Share

Bab 3

Penulis: DibacaAja
last update Tanggal publikasi: 2026-05-15 12:32:50

Panen Besar Part 1

Zi Chuan Xiu langsung tercengang saat melihat kendaraan Zi Chuan Ning.

“Ya ampun… ini… ini…”

Zi Chuan Ning tampak bingung.

“Hmm? Ini disebut mobil. Lebih tepatnya sedan. Mercedes buatan Jerman, semua komponennya impor asli. Mesinnya kuat dan jalannya sangat halus. Kata GG, bahkan kalau ada segelas air penuh di dalam mobil, saat melaju seratus dua puluh mil per jam pun tidak akan tumpah setetes.”

“Itu bukan maksudku!” seru Zi Chuan Xiu. “Orang-orang masih bertempur dengan kavaleri dan pedang, tapi di sini malah ada Mercedes? Bukankah inkonsistensi zaman seperti ini terlalu berlebihan? Pembaca pasti protes!”

“Penulis suka wanita cantik dan mobil mewah,” jawab Zi Chuan Ning santai. “Kalau pembaca protes, tinggal ancam hiatus satu bulan. Pasti langsung diam.”

Zi Chuan Xiu terdiam beberapa saat.

“…Masuk akal juga.”

Duduk di dalam mobil, Zi Chuan Xiu memandang lampu-lampu terang Kota Kekaisaran yang ramai dan megah. Pemandangan itu terasa seperti dunia yang benar-benar berbeda dibanding Far East yang penuh perang dan darah.

Hatinya dipenuhi emosi.

Inilah alasan mereka bertarung mati-matian.

Untuk melindungi kedamaian dan kebahagiaan seperti ini.

Roger dan yang lain berada di mobil belakang. Di dalam mobil ini hanya ada dirinya dan Zi Chuan Ning. Gadis itu duduk di depan sambil mengemudi.

“Bagaimana kehidupanmu selama enam tahun ini?” tanya Zi Chuan Ning pelan.

Zi Chuan Xiu terdiam.

Enam tahun.

Bagi anak muda lain, enam tahun itu mungkin dihabiskan dengan masa remaja yang bebas dan penuh tawa.

Namun dirinya menghabiskan enam tahun itu di medan perang.

Ia pernah melihat rekan terdekatnya dicabik hidup-hidup lalu dimakan Ras Iblis. Jeritan mereka berkali-kali muncul dalam mimpi buruk yang membangunkannya di tengah malam.

Ia pernah bersembunyi sehari semalam di rawa berlumpur penuh serangga air demi menghindari kejaran musuh, bahkan tidak berani bergerak sedikit pun.

Ia pernah terkepung sampai kehabisan makanan dan amunisi, hingga terpaksa memotong daging mayat demi bertahan hidup.

Belum lagi puluhan luka yang pernah ia derita.

Ada malam-malam ketika rasa sakit membuatnya menangis sendirian tanpa suara.

Namun bagaimana mungkin ia menjelaskan semua penderitaan itu pada seorang gadis yang mungkin selama hidupnya hanya pernah mengkhawatirkan jerawat di wajah?

Akhirnya Zi Chuan Xiu hanya tersenyum tipis.

“Lumayan. Hanya saja makanan di sana sangat buruk.”

Ia segera mengganti topik.

“Bagaimana keadaan keluarga sekarang?”

Zi Chuan Ning mendengus pelan.

“Sangat bagus. Di bawah kepemimpinan hebat Ketua Yang Minghua, keluarga kita sedang melaju cepat menuju neraka.”

Zi Chuan Xiu mengangkat alis.

“Oh?”

“Dia terlalu ambisius dan haus prestasi. Tiga kali berturut-turut melancarkan perang melawan Keluarga Liu Feng, dan tiga kali juga dipukul telak oleh Liu Feng Shuang.”

“Dewan Tetua menuntut penjelasan darinya, tapi dia malah berpura-pura setia dan menyampaikan pidato penuh semangat.”

Zi Chuan Ning langsung meniru nada bicara Yang Minghua dengan sangat dramatis.

“Aku harus menghancurkan Keluarga Liu Feng! Jika itu salah, biarlah aku yang menanggung kesalahan itu! Aku tidak akan lari dari tanggung jawab dan tidak akan menyesalinya!”

“Lalu Dewan Tetua benar-benar tertipu dan menyetujuinya lagi.”

Zi Chuan Xiu tetap tenang.

“Pidato yang sangat hebat.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan wajah serius.

“Tapi kalau kalimat pertamanya dihapus, sisanya terdengar seperti pengakuan cinta wanita lajang pada pria beristri.”

Zi Chuan Ning langsung tertawa keras sampai hampir menabrak kendaraan lain di depan.

