Mag-log inSeorang istri yang divonis menderita penyakit kista ovarium sehingga sulit untuk memiliki keturunan mekipun harapan itu masih ada. Ibu mertua yang tidak sabar ingin memiliki cucu, meminta pada anak laki-laki nya agar menikah lagi tanpa sepengetahuan sang istri. Namun, pada akhirnya sang istri tahu
view moreKota Palembang malam itu terlihat sepi dikarenakan banyak penduduk yang berada di dalam rumah, sebab hujan deras sepanjang sore melanda kota itu.
Walaupun begitu masih banyak penduduk yang berada di luar rumah karena kesibukan pekerjaan yang mereka lakukan.
Saat hening di Kota Palembang di karenakan hujan yang habis mengguyur kota itu, tiba-tiba di langit terlihat cahaya terang yang memenuhi angkasa.
Cahaya itu memenuhi angkasa membuat penduduk yang masih berada di luar seketika mendongakkan kepala mereka ke langit.
"Cahaya apa itu, jangan-jangan ada meteor yang jatuh di kota ini," Sarmin seorang penjual rokok keliling berkata kepada kawannya.
"Entahlah, semoga saja bukan pertanda kalau kota kita sedang di serang oleh makhluk luar angkasa, seperti yang sering di katakan di berita," Jawab kawannya cuek sembari masih memakan sisa kacang rebus.
"Cahaya itu seperti menuju bangunan gedung yang baru di buat," Jawab kawan Sarmin yang lain.
Berbagai macam teori di keluarkan oleh warga yang melihat cahaya terang di langit malam itu.
Sementara itu cahaya yang meluncur deras menuju bumi, ketika menghantam bumi tidak menimbulkan ledakan sama sekali.
Cahaya itu tepat seperti yang di bilang kawan-kawan Sarmin yakni jatuh di halaman sebuah bangunan yang akan di jadikan bangunan gedung olah raga di Kota Palembang.
Ketika menyentuh bumi cahaya itu langsung berubah menjadi seorang wanita bertubuh seksi mengenakan baju panjang berwarna merah.
Wanita yang berasal dari cahaya itu seperti celingukan karena bingung, dia menoleh berapa kali ke sekitarnya sebelum melangkahkan kakinya menuju jalanan yang ada di depan tempatnya terjatuh.
"Apakah ini yang namanya bumi?, kenapa banyak sekali bangunan?, bukankah yang aku lihat dari kayangan kalau bumi di penuhi oleh pepohonan, ahh aku harus bertanya pada manusia yang ada di sini," Wanita itu bergumam kebingungan.
Ketika dia berada di pinggir jalan kebetulan ada sebuah mobil lewat, langsung saja wanita itu berdiri di jalan menahan laju mobil itu.
Ceekiittt!
Bunyi ban mobil yang beradu dengan aspal jalan terdengar jelas menandakan kalau mobil itu di rem secara mendadak.
Dari dalam mobil muncul kepala wanita tomboi mengenakan pakaian kerja, begitu kepalanya keluar dari kaca mobil mulut pengemudi itu langsung berteriak.
"Woii... Kalau kamu mau mati jangan ngajak orang dong!" Teriak wanita itu.
Namun orang yang di maki itu tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia mendekat pengemudi yang berteriak.
Nampak wanita yang berteriak bertambah kesal karena kemarahannya di abaikan.
"Mau apa kamu mendekat, aku bisa pencak silat jadi jangan macam-macam!" Ancam wanita itu dari dalam mobil.
Melihat wanita itu makin dekat berapa kali dia menghidupkan mesin mobilnya namun mobil itu sama sekali tidak mau menyala.
Sebaliknya wanita yang mendekatinya dengan santai memegang bahu wanita yang berada di dalam mobil.
Melihat gerakan yang dilakukan wanita itu pengemudi mobil ingin berteriak marah namun tidak ada kata-kata sama sekali yang keluar dari mulutnya.
"Boleh aku ikut?" Tanya wanita yang menghadang mobil tadi.
Anehnya pengemudi mobil itu hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak berkata sama sekali.
Ketika wanita yang menghadang mobil sudah duduk di sampingnya anehnya mesin mobil hidup kembali dan melaju mulus.
Pengemudi mobil merasakan ketakutan apalagi di dalam mobil seketika tercium aroma melati yang semerbak.
"Jangan-jangan wanita ini hantu penghuni gedung yang baru di bangun," Batin pengemudi mobil.
"Tenang saja, aku bukan hantu," Jawab Wanita yang berada di samping pengemudi tiba-tiba, seakan tahu isi hati pengemudi.
Pengemudi hanya diam saja dia bingung sebab wanita di sampingnya seakan tahu apa yang dia pikirkan.
"Siapa nama kamu?" Hanya itu suara yang keluar dari bibir pengemudi.
