahan di dalam tungku."

Tian Fan mendengar semua yang Kakeknya katakan dan mencatat semuanya di dalam kepala. Sembari memperhatikan bagaimana cara Tuan Feng Xiao meramu obat, Tian Fan perlahan mulai merasakan aroma harum tercium dari dalam tungku.

"Aroma obat sudah muncul, ini adalah saat-saat paling krusial."

Dengan cepat Tuan Feng Xiao menggunakan energi jiwanya untuk menyatukan semua bahan obat yang telah dimurnikan.

Baaam!

Tungku dipukul dengan cukup keras, tutupnya terbuka dan segera beberapa butir pil yang memancarkan aroma harum muncul dari dalam sana.

Tuan Feng Xiao menangkap semua pil itu dan memasukkannya ke dalam botol kecil yang digunakan sebagai wadah penyimpanan.

Satu pil di sisakan untuk di berikan kepada Tian Fan."Lihat ini, bagaimana menurutmu?"

Tian Fan menerima pil itu dan memperhatikannya dengan seksama. Aroma pil yang begitu harum dan warnanya yang cerah seolah menggoda Tian Fan untuk menelannya.

"Kakek! Pil ini berada di tingkat apa?" Tanya Tian Fan.

"Ini adalah pil tingkat 1 sempurna. Kau harus ingat bahwa setiap kualitas pil dibagi ke dalam tiga bagian dimulai dari rendah, menengah, dan sempurna. Setiap perbedaan itu dapat kau lihat dari warna dan aromanya," tutur Tuan Feng Xiao.

Tian Fan mengangguk ringan mendengarkan penuturan Kakeknya dan diam-diam menyimpan semuanya di dalam kepala."Kakek, apa boleh aku mencoba pil penyembuh ini?"

"Tentu saja. Cobalah." Jawab Tuan Feng Xiao sembari mengelus janggut panjangnya yang telah memutih.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
Mulai menarik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 153 | Racun Pembakar Darah

    Tian Fan menyelinap diam-diam dari pintu belakang Kota Bulan Biru. Pemuda itu tidak datang dari garis depan, ia datang dari belakang untuk mengejutkan para musuh.Melewati puing-puing bangunan Kota Bulan Biru yang kacau, Tian Fan diam-diam memperhatikan ratusan orang yang tengah menyalakan meriam perang."Sudah aku duga hasilnya akan seperti ini. Meriam-meriam itu, tidak mungkin semuanya hanya menjadi pajangan," gumam Tian Fan pelan. Saat pertama kali datang mencari informasi, ia memang sudah melihat meriam-meriam perang itu dan dapat menebak kalau semuanya pasti akan digunakan.Para prajurit Kekaisaran Qin masih berada di luar dan belum mampu menerobos gerbang utama. Kalau para pengguna meriam terus dibiarkan, mereka akan menjadi mesin pembunuh instan yang tidak tersentuh.Memikirkan hal ini, Tian Fan segera mengambil tindakan. Ia mengeluarkan beberapa botol bubuk racun untuk melumpuhkan semua pengguna meriam itu diam-diam."Racun pembakar darah merupakan racun terbaik yang pernah ak

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 152 | Pertempuran Terakhir

    Pasukan Kekaisaran Qin sudah ada di depan gerbang masuk Kota Bulan Biru. Kurang lebih 14 ribu prajurit berbaris rapi, berdiri dengan gagah berani.Keempat komandan ada di depan, Pangeran Qin Fei Hu dan Putri Shi Mei juga ada di sana. Bersama-sama, 14 ribu prajurit itu akan mereka pimpin.Di atas tembok kota, Tetua Kelima Sekte Mata Iblis dan pemimpin pembunuh gelap berdiri tanpa rasa takut. Dari segi manapun, mereka terlihat kalah. Namun, bukan artinya mereka akan mundur begitu saja."Lihat sampah-sampah itu, hari ini akan aku bunuh mereka semua!" Kata Tetua Kelima penuh percaya diri."Semua pasukan sudah siap, bukan?""Sudah Tetua!""Kalau begitu, tunggu apa lagi. Mulai pertempurannya sekarang!"Pemimpin pembunuh gelap mengangguk dengan patuh. Ia mengambil langkah mundur dan memerintahkan para bawahannya untuk segera memulai aksi mereka."Siapkan meriam!" teriaknya bergema.Dari balik tembok kota, puluhan meriam baja sudah disiagakan. Bola besi diisi masukkan sebagai peluru, senjata

