LOGINKemudian secara bersamaan, Rowo Abang, Rowo Bargo, dan Rowo Kendil menghirup banyak udara dari cakrawala, selanjutnya mereka meniupkan kembali udara itu menciptakan badai besar yang mendorong semua awan hitam menjauh dari langit Maladewa.Tapi setiap kali awan itu menjauh, awan-awan lain akan berdatangan dari berbagai arah seperti penomena ini sengaja diciptakan oleh seseorang.“Lakukan lagi paman,” seru Tresna Ayu.“Baiklah!” teriak Rowo Abang.Mereka kembali menghirup angin dan melepaskan kembali dalam bentuk badai besar.Hanya kejadian tadi kembali terulang membuat langit Maladewa lagi-lagi gelap dipenuhi awan hitam.“Benar, ini sengaja ada yang menyabotase cuaca,” gumam Tresna Ayu.Sebagai murid dari Ki Cokro dan Lintang, Tresna Ayu juga tentu memiliki kekuatan sihir yang sangat besar.Dia paham, jika yang dicarinya tidak ada di dunia nyata, maka mereka pasti bersembunyi di dunia sihir.Sehingga gadis itu memutuskan untuk memasuki dunia sihir. Dan benar saja, sesaat setelah dia ti
Tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu sang kakak, putri Asmara pun memutuskan ikut terjun ke medan perang.Dia melesat bersama Kelenting Sari dan para gadis lain berikut semua pasukan bidadari.Tidak lupa Langlang dan Mayang juga ikut berlesatan bersama mereka, menerjang ribuan prajurit musuh dengan kekuatan penuh.Merasa musuh akan sangat merepotkan, Kelenting Sari pun segera membentuk segel tangan memanggil Dewi penguasa beku.Maka dengan cepat sesosok wanita setinggi 28 meter pun muncul dari balik kekosongan, membantu dia menghadapi ribuan musuh yang terus berdatangan.Wush! Wush!Sang Dewi penguasa beku mengibaskan selendangnya, mementalkan ratusan prajurit Dewa Kegelapan secara bersamaan.Brak! Brak! Brak! Aaaaaa!Teriakan kesakitan dari prajurit-prajurit itu menggema memekakan telinga.Setiap prajurit musuh yang terkena kibasan selendang Dewi Penguasa Beku tidak pernah ada yang selamat, tubuh mereka akan langsung hancur sesaat setelah terlempar sejauh ratusan meter.Wush! Tr
“Jangan jumawa kau makhluk terkutuk, kali ini dirimu yang akan mati di tangan kami!” teriak Arga tidak tahan dengan ocehannya.“Hohoho, bocah kecil yang berani. Tidak heran, ternyata kau yang waktu itu menembus kekuatan alam petapa,” Dewa Kegelapan menyipitkan mata menatap Arga.“Tapi sayang, kekuatan macam itu hanyalah sampah di hadapanku, hahaha,” sambung Dewa Kegelapan dengan tawa khasnya.“Begitukah,” Lintang ikut berbicara membuat dewa kegelapan melebarkan mata.“A-apa? Sial!” umpatnya melihat ke arah Lintang.“Apa kau takut kepada putraku, paman guru?” tanya Galuh sembari menyeringai.“Takut katamu? Hahahaha, sejak kapan aku takut kepada mahluk. Kekuatan cahaya putramu memang mengejutkanku, tapi itu masihlah sampah di hadapanku, hahaha,” ujar Dewa Kegelapan.“Uwa Batara! Kau sungguh telah kelewatan, Uwa. Sadarlah! Kakek sangHyang Wenang pasti akan kecewa terhadapmu,” teriak sang Hyang Sambu lantang.“Hmmm, putra mahkota Maniloka rupanya. Hahaha, kita memang memiliki ikatan darah
Lintang, Arga, dan Galuh bertarung secara terpisah. Ayah dan anak itu masing-masing melawan sekitar 120 panglima.Arga bertarung secara kejam menggunakan berbagai teknik milik raja kegelapan.Sementara Lintang bertarung dan membunuh secara halus dengan kekuatan cahayanya.Sedangkan Galuh, dia bertarung seperti orang gila yang haus akan darah dan kematian.Siapa pun yang berhadapan dengannya akan langsung memucat tidak mau membayangkan entah akan seperti apa nasibnya.Tidak peduli panglima, prajurit atau apa pun mereka, Galuh akan selalu mematahkan tulang-tulang tubuhnya, mencabut tulang punggunya, mencungkil mata, bahkan merenggut jantung musuh secara paksa dengan tangannya sendiri.Jika Arga dan Nayaka adalah petarung yang kejam, maka Galuh jauh lebih kejam dari keduanya.Dia terkadang menjilati darah musuh dengan mata berbinar seperti benar-benar sedang akan memangsa mereka.Tatapan mata penuh hasrat serta seringai tipis-nya terlihat begitu keji seakan menggambarkan bahwa betapa rin