“Kau masih sama seperti dulu…”

“Ketua kita memang benar-benar jenius strategi,” lanjut Zi Chuan Xiu santai. “Ngomong-ngomong, kenapa pihak Liu Feng belum menyerang balik? Itu bukan gaya Liu Feng Shuang.”

“Karena Liu Feng Xi hampir mati,” jawab Zi Chuan Ning. “Tiga putranya masing-masing memegang kekuatan militer dan sedang sibuk berebut posisi kepala keluarga.”

“Sedangkan Liu Feng Shuang adalah perempuan, jadi tidak punya hak waris. Ketiga saudaranya takut padanya, jadi mereka sengaja memindahkannya jauh dari pusat kekuasaan dan menempatkannya di Benteng Xibing sebagai komandan garis depan.”

Zi Chuan Xiu langsung menghela napas kagum.

“Ketua kita benar-benar perhatian. Kenapa harus repot menyerang Keluarga Liu Feng saat mereka sendiri sedang sibuk menghancurkan diri?”

Zi Chuan Ning tertawa kecil.

“Bukan begitu.”

“Oh?”

“Kurasa Ketua Yang Minghua justru sangat menyukai Liu Feng Shuang.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Legenda Tiga Pahlawan   169

    Bab 169: Kepungan Parit Pengepungan Sterling membalas setiap penghormatan tersebut dengan gerakan santai bernada tenang, mempertahankan keanggunan pembawaan karisma militernya di bawah siraman awan senja. Dalam catatan memori para veteran di masa depan, siluet tubuh tegap sang jenderal yang berjalan tenang mengenakan seragam prajurit biasa membekas sangat dalam. Tanpa adanya atribut medali emas kemuliaan yang mencolok, wibawa kepemimpinan Sterling teruji mampu menyatukan seluruh hati sanubari dari ratusan ribu prajurit klan. Para prajurit secara sukarela membuka jalur lintasan jalan bagi sang komandan, berdiri membisu memberikan pengawasan khidmat tanpa berani melepaskan teriakan yel-yel. Mereka khawatir riuh suara teriakan mereka justru akan merusak atmosfer kesucian militer yang sedang membungkus rute pergerakan dari sang panglima tertinggi Kota Pai. Di sepanjang hamparan luas Dataran Sungai Greywater di luar gerbang, jut

  • Legenda Tiga Pahlawan   168

    Bab 168: Siasat Saint Zichuan Xiu Zichuan Xiu melepaskan makian kasar, memerintahkan Changchuan untuk segera pergi dari lokasi territori komersial miliknya tersebut dalam hitungan detik. Dia menegaskan seluruh kuota perwira wanita cantik di dalam area sekretariat staf umum merupakan hak pengelolaan mutlak miliknya yang tidak boleh diganggu faksi lain. Zichuan Xiu menggunakan pukulan dan tendangan fisik untuk mengusir tubuh Changchuan keluar dari dalam perimeter tenda sekretariat sepanjang malam itu. Setelah berhasil membersihkan lokasi dari gangguan luar, sang komandan Kamp Xiuzi segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi penuh dengan wibawa kesucian moral. Dia membuka sepasang lengan tangannya lebar-lebar ke arah ruang udara terbuka tenda sambil mengangkat dagunya menatap lurus ke arah langit malam Provinsi Dussa. Dengan volume suara yang diatur dalam nada penuh khidmat patriotik, dia men

  • Legenda Tiga Pahlawan   167

    Bab 167: Analisis Taktik Remot Yun Qianxue terdiam membisu mendengar analisis taktis tersebut, dipaksa memikirkan kembali kronologis jalannya pertempuran kavaleri berat manusia di Dataran Abu-abu. Xiang Wuyue menjabarkan kelicikan dari rute serangan musuh yang secara sengaja mengincar faksi terlemah dari jajaran divisi ular untuk memicu pecahnya kekauaan organisasi. Dengan mendorong jasad prajurit divisi ular ke arah formasi Legion Rudi membuat musuh berhasil menghancurkan sistem pertahanan regular tanpa perlu mengeluarkan banyak energi tempur. Siasat manipulasi jasad pengungsi militer tersebut dinilai memiliki tingkat estetika seni bertarung yang sangat tinggi, berada di luar kapasitas standar militer klan manusia normal. Sterling yang berada di pusat lingkaran pertempuran sengit dipastikan hanya memiliki kuota energi untuk mengamankan keselamatan nyawanya sendiri dari tebasan pedang iblis. Fakta tersebut mengindikasikan a

