Home / Fantasi / Legenda Kultivator Abadi / BAB 9 | Ulah Siluman

Share

BAB 9 | Ulah Siluman

Author: Bad_Romance
last update Last Updated: 2025-10-11 14:51:50

Tap!

Satu sosok dengan penampilan aneh mendaratkan kakinya di tanah tepat di depan sebuah kediaman sederhana salah satu penduduk desa.

Penampilan sosok itu begitu menyeramkan, gigi-giginya tajam dan kotor, kukunya hitam panjang seperti kuku binatang buas. Tinggi sosok itu hampir 2 meter lebih dengan tubuh yang terlihat kurus.

Sosok ini sekilas juga memancarkan energi yang aneh. Terkadang dia terasa seperti manusia, terkadang dia juga terasa seperti seekor binatang buas. Energi di dalam tubuhnya pun terasa tidak stabil, perubahannya tidak dapat diterka.

Sosok menakutkan itu kemudian berjalan dan hendak masuk ke dalam sebuah kediaman sebelum seseorang tiba-tiba saja datang menghalaunya.

Seorang pemuda dengan pakaian hitam bercorak merah berdiri di depan pintu tepat beberapa langkah dari posisi sosok aneh tersebut.

Tidak ada ekspresi, pemuda itu hanya menampakkan ketenangan dan rasa percaya diri yang tinggi.

Dengan mata menyipit, dia memandang pemuda itu."Kau... kenapa kau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
Makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 126 | Haruskah Dimakan?

    Pangeran Qin Fei Hu menghela napas lemah."Ah, datang ke sini benar-benar membuat aku kesal." Ia pun hanya bisa melangkah seorang diri, mengikuti Su Yixian dan Tian Fan yang berjalan lebih dahulu."Hubungan mereka sepertinya sudah sangat jauh, bahkan Nona Su Yixian pun sampai turun tangan untuk memasak sendiri. Kira-kira, apa gadis itu memang bisa memasak?" Di ruang makan, Patriak Su masih menunggu kedatangan Tian Fan dan cucunya. Pria tua itu berjalan dari kiri ke kanan tanpa henti, merasa cemas kalau mungkin Tian Fan yang datang bukanlah Tian Fan yang ia kenal. Ia menoleh ke meja, di sana Bai Hu duduk dengan tenang dan menunggu kedatangan Tuannya. "Kucing kecil itu benar miliknya, tidak mungkin Tian Fan yang cucuku kenal adalah Tian Fan yang berbeda. Itu pasti memang dia!" Dari pintu, 2 orang kemudian datang. Saat melihat sosok pemuda berhanfu biru, Patriak Su tidak bisa menahan rasa senangnya. Ia bergerak cepat untuk menyambutnya, Tian Fan yang datang bersama Su Yixian. "

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 125 | Kedatangan Sang Kekasih

    Patriak Su terpaku. Kucing kecil yang ada di ruang makan dan begitu patuh kepada Su Yixian, ia tau milik siapa itu."Cu-cucuku... dari mana kau mendapatkan kucing itu?" tanyanya terbata-bata. Su Yixian menoleh dan melihat ke arah Bai Hu."Kucing kecil itu?" tunjuknya santai."Aku mendapatkannya dari kekasihku. Itu peliharaannya." "A-APA?! JA-JADI..." Patriak Su tidak bisa berkata-kata, ia tidak tau harus merespon apa mendengar penuturan cucunya. Tian Fan adalah Tuan dari Bai Hu, pemuda yang harus dihormati di Kekaisaran Qin ini. Su Yixian memperhatikan kakeknya dan tidak mengerti kenapa dia terlihat seperti itu."Kenapa Kakek seperti terlihat takut dan segan? Aku tidak salah lihat, 'kan?" batinnya. Su Yixian ingin bertanya, tapi seorang pelayan tiba-tiba saja muncul dari balik pintu dan mendekat ke arahnya. "Nona Muda, ada yang mencari Anda di depan," lapor pelayan itu. "Siapa?" tanya Su Yixian penasaran. "Itu, namanya Tian Fan. Pemuda itu datang bersama Pangeran Qin Fei Hu,

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 124 | Masakan Yang Mematikan

    Kediaman Klan Su - Ruang MakanMeja makan telah dipenuhi dengan berbagai hidangan yang tampak tidak menggiurkan. Di atas sana ada lebih dari 5 jenis masakan, tapi hampir semuanya terlihat tidak layak untuk dimakan.Ikan bakar yang gosong, ayam panggang yang seperti dipanggang api neraka, dan beberapa jenis makanan lain yang sulit untuk dijelaskan semuanya ada di sana.Alih-alih terlihat seperti makanan yang pantas untuk mengisi perut kosong, semua hidangan itu malah lebih layak dianggap sebagai hidangan untuk meracuni orang yang memakannya.Para pelayan yang menghidangkan semua makanan itu bahkan sampai merinding sendiri. Tidak bisa mereka bayangkan kalau salah satu masakan itu mereka makan, mungkin esok pagi mereka tidak akan melihat cahaya matahari lagi.Namun siapa yang berani mencemooh dan menghina semua masakan itu? Tidak ada. Masakan gagal di atas meja adalah buah karya Su Yixian, sang Nona Muda dari Klan Su. Kalau ada yang berani berkomentar, hidup mereka tidak akan aman ke dep

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 123 | Sosok Yang Harus Dihormati

    Patriak Han melihat seseorang terbaring tak sadarkan diri di tengah lapangan. Saat ia melihat baik-baik, pak tua itu sadar kalau sosok yang terbaring tak sadarkan diri adalah cucunya. "Han Lubao! Apa yang terjadi kepadanya?" Wajah pria tua itu tampak mengeras. Melihat cucunya terbaring tak sadarkan diri di tengah lapangan tanpa ada orang yang mau membantunya, pria tua itu pun segera berjalan mendekat. Di tempat yang sama, ia juga mendapati ada seorang pemuda dengan hanfu hitam bercorak biru berdiri memunggunginya. Dari apa yang pak tua itu simpulkan, sosok itulah yang membuat cucunya jatuh tak sadarkan diri. Patriak Han berdiri satu langkah di belakang sosok yang menggunakan hanfu hitam bercorak biru tersebut. Dengan tampang penuh kekuasaan dan sedikit tidak suka, sebuah pertanyaan pun dilontarkan."Kau! Apa yang sudah kau lakukan kepada cucuku?!" Nada Patriak Han yang sedikit membentak dan marah membuat semua orang yang ada di sana merasa gugup. Tetapi, lain dari orang-oran

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 122 | Hanya Satu Pukulan

    Masih dengan kepercayaan diri tinggi, Han Lubao memandang Tian Fan yang berdiri 10 langkah darinya dengan pandangan yang meremehkan."Kau ingin bertarung dengan apa? Tangan atau pedang?" Tantangan diberikan, Han Lubao yang angkuh dan sombong percaya kalau Tian Fan bisa ia kalahkan baik dengan pertarungan tangan kosong ataupun menggunakan pedang. Tian Fan yang ditantang pun tersenyum. Dengan santainya ia menanggapi keangkuhan Han Lubao."Tangan kosong ataupun pedang, aku tidak peduli." "Hahaha... kau begitu percaya diri, yah. Bocah kampung, kalau begitu kita akan bertarung dengan tangan kosong. Mari kita beradu tinju, tunjukkan siapa yang terbaik di antara kita berdua!" "Baik! Siapa takut!" Han Lubao menyeringai, pertarungan tangan kosong adalah keahliannya, ia pasti akan menang dengan mudah. "Bocah kampung, aku akan sedikit berbaik hati. Karna ranahmu 1 tingkat di bawahku, akan aku biarkan kau menyerangku terlebih dahulu. Ayo, serang aku!" Han Lubao merentangkan kedua tangan

  • Legenda Kultivator Abadi   BAB 121 | Bukan Lawan Yang Setara

    Han Lubao menggepalkan tangannya, merasa marah karna Tian Fan menantang dirinya terang-terangan di kediaman Klan Han."Bagus, bagus sekali, bocah! Kau sungguh membuat aku semakin muak!" Pemuda itu menunjuk Tian Fan, matanya melotot tajam."Kalau kau memang ingin bertarung, baiklah. Aku Han Lubao akan melawanmu hari ini." Han Lubao merupakan salah satu pemuda yang terbilang jenius di ibukota Kekaisaran. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Tuan Muda Klan Han itu sudah berada di ranah Kenaikan bintang 2. Dari apa yang ia lihat, Tian Fan yang menantang dirinya hanya berada pada ranah Kenaikan bintang 1, pemuda itu lebih lemah darinya. "Bocah, apa kau berani?" "Senior Lubao! Anda tidak bisa seperti ini." Pangeran Qin Fei Hu cemas. Ia tau kalau Han Lubao berada 1 tingkat di atas dirinya dan Tian Fan. Kalau mereka berdua bertarung, Tian Fan pasti dapat dikalahkan dengan mudah. "Pangeran! Kenapa tidak bisa? Jelas-jelas temanmu yang menantang aku lebih dulu. Di sini, aku hanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status