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 151 | Permintaan Maaf

    Di ujung timur, matahari mulai meninggi perlahan. Cahayanya menerpa hangat daratan luas yang senantiasa menunggu kehadirannya. Seorang anak manusia duduk, matanya terpejam menikmati aliran energi yang masuk menembus kulit. Suasana begitu hening hingga suaranya yang tenang terdengar."Pembatas untuk naik ke tingkat selanjutnya hampir ku hancurkan. Setelah perebutan Kota Bulan Biru selesai, aku harus mencari kesempatan untuk meningkatkan kekuatan."Tembok pembatas di dalam lautan kesadarannya sudah sangat tipis, Tian Fan bisa melakukan penerobosan kapan saja. Namun, untuk sekarang ia tidak bisa melakukannya, perang masih belum selesai sepenuhnya.Sebenarnya, tanpa pemuda itu turun pun kesempatan orang-orang Kekaisaran Qin untuk menang sudah sangat besar. Hanya saja, Tian Fan merasa harus tetap terlibat takut-takut kalau semua yang direncanakan tidak sesuai dengan alur yang pemuda itu inginkan.Tian Fan menengok ke kanan tatkala ia mendengar suara langkah kaki mendekat. Rupanya itu adala

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 150 | Memulihkan pasukan

    Putri Shi Mei dan orang-orangnya hanya bisa menggertakkan giginya penuh amarah. Jelas saja kelakuan Tian Fan ini membuat mereka tidak suka, tapi sayangnya mereka tidak punya kemampuan apa-apa untuk melawan kehendak pemuda itu.Bahkan, Pangeran Qin Fei Hu juga tidak bersuara. Padahal, yang Tian Fan tindas adalah adiknya sendiri, tapi ia sama sekali tidak turun untuk membantunya.Malahan, Pangeran Kedua Kekaisaran Qin itu terlihat sedikit senang. Adik perempuannya memang terlalu ambisius dan keras kepala, dia sangat sulit untuk diberi arahan.Namun, tidak untuk hari ini. Di hadapan Tian Fan, siapapun yang tidak setuju akan dipaksa setuju. Tian Fan melakukan hal ini bukan tanpa alasan, pasukan yang ia pimpin banyak yang terluka.Yang Putri Shi Mei lihat hanya pasukan bantuan yang ikut bersamanya. Mereka semua masih baik-baik saja, tidak ada yang terluka ataupun mati.Tian Fan masih belum melepaskan tekanannya, Putri Shi Mei masih berada dalam posisi yang terancam."Patuh! Atau kau aku usi

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 149 | Kedatangan Pasukan Bantuan

    "Suara apa itu?" Putri Shi Mei bertanya kepada 2 komandan yang ada di sampingnya."Sepertinya itu suara pertempuran, Tuan Putri," jawab komandan pertama."Arahnya datang dari depan. Mungkin itu adalah Pangeran Qin Fei Hu dan yang lain. Kita harus ke sana dan membantu mereka!" kata komandan kedua."Kalau begitu tunggu apa lagi. Cepat! Kita ke sana!" pimpin Putri Shi Mei.Pasukan bantuan dipimpin olehnya. Meskipun Putri Shi Mei bukan seorang laki-laki, tapi kemampuannya dalam bertarung dan memimpin pasukan sudah cukup terbukti.Di bawah pimpinannya, 5 ribu prajurit Kekaisaran Qin yang baru datang langsung bergerak ke arah di mana suara pertempuran itu terdengar.Tak lama, mereka pun sampai. Tumpukan mayat memenuhi area seluas 300 meter. Ratusan pohon besar tumbang, batu-batu kokoh hancur.Pertempuran di depan sana masih berlangsung. Tian Fan berperan besar dalam pertempuran itu, ia membunuh sangat banyak pasukan mayat hidup dan murid dari Sekte Mata Iblis.Putri Shi Mei bahkan terpukau

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 148 | Pesta Ledakan

    Saat para pasukan mayat hidup semakin dekat, Tian Fan melesat ke dapan dan mulai membentuk segel tangan dengan cepat.Semua orang bertanya-tanya apa yang tengah pemuda itu lakukan, tapi sayangnya tidak satu pun di antara mereka punya jawaban.Wuuung!Cahaya biru berpendar hebat dari tubuh Tian Fan. Tekanan kuat terasa dari sana, semua orang dibuat merinding merasakannya."Lihatlah, padahal Tuan Muda Tian Fan hanya berada di ranah Kenaikan bintang 1, tapi aura kekuatannya begitu dasyat. Rasanya, ratusan orang pun dapat dia bunuh dengan mudah!" kata komandan pertama."Anda benar, senior. Aura kekuatan Tuan Muda Tian Fan, rasanya memang sungguh menakutkan!" sahut komandan kedua yang juga merasakan hal yang sama."Tapi, apa sebenarnya yang sedang Tuan Muda lakukan? Apa Anda tau?""Entahlah, aku juga tidak tau apa-apa. Tapi tunggu saja, aku rasa Tuan Muda Tian Fan punya maksud khusus melakukannya."Di depan mereka semua, tubuh Tian Fan mulai terangkat ke udara. Pemuda itu tersenyum, momen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status