Se connecter“Tenang saja bibi, aku masih mampu melakukannya,” jawab Tresna Ayu sopan.“T-tapi bagaimana dengan bibi Kelenting Sari,” tanya Tresna Ayu.“Jangan khawatir, dia adalah wanita yang kuat, terlebih kita juga tidak akan lama,” jawab Anantari.“Begitu rupanya, baiklah,” kata Tresna Ayu.Kemudian dia mulai membentuk segel tangan menciptakan kubah energi, perlahan kubah itu hanya dapat melindungi sebagian pasukan, namun seiring bertambahnya energi putih yang masuk ke dalam tubuh Tresna Ayu, kubah energi yang dia ciptakan juga semakin membesar, hingga berhasil menutupi setengah wilayah hutan bambu.“Sial, ternyata mereka mengurung diri dengan tameng energi,” umpat salah satu panglima iblis yang baru tiba di sana.Padahal hampir saja mereka mencapai hutan bambu untuk menyerang pasukan Bawana, namun dengan adanya kubah energi, langkah mereka pun seketika terhenti karena tidak dapat menembusnya.Beberapa panglima iblis terus mencoba memberikan serangan energi, namun tetap saja gagal, dimana kuba
BUMMM!Sebuah ledakan maha dahsyat pun terjadi di ketinggian, gumpalan api hitam itu berubah menjadi cahaya terang saat meledak, menyebarkan gelombang energi yang sangat besar membuat daratan sedikit bergetar terkena tekanannya.Benar seperti Bawana, andai bola api hitam itu tiba di hutan bambu, maka sudah dapat dipastikan seluruh hutan tersebut akan lenyap dalam sekejap, berikut semua pasukan yang ada di dalamnya.Bahkan padepokan milik Sugi pun pasti akan berakhir menjadi debu.“Dasar tengik! mengapa kau lempar kemari sialan,” maki Kelenting Sari dari atas udara.Hampir saja dia menjadi korban kengerian serangan Aghura, andai tidak segera melindungi tubuh dengan energi es, maka sudah pasti sekarang Kelenting Sari sudah menjadi daging panggang terkena gelombang energi ledakan.“Hahaha, maafkan aku Sari, salahmu sendiri kau tidak memesan arah lembaranku,” teriak Asgar seraya tersenyum bodoh.“Sial, baru saja datang, ular itu sudah berulah,” umpat Bawana.Sementara di dalam hatinya dia
“Bagaimana pasukan kita?” tanya Bawana pada Raja Samhu.“10.000 pasukan tengah terluka parah Tuan mereka kehabisan pil merah hingga tidak mampu memulihkan diri, sedang 8000 lain telah gugur mendahului kita,” jawab Raja Samhu lirih.“Dimana mereka?” tanya Bawana.“Pasukan yang terluka dikumpulkan dihutan bambu dan tengah dirawat oleh pasukan perdamaian, tapi merek tidak memiliki tenaga dalam,” jelas Samhu.“Ini sungguh buruk, Warok, bawa pasukanmu ke hutan bambu dan bantu mereka memulihkan diri, aku dan semua pasukan raksasa akan terus menghabisi pasukan musuh yang tersisa,” seru Bawana kepada Warok.“Baik tuan, aku segera berangkat,” teriak Warok.Bawana berbicara seraya terus mengayunkan pedang membunuh sebanyak mungkin pasukan musuh agar perang cepat berakhir.Begitu juga dengan Samhu dan Warok, namun Samhu baru saja datang karena sebelumnya diberi tugas untuk memeriksa semua pasukan.Dari 43.500 pasukan Bawana, kini hanya tinggal tersisa 24. 800 pasukan lagi yang masih bisa bertaru
“Aku adalah Pendekar Tengkorak Setan, dengan jurus ini, tidak ada satupun serangan yang akan mampu melukaiku, Hahaha,” Wira Teja tertawa di dalam tengkorak raksasa.Dia sangat yakin serangan Anantari tidak akan mampu menyentuhnya, dimana jurus pertahanan tertinggi dari ilmu tubuh besi adalah yang terkuat di dunia persilatan.Mendapati sesumbar seperti itu, Anantari hanya tersenyum kecil seraya menatap Wira Teja dengan sebelah mata.Tidak lama dari itu, benturan dahsyat pun terjadi antara tangan putih Dewa Taya menghantam tengkorak raksasa milik Wira Teja, menciptakan ledakan besar yang menyeruak ke segala arah.Beruntung semua prajurit raksasa sudah tidak berada di sana, sehingga ledakan dari pertemuan dua kekuatan besar itu tidak mengakibatkan korban jiwa di pihak Ananatari.Daratan bergetar dalam sesaat karena tekanan gelombang energinya, membuat keempat panglima iblis kembali memalingkan pandangan melihat ke arah sumber ledakan.Mereka lagi-lagi tersentak kaget karena dalam pasukan
“Hahaha, meski aku sudah tua, untuk dirimu aku dapat berubah menjadi kuda jantan yang sangat gagah, apa kau tertarik mencobanya?” Wira Teja kembali tertawa memandangi Anantari dengan tatapan penuh nafsu.“Gusti Ratu, biar kami yang menyumpal mulut manusia tua ini untuk dirimu,” teriak salah satu prajurit raksasa yang tidak terima tuannya direndahkan.“Tidak perlu, kalian lanjutkanlah berperang, aku saja sudah cukup untuk mengirimnya ke alam baka,” ucap Anantari.Setelah terjadi pertemuan besar antara dua kubu pasukan, peperangan memang terbagi ke dalam beberapa wilayah yang cukup berjauhan, dimana para panglima iblis dan sesepuh golongan hitam membawa pasukannya masing-masing untuk memecah belah kekuatan lawan.Mereka saling berambisi mendapatkan pujian Kaisar Iblis dengan membantai paling banyak pasukan musuh.Dengan berpencar, para pemimpin pasukan iblis itu mengira akan lebih mudah mengakhiri perang, namun dugaan mereka salah karena pasukan Bawana telah menyiapkan strategi khusus d
Dia memang gadis yang dingin dan tidak peduli dengan omongan orang lain, namun ketika menyangkut martabat seorang wanita, entah mengapa Kelenting Sari jadi sangat kesal dibuatnya.“Dasar bodoh, dengan tubuh seperti itu aku bisa mengusai dunia, akan kugagahi ribuan bahkan jutaan lelaki dan menjadi satu-satunya wanita yang merajai semuanya, Hahaha,” Garwakala kembai tertawa nyaring membayangkan kenikmatan tiada tara yang akan dia dapat ketika memiliki tubuh seperti Kelenting Sari.“Dasar makhluk gila, kau memang layak mati ditanganku,” ucap Kelenting Sari dingin, rasa kesalnya telah mencapai puncak membuat dia tidak lagi berminat untuk terus berbincang dengan Garwakala.“Cahaya rembulan, jurus dewi dari nirwana!” seru Kelenting Sari seraya mengayunkan pedannya lurus ke arah depan.Dari ayunan pedang itu muncul selarik cahaya energi berwarna perak berbentuk lingkaran layaknya bulan purnama.Tidak seperti serangan pada umumnya, serangan energi milik Kelenting Sari ini mengandung unsur din







