LOGIN“Hey little brother, wanna get married? Here are nine bucks, it’s on me!”Just like that, Cecelia Shayne gave herself away with nine bucks.Consequently…The random cutie she dragged off the street? He’s a poor good-for-nothing who needs her to tend to his every need.However, there’s nothing she can do.This is a husband she bought, and she needs to swallow this somehow.But… But…Why does his name seem to be the same as the owner of a certain conglomerate…?What?Asset transfer?Cecelia was shocked. “Why’re you giving me all this money?”William Sandler looked her dead in the eye, “Money’s yours, you’re mine!”
View More“Oh Raja Akhirat, lempar saja aku neraka. Biar hancur lembur rohku di sana. Aku tak mau lagi bereinkarnasi. Aku tak sanggup lagi harus hidup dan menderita karena cinta!”
Sosok berbaju putih, rambut panjang awut-awutan itu terus berlutut dan mengiba di hadapan raja akhirat, memohon agar tidak bereinkarnasi lagi. Sosok itu terlihat lusuh suram dan penuh duka, tak akan ada yang mengira kalau pria lusuh itu dulunya adalah seorang Dewa perang yang membawahi seratus ribu pasukan langit. Dulu, dia begitu gagah perkasa dan disegani semua dewa-dewa di langit, populer di kalangan para dewi, sebelum dia melakukan kesalahan, jatuh cinta pada dewi kayangan bernama Chang-e.
Chang-e pada saat itu dikejar panah api hingga ke kayangan. Sang Panglima berusaha menolong tapi sayang dia kalah cepat dari Wukang, salah seorang dewa yang bertugas sebagai tukang di istana langit. Wukang lebih dulu menolong sang Dewi. Wukang dan Chang-e pun jatuh cinta pada pandangan pertama, sesuatu yang membuat Sang Panglima kecewa dan sakit hati. Sang Panglima yang dimabuk cinta gelap mata, secara diam-diam dia menyelinap ke ruangan roda pemutar waktu, dia ingin mengulang waktu agar dia jadi orang pertama yang menolong Chang-e dan bisa mendapat cinta sang Dewi. Namun, beberapa kali dia mencoba, takdirnya tak berubah, Wukang dewa tukang kayu istana langit, tetap jadi orang pertama yang menolong Dewi Chang,e.
Tak menyerah, sang Panglima yang sudah dimabuk asmara bermaksud mengikat kaki Chang-e dengan tali jodoh agar sang Dewi jatuh cinta padanya. Apes bagi Panglima, aksinya ketahuan Ibu Suri kerajaan langit hingga akhirnya dia harus dihukum, menjadi manusia dan harus menjalani seribu kali derita Cinta.
Raja akhirat yang duduk di atas singgasana mengelus-elus jenggot, menatap iba pada roh Panglima yang dulunya begitu perkasa. Dia sungguh menyayangkan nasib Panglima yang harus berakhir seperti ini.
“Aiih, Panglima … kenapa pula kau dulu melanggar aturan langit, hingga akhirnya jadi begini. Aku benar-benar tak habis pikir. Toh kau bisa bersenang-senang dengan Dewi kayangan tanpa melanggar aturan,” kata raja akhirat menggeleng-geleng kepala prihatin.
Pria lusuh yang dulunya seorang dewa perang itu mendongakkan kepalanya, menatap raja akhirat dengan mata berkaca-kaca.
“Apa kau pernah jatuh cinta, Raja Akhirat?” tanya sang Panglima menatap mata Raja Akhirat.
“Tidak! sebagai penguasa akhirat, aku tercipta tanpa memiliki rasa!” jawab Raja Akhirat tegas.
“Ha ha, pantas saja kau sama sekali tak mengerti apa yang aku rasakan,” sang Panglima tertawa parau. Tawa yang melambangkan duka, letih dan putus asa.
“Aku memang salah, tapi tidakkah kau pikir hukuman ini terlalu berat! Mengalami satu derita cinta saja membuatku kehilangan segalanya, bayangkan jika harus menjalaninya seribu kali. Ah percuma saja, kau takkan pernah tau betapa menyiksanya cinta!”
Raja akhirat terdiam tak bisa menjawab. Dia hanya menjalankan perintah dari Kaisar langit, tak berani menilai hukuman dijalani oleh sang Panglima ini terlalu berat atau tidak. Dia juga tak bisa menilai tentang cinta. Sebagai pengadil, dia memang tak diberi nafsu dan rasa-rasa yang melekat agar selalu bisa berlaku adil, tegas dan tak pandang bulu. Tapi, melihat Panglima yang selalu meraung-raung seperti orang gila saat hendak menjalani hukuman derita kehidupan cinta berikutnya, Raja Akhirat merasakan rasa yang aneh pada dirinya. Untuk pertama kalinya, dia merasakan rasa iba.
Tiba-tiba, sorot cahaya biru memasuki ruangan. Sorot cahaya biru itu, dalam sekejap berubah menjadi sosok pria tua dengan rambut, jenggot panjang dan pakaian yang semuanya berwarna putih. Sosok tua itu, membawa sebuah gulungan kertas dari istana langit.
“Hormat kepada Dewa Pengatur Nasib!” Raja Akhirat berdiri memberi hormat, begitu juga dengan para pengawal di sekitarnya.
Hanya Panglima saja yang tetap berlutut tak memberi hormat. Panglima justru menatap sang dewa dengan tatapan benci yang teramat dalam.
Dewa yang rambut, jenggot dan kumisnya semua berwarna putih itu menjura, membalas memberi hormat. Matanya melirik ke arah Panglima yang masih menatapnya tajam. Sejujurnya, Dewa Pengatur Nasib tak tega melihat koleganya dulu di istana langit mendapat hukuman yang begitu berat. Tapi, tugas dari kaisar langit sangat jelas, kesalahan yang dilakukan Panglima juga bukan main-main, dia tak punya pilihan selain harus menjalankan titah penguasa langit itu.
Dewa Pengatur Nasib menggeleng kepala, membuang jauh rasa ibanya pada sang Panglima. Dia kemudian mengeluarkan gulungan kertas dari balik bajunya, membuka kertas itu lebar lebar dan membacanya dengan suara lantang penuh wibawa.
“Hukuman untuk Panglima Tiang Feng yang telah melanggar hukum langit dengan jatuh cinta pada Dewi di kayangan. Dia harus menjalani seribu kali derita cinta. Pada kehidupan ke tiga ratus tiga, Panglima Tiang Feng akan menjadi seorang Senopati yang perkasa, di sebuah kerajaan di Jawa. Dia banyak berjasa pada kerajaan, tapi dia justru harus jatuh cinta pada musuh kerajaan. Dia membuat kesalahan yang merugikan kerajaan hingga akhirnya tewas dan dicap sebagai pengkhianat kerajaan, gara-gara seorang wanita.”
“Siap, laksanakan perintah!” jawab Raja Akhirat dan pengawal akhirat serempak.
Dewa Pengatur Nasib menggulung kertasnya kembali. Dia kemudian menyerahkan kertas itu pada raja akhirat untuk kemudian ditindak lanjuti. Dewa Pengatur Nasib membelai-belai jenggotnya, sambil menatap iba pada panglima yang dulu menjadi temannya bermain catur di istana langit. Kini, salah seorang panglima langit itu terlihat begitu tak berdaya.
Panglima Tiang Feng menarik napas dalam-dalam mendengar kehidupan yang akan dia jalani. Dia kini harus tewas dan dicatat sejarah sebagai pengkhianat. Dia masih ingat di kehidupan ketiga ratus satunya, dia menjadi sosok mertua yang bermain cinta dengan menantunya sendiri dan berakhir mati di tenggelamkan warga di sungai. Kebalikannya, di kehidupan sebelumnya, dia menjadi seorang menantu yang main gila dengan mertua dan sama-sama berakhir tragis, tewas di tenggelamkan di sungai. Kilasan-kilasan kehidupan asmara dari kehidupan kehidupan sebelumnya terus terlintas dalam benaknya, membuat sang Panglima tersulut emosi.
“Tak bisakah kau menulis kehidupan yang lebih tragis lagi wahai Dewa Pengatur Nasib! Di kehidupan sebelumnya, kau menuliskan nasibku sebagai manusia tak bermoral, sekarang kau jadikan aku lebih tak bermoral lagi dengan menjadi pengkhianat!” maki Panglima Tiang Feng mengepalkan tinjunya, menatap dengan sorot mata penuh benci pada Dewa Pengatur Nasib.
Dewa yang selalu memakai pakaian serba putih itu menggeleng-gelengkan kepala. Dia bisa mengerti perasaan sang Panglima yang begitu menderita, marah dan kesal padanya. Tapi, lagi-lagi dia hanya menjalankan tugasnya. Otaknya juga kadang lelah memikirkan jalan cerita yang tragis untuk Panglima dan itu semua juga harus dengan persetujuan penguasa langit.
“Andaikan kau tak melanggar aturan langit, kau mungkin masih jadi Panglima perang kerajaan langit dan mungkin bisa sejajar dengan Dewa Erlang. Aku hanya menjalankan tugas. Kuharap kau mengerti posisiku,” Dewa Pengatur Nasib mencoba memberi penjelasan.
“Ha ha ha!”
Panglima tertawa keras sambil bangkit berdiri, rambutnya makin terlihat makin awut-awutan. Dia menatap tajam ke arah Dewa Pengatur Nasib. Sambil menuding sang Dewa, Panglima Tiang Feng mengancam akan membalas semua rasa sakit hatinya.
“Dewa Pengatur Nasib! Aku akan mengingat semua ini. Bila nanti hukumanku selesai, dan kembali menjadi Dewa, aku akan membuat perhitungan denganmu!”
“Lancang! Berani sekali kau mengancam utusan dewa di tempatku!” bentak Raja Akhirat murka. Wajahnya yang hitam legam jadi makin terlihat mengerikan. Dia memang menghormati Panglima, tapi di Akhirat, tak boleh ada yang berlaku kurang ajar, apalagi pada utusan langit.
“Pengawal!”
“Siap!” Petugas Akhirat yang berjaga langsung bersiap.
“Bawa Roh penasaran ini, menuju jalur reinkarnasi untuk menunggu giliran!”
“Siapa yang mulia!”
Empat orang penjaga dengan sigap mengcengkram lengan sang Panglima, dan menyeretnya pergi.
“Lepaskan, Lepaskan! Aku tak mau jatuh cinta lagi! Tak mau! Lepaskan ….”
Panglima Tiang Feng, berontak mencoba melepaskan diri, tapi pengawal langit dengan sigap menyeretnya ke jalur Reinkarnasi untuk menjalani derita cinta selanjutnya.
This question, full of doubts and cold voice, attracted everyone's attention.Everyone looked in the direction of the sound and saw William, who was a little sleepy.Cecelia couldn't believe her eyes. She grabbed Natalie, who was standing next to her, and said, "Na, Natalie, did I have an illusion? Is that really your brother?"There were many times when Cecelia had an illusion.Sometimes he was in the company, sometimes he was in the middle of the night, and sometimes he could even see him on the road.Therefore, when Cecelia suddenly saw William, Cecelia thought it was his illusion again, so Cecelia couldn't believe his eyes.She had experienced so many hallucinations before, and she was afraid that it would be the same this time.No one could understand what kind of blow it would be to Cecelia every time he returned to reality from an illusion.Those who had never experienced such a painful feeling before couldn't feel it at all.Natalie also couldn't believe that she actua
Zachary was about to leave after he finished speaking when Huangfu Zi stopped him. He heard the sound of gunshots and a rough male voice outside."All of you, step back, or I'll kill this woman immediately..."They immediately looked at each other. The situation seemed to be different from what they thought.They didn't dare to delay and quickly walked out. When they got out of the villa, they saw that Chelsey's temple was pressed with a gun.As soon as Chelsey saw them, she called for help. "Natalie, Zachary, save me...""What exactly is going on?" Cecelia the one closest to them.The man replied, "The person who hijacked Miss Lu is called Scar. It was Miss Turner who sent him here five years ago to watch over Miss Lu. Just now, he was going into the room, so we didn't think much about it. But soon after, we heard gunshots. When we rushed in, he had pointed a gun at Miss Lu. We didn't know what happened inside."Hearing the man's explanation, Cecelia's eyes darkened slightly. S
Although it was just a slight movement of their fingers, it was already a great piece of good news for them.Cecelia, who was looking at Grace, noticed her at once. He was as excited as a child. "She moved. She moved. Grace's finger moved. Did you see that? Her finger moved just now."Natalie was also shocked. "Well, I saw it. Grace's fingers really moved just now.""Right!" Cecelia was even more excited. "This means that I didn't see wrongly just now. Tang is really still alive. Zi, you must save her. I beg you, you must save Grace back.""Yes, I will."Huangfu Zi didn't expect that Grace would really have a reaction when she pretended to comfort Cecelia just now.She had lost her breath and heartbeat just now, but she didn't expect that there would be a reaction after two needles.After recovering from the shock, Huangfu Zi carefully inserted needles on Grace. After a few more needles, Grace spurted out a lot of water from her mouth and nose. Then she coughed violently, but sh
As soon as he heard that Grace had been found, Cecelia didn't care about anything else and asked in a hurry, "Where is it? How is it going?"Cecelia actually wanted to ask, was he still alive?However, she could not say it out loud. What she was afraid of was an answer that she could not accept.The man looked serious. "I found him in the deepest part of the lake. He has already...""Don't say that!" Cecelia interrupted him harshly. "Grace will be fine. She will definitely not answer."She walked out, hypnotized, and her footsteps were a little weak.Natalie quickly stepped forward to help him up. "Sister-in-law, slow down."Seeing Cecelia stumbling out, Chelsey didn't feel relieved.Although he didn't have to worry about them going upstairs to find William, he could find the wound on Grace's head if he found Grace...Zachary and Huangfu Zi were both doctors, especially Huangfu Zi, who had the experience of a medical examiner. At that time, they could easily find out what Grac
"Cecelia..."Hearing someone calling him, Cecelia quickly turned around, but no one saw him. No one was there, but she clearly heard someone calling her just now."Natalie, did you just hear someone call me?" Cecelia asked Natalie beside her.Natalie nodded. "Yes, I heard it too. It's still very famili
Zachary chuckled at Chelsey's question. "For you, am I just a lackey who can be at your disposal? That's why you used the word 'betray' on me?""... What's the point of saying this now?" Zachary's tone was slightly sour. Chelsey knew that what she said just now was a little hurtful, but the most impo
Seeing this, Zachary stepped forward and said, "Zi..."Before he could touch Huangfu Zi, Huangfu Zi shouted with a red face, "Don't touch me, I said, don't touch me, don't touch me, don't use your pair of hands to destroy your brother, and even burn the hands of our old house to touch me!"Huangfu Zi
Fortunately, the distance between City L and City A was very close. If it were a private plane, it would take about half an hour.When she met William again, she was very excited and threw herself into William's arms, who was still in a coma. She cried so sadly."Honey, honey..."The cries sounded so e
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore