로그인Long wang menurunkan tubuh Lian di luar istana kerajaan. Tidak ada siapa pun di sekitar mereka kecuali mereka berdua. Long wang melepaskan pinggang Lian lalu memutar badan berjalan menjauh beberapa langkah.
“Lian, pernahkah kamu berpikir, bagaimana jika kamu mati karena jatuh dari alam dewa pada saat kamu terjun ke bawah? Pernahkah kamu berpikir konsekuensi yang harus aku tanggung sebagai pemimpin alam dewa?” Lian menundukkan kepalanya. “Aku tidak pernah memikirkannya karena aku tidak tahu,” jawab Lian. Long wang mengukir senyum lalu membalas. “Karena itu kalau kamu ingin bunuh diri kamu tidak boleh melakukannya di sini.” Long wang berjalan pergi meninggalkannya. Lian merasa ada yang tidak benar dari ucapan Long wang tadi, sebelum dia terjun dia ingat saran dari Long wang dan karena alasan itu dia terjun tanpa berpikir panjang. “Eh! Tunggu! Tuan Long! Apa kamu menyalahkanku, sekarang? Ini salahmu karena kamu yang memberikan saran padaku!” teriaknya sambil berlari mengejar Long wang. Lian berhasil menyusul dan berjalan di sampingnya. Lian ingin mengatakan alasan kenapa dia ingin pergi, tapi tiba-tiba Long wang merasakan tekanan di jantungnya. Pria itu meringis menahan nyeri dan menekan dada kirinya dengan telapak tangan. Wajah Long wang mulai memucat dan keningnya berkeringat. Lian kaget dan langsung menopang tubuhnya. “Tuan Long, apa yang terjadi? Jangan-jangan racun di tubuhmu kambuh lagi!” Long wang tidak bisa menjawab karena rasa nyeri di jantungnya begitu luar biasa. Dia jatuh pingsan dan Lian memangku kepalanya di tanah. “Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak pernah tinggal di sini dan tidak tahu apakah ada tanaman obat yang aku butuhkan untuk meredakan rasa sakit di dadanya,” gumamnya. Di sisi lain Guseng dan para prajurit sedang mencari keberadaan Long wang, mereka kemudian menemukan Long wang pingsan di pangkuan Lian. Dua orang itu berada di wilayah tidak jauh dari istana. Mereka panik dan langsung pergi menghampiri. “Yang-mulia!” “Yang-mulia!” Guseng menatap Lian dengan tatapan mata curiga, dia juga menyentuh pergelangan Long wang. Nadinya melemah karena serangan racun monster di jantungnya, rasa sakit itu kambuh dan membuat kondisi Long wang memburuk. “Apa yang terjadi? Kenapa Yang-mulia raja bisa pingsan?” tanya Guseng pada Lian. Lian menatap Long wang sejenak lalu berkata pada Guseng, “Racun monster di jantungnya kambuh, beberapa hari kemarin sempat membaik karena aku merebuskan obat untuk menekan efek racun di tubuhnya, kita harus menyelamatkannya, tapi aku tidak tahu apakah di sini ada bahan-bahan obat yang aku butuhkan. Bisakah kalian menyediakan beberapa bahan untuk meracik ramuan? Aku membutuhkannya untuk menetralkan racun,” Guseng menganggukkan kepalanya, Long wang segera dipindahkan ke kamar pribadi di istana. Di dalam klinik, Lian mulai bekerja. Di rak dalam ruang medis istana, Lian membaca jenis-jenis nama obat yang tertera di luar laci. Lian melihat semua jenis obat yang dia butuhkan ada di sana. Dia menakarnya dan mulai merebusnya. Guseng mengawasi dari samping, para tabib istana juga ikut berdiri di sana dan melihat semua tindakan Lian. Ramuan yang akan dibuat oleh Lian menyangkut nyawa raja mereka, jadi semuanya harus dilakukan dengan teliti dan selalu diawasi. Lian melihat orang-orang yang berdiri hanya diam menonton, semua pekerjaan meramu obat hanya dilakukan olehnya seorang diri. Lian merasa lelah, dia butuh tenaga untuk menggerus bahan obat menjadi bubuk. Dia berencana untuk membuat pil karena pil bisa disimpan dan diminum sewaktu-waktu. “Kalian apakah begitu senggang? Daripada menganggur dan hanya menonton aku punya pekerjaan untuk kalian! Kemarilah dan bantu aku!” perintahnya sambil melambaikan tangannya. Seorang tabib hendak pergi membantu tapi Guseng menahannya dengan