Selesai melakukan pertempuran besar bersama pasukan monster, Kelenting Sari yang merasakan firasat buruk akan keselamatan putri Asmara dan Mutiara Sendayu langsung bergegas menyusulnya masuk ke dalam wilayah reruntuhan istana.Terlebih dia juga merasakan berbagai guncangan besar pada daratan pertanda keduanya sedang melakukan pertarungan tingkat tinggi.Dan saat Kelenting Sari menoleh ke arah Mayang, gadis itu ternyata telah menghilang tanpa memberitahunya, membuat Kelenting Sari semakin yakin bahwa Mutiara Sendayu dan Putri Asmara tengah dalam bahaya.Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk, Dia segera melesat masuk ke dalam reruntuhan.Melihat Kelenting Sari masuk, Atmarani dan Larasati juga mengikutinya dari belakang. Sedangkan Anantari waktu itu baru saja keluar dari dunia ilusi.“Sari, Lara, Rani?” gumam Anantari sembari menyipitkan mata menatap lekat menuju arah pergi ketiganya.“Langlang, tolong pulihkan dulu para bidadari yang terluka. Setelah itu susul aku ke dalam reruntuhan,
Terdapat 8 pilar yang penjaga dewa kegelapan, Mereka terdiri dari berbagai macam mahluk.Mulai dari siluman, iblis, dan para monster. Sedangkan kemampuan bertarung para pilar setara dengan Kenaka. Siluman anjing pemimpin perang besar di alam dewa.Dan mahluk buas di hadapan putri Asmara sekarang merupakan salah satu dari mereka. Sehingga nasib kedua gadis itu benar-benar dalam bahaya.“Hahaha, ternyata kau tahu siapa aku,” sosok silumam Babun kembali tertawa.Pendengarannya begitu sangat sensitif sehingga mampu menyimak perbincangan putri Asmara.“Tentu saja aku tahu, kalian adalah sampah semesta yang akan kubersihkan,” ujar putri Asmara.Kali ini dia menanggapi siluman itu karena kesal mendengar tawanya.“Sampah katamu? Hahaha, jika aku sampah. Lantas apa julukan untuk ayahmu? Bukankah dia juga sama kejam dan haus kekuasaan seperti kami,” tawa silumam Babun semakin menjadi membuat putri Asmara tidak kuasa menahan amarahnya.Terlebih setelah mendengar penghinaan terhadap ayahnya, sehi
Setelah tahu niat Batara Anjar Rasa yang sesungguhnya, Lintang dan Arga pun lantas menyantap hidangan.Mereka makan begitu lahap seperti orang yang tengah kelaparan membuat Batara Anjar Rasa entah berapa kali menggeleng menyaksikannya.“Dasar maniak,” umpat Batara Anjar Rasa di dalam hati.“Apa kau
Lintang dan Arga duduk pada kursi kotak di depan singgasana, mereka dijamu layaknya tamu agung oleh Batara Anjar Rasa.Disuguhi banyak berbagai hidangan lezat yang diantar oleh para murid, membuat Lintang dan Arga menjadi risih mendapatkannya.“Maaf Batara, apa ini tidak terlalu berlebihan?” tanya
Dengan kesaktian pengobatan Lintang, Jalamada akhirnya bisa kembali mendapatkan kaki. Bahkan kanuragan lelaki itu menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya membuat Jalamada sangat berterima kasih kepada Lintang.Sehingga dari sejak itu, Jalamada berjanji akan mengabdi kepada keluarga Lintang.Dia men
3 orang lelaki kini tengah berjalan melintasi jembatan panjang yang membentang diantara dua tebing curam.Jembatan itu terbuat dari batang-batang kayu yang diikat oleh akar rambat dan dibentangkan jauh pada dua ujung tebing sehingga terlihat melayang.Di bawah jembatan tampak awan-awan tebal sedang







