Home / Historical / Legenda Permaisuri Langit / Bab 5 Dengan bibir saja!

Share

Bab 5 Dengan bibir saja!

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2025-11-24 12:42:50

Long wang menurunkan tubuh Lian di luar istana kerajaan. Tidak ada siapa pun di sekitar mereka kecuali mereka berdua. Long wang melepaskan pinggang Lian lalu memutar badan berjalan menjauh beberapa langkah.

“Lian, pernahkah kamu berpikir, bagaimana jika kamu mati karena jatuh dari alam dewa pada saat kamu terjun ke bawah? Pernahkah kamu berpikir konsekuensi yang harus aku tanggung sebagai pemimpin alam dewa?”

Lian menundukkan kepalanya. “Aku tidak pernah memikirkannya karena aku tidak tahu,” jawab Lian.

Long wang mengukir senyum lalu membalas. “Karena itu kalau kamu ingin bunuh diri kamu tidak boleh melakukannya di sini.”

Long wang berjalan pergi meninggalkannya.

Lian merasa ada yang tidak benar dari ucapan Long wang tadi, sebelum dia terjun dia ingat saran dari Long wang dan karena alasan itu dia terjun tanpa berpikir panjang.

“Eh! Tunggu! Tuan Long! Apa kamu menyalahkanku, sekarang? Ini salahmu karena kamu yang memberikan saran padaku!” teriaknya sambil berlari mengejar Long wang.

Lian berhasil menyusul dan berjalan di sampingnya. Lian ingin mengatakan alasan kenapa dia ingin pergi, tapi tiba-tiba Long wang merasakan tekanan di jantungnya. Pria itu meringis menahan nyeri dan menekan dada kirinya dengan telapak tangan. Wajah Long wang mulai memucat dan keningnya berkeringat.

Lian kaget dan langsung menopang tubuhnya.

“Tuan Long, apa yang terjadi? Jangan-jangan racun di tubuhmu kambuh lagi!”

Long wang tidak bisa menjawab karena rasa nyeri di jantungnya begitu luar biasa. Dia jatuh pingsan dan Lian memangku kepalanya di tanah.

“Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak pernah tinggal di sini dan tidak tahu apakah ada tanaman obat yang aku butuhkan untuk meredakan rasa sakit di dadanya,” gumamnya.

Di sisi lain Guseng dan para prajurit sedang mencari keberadaan Long wang, mereka kemudian menemukan Long wang pingsan di pangkuan Lian. Dua orang itu berada di wilayah tidak jauh dari istana.

Mereka panik dan langsung pergi menghampiri.

“Yang-mulia!”

“Yang-mulia!”

Guseng menatap Lian dengan tatapan mata curiga, dia juga menyentuh pergelangan Long wang. Nadinya melemah karena serangan racun monster di jantungnya, rasa sakit itu kambuh dan membuat kondisi Long wang memburuk.

“Apa yang terjadi? Kenapa Yang-mulia raja bisa pingsan?” tanya Guseng pada Lian.

Lian menatap Long wang sejenak lalu berkata pada Guseng, “Racun monster di jantungnya kambuh, beberapa hari kemarin sempat membaik karena aku merebuskan obat untuk menekan efek racun di tubuhnya, kita harus menyelamatkannya, tapi aku tidak tahu apakah di sini ada bahan-bahan obat yang aku butuhkan. Bisakah kalian menyediakan beberapa bahan untuk meracik ramuan? Aku membutuhkannya untuk menetralkan racun,”

Guseng menganggukkan kepalanya, Long wang segera dipindahkan ke kamar pribadi di istana.

Di dalam klinik, Lian mulai bekerja. Di rak dalam ruang medis istana, Lian membaca jenis-jenis nama obat yang tertera di luar laci. Lian melihat semua jenis obat yang dia butuhkan ada di sana. Dia menakarnya dan mulai merebusnya.

Guseng mengawasi dari samping, para tabib istana juga ikut berdiri di sana dan melihat semua tindakan Lian. Ramuan yang akan dibuat oleh Lian menyangkut nyawa raja mereka, jadi semuanya harus dilakukan dengan teliti dan selalu diawasi.

Lian melihat orang-orang yang berdiri hanya diam menonton, semua pekerjaan meramu obat hanya dilakukan olehnya seorang diri.

Lian merasa lelah, dia butuh tenaga untuk menggerus bahan obat menjadi bubuk. Dia berencana untuk membuat pil karena pil bisa disimpan dan diminum sewaktu-waktu.