menghalangi tabib itu menggunakan pedangnya. “Tidak ada yang boleh ikut campur untuk membuat obat! Apa kalian mau dihukum mati jika salah meracik obat?!” Lian menghela napas panjang. “Jenderal Gu, kalau begitu kamu saja ke sini! Bantu aku menggerus bahan-bahan ini sampai halus! Jika hanya mengandalkan tenagaku seorang kapan obat ini akan selesai, hah?! Apa kamu tidak ingin melihat Raja kalian pulih dan membaik? Aku ingin membuat pil, jika kalian tetap tidak mau membantu terserah saja, aku akan kembali ke alam fana! Raja Long juga sudah memberitahuku jalan untuk pulang!” tipunya dengan sengaja. Lian sengaja berkata demikian agar orang-orang yang hanya menonton bersedia membantu. Guseng tidak menaruh curiga, perkataan Lian memang masuk akal. Pekerjaan itu membutuhkan banyak tenaga. “Baiklah, aku akan membantumu,” ujarnya. “Kalian juga ikut membantu!” perintahnya pada petugas ahli farmasi di dalam ruang obat. Lian membuat takarannya dan dia mengarahkan petugas di sana untuk membuat pil. Semua orang mengamatinya dengan teliti. Setelah pil berhasil dibentuk, Lian menatanya di atas nampan dari bahan khusus yang digunakan untuk membuat pil lalu memasukkannya ke dalam panci uap, di bawahnya dinyalakan api kecil dengan energi spiritual miliknya. Setelah selesai, Lian memberikan perintah pada petugas yang membantunya di sana. Guseng juga ada di sana. “Kalian perhatikan suhunya, api harus dijaga agar tetap stabil, ini membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menunggu prosesnya sampai selesai dengan sempurna!”\ujarnya pada semua orang. Lian menuang sup obat ke dalam mangkuk, dia berniat pergi ke kamar pribadi Long wang untuk mengantarkan obat tersebut. “Peri Lian, kamu ingin pergi ke mana? Bukankah kamu harus tetap di sini dan menunggu bersama kami?” tanya pemimpin para petugas farmasi yang sejak tadi melihatnya bekerja. “Aku akan pergi menemui Raja kalian untuk mengantarkan obat,” jawabnya. Semua orang saling bertukar pandang satu sama lain. Guseng segera membuka kata, dia memberikan perintah pada bawahannya. “Kamu antarkan peri Lian pergi ke ruangan pribadi Yang-mulia!” “Baik, Jenderal!” Lian pergi ke kamar pribadi Long wang ditemani oleh seorang prajurit. Mereka tiba di sana, kasim yang bertugas mengantarkannya ke dalam. Long wang masih tidak sadarkan diri. Pada saat Lian masuk membawa sup ramuan obat, pelayan segera undur diri dari dalam ruangan. Kasim tetap tinggal untuk mengawasi Lian. Lian menaruh nampan di meja lalu membantu Long wang untuk meminumnya. Long wang masih tidak sadarkan diri, jadi agak sulit membuatnya meminum sup obat. Ketika di kediamannya dia menggunakan segala cara termasuk menggunakan alat khusus yang bisa memasukkan cairan obat ke dalam tenggorokannya. Jika Lian menggunakan cara itu pasti kasim yang mengawasi akan memprotesnya karena tidak sopan pada raja. Lian juga pasti akan dihukum karena tindakannya itu. Di alam dewa tidak ada peralatan yang Lian butuhkan, dia hanya bisa menggunakan bibir untuk membantu Long wang meminum obatnya. Dan dalam proses itu dia tidak mau kasim melihatnya. “Kasim, bisakah kamu membantuku untuk membuatnya meminum ramuan ini?” tanyanya. Kasim itu menggelengkan kepalanya. “Maaf, Nona. Saya tidak bisa,” “Kalau begitu bisakah kamu keluar sebentar?” tanyanya. “Nona, apa maksudmu? Aku di sini untuk mengawasi jika sampai Yang-mulia kenapa-kenapa apakah Nona bisa menganggung konsekuensinya?” “Kalau begitu tetaplah di sini dan rawat rajamu sendiri, aku akan pergi!” ujarnya dengan wajah kesal. Wajah kasim tampak bimbang. “Baiklah, aku-aku akan pergi,” ujarnya lalu keluar dari dalam ruangan dan menutup pintu. Lian segera meneguk ramuan itu dan menahannya di dalam rongga mulutnya lalu dia membungkuk dan menekan bibirnya sendiri ke bibir Long wang. Cara ini lebih mudah dan