Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 394 Ranjau Beracun

Share

Bab 394 Ranjau Beracun

Author: Pujangga
last update Last Updated: 2026-01-11 20:04:44

“Baiklah, ayo kita keluar,” seru Sugi.

“Siap Sesepuh!” ujar semua orang secara bersamaan.

Mendapati itu, Kelenting Sari dan Anantari pun seketika lenyap dari pandangan, mereka berlalu menuju tempat dimana Bawana berada.

“Sial, mereka memang memiliki energi sangat banyak,” umpat Madu Lanang yang tidak dapat mengikuti langkah keduanya.

Madu Lanang juga sebetulnya dapat melakukan itu, namun dia harus berubah terlebih dahulu ke dalam wujud siluman serigala.

Tanpa wujud siluman serigala, energi Madu Lanang hanya sampai pada tingkat kependekaran dewa tahap menengah, membuat dia tidak mampu menandingi Anantari dan Kelenting Sari.

“Kau tidak perlu mengeluh Lanang, mereka memang lebih kuat dari kita,” ucap Sugi menyusul Madu Lanang.

“Hahaha, kau benar Sugi, ayo cepat,” tanggap Madu Lanang.

Di belakang keduanya semua murid berlari mengekor menggunakan ilmu meringankan tubuh, mereka melompat dari satu pohon bambu ke pohon lain, membuat hutan Bambu terlihat berguncang karena hentakannya.

Bawana t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 400 Batu Bintang

    “Batu Bintang? apa itu?” tanya Lintang penasaran.“Itu adalah unsur energi dari dunia kegelapan, leluhur kami menemukannya jauh di kedalaman laut,” jelas Putri Adia.“Dunia kegelapan? ternyata selain Batu Wulung, di sana juga terdapat Batu Bintang, sebenarnya dunia macam apa itu?” gumam Lintang di dalam hati.“jika itu energi, mengapa kau tidak menggunakannya Putri, atau siapa pun di kerajaan naga ini?” kembali Lintang bertanya.“Tidak Tuan, sejak lahir bangsa kami telah memiliki 3 energi, jadi kami tidak dapat memiliki energi lain lagi, terlebih energi Batu Bintang adalah energi kegelapan, jika tidak dimurnikan, maka bisa-bisa kita akan termakan,” ungkap Putri Adia.Lintang tidak heran mendengar itu, dimana dirinya sendiri memiliki serpihan Batu Wulung titisan dari Sang Ayah.“Jika Anda menghendaki, Tuan bisa menggunakan batu itu, namun kami tidak tahu entah bagaimana cara memurnikannya,” ucap Putri Adia.Mendengar tawaran itu, tentu saja Lintang senang, dengan energi Batu Bintang di

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 399 Rahasia Singgasana Naga

    “Dia benar, Putri, aku sedang menuju perang besar, kau akan kecewa jika mendapati aku tewas dalam perang tersebut,” ungkap Asgar yang kini telah berdiri di samping Lintang.“Perang? Apa yang kalian tengah hadapi, dengan kemampuan Tuan Lintang, tidak mungkin ada makhluk yang berani melawannya di dunia ini,” tanya Putri Adia kepada Asgar.“Ratu, sebaiknya Tuan Lintang dan Asgar dipersilahkan duduk terlebih dahulu, sepertinya permasalahan mereka memang cukup pelik,” ucap Patih Devadas memberi saran.“Ah, kau benar Patih, maafkan aku Tuan, tuan rumah macam apa aku ini, silahkan duduk di singgasanaku,” seru Putri Adia menyambut Lintang.Dia memberikan singgasana sebagai penghormatan tertinggi kepada Lintang karena telah menaklukkannya.“Itu tidak perlu Ratu, aku akan mengambil tempat di sini saja, tapi ini tidak akan lama, karena kami harus segera melanjutkan perjalanan,” ucap Lintang menolak secara halus.Selanjutnya dia berjalan menuju kursi persegi di depan singgasana Ratu.Melihat itu,