“Kalian apakah begitu senggang? Daripada menganggur dan hanya menonton aku punya pekerjaan untuk kalian! Kemarilah dan bantu aku!” perintahnya sambil melambaikan tangannya.

Seorang tabib hendak pergi membantu tapi Guseng menahannya dengan menghalangi tabib itu menggunakan pedangnya.

“Tidak ada yang boleh ikut campur untuk membuat obat! Apa kalian mau dihukum mati jika salah meracik obat?!”

Lian menghela napas panjang. “Jenderal Gu, kalau begitu kamu saja ke sini! Bantu aku menggerus bahan-bahan ini sampai halus! Jika hanya mengandalkan tenagaku seorang kapan obat ini akan selesai, hah?! Apa kamu tidak ingin melihat Raja kalian pulih dan membaik? Aku ingin membuat pil, jika kalian tetap tidak mau membantu terserah saja, aku akan kembali ke alam fana! Raja Long juga sudah memberitahuku jalan untuk pulang!” tipunya dengan sengaja. Lian sengaja berkata demikian agar orang-orang yang hanya menonton bersedia membantu.

Guseng tidak menaruh curiga, perkataan Lian memang masuk akal. Pekerjaan itu membutuhkan banyak tenaga.

“Baiklah, aku akan membantumu,” ujarnya. “Kalian juga ikut membantu!” perintahnya pada petugas ahli farmasi di dalam ruang obat.

Lian membuat takarannya dan dia mengarahkan petugas di sana untuk membuat pil. Semua orang mengamatinya dengan teliti. Setelah pil berhasil dibentuk, Lian menatanya di atas nampan dari bahan khusus yang digunakan untuk membuat pil lalu memasukkannya ke dalam panci uap, di bawahnya dinyalakan api kecil dengan energi spiritual miliknya.

Setelah selesai, Lian memberikan perintah pada petugas yang membantunya di sana. Guseng juga ada di sana.

“Kalian perhatikan suhunya, api harus dijaga agar tetap stabil, ini membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menunggu prosesnya sampai selesai dengan sempurna!”\ujarnya pada semua orang.

Lian menuang sup obat ke dalam mangkuk, dia berniat pergi ke kamar pribadi Long wang untuk mengantarkan obat tersebut.

“Peri Lian, kamu ingin pergi ke mana? Bukankah kamu harus tetap di sini dan menunggu bersama kami?” tanya pemimpin para petugas farmasi yang sejak tadi melihatnya bekerja.

“Aku akan pergi menemui Raja kalian untuk mengantarkan obat,” jawabnya.

Semua orang saling bertukar pandang satu sama lain.

Guseng segera membuka kata, dia memberikan perintah pada bawahannya. “Kamu antarkan peri Lian pergi ke ruangan pribadi Yang-mulia!”

“Baik, Jenderal!”

Lian pergi ke kamar pribadi Long wang ditemani oleh seorang prajurit.

Mereka tiba di sana, kasim yang bertugas mengantarkannya ke dalam. Long wang masih tidak sadarkan diri.

Pada saat Lian masuk membawa sup ramuan obat, pelayan segera undur diri dari dalam ruangan. Kasim tetap tinggal untuk mengawasi Lian.

Lian menaruh nampan di meja lalu membantu Long wang untuk meminumnya. Long wang masih tidak sadarkan diri, jadi agak sulit membuatnya meminum sup obat. Ketika di kediamannya dia menggunakan segala cara termasuk menggunakan alat khusus yang bisa memasukkan cairan obat ke dalam tenggorokannya. Jika Lian menggunakan cara itu pasti kasim yang mengawasi akan memprotesnya karena tidak sopan pada raja. Lian juga pasti akan dihukum karena tindakannya itu. Di alam dewa tidak ada peralatan yang Lian butuhkan, dia hanya bisa menggunakan bibir untuk membantu Long wang meminum obatnya. Dan dalam proses itu dia tidak mau kasim melihatnya.

“Kasim, bisakah kamu membantuku untuk membuatnya meminum ramuan ini?” tanyanya.

Kasim itu menggelengkan kepalanya. “Maaf, Nona. Saya tidak bisa,”

“Kalau begitu bisakah kamu keluar sebentar?” tanyanya.

“Nona, apa maksudmu? Aku di sini untuk mengawasi jika sampai Yang-mulia kenapa-kenapa apakah Nona bisa menganggung konsekuensinya?”

“Kalau begitu tetaplah di sini dan rawat rajamu sendiri, aku akan pergi!” ujarnya dengan wajah kesal.

Wajah kasim tampak bimbang. “Baiklah, aku-aku akan pergi,” ujarnya lalu keluar dari dalam ruangan dan menutup pintu.