"Alena, kamu bernama Amor bukan?" Tanya wanita bernama Alena itu.
"Darimana kamu tahu namaku?" Tanya Amor bingung.
Alena hanya tersenyum yang membuat Amor seketika menjadi merinding, dia memacu mobilnya dan ingin sampai di rumah.
"Jangan terlalu ngebut, di depan ada kecelakaan," Alena tiba-tiba berkata lagi.
"Darimana kamu tahu, apakah kamu paranormal?" Tanya Amor bingung.
"Aku lebih dari itu," Jawab Alena santai.
"Lebih dari itu, jadi kamu siapa?" Amor kembali bertanya.
"Aku tidak seperti yang kamu bayangkan, nanti akan aku jelaskan sebaliknya kamu fokus dulu mengendarai mobil," Jawab Alena santai.
Jawaban Alena membuat Amor menjadi kesal namun anehnya kali ini dia tidak bisa mengeluarkan kata-kata kasar, mengumpat dalam hati dia juga merasa takut.
"Kamu mau kemana?" Tanya Amor lagi.
"Nggak tahu, aku nggak punya tujuan," Jawab Alena lagi tanpa reaksi.
Melihat wanita di sampingnya sangat santai Amor hanya diam saja walaupun banyak pertanyaan di dalam hatinya namun dia pendam saja.
Sampai di perempatan Charitas terlihat sangat ramai orang berkerumun, Amor melambatkan laju mobilnya.
Kepalanya di keluarkan untuk bertanya pada orang yang ada di sana.
"Ada apa pak?" Tanya Amor kepada seorang bapak-bapak yang terlihat sibuk.
"Ada kecelakaan beruntun neng," Jawab Bapak itu kalem.
"Apa kecelakaan???" tanya Amor tak percaya.
"Iya neng, sebuah mobil menabrak bis kota," Jawab bapak itu lagi.
Amor yang bingung sebab perkataan Alena terbukti menoleh kepada wanita di sampingnya yang terlihat tersenyum tipis.
"Sebenarnya kamu siapa?" Tanya Amor dengan rasa penasaran.
"Akan sangat sulit di jelaskan, karena aku berasal dari tempat yang tidak di kenal dalam dunia kamu sekarang," Jawab Alena.
"Walaupun begitu kamu bisa menjelaskannya kepadaku, biar aku bisa memahaminya, dan bagaimana kamu tahu kalau akan terjadi kecelakaan?" Tanya Amor mencecar Alena.
"Baiklah aku akan menjelaskannya satu persatu, yang pertama aku bukan orang yang di buang laki-laki seperti yang ada di dalam pikiran kamu, yang kedua aku merupakan bidadari yang di buang dari kayangan ke dunia ini karena kesalahanku, sementara yang ketiga itu merupakan kekuatanku yang bisa melihat sesuatu yang akan terjadi," Jelas Alena.
Mendengar jawaban Alena membuat Amor menjadi tambah bingung, mengenai yang lain dia bisa memahaminya namun mengenai asal wanita ini berasal dia merasa kalau itu mengada-ngada membuat dia curiga wanita di sampingnya sedikit gila.
"Bidadari kayangan maksud kamu bagaimana?" Tanya Amor lagi.
"Iya, kayangan seperti yang di gambarkan dalam dongeng di negeri kamu ini, namun yang sebenarnya tapi di luar nalar kalian, kalau kayangan memang ada dan itu menjadi tempat tinggalku selama ini," Jelas Alena.
Mendengar penjelasan Alena membuat Amor semakin bingung dan pusing apa yang di katakan wanita di sampingnya.
"Apakah kamu bidadari seperti dalam dongeng Jaka Tarub?" Tanya Amor lagi.
"Mungkin, memang akan sangat sulit mencerna mengenai kisahku mungkin sama seperti kamu yang sulit mencerna kehadiran dua laki-laki yang mencintai kamu, tapi aku sarankan kamu harus berhati-hati terhadap salah satunya," Jawab Alena menatap tajam Amor.
"Dari mana kamu tahu mengenai kedua laki-laki itu?" Tanya Amor yang semakin bingung.
"Aku bisa melihat semua yang ada di dalam benak kamu, termasuk kebiasaan kamu," Jawab Alena yang membuat mulut Amor hanya ternganga saja.
"Baiklah sementara ini kamu bisa menginap di rumahku, nanti kamu jelaskan semuanya tentang kamu,"
Amor berkata sambil memacu mobil yang di kendarainya menuju perumahan tempat dia tinggal.
Sepanjang jalan Amor tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya membiarkan Alena yang menatap ke luar mobil.
