Beranda / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 439 Pertarungan para Monster

Share

Bab 439 Pertarungan para Monster

Penulis: Pujangga
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-20 20:21:10

“Kalian?” seru Asgar.

“Benar, biarkan kami ikut bersamamu untuk membantu, aku tahu pergi ke sana adalah bunuh diri, tapi jika pun harus mati, kita akan mati bersama-sama,” ungkap Madu Lanang.

“Hahaha, tentu saja, aku senang bisa mati bersama kalian,” ujar Asgar tertawa.

Setelah itu, Asgar segera membacakan mantera, membuat batu dimensi langsung bersinar dan membentuk gerbang gaib.

Setelah kepergian Kaisar Iblis, langit di sana kembali terang, hingga semua orang dapat melihat apa yang sedang terjadi di atas langit.

Mereka semua berharap semoga Lintang, Asgar dan yang lainnya dapat kembali pulang dengan selamat.

“Oii, tunggu aku bodoh!” seru Bawana yang sedang melesat menuju tempat Asgar.

“Kau …?” ucap Asgar terkejut.

“Bukankah Lintang menugaskanmu untuk membawa mereka menuju kerajaan Maranah?” tanya Asgar cepat.

“Hahaha, benar, namun semua itu bisa dilakukan oleh pasukan ular dan kaum raksasa,” jelas Bawana.

Ternyata setelah berhasil menyembuhkan Sugi dan Warok, Bawana segera meminta R
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 440 Kemunculan Asgar

    Lintang terkejut Asgar bisa menemukan keberadaannya, padahal menurut perhitungan pemuda itu, jurus yang dia gunakan sangatlah rapi hingga tidak mungkin meninggalkan jejak.Namun munculnya gerbang dimensi milik Asgar membuat Lintang sadar, pasti ada peran mahluk asing yang berada di dalam tubuh Kelenting Sari.“Sial, siapa makhluk itu sebenarnya” umpat Lintang.Selanjutnya Lintang menyapukan pandangan ke arah Kaisar Iblis, khawatir mahluk itu langsung menyerang Asgar saat dia keluar dari balik gerbang dimensi nanti.Namun apa yang Lintang dapat sungguh membuatnya kembali terkejut, dimana Kaisar Iblis yang dicarinya sudah tidak berada di tempat.“Celaka kemana dia?” gumam Lintang sembari terus mengedarkan pandangan.“Bodoh!”Terdengar suara keras yang hampir membuat jantung Lintang lepas dari tempatnya.Dengan cepat dia membalikkan badan bersiap menerima serangan, namun naas pukulan Kaisar Iblis telah bersarang tepat di wajah pemuda itu, membuat tubuh Lintang terlempar keras menghantam

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 439 Pertarungan para Monster

    “Kalian?” seru Asgar.“Benar, biarkan kami ikut bersamamu untuk membantu, aku tahu pergi ke sana adalah bunuh diri, tapi jika pun harus mati, kita akan mati bersama-sama,” ungkap Madu Lanang.“Hahaha, tentu saja, aku senang bisa mati bersama kalian,” ujar Asgar tertawa.Setelah itu, Asgar segera membacakan mantera, membuat batu dimensi langsung bersinar dan membentuk gerbang gaib.Setelah kepergian Kaisar Iblis, langit di sana kembali terang, hingga semua orang dapat melihat apa yang sedang terjadi di atas langit.Mereka semua berharap semoga Lintang, Asgar dan yang lainnya dapat kembali pulang dengan selamat.“Oii, tunggu aku bodoh!” seru Bawana yang sedang melesat menuju tempat Asgar.“Kau …?” ucap Asgar terkejut.“Bukankah Lintang menugaskanmu untuk membawa mereka menuju kerajaan Maranah?” tanya Asgar cepat.“Hahaha, benar, namun semua itu bisa dilakukan oleh pasukan ular dan kaum raksasa,” jelas Bawana.Ternyata setelah berhasil menyembuhkan Sugi dan Warok, Bawana segera meminta R

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 438 Menemukan Jalan

    Saat Asgar datang, Bawana tengah sibuk memulihkan kondisi Sugi dan Warok yang sedang sekarat.Seperti yang telah diperkirakan Warok sebelumnya, energi kehidupan mereka ikut habis terdorong masuk bersama energi yang dialirkan, membuat tubuh mereka mengering kehilangan daging.Selepas Lintang pergi, Sugi dan Warok mengalami kejang sebelum akhirnya muntah darah beberapa kali.Sebagian organ dalam mereka hancur akibat tidak kuat menampung energi, sehingga nyawa keduanya benar-benar berada di ujung tanduk.kondisi seperti itu tidak dapat sembuh dengan pil merah, karena selain luka, mereka juga kehilangan energi kehidupan.Beruntung Lintang telah menitipkan 2 butir pil energi untuk memulihkan kondisinya, namun tetap saja, menggunakan pil energi memerlukan bantuan tenaga seorang ahli medis dalam penggunaannya, agar khasiat obat tersebut dapat diserap sempurna oleh tubuh.Di sinilah peran Bawana berada, dengan di bantu Bangga Sora, Misantanu, Suwarna, Silah, Asmaji dan Tanwira, Bawana terus m

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 437 Kemaharan Asgar

    Bagi Bawana, Lintang bukan hanya sekedar teman atau pemimpin dalam perang.Baginya, Lintang adalah segalanya, andai dia dapat menukar nyawa, Bawana rela bertukar tempat dengan Lintang asal pemuda itu dapat tetap hidup.Namun semua itu tidak dapat dia lakukan karena dirinya tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawan Kaisar iblis.“Aku percaya padamu, jadilah manusia baik yang dapat diikuti oleh semua orang, jaga juga Anantari dan Tresna Ayu dengan nyawamu, mereka adalah kehidupanku,” ucap Lintang.Bawana hanya diam dengan mata berderai, dia tidak memiliki kata-kata untuk diberikan kepada Lintang.Menyaksikan semua itu, seluruh pasukan Lintang juga ikut menitikkan air mata.Putri Turangga Dewi segera berlari memeluk ayahnya, dia menangis di dada Lintang tidak rela ayahnya pergi.Anantari yang berada dalam keadaan tertotok juga terus menangis, meski dia tidak bisa bergerak, namun semua perkataan Lintang dapat di dengarnya dengan jelas.“Jadilah kuat Dewi, kutitipkan masa depan semua mak

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 436 Kubah Sempurna Tresna Ayu

    Selesai menotok Anantari Lintang kembali mengalirkan tenaga dalam pada tubuh Putri Adia, dia harus segera menyelesaikan pengobatan itu untuk dapat menghadapi Kaisar Iblis.Sementara 6000 murid Pulau Es kini telah membentuk formasi pertahanan gabungan, untuk mengantisipasi serangan dari Kaisar iblis.Bukan tanpa dasar Lintang memanggil mereka, dimana energi es akan dapat menetralisir semua racun kegelapan berikut unsur api hitam dari serangan Kaisar Iblis.Dan benar saja, seperti perkiraan Lintang, ke 4 pilar kekaisaran iblis mulai melancarkan serangan, mereka mengirimkan serangan energi hitam berniat menghancurkan hutan bambu beserta seluruh isinya.Serangan pertama masih dapat tertahan oleh kubah energi milik Lintang, namun serangan kedua, kubah energi raksasa hancur berkeping-keping tidak mampu menandingi kekuatan energi hitam.Sehingga serangan ke-tiga dan ke-empat secara bebas meluncur cepat menuju hutan Bambu.Namun para murid perguruan es abadi yang sudah siap, segera membentuk

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 435 Murid Pulau Es

    “Tuan penguasa, mohon tolong baginda Ratu, dia terluka parah oleh salah satu panglima iblis,” ucap Patih Devadas cemas, dirinya segera berlutut di depan Lintang memohon agar pemimpin tertinggi para pasukan itu berkenan menolong Putri Adia.Lintang sedari tadi ternyata berada di ujung medan tempur menunggu kedatangan Kaisar Iblis.Dia melakukan itu berniat menghadang makhluk terkutuk tersebut agar tidak sampai ke tempat para pasukan.Dimana jika Kaisar Iblis tiba di sana, maka habislah sudah semua pasukannya. Karena bukan hanya Kaisar Iblis, Lintang juga merasakan ada 4 makhluk lain yang memiliki kekuatan di atas pendekar baka.Dengan kemampuan seperti itu, mereka akan mampu melenyapkan semua pasukan Lintang hanya dalam satu kali serangan. Ini tentu sangat berbahaya, Lintang tidak mau ada lagi keluarganya yang menjadi korban.Jika pun harus ada yang mati, maka cukup dirinya seorang bersama Kaisar Iblis.Dia bermaksud membawa Kaisar Iblis dan ke-4 pilar kekaisaran pergi jauh dari sana,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status