lebih praktis, Lian mengeluarkan ramuannya ke dalam mulut Long wang. Lian menyentuh leher Long wang dan tenggorokan Long wang merespons sedikit. Ramuan obat berhasil ditelan, tapi Long wang yang sudah tersadar dari pingsan melihat Lian sedang menempelkan bibir seperti sedang mencium. Long wang awalnya terkejut dan melotot tapi dia merasakan obat itu mengalir dari mulut Lian ke dalam mulutnya. Long wang merasakan sentuhan bibirnya yang lembut, Lian pun merasa sangat malu dan wajahnya sendiri memerah. Ketika hendak menarik bibirnya, Long wang dengan cekatan menahan tengkuk Lian dan menghisap semua ramuan obat yang tertinggal di dalam mulut Lian sampai habis. Prosesnya memakan waktu cukup lama, dan tubuh Lian yang membungkuk hampir jatuh menindih Long wang di kasur. Kasim di luar ruangan sangat cemas, jadi dia memutuskan untuk membuka pintu dan mengintip. Tapi yang dia lihat Long wang malah mencium bibir Lian, dan ciuman itu terlihat tidak biasa. “Bukannya dia bilang ingin meminumkan ramuan pada Yang-mulia? Kenapa sekarang malah berciuman?” gumamnya sambil menutup pintu kembali. Long wang bukan tidak tahu kalau kasim yang bertugas mengintip mereka berdua, dia sengaja membiarkannya tahu. Dengan begitu ke depannya akan lebih mudah jika dia ingin menempatkan Lian untuk tetap tinggal di sisinya. Lian merasakan bibirnya hampir ditelan dan dikulum habis, dia meronta dan melepaskan diri. Long wang tertawa kecil lalu menyentuh dan mencubit rahang Lian. “Peri kecil apa kamu tahu apa konsekuensi dari mencium bibir raja?” Lian menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah tidak bersalah. Long wang menatap kedua mata Lian dalam-dalam lalu berbisik. “Kamu harus bersedia menjadi istriku,”Lian mengantarkan Guyin ke istana alam iblis. Dia sudah tiba di sana, pada saat hendak masuk ke dalam ruang pribadi Guyin langkahnya dihadang oleh Selir Ning. Ning’an membawa para prajurit untuk menangkap Lian.“Pengawal, cepat tangkap dia! Wanita ini sudah mencelakai Yang-mulia Raja! Dia sudah membuat Yang-mulia terluka parah!”Mendengar itu Guyin diam-diam mengepalkan tangannya. Dia tidak menyangka usaha untuk membawa Lian kembali malah berakhir seperti ini.Lian mengukir senyum tipis lalu mencengkeram bahu Guyin dengan satu tangan dan berbisik padanya.“Iblis Gu, berhentilah bersandiwara di depan semua orang,” Lian melemparkan tubuh Guyin ke arah para prajurit. Guyin langsung membuka matanya dan menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak jatuh.Para prajurit yang sudah bersiap untuk menangkapnya terkejut. “Selir Ning, aku hanya mengantarkannya kembali ke istana. Aku lihat Raja kalian baik-baik saja, tugasku sudah selesai!” Lian mengibaskan lengan kanannya dan menghilang dari pandang
“Long wang, apa kamu terlalu meremehkan status para Tetua agung alam langit? Apa mereka akan mempercayai kata-kata Guyin begitu saja tanpa menyelidiki kebenarannya sama sekali?” Lian menghela napas berat lalu menggelengkan kepalanya.Dia melirik ke arah Guyin yang kini terluka parah sambil memegangi dadanya sendiri. Guyin menundukkan kepalanya dalam-dalam dan tidak berani menatap ke arah Lian. Pria itu berjalan terbungkuk-bungkuk menggunakan tombak klannya sebagai alat bantu jalan.Lian berjalan mendekati Guyin dan menghadang tepat di depannya. “Minggir kamu!” usirnya pada Lian.Lian mendekat dan menatap kedua matanya dari dekat.“Kenapa? Sekarang kamu malu padaku? Iblis Gu, bukankah kamu sangat bangga ketika mengatakan pada Long wang bahwa kamu memiliki ikatan hidup dan mati dengan Dewi Kuno alam dewa?” Long wang melihat Lian tersenyum lebar sambil mengintip wajah Guyin seperti melihat dua orang rekan yang sangat akrab. Sepert