Lian segera meneguk ramuan itu dan menahannya di dalam rongga mulutnya lalu dia membungkuk dan menekan bibirnya sendiri ke bibir Long wang. Cara ini lebih mudah dan lebih praktis, Lian mengeluarkan ramuannya ke dalam mulut Long wang. Lian menyentuh leher Long wang dan tenggorokan Long wang merespons sedikit. Ramuan obat berhasil ditelan, tapi Long wang yang sudah tersadar dari pingsan melihat Lian sedang menempelkan bibir seperti sedang mencium.

Long wang awalnya terkejut dan melotot tapi dia merasakan obat itu mengalir dari mulut Lian ke dalam mulutnya.

Long wang merasakan sentuhan bibirnya yang lembut, Lian pun merasa sangat malu dan wajahnya sendiri memerah. Ketika hendak menarik bibirnya, Long wang dengan cekatan menahan tengkuk Lian dan menghisap semua ramuan obat yang tertinggal di dalam mulut Lian sampai habis. Prosesnya memakan waktu cukup lama, dan tubuh Lian yang membungkuk hampir jatuh menindih Long wang di kasur.

Kasim di luar ruangan sangat cemas, jadi dia memutuskan untuk membuka pintu dan mengintip. Tapi yang dia lihat Long wang malah mencium bibir Lian, dan ciuman itu terlihat tidak biasa.

“Bukannya dia bilang ingin meminumkan ramuan pada Yang-mulia? Kenapa sekarang malah berciuman?” gumamnya sambil menutup pintu kembali.

Long wang bukan tidak tahu kalau kasim yang bertugas mengintip mereka berdua, dia sengaja membiarkannya tahu. Dengan begitu ke depannya akan lebih mudah jika dia ingin menempatkan Lian untuk tetap tinggal di sisinya.

Lian merasakan bibirnya hampir ditelan dan dikulum habis, dia meronta dan melepaskan diri. Long wang tertawa kecil lalu menyentuh dan mencubit rahang Lian.

“Peri kecil apa kamu tahu apa konsekuensi dari mencium bibir raja?”

Lian menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah tidak bersalah.

Long wang menatap kedua mata Lian dalam-dalam lalu berbisik. “Kamu harus bersedia menjadi istriku,”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 61 Apakah kamu berani bertaruh?

    “Jadi untuk apa kamu datang sekarang? Bukankah karena kamu perhatian padaku?” tanya Long wang sambil tersenyum.Lian menghela napas panjang, wajahnya tampak sedikit frustrasi. “Berhentilah melukai diri sendiri, jangan bertindak seperti anak kecil!” perintah Lian padanya.Lian sudah selesai dengan urusannya dia ingin segera pergi tapi Long wang menggenggam pergelangan tangannya.“Kenapa pergi dengan terburu-buru?” tanyanya.“Aku sudah membalut luka di tanganmu, apa lagi? Aku datang karena luka di tanganmu, apa kamu kira aku datang sungguh karena merindukanmu? Raja Long, sadarlah!”Long wang tertawa putus asa, dia melepaskan tangan Lian dari genggaman tangannya. Padahal dia masih memiliki keyakinan beberapa persen bahwa Lian adalah Lian yang dulu dia cintai tapi lagi-lagi perasaannya dipatahkan tanpa alasan.“Lian, aku tahu kamu tidak tertarik padaku, aku tahu,” Long wang tidak berniat menahannya lagi. Hatinya sangat kecewa.

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 60 Sulit dipercaya

    Guyin menundukkan kepalanya. Dia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Lian lalu memutar badan berjalan pergi menuju ke pintu gua. “Guyin! Kamu mau pergi ke mana?” “Keluar dari sini, ke mana lagi menurutmu?” “Aku menggunakan api langit untuk mencegah orang masuk dan keluar!” Teriak Lian padanya. Langkah Guyin terhenti lalu dia menoleh. Guyin menatap Lian dengan tatapan mata penuh kebencian. “Kamu ingin memenjarakanku di sini? Lian, apa aku salah sudah mempercayaimu? Jika benar demikian maka biarkan saja aku hangus terbakar!” ujarnya seraya berniat menerobos pembatas pintu. Lian melesat dan menarik bahunya lalu melemparkannya ke tepi, tubuh Guyin jatuh terbanting ke samping membentur dinding gua. Pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. “Kamu tidak bertanya alasanku tapi malah ingin langsung menerobos? Guyin aku tidak tahu otakmu ternyata begitu sempit!” Lian

