Home / Pendekar / Legenda Kultivator Terkuat / 8 Dipaksa Serahkan Harta

Share

8 Dipaksa Serahkan Harta

Author: Klan Fang
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-24 13:45:39

Xiao Zheng berhenti tepat di hadapan Xiao Fan yang masih berlutut. Tatapan matanya dingin seperti es, tidak ada kehangatan seorang ayah kepada anaknya.

"Aku sudah berpikir panjang tentang masa depan keluarga kita," ucapnya dengan nada formal. "Xiao Tian akan segera pergi menuntut ilmu di sekte besar. Ini adalah hal penting yang akan mengangkat status keluarga Xiao ke level yang lebih tinggi."

Xiao Fan tetap diam, menunggu kelanjutannya.

"Untuk memastikan kesuksesan ini, Xiao Tian memerlukan semua keuntungan yang bisa didapat. Dia adalah masa depan keluarga kita, harapan satu-satunya," Xiao Zheng melanjutkan sambil berjalan mengelilingi Xiao Fan seperti predator mengelilingi mangsa. "Sementara kau, dengan bakatmu yang terbatas, tidak akan pernah mencapai ketinggian yang sama dengan adikmu."

Para tetua mengangguk-angguk setuju. Madam Liu duduk diam dengan wajah tanpa ekspresi, tidak menunjukkan perasaan apa pun kepada putra sulungnya.

"Karena itu," Xiao Zheng berhenti dan menatap Xiao Fan dengan pandangan yang seperti melihat objek, bukan manusia. "Aku memerintahkan kau untuk menyerahkan semua yang kau dapat dari peninggalan kultivator kuno itu kepada Xiao Tian. Manual teknik, pil kultivasi, senjata, atau apa pun yang kau temukan. Serahkan semuanya."

Keheningan memenuhi ruangan. Xiao Fan merasakan darahnya membeku. Mereka ingin merampas satu-satunya hal yang ia punya. Satu-satunya kesempatan untuk menjadi kuat. Satu-satunya jalan untuk membalas dendam bagi Su Mincheng dan Bibi Yue.

"Ini bukan permintaan," Xiao Zheng menambahkan dengan nada mengancam. "Ini adalah perintah dari kepala keluarga. Kau akan menyerahkan semuanya untuk kepentingan keluarga Xiao."

Xiao Fan mengangkat kepalanya perlahan. Matanya yang biasanya menunduk kini menatap langsung ke mata ayahnya dengan intensitas yang mengejutkan semua orang di ruangan.

"Tidak," katanya dengan suara yang tenang tetapi tegas.

Bisikan terkejut terdengar dari para tetua. Madam Liu menatap putranya dengan mata membelalak. Xiao Tian menyeringai, seolah menunggu momen ini.

"Apa?" Xiao Zheng bertanya dengan suara rendah berbahaya. "Kau berani menolak perintahku?"

"Aku menolak," Xiao Fan berdiri dengan kaki gemetar tetapi tekad yang teguh. "Apa yang aku temukan adalah milikku. Aku yang hampir mati mendapatkannya. Aku yang jatuh ke jurang itu. Bukan Xiao Tian. Harta ini Bukan harta keluarga. Itu milikku."

Xiao Tian tertawa keras. "Dengar ini! Sampah yang tidak tahu diri berani melawan! Kau pikir kau punya hak atas apa pun di keluarga ini?"

"Aku tidak peduli tentang hak di keluarga ini," Xiao Fan menatap adiknya dengan pandangan penuh kebencian. "Tapi yang aku temukan dengan nyawaku sendiri tidak akan kuberikan kepada pembunuh."

"Pembunuh?" Xiao Zheng bertanya dengan nada dingin. "Kau masih membicarakan pelayan itu? Sudah kubilang untuk melupakannya."

"Su Mincheng bukan 'pelayan itu'," suara Xiao Fan meninggi. "Dia adalah manusia. Dia punya nama. Dan kamu, bajingan kejam yang  membunuhnya!"

"Cukup!" Xiao Zheng berteriak. "Kau membuat masalah dari hal sepele! Dia hanya—"

"Hanya pelayan?" Xiao Fan memotong, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. "Bibi Yue juga hanya pelayan? Jadi nyawa mereka tidak berharga? Jadi membunuh mereka tidak masalah?"

Wajah Xiao Zheng memerah karena marah. "Kau berani memotong ucapanku? Kau berani membantah keputusanku?"

"Ya," Xiao Fan menjawab dengan mata berapi-api. "Aku membantah. Aku menolak. Dan aku tidak akan pernah menyerahkan apa yang kudapat kepada pembunuh ini."

Xiao Tian melangkah maju dengan senyum kejam di wajahnya. "Sepertinya kakak perlu diajari pelajaran lagi. Kemarin belum cukup rupanya."

"Xiao Tian," Xiao Zheng mengangguk. "Ajari dia untuk patuh."

Xiao Tian tidak perlu diperintah dua kali. Ia melesat maju dengan kecepatan tinggi, tinjunya yang dipenuhi qi berkilauan menyerang Xiao Fan.

Xiao Fan bereaksi dengan langkah kekosongan, tubuhnya bergeser ke samping menghindari pukulan. Tetapi Xiao Tian sudah mengantisipasi, kakinya menyapu rendah memaksa Xiao Fan melompat.

Di udara, Xiao Fan tidak punya pilihan selain bertahan. Ia menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis tendangan keras dari Xiao Tian. Benturan itu mengirim gelombang kejut yang membuat tulang-tulangnya bergetar.

Xiao Fan mendarat dengan terseok, darah mengalir dari sudut bibirnya. Luka-luka dari pertarungan kemarin belum sembuh, dan sekarang ia harus bertarung lagi.

"Masih berani melawan?" Xiao Tian tertawa sambil melancarkan serangkaian pukulan cepat. "Dengan keadaanmu yang masih terluka?"

Xiao Fan menghindar dan membalas dengan teknik pedang, pedang tuanya terayun dengan energi kosong yang bersinar redup.

Xiao Tian mengeluarkan pedang spiritualnya yang berkilauan, menangkis serangan dengan mudah.

"Kau memang naik level," Xiao Tian berkomentar sambil terus menyerang. "Tapi apa gunanya kultivasi tanpa skill? Tanpa pengalaman? Kau hanya bocah yang mendapat kekuatan dadakan!"

Pedang mereka beradu berkali-kali, menciptakan percikan energi yang menerangi ruangan. Xiao Fan berusaha menggunakan semua yang ia pelajari hari ini, tetapi perbedaannya terlalu besar. Xiao Tian telah berlatih sepuluh tahun dengan guru-guru terbaik, mendapat resources tanpa batas, dan memiliki pengalaman bertarung yang jauh lebih banyak.

Sementara Xiao Fan baru berlatih sehari dengan tubuh yang masih rusak.

"Lihat perbedaan kita!" Xiao Tian berteriak sambil menggunakan teknik tingkat tinggi. Api qi merah membentuk burung phoenix yang melesat menuju Xiao Fan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Roly Mamonto
udah dibaca 78% kembali keawal
goodnovel comment avatar
Nohara Rin
gak di bunuh tuh npc kecewa gw tor bacanya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 1134 Mengguncang Dunia

    S2 Bab 1134 Mengguncang Dunia "Ini...aura ini!" "Rasanya bahkan lebih kuat daripada Qilin Ungu-Emas itu!" "Seorang kaisar semu! Seorang kaisar semu!" Pemimpin sekte Tai Xuan terkejut dan tak kuasa menahan diri untuk berseru. Azure Roc yang diinjak Jun Xiaoyao sebenarnya adalah Quasi-Emperor. Hal ini membuat semua kekuatan besar dan kultivator dari Domain Abadi Luo Tian yang hadir merasa ngeri, bulu kuduk mereka merinding karena terkejut! Seorang kaisar semu digunakan sebagai tunggangan. Ini sungguh tak terbayangkan. Bahkan keluarga sekuat keluarga Jun pun tidak mungkin seboros ini. Perlu dicatat bahwa bahkan di antara kekuatan abadi, para quasi-kaisar adalah pilar absolut, yang memiliki fondasi yang mendalam dan substansial. Tidak mungkin seorang kaisar semu akan merendahkan dirinya sampai sejauh itu. Sepertinya ia memperhatikan ekspresi terkejut dan kaget di wajah semua orang. Untuk menyelamatkan muka, Raja Fufeng dengan dingin menjelaskan, "Hmph, apa yang begitu istimewa

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 1133 Kepercayaan Diri yang Tak Tertandingi

    S2 Bab 1133 Kepercayaan Diri yang Tak Tertandingi Saat ini, para kultivator dari berbagai kekuatan, termasuk Tanah Suci Haoyang, Sekte Taixuan, dan Gua Surga Qingxia, sedang mengamati. Mereka masih makhluk-makhluk dari Pulau Roh Kudus. Semua orang benar-benar bingung. Seorang Yang Mulia Surgawi tingkat rendah bergerak dan langsung dijatuhkan oleh satu pukulan telapak tangan. Yang lebih mengejutkan lagi adalah suara yang keluar darinya. Mereka bertanya apakah Pulau Roh Kudus ingin penduduknya dimusnahkan. Ini sungguh menakjubkan, tak bisa dipercaya. Pulau Roh Kudus adalah kekuatan abadi yang paling dahsyat. Bahkan keluarga-keluarga kuno biasa, klan-klan terkemuka, dan dinasti-dinasti abadi pun tidak berani memprovokasi Pulau Roh Kudus. Ini bukan lagi sekadar bersikap otoriter. Mereka sangat arogan, sama sekali mengabaikan Pulau Roh Kudus, sebuah kekuatan tingkat atas. "Um?" Mata Qilin Suci Ungu-Emas itu memancarkan hawa dingin saat menatap ke kejauhan. "Senior mana yang b

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 1132 Jiang Shengyi yang cantik dan berani