Baru kali ini mereka melihat kemarahan Guyin di luar medan perang. Kemarahan Long wang sama menakutkannya, semua orang tahu dua orang dengan tingkat kultivasi puncak master itu tidak bisa diremehkan. Getaran dari energinya saja bisa menghancurleburkan alam dewa. Istana langit yang kokoh selama berabad-abad tahun lamanya pun bisa hancur jika mereka bertempur di sana.“Apa kamu sungguh berpikir aku memanfaatkan Selir Li? Raja Gu, bagaimana kamu bisa sepicik itu? Kamu sudah meremehkanku! Sejak awal sampai akhir aku tidak pernah meminta Lian menggunakan jantungnya untuk menyelamatkan nyawaku!” geramnya. Long wang memberikan satu pukulan telak di dada Guyin membuat tubuh Guyin terpental menabrak dinding aula istana. Suara pukulan tersebut berdebum keras. Kali ini dinding aula tersebut benar-benar roboh. Semua orang berlarian keluar demi menyelamatkan diri. Tetua agung yang biasa berada di dalam kuil istana alam langit terusik dengan getaran yang terjadi. Ditambah petir langit yang b
Guyin mengepalkan tangannya, dia terlihat seperti seorang penjahat yang sedang mengacaukan kedamaian di alam dewa.Long wang menghela napas panjang, sebenarnya suasana hatinya sekarang juga tidak sedang baik-baik saja sejak Lian meninggalkan alam dewa beberapa waktu kemarin. Long wang menatap semua orang lalu berjalan ke singgasananya dan duduk di sana. Dia menatap Guyin yang sampai detik ini masih mengepalkan tangannya, tatapan mata Guyin tertuju pada portal yang kembali menutup perlahan yang hanya bisa dilihat olehnya dan Guyin. Long wang tahu Guyin tidak akan pernah bertindak ceroboh seperti sekarang kecuali tidak bisa menemukan keberadaan Lian. Apa dia pikir hanya dia sendiri yang panik? Aku sang Dewa naga sendiri bahkan tidak bisa menemukan keberadaan Dewi Kuno!Long wang sudah menebak sejak awal, kedatangan Guyin di istana alam dewa hanya untuk memancing Lian agar Lian menunjukkan diri. Long wang tidak tahu apa yang dibahas oleh
“Etika? Hahaha! Apa menurutmu kamu sendiri punya etika? Menteri kanan, aku mencium bau busuk di sini. Apa penyebab bau busuk ini berasal dari tubuhmu? Apa jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu selama berabad-abad tahun lamanya?” pancing Guyin seraya menatap kedua mata Menteri kanan dengan penuh amarah.Guyin memang memiliki niat sendiri dan alasan kenapa dia masuk ke dalam istana alam langit. Dia datang bukan hanya untuk menemukan Lian tapi dia ingin membongkar kebusukan yang disembunyikan oleh semua orang di dalam aula tersebut. Guyin merasa Lian harus tahu kesalahpahaman yang selama ini dituduhkan pada alam iblis selama berabad-abad tahun lamanya. “Bi-bicaralah baik-baik! Kenapa sejak tadi kamu malah bicara melantur untuk memicu perseteruan di aula istana langit?! Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua yang kamu sebutkan!” balas Menteri kanan.“Ya! Sejak tadi Raja Gu bicara tidak jelas! Sebenarnya apa niatnya datang ke sini?”“B
Guyin memikirkan perkataan Wanru barusan, urusan penting yang dimaksud tersebut rasanya tidak masuk akal. Lian tidak terlibat dalam urusan apa pun kecuali hubungannya dengan istana alam dewa. Belakangan ini Lian selalu menjalani hidupnya dengan bebas. Entah kenapa Guyin merasakan firasat buruk tentangnya. Mengingat hubungan Lian dengan alam dewa Guyin kembali teringat dengan jantung peri suci di masa lalu. Guyin spontan berdiri dari kursinya. Ekspresinya berubah marah. “Yang-mulia!” Tegur Wanru panik. Dia cemas jika Guyin bertindak di luar kendali seperti sebelumnya. “Aku harus pergi untuk memastikan sesuatu!” ujarnya pada Wanru.“Izinkan aku ikut menemani Anda, Yang-mulia!” Wanru tidak rela melihat Guyin terluka parah ketika kembali nanti.“Tidak, kamu tetaplah berada di sini!” perintahnya.Guyin tidak membiarkan Wanru ikut pergi bersamanya. Dia tidak memberikan kesempatan pada Wanru untuk menolak perintahnya. Dalam hitungan detik Guyin sudah pergi meninggalkan istana alam iblis.