  • Legenda Tiga Pahlawan   166

    Bab 166: Posisi Panglima Tertinggi yang Baru Xiang Wuyue menegaskan bahwa Marquis Pingjing sama sekali tidak memiliki motif taktis untuk meluncurkan serangan cedera terhadap posisi Jenderal Pasukan Pengawal Kekaisaran. Sang marquis dianalisis menaruh ketakutan yang jauh lebih besar terhadap ancaman otoritas keluarga klan Zichuan dibanding ketakutannya terhadap faksi komando Kerajaan Iblis. Jika sampai dirinya jatuh ke tangan unit pengadilan hukum militer klan Zichuan, seluruh lapisan kulit tubuh marquis dipastikan akan dikelupas habis dalam kondisi hidup. Oleh karena itu, sosok pelaku penyerangan misterius pada tragedi malam Dussa disimpulkan merupakan entitas lain yang memiliki ketajaman strategi jauh lebih berbahaya. Yun Qianxue sempat menahan gejolak tawa di dalam hatinya, memiliki kecurigaan politik terhadap Xiang Wuyue sendiri sebagai otak di balik skenario manipulasi malam Dussa tersebut. Namun dia memilih untuk menyi

  • Legenda Tiga Pahlawan   165

    Bab 165: Anugerah Gelar Adipati Marquis Pingjing melontarkan kalimat sapaan formal dengan kondisi bibir yang bergetar hebat dan terbata-bata akibat terkejut bertemu sang penasihat tertinggi di kamp Pangeran Katon. Sebuah kalkulasi duka melintas di dalam kepalanya, mencurigai kedatangan Xiang Wuyue malam ini adalah untuk memimpin jalannya operasi eksekusi mati terhadap dirinya. Sepasang matanya bergerak liar menatap ke arah jajaran prajurit pengawal kaisar yang berdiri tegap mengawal di posisi belakang tubuh dari sang penasihat jubah hitam. Seluruh prajurit pengawal tersebut dibekali dengan ukuran otot tubuh yang besar serta ekspresi rupa wajah yang dingin tanpa emosi, siap mengeksekusi perintah apa saja. Xiang Wuyue mengeluarkan instruksi pendek meminta Marquis Pingjing mengikuti langkah kakinya masuk ke dalam salah satu tenda komando utama di dalam area perkemahan. Marquis Pingjing sempat mencoba memberikan pembelaan diri,

  • Legenda Tiga Pahlawan   164

    Bab 164: Regu Eksekusi Kaisar Iblis Kondisi langit malam di sepanjang wilayah daratan Provinsi Dussa terlihat sangat pekat, diselimuti oleh kerapatan gumpalan awan hitam yang menutupi pendar cahaya bulan. Di sepanjang area tanah lapang yang membentang di depan pos komando utama, ratusan ribu prajurit iblis tampak berdiri saling berdesakan dalam kondisi mental ketakutan. Kuda-kuda perang mereka juga menunjukkan gestur gelisah, berulang kali menghentakkan kaki ke permukaan tanah sambil melepaskan suara ringkik yang nyaring di kegelapan. Para perwira tinggi pengawas melepaskan luapan emosi amarah secara erratic, meneriakkan perintah suara lantang untuk menggerakkan barisan prajurit yang didera kepanikan. Suara letupan dari kobaran api obor logistik terdengar sangat nyaring, mempertegas atmosfer ketegangan dan aroma teror hukum militer yang sedang digelar di lokasi. Draf dokumen keputusan huk

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 4

    Panen Besar Part 2Zi Chuan Xiu hampir tersedak. “Menyukai?” “Dulu kalau dia ingin menyingkirkan seseorang, dia harus repot-repot mencari alasan seperti korupsi atau kelalaian tugas.” “Sekarang jauh lebih mudah.” Zi Chuan Ning menepuk bahu imajiner sambil meniru nada Yang Minghua. ‘Pergil

  • Legenda Tiga Pahlawan   bab 7

    Kembalinya Sang Pahlawan Part 2.“Yang ini Komandan Luo Minghai,” lanjut Fang Jin. “Kepala Staf Markas Besar.” Wajah Luo Minghai sangat dingin dan suram, seolah seluruh dunia berutang uang padanya dan belum membayar. Ia juga merupakan orang kepercayaan Yang Minghua. Zi Chuan Xiu awalnya berniat

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 6

    Kembalinya Sang Pahlawan Part 1Keluarga Zi Chuan memiliki struktur komando dua tingkat dengan empat organisasi utama. Tingkat pertama terdiri dari: Kantor Kepala Keluarga, tempat Kepala Keluarga menjadi pemimpin tertinggi seluruh keluarga. Lalu Dewan Tetua, yang berisi perwakilan berbagai provins

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 5 : Wajah Asli

    “Wah! Rumahnya mewah sekali!” Roger berseru kagum saat melihat vila bergaya manor milik Zi Chuan Ning lengkap dengan taman dan kolam renangnya. “Bahkan kalau aku menabung tiga puluh ribu tahun tanpa makan dan minum, tetap tidak akan mampu membeli rumah seperti ini.” Changchuan langsung mendekati

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status