    S2 Bab 1132 Jiang Shengyi yang cantik dan berani Jauh di dalam Kolam Giok, kabut surgawi berputar-putar, dan tak terhitung banyaknya pancaran cahaya dan warna-warna keberuntungan berkilauan. Seorang wanita bergaun putih panjang, dengan kecantikan yang tak tertandingi, perlahan melangkah keluar. Rambutnya seputih salju, kulitnya sehalus giok, dan kecantikannya tak tertandingi, seperti seorang wanita anggun yang keluar dari sebuah lukisan. Sosoknya anggun dan tubuhnya elegan serta ramping, seperti bunga teratai salju dari Pegunungan Tianshan. Setiap inci kulitnya menyerupai giok lemak domba terbaik, berkilauan dengan cahaya yang berkilau dan halus. Penampilannya saja sudah sulit digambarkan dengan kata-kata. Namun yang paling mencolok bukanlah penampilannya, melainkan aura halusnya (qi zhi, sejenis kualitas yang lembut dan gaib) yang bagaikan lingkaran cahaya jernih bulan sabit dan pohon giok yang tertutup salju. Murni dan indah, bak dunia lain dan terlepas dari urusan duniawi.

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 1131 Pengikut Kaisar Batu Kecil

    S2 Bab 1131 Pengikut Kaisar Batu Kecil Roh Kudus yang Agung dan Sempurna, meskipun Ia sendiri adalah makhluk surgawi yang lahir dari embrio batu, mencapai pencerahan. Namun sebenarnya, mencapai level tersebut berarti mencapai transformasi dalam tingkat kehidupan seseorang. Tubuh fisik dapat dengan bebas berubah antara Embrio Batu Emas Abadi dan daging serta darah. Oleh karena itu, wajar jika mereka dapat memiliki keturunan. Adapun kaisar batu kecil itu, sebagai keturunan langsung dari Roh Kudus yang Agung dan Berprestasi, bakat dan kekuatannya tidak perlu diragukan lagi, menjadikannya sosok teratas di Alam Abadi. "Tidak heran mereka memiliki keberanian seperti itu; mereka adalah keturunan Roh Kudus yang Agung!" Pemimpin sekte Tai Xuan menghela napas. Mengesampingkan kekayaan yang melekat pada Pulau Roh Kudus itu sendiri. Fakta bahwa dia adalah keturunan dari Roh Kudus yang Agung dan Berprestasi saja sudah cukup untuk mencegah banyak orang di Alam Abadi untuk memprovokasi Kais

  • Legenda Kultivator Terkuat   #S2 Bab 1130 Tujuan Pulau Roh Kudus

    #S2 Bab 1130 Tujuan Pulau Roh Kudus Di beberapa penginapan dan kedai teh di kota itu, banyak kultivator mendiskusikan Tanah Suci Yaochi. Ini bisa dibilang peristiwa terbesar di Alam Abadi Luo Tian baru-baru ini. "Tapi ini benar-benar tragis. Tanah Suci Yaochi dulunya sangat makmur. Pada masa Ratu Ibu dari Barat, tempat itu merupakan kekuatan nomor satu di Wilayah Abadi Luotian-ku." "Namun mereka sangat putus asa, dan bahkan terpaksa memblokir pintu." "Aku dengar dewi keluarga Jiang berada di Tanah Suci Kolam Giok. Bukankah makhluk-makhluk itu waspada terhadapnya?" "Benar sekali, pendukung terbesar dewi keluarga Jiang itu bukanlah keluarga Jiang kuno, melainkan keluarga Jun." "Bukankah orang dari keluarga Jun itu sudah meninggal?" Perbatasan tersebut dipisahkan dari Alam Abadi Sembilan Langit oleh Jalan Kuno Tertinggi dan Jalan Kaisar. Oleh karena itu, masih dibutuhkan waktu untuk pengiriman pesan tersebut. Para makhluk di Alam Abadi Luo Tian saat ini tidak menyadari peristiw

  • Legenda Kultivator Terkuat   S2 Bab 1129 Menuju Alam Abadi Luo Tian

    S2 Bab 1129 Menuju Alam Abadi Luo Tian Sejujurnya, Mengnuer juga cukup terharu. Terakhir kali aku melihat Jun Xiaoyao adalah di Benua Seberang, ketika Jun Xiaoyao datang menemui Ibu dari Bunga Seberang. Pada saat itu, dia masih merupakan Dewa Perang dari alam lain, yang pertama dari enam raja yang menghancurkan dunia. Banyak makhluk dari alam lain menganggapnya sebagai harapan mereka untuk menghancurkan Alam Abadi. Namun, waktu yang berlalu masih singkat. Kemudian semuanya mengalami perubahan drastis. Hal ini membuat Mengnuer memiliki perasaan campur aduk, sebuah bukti dari nasib buruk yang menimpanya. "Saat itu, saya tidak punya pilihan selain menyembunyikan identitas saya. Saya harap Nona Meng tidak tersinggung," kata Jun Xiaoyao sambil tersenyum tenang. "Bagaimana mungkin aku berani? Di Alam Abadi, aku masih membutuhkan perlindungan Tuan Muda Jun, karena ini adalah wilayahmu," kata Meng Nu'er sambil tersenyum menawan. Jun Xiaoyao merasa malu. Mengapa rasanya Meng Nu'er m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status