######
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU 111Aku melongo saat melihat Anisa yang baru saja selesai di make over oleh pegawai salon. Cantik, itulah kata yang tepat untuknya. Iya, kecantikan wajah inilah yang dulu membuatku klepek-klepek meski di rumah sudah punya Ulfa. Usai membayar tagihan di kasir, aku segera mengajak Anisa makan di sebuah resto ternama di kota ini. Calon mama meetuaku sudah memberiku uang yang cukup untuk ini. Tidak ada alasan lagi bagiku untuk menunda pernikahan kami apalagi Anisa sekarang sudah mulai membaik. Ia terlihat lebih ceria dan tidak pernah melamun lagi. "Terima kasih, ya, Rey, akhirnya Anisa bisa kembali seperti dulu lagi." Mama menepuk pundakku usai akad nikah. Kulirik Anisa yang masih memakai baju putih khas pengantin. "Iya, aku janji akan menjaga Anisa dengan sepenuh hati dan tidak akan menyia-nyiakannya lagi. Aku sadar, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dulu, aku selalu berpikir kalau Ulfa adalah jodohku, tetapi ternyata bukan.""Selamat, ya, Mas. Semog
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU 110PoV ReyhanAku mengikuti Bu Susi pulang ke rumahnya bersama Anisa. Ini untuk ke sekian kalinya aku datang ke rumah Anisa. Yang pertama saat melamar dan yang kedua saat menikah. Setelah itu aku tidak pernah datang ke sini lagi karena setelah menikah Anisa ikut tinggal denganku. "Maafkan Mama, ya, Nis. Mama janji tidak akan paksa kamu lagi. Aku tahu kamu sangat mencintai Reyhan meski ia bukan orang kaya. Sekarang Mama akan merestui kalian dan ingin akad pernikahan kalian dipercepat saja." Bu Susi mengusap pundak Anisa dan memeluknya."Sekarang kamu mandi dan ganti baju kalau perlu Mama akan mengajak kamu ke salon. Kamu tidak keberatan, kan, Rey, kalau mengantar Anisa ke salon hari ini," tanya Bu Susi. Mengantar Anisa ke salon? Aku hanya bisa menggaruk kepala yang tidak gatal. Bagaimana aku bisa ke sana sedang uang sana aku tidak punya. "Kamu tidak usah khawatir, ini kunci mobil dan ini uang untuk bayar salon sekalian kalau kalian mau jalan-jalan." Wanita tu
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU 109"Anisa mana, Mbak?" tanya Bu Susi-wanita paruh baya yang pernah menjadi besanku itu. Ia tersenyum ramah, aku pikir ia akan marah-marah dan membawa paksa pulang Anisa dari rumah ini, kalau perlu diseret seperti waktu itu yang sudah membuat Anisa keguguran. Aku melotot mendengar cara ia memanggilku. "Mbak? Sejak kapan aku punya adik sepertimu? Sejak kapan ibuku juga melahirkanmu? Aku tidak pernah merasa punya adik seorang adik perempuan sepertimu. Mau apa kamu ke sini?" tanyaku tanpa mempersilahkan masuk. "Siapa, Ma?" seru Reyhan setelah mendengar teriakanku. "Bu Susi? Silahkan masuk, Bu," kata Reyhan. "Reyhan. Maafkan Mama, Nak," kata Bu Susi dengan mata berkaca-kaca. "Mama baru saja dari rumah Ulfa untuk mencari Anisa dan dia bilang kalau kamu mengajaknya pulang. Setelah Mama pikir, Ulfa benar, kalah hanya kamu yang bisa mengembalikan Anisa seperti sedia kala. Mama mohon, Rey, nikahilah Anisa." Bu Susi memegang tangan Reyhan. Reyhan tersenyum. "Aku sep
KEJUTAN UNTUK SUAMIKU 108Perutku keroncongan seolah cacing-cacing di dalam sana sedang berdemo minta diisi. Usai cuci tangan pakai sabun dengan benar, aku menuju ke meja makan meski sebenarnya malas juga harus makan satu meja dengan Bella-wanita yang sudah menipu kami mentah-mentah. Kuambil nasi plus satu potong ayam berwarna cokelat lalu memasukkan ke dalam mulut. Enak, rasanya benar-benar enak, asin dan manisnya pas, serta bumbunya meresap sempurna. Aku yang awalnya tidak berselera makan, mendadak makan dengan lahap. Bahkan nasi satu piring penuh dan satu potong besar ayam sudah habis hanya dalam hitungan menit. "Enak, Ma?" tanya Reyhan yang duduk di dekatku. Ia hendak mengambil nasi. "Enak, Rey. Rasanya benar-benar pas di lidah. Baru kali ini ibu makan ayam seenak ini. Ini beli di mana? Warung langganan kita? Biasanya kalau nggak keasinan, ya, kurang asin, tetapi kali ini pas. Mungkin kokinya sudah ganti kali, ya?" ucapku. Kujilat tangan bekas makan ayam karena sayang jika la
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu