Share

18 - Pergi

Author: vrimerose
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-08 20:09:11

Leon tidak bisa memejamkan mata. Setelah melihat Julian dengan matanya sendiri, Leon yakin kalau wanita di kamar 201 adalah Irish. Tidak mungkin Julian jauh-jauh ke penginapan ini dan bertemu wanita asing. Selama ini Julian tidak pernah dekat dengan wanita mana pun.

Karena tidak mengantuk sama sekali, Leon memilih keluar kamar dan melangkah ke bawah. Suasana di ruang bawah sudah sepi.

Leon mendatangi meja petugas dan berkata, “Bisakah aku meminta sup hangat?”

Petugas yang tampak mengantuk itu b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   53 - Menemanimu

    “Kamu pulang saja, aku akan sedikit lama di sini,” ucap Irish mengusir Leon begitu mereka tiba di depan kedai Julian. Kereta yang mereka tumpangi sudah berhenti. Kedua tangan Irish memegang kotak kayu dan bersiap untuk turun.“Sudah kukatakan kalau aku akan menemanimu, Irish.” Leon turun lebih dulu tanpa mempedulikan wajah Irish yang tampak keberatan.Dalam hatinya, Leon pun tak tahu mengapa dirinya bersikap seperti itu. Ingin berada dekat dengan Irish. Lebih tepatnya, ia ingin tahu apa yang akan dilakukan Irish dan Julian. Leon tak akan membiarkan Irish berduaan dengan Julian.Irish menghela napas kasar. Padahal dirinya hanya ingin berterima kasih pada Julian dan meminta bantuan pada lelaki itu. Irish ingin menggunakan hadiah dari Ratu untuk membeli obat-obatan dan memberikannya pada Tuan Tobias di perkampungan hutan.Dengan berat hati, Irish turun dari kereta dan berjalan menuju kedai. Leon mengikutinya dari belakang.Suasana kedai cukup ramai, Irish yang tak melihat Julian di lant

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   52 - Bimbang

    Ratu tersenyum melihat tingkah laku pasangan suami istri di hadapannya itu. Irish yang begitu antusias menerima tawaran Ratu, dan Leon yang tampak keberatan tetapi tak bisa berbuat apa-apa.“Bagaimana menurutmu, Kapten Leon? Apakah kamu setuju jika Lady Irish bekerja di markas? Tenang saja, Lady Irish akan mendapat bayaran yang layak atas pekerjaannya itu.” Ratu menatap Leon yang masih berwajah muram, seperti ada yang sedang dipikirkan oleh lelaki itu.Karena tak mendengar jawaban dari Leon, Irish menoleh ke arah samping, Leon pun langsung menatap sepasang mata istrinya itu. Irish mengerutkan dahi, tak mengerti maksud tatapan sang suami.Bukan hanya Irish, Ratu pun menunggu Leon membuka suara. Ingin mendengar apa yang menjadi keresahan lelaki itu. Bukankah jika Irish bekerja di markas maka Leon bisa memantaunya dari dekat?Tiba-tiba, sebuah pemikiran lain terlintas di benak Irish. Leon tidak ingin Irish bekerja di markas karena akan membuat Leon sulit untuk bertemu Celia. Gerak-gerik

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   51 - Hadiah

    Bab 51-“Sandiwaramu sungguh bagus, Leon,” cibir Irish menoleh pada Leon saat mereka telah meninggalkan ruangan itu. Dia sangat lega karena sang ayah tidak akan memaksanya untuk menikah dengan Tuan Harrington.“Sepertinya kamu salah paham, Irish. Aku tidak bersandiwara.” Leon meyejajarkan langkah Irish yang berjalan cepat di depannya.Sebelum keluar ruangan, Tuan Arlo menyuruh Irish dan Leon untuk menemui Ratu. Katanya, ada yang ingin Ratu sampaikan terkait kejadian semalam.Irish menoleh sekilas, mengerutkan dahi dan menatap Leon penuh selidik. “Jangan katakan kalau kamu benar-benar jatuh cinta padaku, Leon. Aku tidak mengharapkan itu. Kamu sudah memiliki kekasih, begitu juga denganku. Mari kita lanjutkan pernikahan formalitas ini dengan damai. Aku akan mencabut gugatan pembatalan pernikahan kita, dan sebagai imbalannya … jangan melarangku melakukan apa pun yang kuinginkan.”Setelah mengatakan itu, Irish melanjutkan langkahnya. Leon segera mengejar Irish. Saat sudah dekat, dia menari

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   50 - Janji

    Irish dan Leon terus melangkah menuju paviliun paling ujung. Langkah kaki mereka menelusuri koridor yang panjang di istana samping. Meski hari libur, tampak beberapa petugas yang berlalu lalang. Ada juga para kerabat kerajaan dari luar kota yang menginap di istana setelah pesta semalam.Begitu tiba di depan ruangan Kanselir Arlo, Irish langsung membuka pintu. Di dalam, kedua orang tua Irish sudah menunggu. Kanselir Arlo tampak tak senang saat tahu kalau Irish tak datang sendiri. Wajahnya yang dari tadi menahan kesal, tampak semakin masam.Irish langsung masuk dan menyapa kedua orang tuanya singkat. Leon yang mengikuti dari belakang, hanya mengangguk dan berdiri di samping Irish.“Kemasi barangmu sekarang. Siang ini kamu harus ikut kami pulang dan menyelesaikan pembatalan pernikahanmu,” ujar Kanselir Arlo dengan suara lantang. “Sudah cukup kamu mempermalukan keluarga kita, Irish. Setelah pembatalan selesai, kamu akan segera menikah dengan Tuan Harrington. Jangan membantah lagi!”Kata-ka

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   49 - Kepergok

    Matahari sudah bersinar cerah saat Irish membuka mata. Sebuah tangan yang melingkar di perutnya membuat Irish terkesiap. Dia menoleh perlahan ke samping. Wajah tampan Leon yang terlelap begitu dekat dengannya. Embusan napas teratur sang kapten menyapu lembut pucuk kepalanya.Mengingat apa yang terjadi semalam, kening Irish berkerut. Rasa pusing yang berdenyut di pelipisnya seketika menyadarkan Irish akan kebodohannya sendiri. Dia ingat rasa manis anggur ungu yang diberikan Tuan Harrington di balkon, ingatan samar tentang tatapan lapar pria paruh baya itu, lalu ... suara bentakan seseorang sebelum semuanya menggelap.Irish berusaha menggeser lengan kekar Leon yang mengunci pinggangnya, namun gerakan kecil itu justru membuat pelukan sang suami semakin mengerat. Leon melenguh pelan, lalu perlahan membuka kelopak matanya dan langsung menatap lurus pada Irish.“Sudah bangun?” seru Leon serak. Alih-alih melepaskan tangannya, Leon justru menarik tubuh Irish sedikit merapat.“Lepaskan, Leon,

  • Lord Leon, Aku Hanya Pemeran Pengganti   48 - Bicara

    Kereta kuda itu berjalan menuju rumah dinas. Sepanjang jalan, Irish yang sudah tak sadarkan diri, tertidur di bahu Julian. Sama sekali tidak terusik dengan kehebohan yang telah terjadi.Sementara itu, setelah Julian membawa Irish pergi, Leon kembali ke dalam istana untuk mengambil pakaian Irish yang basah. Suasana pesta sudah kembali meriah, seolah-olah yang terjadi beberapa menit lalu tak mengganggu berlangsungnya acara sang Ratu.Akan tetapi, bisik-bisik dan dugaan para tamu mulai bermunculan liar. Masing-masing menerka berbagai kemungkinan yang terjadi antara Irish, Leon, Julian dan Celia.Leon segera menuju kudanya. Dia akan menyusul Julian dan membawa Irish pulang. Saat sudah berada di halaman luar, Celia datang menghampiri Leon dengan wajah pucat.“Kapten Leon, maafkan kelancanganku yang memintamu untuk berdansa,” ujar Celia dengan mata berkaca-kaca, “seharusnya aku bisa menahan diri untuk berdansa denganmu. Maafkan aku karena menganggap kalau kita bisa berdansa dengan bebas sep

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status