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 398 Tujuan Sang Ratu Naga

    Tuan, aku sebagai penguasa di sini memohon maaf kepadamu atas tindakan kami,” ucap Sang Ratu Naga dengan sangat sopan.Patih Devadas dan ke-empat senopati naga yang baru saja sembuh pun segera bergabung dengan Sang Ratu menunduk di hadapan Lintang.“Bangkitlah, aku tidak senang ada makhluk yang menunduk di hadapanku,” ujar Lintang tegas, membuat semua naga kembali menegakkan wajah serentak.“Begitu lebih baik, dan satu hal lagi, kalian tidak perlu meminta maaf padaku, sekarang tunjukan dimana temanku berada,” kembali Lintang berkata, dia meminta mereka menunjukan tempat Asgar disekap sejak tadi.“B-baik, Tuan, ikuti kami ke dalam istana,” seru Sang Ratu Naga.Selanjutnya dia berbalik badan dan berjalan menuju bangunan Istana, di-ikuti oleh Devadas, Baga, Langsag, Sande, dan Darshan.Melihat semuanya telah berjalan, Lintang pun segera melangkahkan kaki mengekori mereka dari belakang.Sungguh mengagumkan, bangunan Istana kerajaan naga air ternyata memiliki ornament indah yang terbuat da

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 397 Keterkejutan Para Naga

    Namun rasa terkejut itu tidak berlangsung lama, dimana setelah itu terdengar seruan dari Lintang yang sangat membingungkan.“Hahaha, Baiklah jika begitu, kau bisa ampuni mereka, aku akan mengobati para Senopati di bawah sana,” ucap Lintang. Kemudian sosoknya lenyap dari pandangan membuat Sang Ratu Naga dan Patih Devadas seketika membelalakan mata menyaksikannya.Ternyata benar, dari tadi Lintang hanya berpura-pura, melihat dia dapat menghilang, Patih Devadas tanpa sadar telah menelan ludahnya.“Hahaha, baiklah, kuserahkan mereka padamu.” Seru Mahaprabu Karpala.Selepas itu wujudnya menghilang, lenyap menjadi butiran cahaya. Meninggalkan patih Devadas dan Ratu Naga yang tengah dalam keadaan bingung.Mereka bingung karena tidak dapat mencerna entah apa yang Lintang inginkan. Seandainya dia hanya menginginkan Asgar, maka sudah sedari tadi pemuda itu bisa mendapatkannya.Tetapi aneh, hal itu tidak Lintang lakukan, malah dengan sengaja menguji kekuatan seluruh Naga seperti sedang mempelaja

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 396 Mahaprabu Karpala

    Di dalam kubah energi, Lintang segera memanggil Naga Cahaya karena kubah 4 lapis ternyata tidak mampu menahan serangan Sang Ratu Naga.Beruntung dia bergerak cepat, hingga Naga Cahaya berhasil melindunginya dengan melilit tubuh Lintang agar tidak terkena dampak ledakan.Dan benar saja, sebanyak apa pun ledakan itu terjadi, tubuh Lintang tetap aman tidak terpengaruh sedikit pun.“Lama tidak bertemu bocah, sepertinya kau memiliki musuh yang merepotkan,” sapa Naga Cahaya.“Hahaha, benar, musuhku kali ini adalah salah satu bangsamu,” jawab Lintang seraya tertawa kecil.“Aku tahu, tidak kusangka ternyata dia masih hidup,” ungkap Naga Cahaya.“Apa kau mengenalnya?” tanya Lintang.“Hahaha, tentu saja, dia adalah cucu dari sahabatku dahulu, panjang ceritanya, tapi sudahlah, serahkan dia padaku,” jawab Naga Cahaya, membuat Lintang mengerutkan kening.“Baiklah, tapi jangan bunuh dia,” ucap Lintang mengingatkan.“Dasar bodoh, mana mungkin aku membunuh rasku sendiri,” sergah Naga Cahaya.“Hahaha,

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 395 Naga bertemu Naga

    Tidak ingin menyerah begitu saja, Ratu Naga segera mengalirkan energinya ke seluruh tubuh, membuat tubuhnya kini di lapisi oleh energi aneh berwarna abu.Suatu esensi energi sangat kuat yang hampir mendekati energi putih milik Anantari, namun bedanya, energi milik Ratu Naga memiliki ilusi tersendiri yang membuat Lintang hampir saja sesak nafas karena terkena tekanannya.“Apa ini energi sejati kaum naga?” gumam Lintang seraya mundur menjauh.Namun meski begitu, Lintang masih terlihat tenang, dia juga segera mengeluarkan 80% energi naganya agar dapat mengimbangi lawan.“Baiklah, ayo kita mulai Ratu!” seru Lintang.“Hahaha, sombong kau manusia, seberapa tinggi pun kau mengetahui kelemahan bangsa naga, kau tetaplah manusia, tidak ada yang mampu mengimbangi kekuatan sejati kami,” teriak Ratu Naga dengan tawa merendahkan.“Mulailah, kau jangan banyak bica …! sial,” umpat Lintang.Baru saja dia akan berbicara, Ratu Naga telah lebih dulu lenyap dari pandangan, membuat Lintang segera memasang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status