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 59 Aku meragukanmu

    Wu’er memutuskan pergi meninggalkan dasar jurang dan menyusul Long wang ke alam spiritual. Saat dia tiba di sana, dia melihat Long wang sedang berada di dalam aula istana untuk membahas politik dengan Raja Weihong.Wu’er memutuskan untuk berjalan—jalan di sekitar istana. Kebetulan dia melihat Rong’er sedang ditemani oleh pelayannya, mereka mengobrol di taman. “Belakangan ini aku tidak melihat Wu’er, apa kamu sempat melihatnya? Sejak kembali dari lembah obat dia sepertinya menghilang,”“Nyonya, sepertinya dia memang pergi, aku juga tidak melihatnya baru-baru ini,” sahut pelayan Rong’er.“Apa mungkin dia menyebabkan masalah lalu Yang-mulia mengusirnya? Tidak mungkin! Dia adalah pelayan kepercayaan Lian, mana mungkin Yang-mulia menyuruhnya pergi,”Ruyu menggelengkan kepalanya dia memang tidak tahu apa-apa tentang Wu’er.“Apa jangan-jangan dia kabur karena permintaan Selir Zu waktu itu? Aku tidak tahu sejak kapan Zuxi begitu percaya

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 58 Master racun nomor satu dari alam dewa

    Sampai Lian kembali ke gua, Wu’er baru berdiri dan pergi menghampirinya. “Yang-mulia Selir!” serunya dengan gembira. Lian mengukir senyum pada awalnya tapi ketika mendengar Wu’er memanggilnya begitu senyum di bibirnya langsung sirna. “Maksudku, Lian ....” ralat Wu’er, di genggaman tangan Lian ada beberapa jenis herbal. Tatapan mata Wu’er tertuju pada tanaman di dalam genggaman Lian. “Nyonya ingin membuat obat?” tanyanya seraya mengekornya masuk ke dalam gua. Di dalam gua, Wu’er melihat Guyin sedang berbaring. Kondisinya tampak sudah lumayan membaik. Wu’er bisa mengetahui Raja iblis itu terluka parah dan hampir saja kehilangan nyawa jika Lian tidak membantu memulihkan kondisi luka dalam di tubuhnya. Lian menggerus obat, dia memiliki beberapa peralatan khusus dalam kantong kecilnya. Benda-benda itu bisa berubah ke ukuran semula jika keluar dari dalam kantong. Kantong itu sebelum

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 57 Sihir api langit

    “Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Lian seraya mengukir senyum lalu membungkuk dan menyentuh puncak kepalanya. Raja serigala langsung duduk dengan patuh sambil memejamkan kedua matanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut Lian. “Yang-mulia, pria tadi berasal dari klan iblis. Dia adalah musuh Dewa Naga Long, Anda melindunginya seperti ini, apakah tidak apa-apa?” tanyanya. Lian menghela napas panjang. “Dia adalah temanku,” jawabnya. Raja serigala terkejut dan mengeluarkan kukunya. “Yang-mulia Permaisuri Langit, apakah Anda membelot dan menjadi musuh alam dewa? Apakah Anda ingin kedamaian di empat alam ini hancur?” tanyanya dengan tatapan mata curiga. Lian terlihat santai, dia masih mengukir senyum lalu duduk di samping Raja serigala dan memeluk tubuhnya. “Ya-yang mulia! Jawablah pertanyaan saya, ke-kenapa Anda merendahkan diri seperti i-ini? Jika Dewa Naga Long melihatnya saya khawatir bel

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 56 Terluka parah

    “Pembunuh bayaran tingkat master dari klan iblis? Ning’an mengirim pembunuh untuk membunuh siapa? Pembunuh dengan kekuatan tingkat master? Pasti orang yang ingin dibunuhnya bukan orang biasa .... apa Ayahnya mengirim pesan melalui pembunuh bayaran? Tidak-tidak mungkin!” Setelah sepanjang hari dia disibukkan dengan drama Ning’an yang berniat membakar kediaman permaisuri, sekarang Guyin baru mengerti dan dia langsung berdiri dari kursinya, Guyin tiba-tiba teringat dengan Lian. “Li-lian?” Guyin melesat, dalam hitungan detik dia sudah tiba di tepi tebing di mana Lian mencari herbal pagi ini. Di sana tidak ada tanda-tanda pertempuran, tapi Guyin menemukan beberapa tetes darah. Sebelum jatuh ke dasar jurang, Lian memang memuntahkan darah lalu kehilangan keseimbangannya. “Ning’an, berani-beraninya kamu!” Guyin mengepalkan telapak tangannya. Dia melesat kesana-kemari untuk menemukan jejak Lian. Guyi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status