ホーム / Fantasi / Legenda Sang Immortal / Bab. 12. Konfrontasi

共有

Bab. 12. Konfrontasi

作者: Master KidOO
last update 公開日: 2023-09-03 00:37:05

Fang Han mengikuti pelayan wanita. Pola formasi perpindahan instan ini juga menarik perhatiannya. “Apakah formasi ini memiliki efek tertentu?!”

“Ini tidak. Kita bahkan bisa berbicara dengan besar. Hanya waktu yang dibutuhkan sedikit lebih lama, itu sekitar lima tarikan nafas.” Pelayan itu menjelaskan. Dia juga mengaktifkan formasi perpindahan dengan satu kristal roh kelas rendah.

Semua yang dilakukan pelayan wanita tersebut tidak ada yang luput dari perhatian Fang Han. Mata si Pemuda benar-bena
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 136

    Sementara itu, Su Li Xiu masih berada di sekitar anak tangga ke-300. Ujiannya berkaitan dengan bayangan Fang Han yang terus meninggalkannya.Ia tidak dapat menyelesaikan seluruh ujian itu dengan mudah. Namun, perlahan-lahan ia mulai memahami bahwa ketakutannya sendiri tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti.Gu Fei-Shuang juga terus mendaki. Meskipun kecepatannya tidak terlalu tinggi, ia mampu mempertahankan ketenangan dan melewati ujian demi ujian.Song Yifeng menghadapi persoalan berbeda. Kebenciannya terhadap Fang Han masih menjadi bagian terbesar dari ujian kesadarannya. Akan tetapi, ia tidak lagi sepenuhnya terjebak dalam amarah. Setiap kali bayangan masa lalu muncul, ia berusaha mengendalikan dirinya dan melanjutkan perjalanan.Guo Tiandu pun menunjukkan kemajuan yang tidak kecil. Meski beberapa kali harus berhenti cukup lama untuk menghadapi ilusi yang muncul di hadapannya. Di antara para peserta lainnya, ada yang mulai menemukan cara untuk menghadapi ujian masing-masing. Ad

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 135

    Fang Han menginjak anak tangga ke-304.Cermin kecil yang terbentuk dari tiga puluh bayangan Qiau Yuelin di dalam kesadarannya kembali bergetar. Permukaannya masih dipenuhi retakan halus. Namun, cermin itu tidak pecah, hanya berdenyut perlahan seolah sedang merasakan sesuatu.Di anak tangga ini, tidak ada lagi bayangan Qiau Yuelin.Yang muncul justru keheningan. Kabut putih di sekelilingnya perlahan menghilang, memperlihatkan sosok seorang pria tua berjubah abu-abu yang duduk bersandar pada batu. Rambutnya telah memutih, wajahnya keriput, dan seluruh tubuhnya tertutup lapisan es.Pria tua itu telah mati membeku.Fang Han mengamati sosok tersebut. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, tetapi jejak ketakutan masih tertinggal di wajahnya. Seolah-olah sampai akhir hayatnya, pria tua itu tidak pernah berhasil membedakan ilusi dan kenyataan.Tiba-tiba, cermin retak di dalam kesadarannya bergetar semakin kuat.Fang Han merasakan sebuah ingatan asing muncul di hadapannya. Kali ini, ia tidak berusah

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 134

    “Tap.”Fang Han menapakkan kaki di anak tangga ke-303.Tidak ada hawa dingin yang menyergap tubuhnya seperti sebelumnya. Namun, ketenangan itu justru membuatnya lebih waspada. Begitu telapak kakinya menyentuh permukaan tangga, sebuah tekanan samar menyelimuti kesadarannya. Bukan tekanan yang membuat tubuh sulit bergerak, melainkan beban yang perlahan meresap ke dalam pikiran, seolah setiap ingatan dan pemikiran membutuhkan tenaga lebih besar untuk dipertahankan.Fang Han mengerutkan kening. Ia memeriksa Akar Spiritual di dalam kesadarannya. Dua rantai itu masih membelenggunya tanpa perubahan. Sementara itu, bulu hitam keemasan yang berada di dekat salah satu rantai hanya berputar perlahan. Tidak ada cahaya yang terpancar darinya, juga tidak ada reaksi berarti terhadap tekanan yang baru muncul.Fang Han mengalihkan pandangan ke sekeliling. Kabut kelabu di anak tangga ke-303 tampak lebih tipis dibandingkan tempat sebelumnya. Dari sana, ia masih dapat melihat Mo Yang yang berada di ana

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 133

    Pola cahaya pada permukaan gerbang perlahan semakin jelas. Garis-garis yang sebelumnya hanya membentuk lengkungan samar kini saling terhubung, merajut sebuah lingkaran di bagian tengahnya.Fang Han tetap mempertahankan kesadarannya pada permukaan gerbang. Ia tidak lagi mencoba mengorek dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Setelah menemukan respons yang tepat, ia hanya membiarkan perubahan itu berlangsung tanpa memberi tekanan tambahan.Tak lama kemudian, lingkaran cahaya itu bergetar halus.Permukaan gerbang yang semula polos itu retak. Bukan retakan yang kasar, melainkan celah tipis yang terbuka dari dalam, seperti permukaan air yang terbelah. Dari balik celah itu, cahaya redup menyusup keluar.Fang Han mengamatinya dengan saksama.Ia tidak tahu apa yang menantinya di balik sana. Namun setelah melalui seluruh proses sebelumnya, ia paham bahwa memaksakan kehendak bukanlah cara untuk menyelesaikan ujian ini.Akhirnya, gerbang itu terbuka sepenuhnya.Tidak ada suara gemuruh ataupun

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 132

    Bayangan di kejauhan perlahan memperjelas wujudnya, namun bentuk utuhnya tidak langsung terlihat. Semakin Fang Han mendekat, semakin ia yakin bahwa apa yang berdiri di sana bukanlah sosok manusia. Di tengah hamparan putih yang tak bertepi, tanpa jalan yang mengarah ke sana dan tanpa dinding yang menopangnya, berdiri sebuah gerbang yang menjulang sendirian ke dalam kekosongan. Permukaannya tampak polos, tanpa ukiran, tanpa tulisan, tanpa tanda apa pun yang dapat memberikan petunjuk mengenai siapa yang telah membangunnya, kapan gerbang itu berdiri, atau ke mana arah tujuannya. Itu seolah ada sejak awal penciptaan, diam dan tak tergoyahkan di tengah ruang yang terlepas dari segala waktu dan tempat yang Fang Han ketahui.Fang Han berhenti beberapa langkah sebelum mencapai gerbang itu. Ia tidak mengulurkan tangan, tidak juga berusaha menyentuhnya terlebih dahulu. Di tempat yang asing dan penuh ketidakpastian seperti ini, terburu-buru menyentuh sesuatu yang belum dipahami hakikatnya sa

  • Legenda Sang Immortal   Bab. 131

    Gambaran putih yang sebelumnya hanya samar di benak Fang Han kini perlahan menjadi nyata. Dalam sekejap, seluruh pandangannya dipenuhi hamparan putih tanpa batas. Ke mana pun ia memandang, tidak ada pohon, batu, maupun bangunan — hanya kekosongan yang membentang luas, seolah ia berdiri di tengah dunia yang belum memiliki bentuk.Fang Han tidak segera bergerak. Ia berdiri waspada, mengamati sekeliling. Tidak ada angin yang menyentuh kulitnya, tidak ada suara langkah, dan tidak ada tekanan Qi Sejati yang dapat dirasakannya. Keheningan di tempat itu begitu sempurna hingga menimbulkan perasaan ganjil. Justru karena tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, kewaspadaannya semakin tinggi.Pengalamannya mengajarkan: ancaman yang tak terlihat jauh lebih berbahaya daripada serangan terbuka. Di sini, ia bahkan tidak mengetahui apa yang sedang dihadapinya.Fang Han perlahan mengerahkan kesadaran spiritual ke segala arah. Namun, kesadarannya seolah terhalang kabut tak bertepi — semakin jauh i

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status