“Ka-ka—kau ...,?” Patih Kora dan semua pasukan melebarkan mata.Wush! Slep!Raja Angkala juga muncul di sisi Lintang membuat mata patih Kora dan semua pasukannya semakin terbelalak lebar.“Hahaha, benar! Selama puluhan ribu tahun kita hidup sendiri tanpa memiliki tuan. Sekarang berlutut di hadapannya!” ungkap Raja Angkala tertawa.Mendengar itu, semua siluman buaya yang berada di dalam kubah energi pun serentak menjatuhkan kaki berlutut di hadapan Lintang.“Dialah yang akan menjadi tuan kita. Pembimbing sekaligus pelindung bangsa Bajul yang akan membawa kita menuju kehidupan yang lebih beradab,” tutur Raja Angkala.“Terima sembah hormat kami tuan, kami bersedia mengikuti setiap jalan yang anda kehendaki,” Patih Kora bersama semua pasukan serentak menyatakan sumpah.“Hihihi, bangunlah! Kuterima sumpah kalian,” ucap Lintang.Mendengar itu, semua siluman buaya pun segera bangkit mengikuti perintah Lintang.“Aku tahu apa yang sedang terjadi di dalam bangsa kalian. Untuk itu mari kita sele
Mendengar hal tersebut, sebagian pasukan mulai kembali merasa ragu. Sementara sebagian lagi terlihat tidak peduli.“Hahahaha, bagus! Ternyata ada yang ingin mati di tanganku. Baiklah terima ini!”Jejangkat melontarkan bola energi berwana hitam pekat ke arah Patih Kora membuat sebagian pasukan yang tadi ragu langsung berlompatan berniat menghadang bola tersebut.“Hahahahaha, bodoh! Dasar para pengkhianat kerajaan, matilah kalian semua!” Jejangkat tertawa terbahak-bahak.Dia sangat yakin terhadap kekuatan serangannya. Berapa pun jumlah pasukan yang menghadang bola energi tersebut, mereka tetap akan binasa oleh ledakannya.Patih Kora yang menyaksikan itu terlihat pasrah dengan kematiannya. Dia sadar dirinya tidak akan mampu menghadapi kekuatan Jejangkat di mana buaya tua tersebut merupakan siluman puluhan ribu tahun yang sudah hampir mencapai tingkat kekuatan seorang resi.Bahkan kekuatan Raja Angkala sendiri pun berada jauh di bawahnya. Namun selama ini, Jejangkat selalu berpura-pura le
Saat Lintang keluar dari Pranayama, ternyata dia tidak sendiri, melainkan bersama dengan Raja Angkala yang tengah terluka parah.Mahluk itu, Lintang ampuni atas beberapa pertimbangan yang berdasar dari pengakuan Raja Angkala sendiri.Sehingga ketika Raja Angkala hampir tewas, Lintang segera membawanya keluar.“Terimakasih,” ucap Lintang setelah berhasil dipulihkan oleh energi regenerasi Raja Angkala.“Hahaha, tidak perlu sungkan. Aku yang seharusnya berterimakasih karena berkat pengampunan dan ramuan terakhir milikmu, tubuhku bisa pulih dengan sempurna,” ungkap Raja Angkala dengan masih dipenuhi keterkejutan.“Hihihi, jangan dipikirkan,” Lintang terkekeh.“A-a—apa yang sebenarnya terjadi Kusha?” putri Widuri mulai mendapat keberanian.“Me-mengapa dia ma-masih hidup?” tanya putri Widuri bingung.“Sudahlah! Widuri, masalah ini sudah berlalu. Aku akan menjelaskannya nanti, karena sekarang kita akan membereskan siluman berengsek yang hampir membuatmu celaka,” jawab Lintang.“Ta-ta—tapi bu
“Bangsat! Kau licik manusia. Mati kau sekarang!” Raja Angkala begitu sangat geram.Dia kembali menebaskan pedang berniat membawa Lintang mati bersamanyya.Namun tidak semudah itu di mana tanpa putri Widuri, Lintang kini bisa bergerak leluasa.Wush! Trang!Pedang putih dan seruling surga kembali saling berbenturan, BUM! Sebuah ledakan besar mementalkan tubuh keduanya.Tetapi baik Lintang mau pun Raja Angkala, mereka sama-sama kembali maju saling menyerang.Pertarungan berlangsung sengit tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.Puluhan sampai ratusan jurus mereka saling keluarkan dengan niat membunuh yang begitu besar.Namun baik Lintang mau pun Raja Angkala mereka sama-sama bisa bertahan.Sampai 5 menit kemudian, tubuh Raja Angkala mulai mengalami kejang tidak bisa bernapas.Dia jatuh berlutut di atas lantai sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.Sedangkan Lintang masih berdiri memegangi serunglingnya sembari menyeringai lebar.Sekuat apa pun mahluk, mereka tetap akan mengalami
“Hahaha, itulah yang kumaksud! Aku terkesan,” raja Angkala tertawa terbahak bahak.Setelah itu, pertarungan sengit pun dimulai. Lintang dan Raja Angkala melesat secara bersamaan.Wush! Trang! Trang! Trang! Bum! Trang! Wush!Keduanya berlesatan bagai dua sinar yang saling beradu, membuat semua mahluk di sana tidak dapat melihat entah seperti apa bentuk serangan mereka.Patih Kora, para panglima, dan semua pasukan buaya hanya mampu menyaksikan dampak dari pertemuan serangannya saja. Sedangkan wujud Lintang dan Raja Angkala serupa sirna tidak terlihat. Goa besar tempat rumah-rumah dan istana kerajaan siluman Bajul terus beguncang tak tertahankan.Batuan runcing stalaktit di atas langit-langit mulai berjatuhan, menghancurkan apa pun yang ada di bawahnya.Sementara istana candi yang begitu besar terus mengalami keretakan, bahkan sampai berkembang menjadi sebuah rekahan.Wush! Trang! Trang! BUMMM!Lintang dan Raja Angkala sama-sama terpundur jauh ke belakang. Begitu juga dengan putri Widur
Siluman Buaya tua sempat terperangah menyaksikan Lintang memiliki energi regenerasi. Dia tidak pernah mendengar ada manusia yang mampu melakukan itu sehingga membuatnya semakin curiga terhadap sosok Lintang.Sementara Raja Angkala menyeringai tipis menyembunyikan rasa senangnya.Selama ribuan tahun bersembunyi di dasar muara, baru kali ini dia mendapatkan lawan yang cukup seimbang.Sudah lama raja Angkala sangat penasaran terhadap dunia luar, dia ingin mencari pendekar hebat yang mampu menghadapinya.Namun sebagai seorang raja, dirinya selalu saja dihalang-halangi oleh siluman buaya tua yang tiada lain adalah adik dari ayahnya.Sekarang secara tidak sengaja, Raja Angkala berhasil menemukan apa yang selama ini didambakannya. Yaitu pertarungan sengit dengan pendekar dari golongan manusia.Raja Angkala tidak menyangka, pendekar muda yang dia temui di hulu sungai saat menculik putri Widuri tersebut ternyata memiliki kesaktian yang luar biasa.Saat ini dia benar-benar sedang sangat senang.